Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Pria dari kencan buta


__ADS_3

"Ugh berat, sesak banget." keluh lira yang merasakan sulit bernafas.


"Liyon? Bagaimana dia bisa masuk kedalam kamar ku?" lira bertanya - tanya karena seingatnya dia mengunci pintu kamarnya waktu masuk semalam.


"Ah, iya aku lupa pasti setelah mengambil air aku lupa tak menguncinya lagi." gumam lira dan dia bangun dengan perlahan agar tak membangunkan liyon yang sedang pulas tidur.


Setelah selesai mandi lira membuat sarapan dan siap - siap mau berangkat ke kantor. Tak lama kemudian liyon bangun dia menggosok matanya sambil berjalan mencari keberadaan lira.


Cup


"Selamat pagi sayang ku." ucap liyon dengan tersenyum lebar setelah menc*um pipi lira.


"Pergilah mandi dan sarapan, aku gak mau telat ke kantor." ucap lira dan liyon mematuhi dengan sangat patuh.


Saat lira melihat liyon yang duduk didepannya sedang sarapan lira merasa sakit dihatinya, lira masih belum berani bilang kepada orang tuanya mengenai hubungannya dengan liyon. Karena berfikir dia tak akan bisa bertahan.


Sikap cuek dan dingin lira adalah cara dia menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk jika dia harus pergi meninggalkan liyon, dan saat hari itu tiba setidaknya lira tak akan merasakan rasa sakit yang menyakitkan.


"Hari ini kakak ada acara? Aku ingin mengajak kakak kesuatu tempat." ucap liyon setelah selesai sarapan.


"Maaf aku ada janji nanti jadi tak bisa ikut." jawab lira langsung menolak liyon.


"Hem, ada janji dengan siapa?" liyon bertanya penasaran.


"Dengan teman, oh sudah jam segini ayo berangkat sudah siang, nanti kita telat." lira mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa takut telat, kan ada aku disini." jawab liyon mengingatkan bahwa dialah bos-nya.


"Ah iya benar kamu kan bos-nya, tapi aku pegawai dan aku gak mau telat masuk kerja, ayo berangkat sekarang" ajak lira lagi.


"Baiklah, ayo kita berangkat bersama sama." liyon melangkah mengikuti lira


Selama perjalanan ke kantor lira terus melihat ponselnya dan seolah sedang berkirim pesan dengan seseorang, liyon hanya bisa diam meliriknya.


"Berikan tangan kakak" pinta liyon dan dia menggenggam tangan lira setelah lira memberikan tangannya.


"Aku sangat menyukai mu kak." ucap liyon mengecup tangan lira dan menggenggamnya dengan sangat erat.


Lira tersenyum mendengar kalimat liyon dan lira ingin waktu berhenti pada saat ini juga agar kebersamaan dan kebahagiaan yang dia rasakan saat ini tidak akan pernah hilang dan direbut darinya.


...🍂🍂🍂...

__ADS_1


"Selamat bekerja ya." ucap lira dan memberikan c*uman di pipi liyon.


"Kak, lakukan dengan benar dong kalau mau memberikan sangat." ucap liyon dan itu membuat lira bingung.


"Ai, benar - benar ya." kesal liyon yang melihat reaksi lira dengan wajah bertanya dan tak tau apa maksud dari dirinya.


Sret


Liyon menarik lira hingga lira berada diatas pangkuannya, liyon tersenyum menatap wajah terkejut lira yang terlihat sangat menggemaskan bagi liyon, dan dengan cepat liyon pun meraup bibir lira yang terlihat menggoda dengan polesan lipstik warna peach yang sangat serasi dengan warna kulit lira yang putih.


"Emm."


"Hah."


Wajah lira memerah dan nafasnya tersengal karena ulah liyon yang menc*umunya dengan sangat lama serta dalam seolah sedang mencari kepua-san atas rasa haus yang dirasakannya.


"Sekarang hanya itu yang ku inginkan karena aku tau kakak sedang kedatangan tamu bulanan." bisik liyon dan tersenyum.


Semangat liyon seolah telah terisi penuh, hari itu dia bekerja dengan sangat keras dan penuh dengan semangat yang membara.


Lira hari itu juga sangat bersemangat dalam bekerja dan senyum selalu mengembang di bibir lira seolah olah dia sedang mendapatkan lotre yang bernilai jutaan rupiah. Dan endang jiga sama dengan lira dia juga bekerja dengan semangat.


Mungkin karena kahir pekan jadi semua.orang bekerja dengan lebih semangat karena setelah itu mereka akan istirahat dan bersantai bersama dengan orang terkasih mereka.


"Oh iya terima kasih ya" jawab lira dan dia langsung menuju lobby untuk melihat siapa orang yang sedang mencarinya.


"Robin kamu?" lira tak menyangka kalau Robin jadi sering mencari dirinya setiap saat setelah tau lira bekerja dimana.


"Lira maaf aku hati ini sedang seng...Eh?" kalimat Robin tenggelam karena dia tiba tiba ditarik oleh lira untuk sembunyi


"A - apa ini, dia terlalu dekat dengan ku, dan jiga aroma harus yang keluar dari tubuhnya ini sungguh sangat menggoda." batin Robin yang dipepet lira di dinding.


"Fiuuuh, akhirnya sudah lewat." lira menghela nafas lega setelah liyon sudah berjalan melewatinya tanpa tau kalau dia sedang bersama dengan seorang pria.


"Apakah lira sangat menyukai ku? Aku tak tau kalau lira adalah tipe wanita yang sangat kuat, aku suka sih dengan tipe seperti ini. Rasanya aku ingin segerah memilikinya." batin Robin terus bersuara dan memunculkan pendapatnya sendiri.


"Li - lira ada apa? Bukannya aku tidak suka, tapi ini terlalu tiba - tiba dan juga sangat dekat." ucap robin yang akhirnya menyadarkan lira.


"Ah, ya Ampun maafkan aku Robin aku tak sengaja membuat kamu tak nyaman ya? Tolong maafkan aku." ucap lira dengan sangat malu yang tiba - tiba mendorong Robin hanya untuk menghindari liyon yang lewat habis ada pertuan di luar.


"Tidak, tidak masalah lira, aku tak apa dan aku juga menyukainya." jelas Robin dengan malu.

__ADS_1


"Eh, apa? Oh iya kenapa kamu datang kemari apakah ada hal yang ingin kamu soalan pada ku? Karena kamu katanya tadi mencari aku." tanya lira yang tau dengan tujuannya menemui Robin.


"Iya, aku datang ingin mengajak kamu untuk makan malam hari ini, apakah kamu bisa? Jika bisa aku akan menjemput kamu nanti saat pulang kerja." tanya robin berharap lira mau untuk makan malam bersama dengan dirinya nanti malam.


Lira berfikir sangat dalam untuk ajakan Robin ini, dia ingin menerima dan ingin menjelaskan secara jelas kalau sebenarnya dirinya sudah mempunyai seseorang yang dia sukai dan hanya ingin menjadi teman saja dengan Robin, tapi lira juga takut kalau nanti liyon tau dan melihat maka dia kan salah paham dan marah.


"Lira bagaimana? Ku harap kamu mau dan bisa meluangkan waktu untuk aku nanti malam." tanya robin lagi dengan harapan sangat besar.


"Baiklah nanti sepulang kerja kita makan di restoran dekat kantor ini saja, aku tunggu kau nanati jam 7 malam, ok." jawab lira dan dia langsung mohon ijin pada Robin untuk kerja lagi.


"Baiklah Robin kamu pasti bisa, aku akan menyiapkan segalanya untuk malam ini." Robin tersenyum melihat lira lari ke arah life.


Dan sesuai dengan janji lira menyelesaikan pekerjaannya lebih awal serta pulang duluan, lira sudah bertekad kalau dia akan menemui Robin dan akan memperjelas kalau dirinya sebenarnya sudah punya orang yang dia suka bahkan sudah berpacaran, walau pun hubungannya tidak akan bertahan lama.


"Lira di sini." panggil Robin yang ternyata menjemput lira pulang kerja.


"Iya maaf kamu pasti menunggu lama ya, ayo kita berangkat." ajak lira karena dia tak ingin melihat loyon mengetahui dan melihat dirinya dengan Robin.


Sepasang mata elang yang tajam telah memfokuskan pandangannya pada sebuah buruan yang telah mengusik dirinya dari kejauhan yang bisa memperlihatkan pemandangan dengan sangat jelas. Ya liyon telah mengetahui lira keluar dan pergi dengan seorang pria.


"Rid, cari tau dimana lira sekarang dan dengan siapa dia pergi barusan. Karena aku melihat dia barusan keluar dan jalan sama seorang pria." perintah liyon pada Farid lewat panggilan telepon


"Ada apa lagi ini? Dan siapa lagi pria yang pergi bersama dengan non lira? Bikin repot saja" gumam farid setelah dia menerima panggilan telepon dari liyon.


Farid langsung pergi ke ruang cctv untuk melihat gambar lira pergi dengan siap dan setelah mendapatkan nomor plat mobil yang membawah lira Farid langsung menghubungi seseorang untuk melacak keberadaan mobil tersebut dan siapa pemiliknya.


Sekitar 15 menit kemudian Farid menemui liyon di ruangannya untuk melaporkan hasil pencariannya dan kemana lira dengan pria itu pergi bersama.


"Sudah kau dapatkan? Dan apa hasilnya?" tanya liyon yang memang sudah menunggu Farid datang untuk melaporkan hasilnya.


"Iya sudah, dia bernama Robin dan dia beberapa hari yang lalu kesini untuk melakukan janji temu dengan pihak pemasaran mengenai pembahasan soal desain dari pembangunan mol baru dan bertemu dengan lira pada hari itu. Sekarang mereka sedang berada di sebuah restoran seafood dekat dengan kantor ini untuk melakukan makam malam bersama dan sepertinya mereka saling kenal." jelas Farid panjang lebar pada liyon yang hanya duduk diam mendengarkan ocehan dari dirinya.


"Jadi ini adalah foto dsri orang itu?" tanya liyon menatap Farid dengan foto yang ada ditangannya.


"Iya itu adalah orangnya." jawab Farid dengan yakin.


"Dia lagi rupanya." gumam liyon meremas foto itu dengan sangat kesal.


"Kenapa, apa kau mengenal juga atau mengetahui sesuatu tentang dia? Dari data dia adalah orang yang bersih dan juga singel, serta seorang pekerja keras." jelas Farid lagi.


"Dia adalah pria kencan buta yang waktu itu ditemui oleh lira sebelum aku dan dia dekat." jelas liyon dengan bersandar pada sandaran kursi kerjanya.

__ADS_1


"Apa? Jadi mereka akan melanjutkan hubungan mereka atau mereka ingin memulainya lagi dari awal? Sebenarnya apa yang terjadi aku tak mengerti, apa kah kalian berpisah atau kalian memang sudah sudah lama tak ada hubunga lagi?" tanya Farid dengan bingung yang melihat ekspresi liyon kesal namun dia tak bertindak apa pun.


__ADS_2