Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Sekretaris atau pengawal


__ADS_3

Saat liyon menikmati minumannya dan mengobrol sama beberapa pebisnis tiba - tiba saja ada peramu saji yang datang dan ingin menyerang dengan menggunakan sesuatu yang disembunyikan dibalik nampannya.


"Liyoon.!" teriak lira yang lari ke arah liyon, dan membuat semua orang terkejud.


Grep


Bak


Bug


Lira yang berdiri tak jauh dari liyon dan sedang menikmati hidangan kesukaannya yaitu es crem dan saat dia tau peramu saji yang mendekati liyon beserta para pebisnis itu menyembunyikan sesuatu dibalik nampan saji yang dibawahnya, secara refleks lira langsung lari kearah liyon dan berteriak pada liyon lalu melompat menggunakan bahu liyon sebagai pijakan tangannya, dan lompatannya membentuk lingkaran diudara. Lira dengan tepat melilitkan dasi yang dikenakan oleh liyon untuk menangkap serta menghajar peramu saji itu.


"Siapa kamu? Kenapa kamu menghalangiku hah?!" teriak peramu saji yang berhasil ditangkap dan dibekukan oleh lira.


"Panggil satpam!" teriak lean Li yang terkejud melihat keributan dalam pestanya.


Grep


Liyon menangkap tangan lira dan membawahnya menghindar dari peramu saji yang sedang diamankan oleh beberapa satpam.


"Kenapa kamu begitu gegabah, apa kamu gak apa-apa?" tanya liyon pada lira dengan rasa khawatir.


"Wah Liyon gerakan mu dan nona Lira sangat luar biasa, apa kalian sering berlatih bersama?" tanya lean Li berbisik pada liyon.


"Diam kau.!" bentak liyon dengan suara berbisik juga.


"Wah, wah tuan liyon saya sangat berterima kasih pada pengawal anda. Saya tak menyangka kalo dia benar - benar seorang petarung yang hebat dilihat dari penampilannya yang begitu anggun dan juga cantik." ucap seorang pebisnis pada liyon dan berjalan mendekat.


"Sebenarnya dia adalah orang suruhan saudara saya, yang ingin merebut perusahaan. Saya benar - benar tertolong. Terima kasih banyak." sambung pebisnis itu, yang sebenarnya orang yang mau diserang oleh pramu saji tadi


"Benar, saya juga sangat terkejud melihatnya. Dia benar - benar sangat luar biasa, gayanya bertarung seperti seorang putri sedang menari dengan gaun yang begitu bagus. Apakah anda sengaja memakai gaun seperti itu? Anda sungguh cantik." puji pebisnis lain pada lira.


"Siapakah nama anda nona? Anda terlihat bagai angsa yang cantik sekarang, dan saat bahaya datang anda terlihat bagai singa yang kejam yang siap menerkam mangsa. Sungguh luar biasa, saya sangat kagum pada anda." ucap pebisnis yang lainnya lagi.


"Hahaha, tentu saja nona lira sangat kuat. Saya sudah pernah mengalaminya sendiri dan menerima serangannya." ucap lean Li menimpali ucapan para pebisnis yang terlihat mengerumuni lira dengan berbagai pujian yang mereka katakan.


"Benarkah? Tadi itu sangat luar biasa, seperti pertunjukan dan kolaborasi antara tuan liyon serya pengawalnya sangat bagus, mereka seolah sudah paham satu sama lain. Dan waktu nona pengawal terbang diudara tadi sungguh sangat menakjubkan." pebisnis yang lainnya lagi memuji.


Semua orang fokus pada lira seorang mengabaikan dan menganggap liyon tak nampak, walo liyon sedang berdiri disebelah lira dengan menggenggam erat tangan lira.


"Apa - apaan mereka semua ini." gumam liyon dengan kesal dalam hati.


"Terima kasih." ucap lira dengan malu - malu dan senyuman yang terlihat manis bagi liyon.


"Apa lagi dia, kenapa harus menunjukkan senyuman yang begitu manis pada semua orang. Perlu diberi hukuman nanti agar tak nakal dengan menebar senyumannya." gumam liyon lagi dalam hati dan semakin kesal.


Malam itu secara mendadak karna aksi lira menangkap penyerang dan menunjukkan keahliannya dalam bela diri membuat lira yang dari tadi sudah menjadi perhatian secara tidak langsung, sekarang mereka semua dengan terang - terangan menunjukkan rasa kagumnya pada lira dan juga mendekati serta mengajaknya berbincang.


"Baiklah nona lira sampai jumpa, lain waktu kita berjumpa lagi karna saya ada kerja sama dengan tuan liyon, iya kan tuan liyon. Kita lakukan janji temu di perusahaan anda saja nanti karna saya masih ingin berbincang dengan nona lira." ucap pebisnis itu pada lira dan juga liyon saat mereka mau berpisah diparkiran mobil.

__ADS_1


"Selamat jalan tuan, hati - hati di jalan." ucap lira dengan sopan dan memberi hormat pada orang itu.


"Yoo Li, tak mau menginap di sini saja kita habiskan waktu malam bersama." tawar lean pada liyon yang terlihat tertarik pada lira.


"Tidak aku pergi, ayo masuk.!" tolak liyon pada lean dan berkata dengan dingin pada lira.


Selama perjalanan liyon tak bersuara begitu juga lira, karna dia sedang ngantuk kekenyangan dan juga lelah. Tanpa memperdulikan liyon yang sedang menyetir disampingnya lira langsung terlelap dalam mimpi selama perjalanan pulang.


...🍂🍂🍂...


"Bisa - bisanya dia tidur dengan sangat tenang dan juga lelap, di sini bosnya aku atau dia sih sebenarnya." ucap liyon yang menatap lira terlelap hingga mulutnya terbuka.


Liyon mengangkat tubuh lira dan menidurkannya didalam kamarnya serta melepas baju dan ingin mengganti baju lira, namun sang punya tubuh sangat kebo saat tidur dia seolah merasa sangat aman dan nyaman hingga tak ada kewaspadaan.


"Kak ganti baju dulu, ih." liyon berusaha memakaikan baju pada lira dan lira terus saja menolak duduk karna sudah ngantuk berat.


"Biarkan aku tidur, kenapa dari tadi kamu menggangu ku sih." tolak lira pada liyon dan kembali tidur lagi.


"Haaaah, apa dia anak kecil? susah sekali untuk ganti baju saja, terserahlah." liyon menyerah dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Ya Ampun, aku lupa kalo dia benar - benar kebo. Lihat posisi tidurnya itu, apa dia tak takut aku akan memakannya? Bagaimana kalo itu bukan aku dan ada pria lain." liyon menghela nafas dalam melihat tingkah tidur lira yang sudah berantakan dengan posisi terlentang dan membentang dan hanya mengenakan baju dalam saja.


Liyon merapikan posisi tidur lira dan dia ikut tidur disebelah lira dengan hanya menggunakan boxser saja serta memeluk lira dalam dekapannya.


Sebulan berlalu dari acara pesta peresmian hotel lean Li. Lira sibuk dengan segudang pekerjaan, mulai mengawal nyonya Li untuk pergi ke luar kota, melihat dan mengecek cabang restorannya di kota lain dan juga pekerjaan lira dikantor yang dibebankan oleh liyon padanya.


...🍂🍂🍂...


"Janji temunya akan dilaksanakan dimana pak Hendra? Maaf saya tidak tau apa pun karna ini mendadak, dan Mbak Fitri juga belum konfirmasi pada saya." jelas lira untuk memintak petunjuk pada pak Hendra yang tau semua urusan sekretaris karna dia adalah kepala sekretaris.


Datanya akan ku kirim lewat email kamu saja, jadi kamu bisa membaca dan mempelajarinya langsung, janji temunya nanti siang pada jam makan siang." ucap pak Hendra pada lira.


"Baik pak, terima kasih." lira tersenyum dan meninggalkan ruang sekretaris.


"Oh iya Lira, untuk pekerjaan mu yang tertunda apa sudah kamu alihkan?" tanya pak Hendra sebelum lira benar - benar hilang dari ruang sekretaris.


"Sudah pak, sudah saya alihkan pada Endang. Dia akan bertanggung jawab atas semuanya." jawab lira dan mengedipkan mata pada Endang yang dibalas dengan acungan jempol oleh Endang.


"Selamat siang bos, janji temu sudah saya atur di restoran Cina siang ini, dan kita bisa berangkat sekarang supaya tidak terlambat." ucap lira pada liyon yang sedang sibuk dengan tugas dan juga berkas - berkas diatas meja kerjanya.


"Baiklah, kamu atur saja sekarang dan kita berangkat 5 menit lagi." jawab liyon dengan senyum menggoda pada lira.


"Baik." lira pergi dengan mencibir liyon tanpa suara.


...🍂🍂🍂...


15 menit kemudian liyon dan juga lira sudah sampai pada restoran yang dipesan oleh lira.


"Atas reservasi siapa nona?" tanya pegawai restoran itu.

__ADS_1


"Reservasi atas PT. Task Corporation Grub." jawab lira dengan sopan.


"Oh baik, sebelah sini nona, tuan." pegawai restoran itu mengantarkan lira dan juga liyon ke sebuah ruang vip.


Setelah menunggu 5 menit tamu yang akan melakukan janji temu akhirnya tiba.


"Tuan liyon." ucap orang itu dengan nada sedih.


"Iya silakan duduk tuan." ucap liyon sopan.


"Sayang sekali, padahal saya ingin agar janjinya dilakukan di kantor anda tapi sekretaris anda melakukannya di restoran ini." ucap orang itu pada liyon, yang hanya ditanggapi oleh liyon dengan senyuman.


"Baik, mari kita mulai tuan liyon setelah itu kita makan siang" ucap orang itu lagi.


"Tunggu sebentar sekretaris saya masih memesankan makanan. Karna berkasnya dia yang bawah." jawab liyon


Dan tak lama setelah itu lira masuk yang diikuti oleh para pegawai restoran dengan mendorong teroli yang berisikan makanan.


"Eh, nona Lira?" orang itu berubah ceria setelah melihat lira masuk dalam ruangan itu.


"Baiklah, mari kita mulai tuan." ucap liyon saat lira menyerahkan berkas kerja sama pada kedua belah pihak.


"Tunggu dulu, sebenarnya nona lira ini dia adalah sekretaris atau pengawal tuan Liyon?" tanya orang itu pada liyon dengan bingung.


"Bisakah saya menjawab kalo dia adalah calon nyonya dari pimpinan PT. Task Corporation Grub." jawab liyon menahan emosi karna orang yang didepannya terus saja melihat kearah lira.


"Hahaha, tuan Liyon suka bercanda juga rupanya." jawab orang itu dengan terbahak, dan sekretaris dari orang itu juga terlihat tertarik pada lira.


"Kita selesaikan dengan cepat." ucap liyon geram pada 2 orang yang tak mau lepas memandang lira.


"Terima kasih tuan liyon, senang bekerja sama dengan anda."


"Iya tuan Haris, selamat juga untuk anda dan semoga kerja sama kita berjalan lancar."


Ucap liyon dan tuan Haris saling berjabat tangan setelah semua proses selesai dan ditutup dengan makan siang bersama.


"Kita akan sering ketemu nanti sekretaris Lira" ucap tuan Haris pada lira dan hanya dianggukkin oleh lira.


"Haruskah menebar senyum seperti itu?" tanya liyon dengan kesal pada lira, setelah tuan Haris dan sekretarisnya pergi dari ruangan itu.


"Eh, saya hanya ingin bersikap profesional saja." jawab lira membela.


"Profesional? Tapi aku tak suka melihat itu." jawab liyon dan mendekati lira.


"Apa salahnya? Itu kan juga cara menyem...Ehm." kalimat lira tertahan oleh bibir liyon yang sudah mendarat dibibir lira dan bermain di sana dengan lincah.


"Hah hah." nafas lira tersengal


"Itu adalah hukuman karna kakak berani menebar senyum dan pesona kakak di depan pria lain." ucap liyon dan keluar dari ruang vip restoran itu meninggalkan lira yang sedang mengatur nafasnya.

__ADS_1


__ADS_2