Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Mengawal ibu bos


__ADS_3

"Cuci diwastafel saja, aku akan melihat Farid kakak terserah mau kemana masih jam 7 pagi." ucap liyon dan keluar ruangannya meninggalkan lira.


"Sudah selesai semua, apa sebaiknya aku ke ruangan sekretaris saja ya untuk bertemu teman - teman lama dan mau pinjam lipstik sama Endang" gumam lira dan langsung pergi menuju ke ruangan sekretaris.


""Eh, belum ada yang datang? Biasanya jam 7 lewat Endang sudah datang, kok tumben ini belum datang." lira berjalan dan duduk di sofa yang berada ditengah ruang sekretaris.


Duk


"Ssttt jangan banyak gerak nanti ada yang tau."


"Ah, tapi aku tak tahan lagi."


"Tenanglah sayang aku pasti akan membuat kamu menikmatinya, tapi tenang sedikit."


"Aku sudah berusaha."


Suara bisik - bisik dari 2 orang yang bisa didengar oleh lira. Dan mendengar d*sahan - d*sahan dari 2 orang itu membuat lira malu karna dia teringat akan permainannya dengan liyon yang juga dilakukan dikantor ini.


Lama lira duduk tak bergerak ditempatnya sambil memainkan hanponnya, hingga karna terlalu fokusnya dia sampai gak sadar kalo Endang sudah datang dan menegur dirinya.


"Liraaaa.!" teriak Endang menggemah dan sontak membuat lira terkejud


"Ah, ya Ampun kamu membuatku terkejud." ucap lira yang terlonjak karna panggilan dari Endang.


"Tumben kesini, ada apa?" tanya Endang yang duduk dan meletakkan tasnya ditempat kerjanya.


"Aku mau pinjam lipstik, karna tadi aku belum pakek." ucap lira mendekati Endang.


Lira pun memoleskan lipstik dibibir Endang dengan bercermin pada pintu kaca yang memantul kayak cermin, lalu duduk di sofa lagi dengan mengamati dirinya dari hanpon Endang yang casingnya bagai kacang.


"Lira kamu di sini dari tadi?" tanya Endang sambil berbisik, dan lira menjawabnya dengan mengangguk


Endang menoleh kekanan dan kiri seolah lagi mengawasi seseorang "Aku sekarang berangkat agak siang karna merasa terganggu dengan permainan dari dua orang yang selalu melakukan perbuatan mereka di ruang ganti." bisik Endang pada lira dengan hati - hati.


"Hem?" lira menatap Endang dan mulai mengerti karna tadi dia juga mendengar suara - suara aneh itu.


Brrrt brrrt


"Eh copot.! Duh elah bikin kaget aja hanpon mu bergetar tepat di pantatku." ucap Endang kesal, yang berdiri karna kaget.

__ADS_1


"Lagian kamu duduk gak lihat - lihat sih, untung gak rusak." jawab lira santai.


"Rusak, apanya?" tanya Endang belagak belo'on


"Oneng, ya hanpon ku lah kenak genjet si bahenol." jawab lira dengan meledek Endang.


"Siapa?" Endang melihat nama dilayar hanponnya lira.


"Nyonya Li." jawab lira dan langsung menjawab panggilan itu.


"Ya halo nyonya? Iya, baiklah." setelah menjawab lira langsung beranjak mau pergi.


"Mau kemana? Ada tugas darinya?" tanya Endang penasaran.


"Iya, mengawal dia hari ini. Pergi dulu ya, daaah.?" lira melesat pergi dari hadapan Endang.


Setelah memberi tahu pada pak Hendra dan juga Safitri lira langsung pergi meninggalkan kantor menuju ke tempat yang dikirimkan oleh nyonya Li lewat pesan singkat dihanponnya.


...🍂🍂🍂...


"Selamat pagi ada yang bisa saya bantu?" sambut seorang perempuan yang berdiri membukakan pintu untuk lira.


"Saya datang untuk bertemu dengan nyonya Li." jawab lira dengan sopan.


Lira berjalan masuk kedalam salon itu dan mencarik nyonya Li yang sedang dirawat oleh pegawai salon tersebut.


"Selamat pagi nyonya." sapa lira setelah dia menemukan keberadaan nyonya Li.


"Ah, iya lira maaf aku menghubungimu saat kami sudah di kantor ya.?" ucap nyonya Li dengan wajah dipijat oleh seorang terapis.


"Tidak apa nyonya." lira menjawab dengan sopan dan nada lembut pada nyonya Li.


"Iya, kamu pasti masih pakek baju kantor kan? Kamu cari baju ganti yang menurut kamu nyaman." ucap nyonya Li yang menyarankan pada lira karna dalam salon itu juga ada butik.


"Ah, saya cuma butuh ********** saja nyonya." jawab lira dengan malu, karna baju yang diberikan oleh liyon sudah nyaman bagi lira dan juga itu termasuk gaun yang pas jika untuk berkelahi, karna bahan mayung dan melar, lira tinggal melepas blazernya saja.


"Baiklah kalo begitu kamu cari saja lapisan dalam yang nyaman." ucap nyonya Li lagi.


Lira langsung menuju kebutik yang ada didalam salon itu untuk mencari celana pendek yang tak longgar dan juga tak terlalu lekat.

__ADS_1


"Sudah? Ayo kita berangkat sekarang." nyonya Li langsung mengajak lira menuju ketempat tujuan sebenarnya dengan disupirin oleh supir pak yunus.


...🍂🍂🍂...


"Selamat pagi bos." salam Safitri dan juga yusnia saat melihat liyon dan juga Farid masuk ke area kantor liyon.


"Pagi." jawab liyon singkat dan matanya mencarik lira yang tak ada ditempat.


"Kemana kakak, kok jadi sekretaris itu yang berdiri diambang pintu ruangan ku?" batin liyon memperhatikan yusnia


"Sekretaris Fitri masuk keruangan ku sekarang." perintah liyon pada safitri, dan Safitri langsung mengikuti liyon dan juga Farid dibelakang untuk masuk ke ruangan liyon.


"Dimana Lira? Aku tak melihatnya." tanya liyon pada safitri.


"Maaf bos, tadi lira dapat telpon dari nyonya Li untuk menemaninya ke suatu tempat, dan lira pergi sekitar 15 menit yang lalu.


"Apa kamu tau ke mana?"


"Maaf bos, saya tidak tau." jawab Safitri


"Baiklah, kamu siapkan semua orang untuk rapat karna Farid sudah menyiapkan ruangannya tadi, dan 10 menit lagi kita akan rapat." perintah liyon pada safitri dengan sedikit rasa kesal karna lira tak ada ditempat.


"Baik," jawab Safitri dan langsung keluar dari ruangan liyon untuk menginfokan pada semua orang bahwa 10 menit lagi akan ada rapat.


...🍂🍂🍂...


"Hai, hai nyonya Li. Akhirnya datang juga, ku pikir tak akan datang." sapa dari teman nyonya Li yang sudah terlihat berkumpul ditempat yang dikatakan tadi.


"Wah, tumben tak membawah pengawal, apakah suami mu sudah percaya kalo kamu tak akan mungkin macam - macam?" ledek dari salah satu teman nyonya Li, dan semuanya tertawa bersamaan.


"He, kalian bicara apa?" nyonya Li berkata dengan senyum misterius


"Maksudnya apa ini? senyuman mu sungguh misterius." tanya dari teman nyonya Li lagi.


Sementara lira yang berdiri dibelakang nyonya Li hanya diam memperhatikan saja aktifitas para nyonya - nyonya yang terlihat sangat gelamor itu.


Nyonya Li tertawa dan dia menarik tangan lira "Lira setelah ini kamu akan sering ketemu sama mereka, karna mereka adalah teman - teman kumpul saya. Perkenalkan siapa kamu pada mereka." ucap nyonya Li pada lira, dan itu membuat para nyonya itu terdiam menatap lira dengan bertanya - tanya.


"Halo, salam kenal semuanya. Saya Lira bodyguard dari nyonya Li." ucap lira mengenalkan dirinya pada teman - teman nyonya Li.

__ADS_1


"Eh, apa? gadis cantik nan anggun ini seorang bodyguard? Ini sungguh luar biasa. Jadi kita tak perlu lagi sungkan kalo mau membahas soal para suami kita ya? Karna tak ada sepasang mata lelaki yang mengawasi." ucap dari salah satu teman nyonya Li, dan yang lain mengiyakan dengan tertawa terbahak.


"Lira duduk lah, kamu tak perlu malu atau sungkan pada kami. Ayo, ayo duduk." ajak dari teman nyonya Li, dan setelah nyonya Li mengangguk lira pun duduk bergabung dengan para ibu - ibu rempong itu.


__ADS_2