
Yusnia mencobak mencari pendukung dari para pegawai agar dia bisa lebih mudah masuk dan mencari tau apa yang terjadi didalam perusahaan, termasuk mencari tau tentang hubungan antara liyon dengan lira yang sebenarnya, dan juga menjahili lira lewat tangan orang lain.
"Apakah kalian tidak mau makan enak dan belanja - belanja? Kalau ada yang mau aku bisa membawah kalian pergi kesuatu tempat yang enak dan menyenangkan." rayu yusnia pada para pegawai wanita dan ada 3 orang yang merasa tertarik dengan rayuan yusnia.
"Mbak Fitri ada apa? Kenapa dari tadi mbak Fitri lihat ke arah sana terus, di sana ada bos dan juga tuan Farid yang lagi main sepak bola pantai, jangan - jangan mbak Fitri tertarik sama tuan Farid ya? Atau yang lain?" tanya Endang yang merasa curiga dengan Safitri yang dari tadi terus saja melihat ke arah para pria - pria yang sedang asyik main sepak bola bersama dengan bos mereka dan tangan kanannya tuan Farid.
"Tidak kamu jangan ngomong sembarangan." ketus Safitri pada Endang sambil mukul bahu endang.
"Apa aku cerita pada Endang ya, soal apa yah aku lihat kemaren malam. Tak apa kan kalau aku cerita soal apa yang aku lihat dan yang sedang aku amati sekarang ini?" Safitri bergumam didalam hati.
"Hai kenapa kalian tak ikutan main, ayo main bersama - sama?" ajak lira yang menghampiri Endang dan Safitri duduk berteduh dipinggir pantai dibawah pohon kelapa.
"Tidak di sini lagi enak merasakan semilir angin dan menyaksikan keriuhan para orang - orang." jawab Endang yang lagi menikmati momennya.
"Halah bilang aja kalau kamu tak mau ngapa - ngapain karena lagi gak sama Aditya." ledek Safitri dan endang terbahak.
"Lira. Kamu tak papa? Semalam aku mencari kamu tapi kamu tak ada dikamar kamu." tanya Safitri dan lira langsung tersedak oleh minuman yang sedang dia minum.
"Uhuk uhuk uhuk." lira terbatuk - batuk dan membuat seseorang yang tau menatapnya dengan tatapan penuh rasa khawatir.
"Aduh ya ampun lira kenapa kamu tak hati - hati sih, kayak anak kecil saja minum bisa sampai tersedak." omel Endang yang membantu lira dengan menepuk - nepuk punggung lira.
"Benar, kecurigaan ku ternyata benar tidak salah lagi bos memang menaruh hati pada lira, buktinya sekarang bos terlihat sangat khawatir melihat lira yang sedang tersedak." gumam Safitri dalam hati yang memperhatikan liyon yang terlihat tersentak dan memandang lira penuh dengan kekhawatiran.
__ADS_1
"Sudah enakan Lira? Duh kamu ini minum kok bisa sampai tersedak kek gitu." Endang bernafas lega setelah lira sudah baik - baik saja.
"Maaf, maaf." lira tertawa menatap Endang dan Safitri.
...🍂🍂🍂...
Kembali kepada yusnia yang saat ini sedang berada disebuah restoran dengan ketiga orang lainnya sedang menikmati makanan mereka dan berbincang dengan sangat seru. Ya orang itu adalah Angel, Suryani dan Dania. Mereka berempat bersama dengan yusnia bagai gayung bersambut dan yusnia berhasil membisikkan dan menanamkan kata - kata merusak hati pada mereka bertiga sehingga membuat mereka bertiga jadi memiliki sifat iri dan benci.
"Apakah kalian tau sebenarnya selama ini lira ngapain? Apa kalian tau apa yang dilakukan oleh lira sebenarnya?" tanya yusnia dengan nada bertanya namun seolah dia tau sesuatu melebihi mereka bertiga.
"Iya kami tau, dia sedang melakukan perjalanan mengawal bos selama kurang lebih 1 minggu lebih." jawab Suryani dan Angela sama Dania mengangguk karena yang mereka dengar adalah waktu itu lira sedang bertugas mengawal bos-mereka dalam meghadapi perjalanan yang lumayan sulit.
"Apa?! Jadi mereka menanamkan cerita seperti itu kepada semua pegawai di kantor? Sepertinya lira memang bukan orang yang biasa, aku harus menyingkirkan dia sejauh mungkin hingga tak bisa ditemukan lagi oleh siapa pun nantinya." gumam yusnia dalam hati dengan kesal.
"Memang kamu tau sesuatu soal lira Yus? Apa yang kamu tau? Ceritakanlah kepada kami." ucap Dania dengan tanda tanya menatap yusnia.
Yusnia tersenyum mendengar pertanyaan itu dari Dania dan yusnia melihat sorot mata ketiga orang yang bersamanya itu sedang menunggu jawaban dari dirinya dengan tak sabar. Yusnia pun punya niatan untuk menjelek-jelekkan lira melalui ketiga orang yang saat ini sedang kemakan sama omongannya.
"Iya aku tau yang sebenarnya dan aku juga tau cerita yang sesungguhnya dari kabar yang kalian dengar dengan kebohongan itu." ucap yusnia memprovokasi Angela, Dania dan Suryani.
Kejadian sebelum yusnia berkumpul bersama dengan Suryani, Dania dan Angela.
Didalam kamar yusnia dia langsung menghubungi seseorang yang begitu dia tau kalau lira ada diantara orang - orang yang sedang berdarma wisata bersama.
__ADS_1
"Halo apa kamu sudah gila hah?! Bagaima bisa aku masih melihat wanita j****g itu saat ini?" kesal yusnia dengan nada marah pada orang yang sedang dia hubungi lewat panggilan telepon.
"Maaf nona aku dan anak buah ku sudah melakukannya dengan baik sesuai dengan perintah dari orang yangbtelah menyuruh kami, lagian tugas kami hanyalah menculik dia saja selanjutnya kami tak tau di bawah kemana wanita itu." jelas orang yang telepon oleh yusnia.
"Dasar bodoh, tak becus kalian semua tak berguna.!" teriak yusnia dengan sangat marah lalu mematikan sambungan teleponnya.
"Bagaimana bisa semua gagal dan lira masih dalam keadaan sehat di sini." geram yusnia dengan menjambak rambutnya sendiri.
"Kakak, iya aku harus menghubungi kakak." yusnia langsung menelepon seseorang lagi.
Dari cerita orang kedua yang dihubungi oleh yusnia dia mendapatkan info bahwa lira mengalami luka - luka dan kemungkinan besar luka - lukanya itu menimbulkan bekas, karena mereka telah menyiksa lira dengan kasar dan telah menjualnya ke rumah hiburan yang bisa dibilang tempatnya para orang psikopat semua pelanggannya.
Kembali pada saat sekarang.
"Jadi apa yang sebenarnya dari cerita yang kamu tau tentang lira Yus?" tanya Angela
Yusnia tersenyum menatap ketiga orang itu bergantian. "Apakah kalian tau kalau lira memiliki luka - luka ditubuhnya? Entah luka itu ada dibagian mana yang pasti luka itu masih ada bekasnya ditubuh lira." jelas yusnia dan itu menimbulkan pertanyaan yang semakin besar pada diri ketiga orang itu.
Yusnia melihat ketiga orang itu saling tatap satu sama lain, dan yusnia sangat senang melihat itu. "Kalian tau? Yang sebenarnya lira bukan mengawal Bos, melainkan dia sedang menjadi pelayan dan sedang melayani seorang pelanggan yang psikopat, sehingga pelanggan itu baru mendapatkan kepuasan setelah menggoreskan bebetapa luka - luka ditubuh lira, dan dia libur karena bos gak mau ada kesalahpahaman yang membuat citra perusahaan jadi buruk. Itu sebabnya Bos yang baik hati itu menutupi perbuatan dari lira yang sangat menjijikan." jelas yusnia panjang lebar.
"Apa? Apakah kamu tak salah dengar Yus? Terus bagaimana kamu bisa tau cerita itu?" tanya Dania penasaran.
Yusnia tersenyum manis didepan ketiga orang itu. "Karena aku adalah calon tunangan dari liyon bos kalian, dan tentu saja aku dengar itu dari calon suamiku sendiri. Kalau kalian tak percaya kalian bisa mencobak mendekati lira dan melihatnya apakah benar ada tanda luka yang membekas di tubuh lira, kalian pasti akan menemukannya dan percaya dengan ceritaku, tapi ingat jangan katakan pada yang lain cerita ini, karena ini adalah rahasia dan aku khusus memberi tahu kalian sebab kalian adalah temanku mulai sekarang, kalian mau kan berteman dengan ku.?" tegas yusnia sambil bertanya dan membuat ketiga orang itu semakin penasaran degan cerita yusnia.
__ADS_1