Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Mencari keberadaan lira


__ADS_3

Keesokan paginya lira pergi ke hotel dengan menitipkan Ferdi pada Meli yang sebelumnya sudah dimintai tolong oleh lira. Lira datang bersama dengan yang lainnya menemui manager hotel tempat kerjanya yang baru, dan lira tak menunggu seperti yang lainnya namun dia menemui manager hotel secara langsung karena dia sudah ada janji dengan General Manager hotel itu yang kebetulan lira sudah mengenal beliau dan lira akan menjadi Assistant-nya yang baru sesuai dengan permintaan beliau.


"Selamat pagi pak, nona Ani sudah datang." ucap seorang bawahan dari manager itu.


"Iya halo Ani silakan masuk, bagaimana dengan perjalan mu kemaren apa semuanya baik? Tak ada masalahkan selama perjalanan kemarin?" tanya manager itu pada lira yang namanya menggunakan nama belakangnya Ani dari nama Anggraini.


"Terima kasih pak Sugeng, semuanya sangat baik dan perjalanannya juga sangat nyaman." jawab lira sopan dan duduk di sofa bersama dengan tuan Sugeng.


"Kamu belum bisa ketemu sama pimpinan baru hotel kita ini lira untuk sementara karena beliau masih sibuk dengan segala urusan saat ini, dan semua pengurusan diserahkan pada ku. Maaf aku merekomendasikan kamu sebagai manager di hotel ini." ucap pak Sugeng dengan ramah pada lira


"Tak apa pak saya juga senang dengan kenaikan jabatan ini, apa lagi saya bisa pulang lagi ke Indonesia. Hanya saja saya baru tahu kalau hotel ini telah berpindah tangan, sebelumnya tak ada konfirmasi untuk itu dan sejak kapan hotel ini berpindah tangan.?" tanya lira yang merasa bingung karena baru tau pagi ini dari pegawai hotel, kalau hotel ini sudah berpindah tangan pimpinan.


"Oh iya Ani, sudah sekitar 1 bulan dan management semuanya juga berubah. Tapi pimpinan yang baru belum pernah datang sekali pun kesini hanya asisten dan sekretarisnya saja, tapi pimpinan kali ini seperginya lebih disiplin dan juga sangat tegas dan baik. Semua gaji pegawai dinaikkan dan dia tak memandang besar kecilnya orang, semua sama bagi dia." jelas pak Sugeng pada lira.


"Bagus kalau begitu pak, dan tak masalah pak saya bisa ketemu dengan pimpinan nanti kalau ada waktu, sebenarnya saya kesini karena saya ingin minta ijin libur 3 hari untuk mengunjungi makam ibu saya kalau diijinkan." ucap lira dan pak Sugeng pun langsung mengijinkan karena data lira juga masih belum masuk jadi pimpinan baru masih belum tau soal keberadaan lira.


"Iya tak masalah, tapi yang aku bingung kenapa kamu menolak untuk menjadi manager umum dan memilih menjadi asisten saja, itu yang bikin aku bingung." ucap pak Sugeng pada lira.


"Hahaha, maafkan saya pak karena saya gak mau menanggung banyak beban. Kalau menjadi asisten bapak setidaknya saya hanya mewakili bapak saja." jawab lira sambil tertawa.


"Ya ampun kau ini licik juga ya Ani. Gara - gara itu aku mengangkat asistenku yang lama untuk menempati posisi yang seharusnya kau tempati." jelas pak Sugeng

__ADS_1


"Oh iya pimpinan baru meminta semua seragam diganti nanti aku kirimkan seragam mu ke rumah mu bagaimana?" ta ya pak Sugeng


"Tidak perlu bapak simpan saja dulu, pada jam kerja saya akan datang lebih awal untuk berganti seragam kerja." jawab lira menolak untuk menunjukkan alamat rumahnya.


"Baiklah kalau memang seperti itu, terserah kamu saja. Nanti data mu akan ku serahkan pada asisten pimpinan kalau kamu akan masuk mulai minggu depan bagaimana?" tanya pak Sugeng pada lira.


"Baik pak terima kasih atas semuanya, saya pastikan Minggu depan saya tak akan telat, karena sebenarnya saya cuma butuh 3 hari saja." jawab lira berterima kasih pada pak Sugeng.


"Iya iya tak apa kamu hati - hati lah dan cepat kembali." pak Sugeng berkata dengan senyuman khas bapak - bapak.


Setelah ijin pada pak Sugeng lira pun langsung pulang dan bersiap - siap untuk pergi ke kota dimana tempat ibunya bersemayam diperistirahatan terakhirnya.


Pagi - pagi sekali lira berangkat dengan disupiri oleh meli, karena sejak menjemput lira dan Ferdi di bandara meli telah mengikuti lira. Alasannya karena dia merasa sangat senang ikut lira, seperti ikut keluarga dan saudara sendiri, apa lagi ada Ferdi yang lucu dan juga sangat pintar. Keinginan meli untuk memiliki seorang adik pun dipenuhi oleh Ferdi.


"Meli kalau capek katakan biar aku gantiin kamu karena kita masih jauh." ucap lira pada meli yang dari berangkat tadi menyupiri lira.


"Iya mbak nanti saja kalau sudah keluar dari tol." jawab meli dan fokus menyetir.


"Mama apakah masih jauh? Ferdi sudah capek dan ngantuk." keluh Ferdi yang sudah mulai merasa bosan dalam perjalanan.


"Iya masih jauh sayang, sudah Ferdi tidur saja duku nanti kalau sudah sampai mama bangunin Ferdi* jawab lira dan mulai menimang putranya itu.

__ADS_1


Setelah kurang lebih 9 jam lamanya lira menempuh perjalanan akhirnya sampai juga di kota tujuan, lira memutuskan untuk menginap dulu di penginapan untuk istirahat menghilangkan rasa lelah setelah perjalanan jauh.


Keesokan paginya tepat jam 8 pagi lira membawah Ferdi ke sebuah pemakaman umum untuk melihat dan berziarah ke makam ibunya, disana Ferdi terlihat sangat antusias bercerita soal kehidupannya selama di Singapura pada alm. ibu lira.


Lira sangat senang dan juga bahagia melihat putranya begitu terlihat aktif dan terus saja berceloteh menceritakan ini dan itu pada sang nenek. Lira yang membersihkan rumput - rumput disamping - samping batu nisan ibunya dengan bersih, serta meletakkan buket bunga tulip putih yang tadi dibeli oleh lira saat dalam perjalanan.


Ferdi mengusap batu dan juga mencium batu nisan yang bertuliskan nama ibu lira di sana, dan seolah Ferdi tau serta paham kalau sang mama ingin melihat Ferdi dekat dengan neneknya. Maka dari itu Ferdi berusaha melihatkan semua dengan tingkah lakunya dengan menceritakan segalanya tentang dirinya pada sang nenek yang sudah tertidur untuk selamanya


"Ferdi ayo sudah siang, kita cari makan dan kembali nanti kita bisa kesini lagi." ajak lira pada putranya yang masih saja terlihat tak berhenti cerita ini dan itu.


"Baik mama, nenek Ferdi pulang dulu ya? Nanti Ferdi kesini lagi, Ferdi sayang nenek." ucap Ferdi dan mencium batu nisan sang nenek


"Sudah selesai mbak?" tanya meli yang menunggu lira dan Ferdi di mobil.


"Sudah ayo kita cari makan dan langsung balik ke Jakarta." jawab lira masuk kedalam mobi.


Sepeninggal lira ibu Yulia datang ke pemakaman karena ingin memberi tau pada alm. ibu lira kalau satria mau melangsungkan acara resepsi pernikahannya yang sudah berlangsung selama 3 tahun lalu.


"Deg, tulip?" Bu Yulia terkejud dan bergumam saat melihat buket bunga tulip putih yang masih segar dan juga rumput - rumput yang sudah bersih.


Bu Yulia berlari keluar dan mencari kesana kemari keberadaan lira karena dia tau yang datang adalah lira dan pasti masih belum jauh dari pemakaman sebab batur atau pondasi makam yang terbuat dari marmer terasa masih hangat saat disentuh oleh Bu Yulia.

__ADS_1


Bu Yulia lari kesana sini serta bertanya pada orang sekitar soal lira namun tak 1 pun dari mereka yang tau dan melihat lira, bahkan penjaga makam juga mengatakan kalau dia tak tau menahu soal kedatangan lira karena dia melihat bunga itu sudah ditempat itu saat dia datang.


__ADS_2