
"Sudah ayo semuanya bubar dan pulanglah ke rumah kalian masing - masing." usir bu Yulia kepada semua warga yang datang sebagai saksi setelah acara pernikahan selesai dilakukan.
"Wah jadi sekarang om Li menjadi papa Ferdi ya, asik, asik." terima Ferdi dengan riang dan lompat - lompat kesana kemari.
"Mulai sekarang Ferdi bisa panggil papa kan ya?" tanya Ferdi yang duduk dipangkuan Liyon.
"Ferdi dengarkan Mama, Ferdi hanya boleh panggil papa jika tak ada orang saja dan hanya ada kita, tapi jika diluar dan banyak orang Ferdi tak boleh memanggil papa." tukas Lira pada Ferdi.
"Kenapa?" tanya Ferdi memiringkan kepalanya yang tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh mamanya.
"Oh itu karena,,," Lira terdiam tak bisa menjelaskan bagaimana caranya memberitahu anaknya kalau ada perjanjian diantara mama dan papa-nya.
"Ferdi dengarkan papa, semua dilakukan karena kita sedang melakukan permainan, dan yang bisa menjaga rahasia ini dari semua orang serta tidak mengatakan yang sebenarnya pada orang - orang dia yang akan menang." jelas Liyon pada Ferdi yang menyimak dengan serius.
"Jadi Ferdi harus tutup mulut jika didepan semua orang dan hanya boleh buka mulut didepan mama sama papa saja?" tanya Ferdi dengan polos.
Liyon tersenyum mengusap kepala Ferdi, " Putra papa sangat pintar, Hem. Ferdi hanya boleh memanggil papa jika didepan mama dan orang - orangnya papa saja, mengerti sayang?" ucap Liyon lagi.
"Kalau menang dapat apa?" tanya Ferdi dengan mata bulatnya
"Kalau menang Ferdi boleh memanggil papa dan mengumumkan pada seluruh dunia kalau Ferdi adalah jagoan papa yang paling hebat." jelas Liyon lagi dengan sangat lembut.
"Kenapa dia bisa begitu lembut pada anak - anak dan bisa menjelaskan dengan sangat mudah serta sangat sabar, sejak kapan dia bisa berubah jadi seperti itu ya." suara hati Lira yang terus mengawasi Liyon dan Ferdi.
"Bagaiman deal, kita mulai permainannya." seru Liyon
"Ya, kita mulai. Ferdi mau menang." seru Ferdi juga dan teriakan dari Ferdi membuyarkan lamunan Lira.
"Jagoan papa memang hebat." Liyon memeluk Ferdi dan menatap Lira dengan mengedipkan sebelah matanya serta senyum jail.
"Ferdi mau tidur sama mama dan papa malam ini." seru Ferdi lagi dengan sangat semangat.
"Ok sayang, ayo kita mandi dulu." ajak Liyon dan didalam kamar bu Yulia sedang menceritakan semuanya pada nyonya Li apa yang telah terjadi di rumahnya saat ini.
"Hahaha, ayo pa lagi, lagi terus." seru Ferdi dengan sangat senang dan terlihat seru.
Lira yang masuk kedalam kamar kaget melihat Liyon dan Ferdi. Terlihat Ferdi duduk diatas punggung Liyon dengan berpegangan dibahu Liyon sedangkan Liyon melakukan push up dengan membawah beban Ferdi dipunggung-nya.
Liyon : "Katakan apa papa hebat?"
Ferdi : "Iya papa hebat"
__ADS_1
Liyon : "Hanya hebat saja tak ada yang lain?"
Ferdi : "Hebat dan keren, sangat keren papaku keren juga kuat."
Mereka berdua terlihat sangat seru dan juga senang, dan Ferdi yang mulai terlihat ngantuk pun masih bersemangat menemani Liyon.
"Mama." panggil Ferdi saat melihat Lira berdiri disamping Liyon yang sedang olah raga.
"Sayang turunlah nanti papa capek, ayo Ferdi sudah ngantuk kan." ucap Lira meraih Ferdi yang sudah terlihat sayu - sayu dengan senyum diwajahnya.
"Deg." Lira terkejud melihat tubuh Liyon yang penuh dengan keringat dan terlihat sangat berotot karena dia melakukan push up hanya dengan menggunakan celana pendek saja.
"Ferdi sama mama dulu, papa mandi." ucap Liyon bangun dan berdiri didepan Lira.
"Belum mandi?" tanya Lira yang bingung harus bilang apa.
"Sudah, cuma berkeringat lagi jadi tak nyaman." jawab Liyon dan menggunakan bajunya lalu pergi keluar kamar untuk mandi lagi.
Sekitar 40 menit lamanya Liyon pun masuk lagi kedalam kamar dan sudah terlihat segar, "Ferdi sudah tidur?" tanya Liyon yang melihat Lira tidur terlentang dengan mengusuk punggung Ferdi yang sudah tak bergerak dalam pelukan Lira.
"Sudah, karena dari tadi dia sudah sayu - sayu karena ngantuk. Tapi kamu malah mengajaknya terus bermain." jawab Lira yang memalingkan wajahnya dari Liyon.
"Hem." jawab Lira karena dia tak mau banyak bicara takut membangunkan Ferdi.
"Terima kasih kakak telah melahirkan Ferdi untukku dan maaf karena aku tak bersama dengan kakak waktu kakak melahirkan serta merawatnya selama ini. Aku akan menebus semuanya dari sekarang." jawab Liyon dan Lira membuka mata melihat Liyon.
"Terima kasih, aku sangat mencintaimu kak." ucap Liyon yang mulai mendekatkan wajahnya pada Lira dengan posisi Ferdi dibawah Liyon.
"Jangan ada Ferdi." Lira menahan dada Liyon yang sudah berada diatas tubuh Lira dan Ferdi.
"Patuhlah dan jangan melawan maka Ferdi tak akan bangun." ucap Liyon dan mulai menyentuh bibir Lira dengan bibirnya lembut dan sangat menghanyutkan Lira.
"Itu adalah ucapan terima kasih ku pada kakak." ucap Liyon setelah dia mengurai c*umannya pada Lira.
Dan setelah mengucapkan itu Liyon mendekat lagi dan meraup bibir Lira lagi namun dengan sangat kasar dan dalam, sehingga Lira merasakan sakit saat Liyon menghisap kuat lidah Lira.
"Itu adalah hukuman karena berani berusaha menolak usulan pernikahan dari ku tadi." ucap Liyon menatap Lira yang sudah terlihat terbuai dalam c*uman yang diberikan oleh Liyon.
"Ayo tidur, besok kita harus kembali pagi - pagi." tukas Liyon dan memeluk Lira juga Ferdi yang ada ditengah antara dirinya dan Lira.
Keesokan paginya Liyon membawah Lira dan Ferdi balik karena Ferdi harus sekolah sudah ijin 3 hari serta Liyon ada banyak pekerjaan yang tertunda karena menemani Lira dan Ferdi pulang kampung mengantar orang tua Lira.
__ADS_1
Selama dalam perjalanan balik ada saja ulah yang dilakukan oleh Liyon sama Ferdi untuk mengerjai Lira. Hingga membuat Lira naik pitam pada pasangan papa dan anak yang sangat kompak.
"Kalian mau mengajak ribut ya?!" kesal Lira, Ferdi langsung memeluk Lira agar tak bergerak dan Liyon menangkup wajah Lira serta mengecup bibir Lira sekilas sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Kau mengambil kesempatan." Lira melotot pada Liyon.
"Tentu saja kau sudah jadi milikku secara utuh sekarang dan juga kau sayang." jawab Liyon santai dan juga mengecup kening Ferdi.
Mereka bertiga bermain dan bercanda bersama, tawa Ferdi terlihat sangat senang. Lira yang melihat merasa kalau Ferdi mulai mirip dengan Liyon, karena dulu saat tinggal bersamanya Ferdi terlihat kalem dan juga pendiam, namun baru 3 hari bersama Liyon full selama 24 jam Ferdi jadi terlihat keras dan juga selalu mengikuti Liyon. Dan setelah puas bermain Ferdi terlelap sangat pulas hingga sampai di rumah.
...🍂🍂🍂...
Keesokan harinya Liyon melakukan pertemuan bisnis dengan Rian yang mewakili kakak-nya untuk bertemu dengan Liyon karena sedang di Indonesia.
"Kau terlihat sangat segar hari ini." ucap Rian non formal yang memiliki arti ambigu dengan kata segar yang diucapkannya.
"Kau juga terlihat suram hari ini." balas Liyon dengan kata - kata non formal juga.
"Aku tak tau kenapa kakak ku bisa membuat kesepakatan kerja sama dengan mu." tukas Rian lagi yang terlihat kesal pada Liyon.
"Orang yang berbisnis selalu mengutamakan untung rugi dan juga harus bisa melihat peluang dari sebuah kesepakatan itu bisa membuahkan hasil bagus atau tidak, dan mereka harus bisa memisahkan antara urusan pribadi dengan bisnis." jawab Liyon memberi sindiran tajam untuk Rian yang dari tadi terus saja berusaha menyinggung kepersoalan pribadi.
"Aku rasa kesepakatan ini tak bisa diteruskan lagi." ucap Rian dengan kesal.
"Sepertinya tuan Rian terlihat sangat terganggu dengan sesuatu, apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Liyon dengan santai menatap Rian.
"Tidak perlu bantuan, sebaiknya anda jangan percaya diri dulu, belum tentu orang yang anda inginkan akan terus bisa bersama dengan anda." ucap Rian dengan raut wajah mengejek.
"Untuk apa khawatir masalah itu, bagi wanita yang sudah tersimpan dalam hati, dia tau harus kemana hatinya terarah." jawab Liyon dengan santai
"Dan anda jangan lupa, wanita yang tersimpan dalam hatiku dia tak akan pernah salah memilih, jadi jangan pernah anda remehkan penilaiannya." sambung Liyon lagi dan itu membuat Rian semakin kesal, Rian pergi meninggalkan Liyon begitu saja.
"Liyon bagaimana dengan kesepakatan kerja samanya, apa tak masalah seperti ini?" tanya Farid yang dari tadi diam melihat dan mendengarkan pembicaraan antara Liyon dengan Rian yang sama sekali tak membicarakan urusan bisnis.
Liyon tersenyum melihat Farid "Tak masalah terserah dia mau apa, toh kita tak akan mengalami kerugian." jawab Liyon dan bangun berjalan keluar dari resto tempat pertemuan dengan Rian tadi.
"Sepertinya dia menyukai nona Lira." celetuk Farid mengikuti Liyon berjalan keluar.
"Ya, dia mau merebut wanita yang sudah disimpan oleh orang lain." jawab Liyon dengan tersenyum santai.
Setelah itu dia masuk mobil dan menyuruh Farid kesebuah TK untuk menjemput jagoan kecilnya yang sudah mulai aktif masuk sekolah.
__ADS_1