
"Halo semuanya, perkenalkan nama ku adalah Yusnia aku akan menjadi nyonya dinrumah ini dan kalian harus hormat serta patuh pada ku." sapa yusnia pada orang - orang yang ada didalam rumah liyon.
"Yusnia tolong jangan buat keributan di sini dan cepat keluar apa yang kamu lakukan di sini sebenarnya?" Farid mencobak mengusir yusnia dengan halus dari dalam rumah liyon.
"Kau tidak sopan ya Farid, aku akan menjadi tuan mu dan jangan memanggilku hanya dengan nama ku saja." kesal yusnia pada Farid
"Tolong keluar sekarang selagi aku masih berkata dengan baik." ucapnfarid sedikit ditekankan.
"Hei kamu.!" yusnia berteriak dan Farid langsung menyeret yusnia keluar tanpa aba - aba
"Tante, Tante coba lihat ini masak dia mengusir Yusni dan menyeret Yusni keluar seperti ini." adu yusnia pada mama Li saat Farid menyeretnya keluar rumah.
"Eh, Farid kamu ada di rumah? Bukannya kamu ikut sama liyon untuk dinas luar?" tanya mama Li pada Farid yang berdiri tegak didepan pintu rumah.
Farid hanya diam dan yersenyum menatap mama Li tak bergerak dari tempatnya berdiri.
"Lihatlah itu, tidak sopan sekali dia masak ditanya sama majikannya tapi tak menjawab sama sekali." celetuk yusnia dan farid hanya melirik pada yusnia.
"Apakah liyon sudah pulang Farid? Apakah dia masih sibuk?" tanya mama Li lagi pada Farid.
"Maaf harusnya ibu tau saat tak ada orang liyon paling tak suka jika orang yang tak bersangkutan dengan dirinya tiba +nyoba datang menerobos masuk kedalam rumahnya." ucap Farid mengingatkan pada mama Li tentang apa yang disukai dan tak disukai oleh liyon.
"Hei kenapa kamu kurang ajar sekali. Cuma asisten saja tapi kelakuan mu sangat tak pantas pada majikan mu, dan tadi kamu bilang apa? Kamu hanya memanggil bos kamu orang yang menggaji kamu hanya dengan nama saja, dapat keberanian dari mana kamu seperti itu." ucap yusnia dengan kesal dan sok pada Farid.
"Yusni sebaiknya kita pulang saja dulu, lain kali baru kita kesini lagi." mama Li mengajak yusnia pulang
"Tapi Tan Yusni ingin tau suasana dalam rumah dan juga ingin kenal dengan semua orang yang ada di sini." rengek yusnia pada mama Li, tapi mama Li tak berani melewati Farid yang lagi berdiri tegak ditempatnya. Karena saat Farid dalam posisi bersiap maka itu artinya dia dalam perintah untuk melawan siapa saja yang melewati batas pertahanan liyon.
__ADS_1
Ya Farid bukanlah orang yang mudah, sejak kecil dia dan liyon telah dilatih dalam militer dengan sangat keras sehingga mereka tumbuh jadi orang yang sangat kuat. Walao farid terlihat biasa saja dan juga murah senyum, tapi dia adalah mesin pembunuh yang siap menggilas siapa saja yang melawan dia.
Jika Farid sudah diam dan tak banyak omong maka jangan sampai berurusan dengannya atau melanggar batasnya karena jika itu terjadi maka dia tak akan peduli siapa orang yang ada didepannya maka dia akan menghajar orang itu tanpa ampun.
"Ya kita masih ada kesempatan untuk kesini lagi lain waktu, sebaiknya sekarang kita pergi saja dulu, toh liyon juga tak ada di rumah." jawab mama Li yang sudah takut melihat Farid.
Mama Li dan yusnia pun pergi meninggalkan rumah liyon, dan yusnia merasa kesal dengan tindakan Farid yang tadi menghalangi serta menyeretnya keluar rumah saat mama Li belum masuk rumah karena lagi mengobrol sama tukang kebun yang ada di luar.
*
"Ada apa ini sebenarnya dan siap Farid sebenarnya kenapa Tante Li terlihat seperti takut pada Farid, aku harus hati - hati dan dia adalah catatan orang pertama yang harus aku singkirkan nanti jika aku sudah masuk kedalam rumah itu dan menjadi nyonya rumah." gumam yusnia dalam hati selama perjalanan pulang dari rumah liyon.
"Tante kalau asisten Farid ada di rumah terus liyon pergi bersama dengan siapa? Bukankah tadi Tante bilang kalau liyon sedang dinas luar?" yusnia bertanya sama Li dan mencoba untuk mengorek informasi.
"Mungkin dia pergi bersama dengan Gali dan juga Suryo. Kalau bukan urusan pekerjakan kantor biasanya liyon memang tak membawah Farid." jelas mama Li.
"Adu - adu sayang tak apa, kenapa kamu harus malu - malu begitu? Liyon selain sebagai pimpinan dia juga seorang pengacara yang bekerja di firma hukum luar negeri dan dia juga adalah seorang dokter. Banyak yang dia pelajari selama dia tinggal bersama dengan kakak dan kakak iparnya di Beijing." jelas mama Li dengan bangga pada anak keduanya yang sangat menonjol dan juga pandai melebihi kakaknya.
"Apa? Dalam usia yang begitu mudah liyon memiliki banyak pengalaman dan juga pendidikan serta banyak gelar, bagaimana Tante bisa memiliki anak sepandai liyon dan bagaimana caranya liyon menyelesaikan semua itu?" yusnia bertanya dan dia terlihat sangat kagum pada liyon
"Dia menempuh jalur khusus untuk menyelesaikan sekolah - sekolahnya, dan dia sudah mulai memasuki bangku perkuliahan disasar dia seharusnya masih sekolah tingkat pertama, itulah kenapa dia bisa jadi seperti sekarang ini." jelas mama Li lagi.
"Ya ampun dia benar - benar bibit unggul ya Tan? Yusni jadi makin cinta sama liyon dan tak sabar ingin cepat - cepat menikah serta memiliki anak sama liyon, pasti anak kami nanti akan sangat pandai sama seperti papanya." yusnia berkata dengan sangat senang sehingga itu juga membuat mama Li terlihat senang.
"Hahaha, iya iya anak baik kamu memang calon memantu yang baik, nanti buatkan Tante cucu yang banyak ya.? Dan buatkan yang lucu - lucu karena Tante ingin banget punya cucu." ucap mama Li sambil tertawa menatap yusnia yang tadi berkata dengan malu - malu.
"Tante bisa saja Yusni kan jadi malu." jawab yusnia yang wajahnya semakin bersemu merah.
__ADS_1
Bagi mama Li yusnia adalah wanita yang sempurna dan baik untuk liyon dan dia juga dari keluarga yang terpandang serta setara dengan dirinya.
Penampilan yusnia yang selalu terlihat baik dan juga nada bicara yang selalu dibuat lembut serta tingkah yang malu - malu membuat mama Li semakin menyukai yusnia, karena dianggap wanita yang berpendidikan serta tau etika.
"Aku harus membuat yusnia jadi menantuku, aku akan merayu liyon dan bila perlu aku akan melakukan siasat untuk liyon agar dia jadi tak bisa mengelak dan terpaksa harus menikahi yusnia." gumam mama Li dalam hati.
"Dia adalah anak yang baik dan pastinya wanita yang baik dan cocok untuk liyon, walau papanya mungkin kurang baik. Tapi anaknya tak ada urusan dengan itu." sambung gumaman mama Li dalam hatinya.
Dan disisi lain di rumah liyon sedang ricuh membicarakan soal yusnia yang tadi tiba - tiba saja masuk kedalam rumah dan mengenalkan dirinya sebagai calon nyonya rumah dengan sangat sombong dan angkuh.
"Benar aku tak suka dengan dia, ih apa an gayanya itu. Halo semuanya, perkenalkan nama ku adalah Yusnia aku akan menjadi nyonya dinrumah ini dan kalian harus hormat serta patuh pada ku." ucap Surti menirukan gaya dan cara bicara yusnia.
"Oh, benar - benar dia adalah wanita pengganggu. Aku tak suka dengan dia, kalau sampai dia beneran menjadi nyonya rumah ini aku adlah orang pertama yang akan keluar dan mengundurkan diri dari pekerjaan ku ini." jelas Warti dengan nada kesal.
"Iya aku juga akan keluar dari pekerjaan ini jika sampai dia yang jadi nyonya rumah ini." sambung Sulasih
"Hem, non lira lah yang cocok jadi nyonya rumah ini, cantik, baik, energi, sopan dan juga sangat menyenangkan orangnya. Saat bicara dengannya seakan aku sedang bicara dengan putriku sendiri." Jujung menimpali.
"Iya benar dia adalah anak yang baik." sambung bi min.
"Aku lebih setuju jika tuan liyon menikah dengan nona lira dari pada wanita pengganggu tadi." ucap Surti dan yang lain mengangguk tanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh Surti.
"Tuan Farid apa yang terjadi sebenarnya dan siapa wanita tadi? Apa benar dia adalah calon istri tuan liyon?" tanya Surti pada Farid saat Farid berjalan mesuk rumah setelah nyonya Li dan yusnia pergi.
"Hem, kalian tak perlu memikirkan itu, kalau tak ada perintah dari liyon kalian jangan melakukan apa pun walau wanita itu kembali lagi ke sini, kalian mengerti." ucap Farid pada semua orang yang ada di rumah itu.
"Iya kami mengerti tuan farid." jawab semuanya serempak.
__ADS_1
"Hah. Kenapa dia bisa begitu pe de ya bikin repot saja." gumam Farid berjalan kebelakang rumah.