Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Suami takut istri


__ADS_3

Setelah selesai rapat tak terasa perbincangan yang dilakukan oleh Liyon dan Satria bersama mitra kerjanya itu disebuah bar sampai larut malam. Saat mereka memutuskan untuk mengakhiri perbincangan dan keluar dari bar itu waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam.


"Sial kemalaman, bisa habis aku." gumam Liyon setelah mengantar mitra kerjanya menuju mobil mereka.


"Sat biar aku yang bawah mobilnya." Liyon meminta kunci mobil dan menyuruh satria ke sisi pintu yang lain


"Liyon apa kau sudah gilaaaaa,,,,! Kau mau aku mati karena jantungan ya!? Aku masih muda dan aku gak mau istriku jadi janda. Liyoooooon!" teriak Satria dengan berpegangan erat pada sabuk pengaman mobil itu dengan menutup mata rapat dan meringkuk dikursi depan. Karena Liyon mengemudi dengan kecepatan penuh pada mobil sport yang mereka bawah.


Mobil mewah pagani huayra imola yang memiliki kecepatan bagus itu dilajukan dengan kecepatan penuh oleh Liyon sehingga Satria yang menjadi penumpang menutup matanya rapat karena takut menatap kedepan, dia ngeri dengan cara Liyon mengemudi.


"Selamatkan aku tuhan, tolong selamatkan aku." gumam Satria selama perjalanan


Saat memasuki tol Liyon jadi semakin gila lagi karena kecepatannya melebihi batas kecepatan sehingga ada banyak mobil polisi yang sedang patroli mengikuti karena dikira sedang melakukan balap liar didalam jalur tol, namun mereka kalah cepat dengan Liyon.


Kecepatan yang tak wajar untuk mengemudi yang bukan di jalur balap dianggap melanggar aturan lalu lintas. Waktu yang seharusnya ditempuh selama 2 jam dari Bandung ke Jakarta via tol sama Liyon hanya ditempuh dalam 45 menit saja.


"Berhenti." sudah ada sekitar 6 mobil patroli polisi yang menghadang mobil Liyon setelah Liyon melajukan mobilnya dengan kecepatan normal karena sudah mau sampai di rumahnya. Dan kemungkinan besar para polisi ini telah mendapatkan informasi dari temannya yang tak bisa mengejar Liyon tadi.


"Tuan keluarlah apa anda tau anda telah melanggar kecepatan normal dalam berlalu lintas." ucap seorang polisi yang mengetuk pintu mobil saat Liyon berhenti.


"Tuan keluarlah." ucap polisi itu lagi dan Liyon keluar dari dalam mobilnya.


"Surat - surat anda, sebaiknya sekarang anda ikut kami ke kantor polisi." ucap polisi itu.


Liyon menghela nafas sebelum menjawab polisi itu. "Apa bapak punya seorang istri di rumah?" tanya Liyon kemudian.


"Tentu saja apa yang anda tanyakan ini, ayo cepat ikut ke kantor polisi dan suruh turun teman anda itu." ucap polisi itu mengintip kalau Satria masih meringkuk didalam mobil.


"Pak saya tidak bisa ikut dengan kalian, biar semuanya diurus sama teman saya yang ada didalam. Karena saya harus segerah pulang dan sampai rumah sekarang, jika tidak maka akan habis riwayat saya, istri saya sangat galak dan saya tak akan sanggup mengatasinya." ucap Liyon pada polisi itu dengan serius.


"Sudah jangan banyak alasan cepat ikut saya" ucap polisi itu.


"Tunggu, tunggu pak." Liyon menghubungi Lira untuk mengatakan kalau dia terlambat pulang karena ada masalah dengan polisi.


"Halo sayang." ucap Liyon saat Lira mengangkat teleponnya.

__ADS_1


"Liyon apa kau mau mati hah?!" teriak Lira seketika dengan sangat keras begitu tau kalau Liyon menghubunginya.


"Dengarkan aku dulu sayang." ucap Liyon


"Dengar apanya, jika sampai dalam waktu 5 menit kamu belum sampai di rumah jangan salahkan kalau aku akan mematahkan kaki ketiga mu saat kau pulang besok pagi, dan jangan harap kau bisa selamat.! Cepat pulang sekarang atau ku habisi kau ditempat.?!" ucap Lira lagi dengan sangat marah dan penuh dengan emosi tinggi.


"Itu tadi istri bapak?" tanya polisi yang ikut mendengarkan, jadi ikutan ngeri dengan amarah Lira.


"Kalau saya tetap di sini maka saya akan habis, jadi biarkan saya pergi biar semuanya diurus oleh dia." ucap Liyon menunjuk pada Satria yang keluar dari mobil dengan keadaan yang masih gemetar hebat.


"Baiklah kalau begitu, tapi tinggalkan kartu identitas anda." ucap polisi itu.


"Ok." ucap Liyon dan menyerahkan dompetnya pada polisi itu lalu dia masuk lagi kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya setelah mobil - mobil polisi itu memberinya jalan.


"Liyon kau mau kemana?!" teriak Satria saat dia melihat Liyon pergi.


"Tunggu pak, tunggu. Saya masih mau menenangkan diri saya dulu." ucap Satria yang terjatuh karena masih lemas kakinya gara - gara menahan rasa takut dan ngeri pada cara Liyon mengemudi.


"Mari pak ikut saya ke kantor polisi." ucap polisi itu dan membawah Satria masuk kedalam mobil polisi serta membawahnya ke kantor polisi.


"Baik, bawah dia masuk mana orangnya." ucap kepala polisi itu.


"Kau,,," ucap Satria dan duduk dengan lemas di kursi.


"Siap pak." ucap kepala polisi itu dengan sikap siap didepan Satria. Dan anak buahnya merasa bingung dengan identitas Satria sampai bisa membuat kepala polisi hormat padanya.


"Tolong bawakan aku air karena aku hampir mati karena Liyon." ucap satria yang masih terlihat gemetaran.


"Baik, siap pak. Cepat ambilkan pak Satria minum." ucap kepala polisi itu dan menyuruh anak buahnya mengambilkan air minum untuk Satria.


"Apakah bos Liyon membuat ulah lagi pak?" tanya kepala polisi itu pada Satria dengan sopan dan para anak buahnya yang melihat merasa aneh pada pimpinannya.


"Pak ini airnya." ucap anak buah kepala polisi itu membawahkan air untuk Satria.


"Ok, terima kasih." Satria langsung membuka air kemasan itu dan meminum air itu sampai habis, "Dengar sekali - sekali anda harus memberinya hukuman pada berandal itu, tadi dia hampir saja membuat nyawaku melayang dan istriku jadi janda." ucap Satria kesal pada Liyon.

__ADS_1


"Pak dia adalah orang yang melanggar aturan tadi dan ini adalah dompet dari temannya." ucap polisi yang menyita dompet Liyon


"Apa kau sudah gila, bagaimana bisa kau melakukan itu?" kepala polisi itu menghela nafas panjang, "Maafkan saya pak mereka adalah polisi yang baru dipindah tugaskan kemari pak, jadi belum tau dan kenal dengan anda dan Bos Liyon." ucap kepala polisi itu pada Satria


"Tidak apa, justru aku berterima kasih karena mereka aku jadi bisa keluar dari mobil itu, jika tidak nyawaku ini beneran akan melayang ke alam baka." ucap Satria dengan tenang karena sudah bisa mengatasi rasa gemetarnya.


"Sat, kau tak apa?" tanya Farid yang datang menjemput karena dihubungi Satria saat dalam perjalanan ke kantor polisi.


"Selamat malam pak Farid." sapa kepala polisi pada Farid.


"Iya, maaf merepotkan anda dan anak buah anda." ucap Farid dengan senyuman.


...🍂🍂🍂...


Saat satria dan Farid sedang berada di kator polisi, Liyon yang sudah nyampai rumah telah dikunci oleh Lira sehingga dia tak bisa masuk kedalam kamarnya. Walau Liyon sudah berusaha keras menjelaskan dan mengetuk pintu kamar itu Lira masih saja tetap tak bergeming untuk membukakan pintu kamar itu untuk Liyon.


Saat tiba pagi hari Liyon yang mengaktifkan pengaman kunci pintu rumah membuat semua orang di rumah Liyon mengerti serta paham kalau majikannya butuh waktu untuk berdua saja jadi tak ada seorang pun yang datang ke rumah utama.


"Sayang dengarkan aku, aku benar - benar minta maaf karena aku lupa waktu dan aku sudah pulang dengan cepat waktu itu, tapi aku tertahan oleh para polisi sial itu." jelas Liyon yang terus saja mengikuti Lira kemana pun Lira pergi.


"Sayang tolong percayalah padaku dan maafkan aku, jadi aku tak akan melakukan kesalahan yang sama seperti itu lagi." ucap Liyon memohon pada Lira.


"Masih mau berfikir untuk lain kali?!" jawab Lira kesal menatap Liyon.


"Tidak - tidak bukan begitu. Maksud aku tak akan ada lagi hal yang sama seperti itu janji." ucap Liyon melipat kedua tangannya didepan dada dengan tatapan memohon pada Lira.


Liyon hampir setengah hari membujuk Lira agar tak marah lagi namun masih tetap saja tak berhasil. Liyon sudah hampir menyerah karena dia memang salah dalam kejadian semalam.


Brrrt


"Hem, katakan." jawab Liyon saat Farid menghubungi.


"Dompet mu mau ku,,,"


"Terserah saja, aku tak peduli mau kau apakan dompet itu. Sudah jangan ganggu aku dengan hal tak guna karena aku sedang sibuk." jawab Liyon dan mematikan sambungan teleponnya dengan Farid.

__ADS_1


__ADS_2