
Tak jauh berbeda dengan Liyon para pasangan yang lain juga sedang kewalahan dengan istri mereka masing masing. Satria dibuat lelah dengan mengejar Yuniar yang selalu ingin datang ke tempat ini dan itu sambil berlari hingga Satria membawah Yuniar ke rumah neneknya dan membiarkan semua pegawai neneknya yang mengejar Yuniar karena dia sudah kewalahan menghentikan Yuniar yang selalu ingin tau setiap apa yang dilihatnya. Dan pada akhirnya Yuniar menyiksa satria hingga tak tidur semalaman.
Sementara di rumah Farid tak jauh berbeda, dia telah dibuat tak tidur oleh Meli semalaman bahkan untuk memompa ASI juga Meli menyuruh Farid membantu dia memegangi alatnya. Setelah itu Meli menyiksa Farid dengan segala permainan yang ingin dia mainkan bersama karena dia melihat dari video yang selama ini dia tonton. Dan dari hal itu Farid jadi tau kalau istrinya selama ini gemar melihat video hot dan sekarang ingin mempraktekkannya sendiri, dan Farid telah menjadi korbannya.
"Kenapa kalian terlihat lesu begitu? Apa ada masalah?" tanya Liyon yang merasa aneh melihat Farid dan Satria seperti kelelahan.
"Apa kakak tak membuat masalah?" tanya Satria yang melihat Liyon biasa saja.
"Hem,,, dia sangat manis dan juga sangat luar biasa." jawab Liyon dengan tersenyum bahagia karena dia telah mendapatkan pelayanan dari Lira 2 kali pagi ini sebelum dia berangkat kerja dan juga pernyataan cinta Lira serta persetujuan untuk mempublikasikan hubungan mereka.
"C*h, kau seperti punya banyak tenaga untuk melayani non Lira." jawab Farid meledek Liyon.
"Kalian kurang olah raga, jadi jangan salahkan istri - istri kalian yang aktif." jawab Liyon dengan bangga.
"Kau memang hiper." celetuk Farid lagi. Dan Liyon terbahak lebar.
"Aku bukan hiper, tapi aku menikmatinya dan juga sangat menyukainya selama itu adalah istriku wanita yang aku ingin dan aku impikan selama ini." jawab Liyon dengan senyuman yang sangat menawan.
"Hem, bucin istri." jawab Satria.
"Sudahlah, aku akan mengadakan pesta pernikahanku dengan Lira, jadi aku ingin acaranya dibuat semegah mungkin agar semua orang tau siapa pria yang dipilih oleh Lira." ucap Liyon dengan membentuk senyuman dibibirnya karena dia tau kalau istrinya itu banyak diincar orang.
"Apa kakak sudah setuju?" tanya Satria dengan penasaran.
"Iya, itu rencana dari dia. Dan aku mau mengucapkan terima kasih pada mama, entah obat apa yang diberikannya sehingga membuat Lira menggila dan mengakui semua isi hatinya." jawab Liyon tersenyum penuh dengan kebahagiaan.
"Oh iya, aku lupa dengan obat itu. Aku akan tanya pada nyonya Li nanti, itu obat apa kenapa bisa itu membuat orang jadi sangat liar dan bertenaga." ucap Farid dengan penuh tanya.
"Soal itu nanti saja, sekarang bantu aku menyiapkan semua keperluan untuk pestaku karena aku ingin membuat pesta yang sangat berkesan dan juga bagus untuk wanitaku." ucap Liyon dan Satria sama Farid hanya bisa geleng kepala.
"Kau tak memberi tau kakak dan ingin membuat kejutan untuk dia soal pesta itu?" tanya Satria yang merasa aneh karena kakaknya tak dilibatkan dalam prosesnya.
"Ya, aku ingin membuat dia bahagian dengan kejutan kecil dari ku." jawab Liyon percaya diri.
"Ya aku tau, orang kaya bebas melakukan apa saja." jawab Satria lagi dan Farid hanya diam mengawasi mereka.
__ADS_1
"Kau kabari orang tuamu atau atur orang untuk menjemput mereka ke sini, karena aku ingin pestanya diadakan 2 hari lagi." perintah Liyon menatap Satria dengan serius.
"Ok, akan ku lakukan sesuai perintah bos dan segerah." jawab Satria yang menghubungi orang tuanya kalau akan ada orang yang menjemput mereka berdua besok pagi.
Setelah perundingan dengan Farid dan juga Satria Liyon mengatakan ingin mengadakan pesta pernikahannya dengan Lira 2 hari lagi di hotel Sanken tempat Lira bekerja dan yang merupakan hotel milik Liyon juga.
"Ada apa ya ini kok sepertinya akan diadakan pesta besar dalam beberapa hari lagi di hotel ini." ucap pegawai hotel Sanken yang merasa sangat heran karena banyak orang keluar masuk menyiapkan ini dan itu dalam hotel itu dan tak diketahui siapa penyewa hotel itu.
"Benar, sepertinya dia adalah orang kepercayaan pimpinan, karena dia langsung berhubungan dengan pimpinan untuk menyewa hotel ini. Apa mungkin dia orang yang berpengaruh di kota ini." ucap dari teman pegawai itu.
"Katanya dia orang dari luar, dan langsung menghubungi pimpinan. Bahkan pak Sugeng saja gak tau menahu soal ini." Abung temannya yang lain.
"Ini ada apa ya? Kok ramai sekali, apa mau ada pesta di hotel kita?" tanya Lira yang baru datang masuk kerja setelah libur 3 hari untuk menyembuhkan luka di lengannya.
"Tidak ada yang tau Bu Ani, ini sudah sibuk dari kemaren dan katanya hari ini hari H dari pesta ini." jawab pegawai di resepsionis.
"Iya Bu Ani, katanya orang ini berhubungan langsung dengan pimpinan jadi tak ada yang tau ini pesta apa dan untuk siapa." sambung dari teman pegawai resepsionis itu.
"Oh, begitu. Baiklah, kalau begitu tak ada hubungan dengan kita ya, sepertinya mereka membawa pegawai mereka sendiri." jawab Lira yang melihat ada banyak pegawai yang datang dengan seragam jas hitam tapi semua.
"Sepertinya begitu Bu Ani." jawab pegawai resepsionis itu.
Brrrt
"Iya, ada apa telpon baru juga pergi apa ada yang ketinggalan?' tanya Lira pada Liyon yang sedang menghubunginya padahal mereka baru saja berpisah karena Liyon mengantarkan Lira tadi
"Tidak hanya ada yang kelupaan mau aku sampaikan. Nanti temani aku ke pesta ya sayang, dan kamu harus menggunakan baju yang sudah ku siapkan." ucap Liyon dari dalam teleponnya.
"Oh, pesta yang ada di hotel ini ya? Karena di sini sangat ramai sekarang, katanya ada pesta dari teman kamu." jawab Lira dengan rasa penasaran yang tinggi.
"Hahaha, iya nanti kamu akan tau siapa orangnya. Karena dia adalah orang yang sangat penting bagi ku." jawab Liyon terbahak dalam teleponnya.
"Ok, nanti aku tunggu di kantor saja ya biar aku gak bolak balik karena acaranya kan juga ada di sini." jawab Lira yang sudah mulai tak ingin menjawab terlalu panjang lebar lagi karena dia sudah mulai bekerja, karena ada banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan setelah 3 hari ditinggalkan.
Sesuai dengan rencana semua anggota keluarga Lira sudah berada di hotel itu dari kemarin malam dan acaranya semakin besar lagi karena disiarkan secara live sehingga membuat sua orang jadi semakin penasaran dengan tamu yang ada di hotel mereka.
__ADS_1
Lira yang sibuk bekerja tak menghiraukan ada banyaknya orang, karena bagi Lira mereka adalah orang yang tak mengganggu para pegawai hotel.
"Ani kamu tak pulang?" tanya pak Sugeng yang melihat Lira masih sibuk bekerja dengan giat.
"Oh iya pak Sugeng saya masih menunggu teman karena dia minta ditemani untuk ke acara pesta malam ini. Jadi dari pada saya repot pulang dan balik lagi, mendingan saya menunggu di sini sambil bekerja saja." jawab Lira pada pak Sugeng.
"Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya." ucap pak Sugeng dan Lira menganggukkan kepalanya.
Sesuai dengan waktu yang telah ditentukan ada seseorang yang menjemput Lira dan katanya itu perintah Liyon. Lira pun pergi bersama dengan ke 3 orang yang tadi menjemputnya.
"Tunggu, kenapa aku harus memakai baju seperti ini? Bukankah hanya datang ke pesta saja kenapa harus semewah ini?" tanya Lira pada orang yang sedang mendandani Lira, karena Lira dirias seolah dialah bintang utamanya.
"Iya nyonya karena ini adalah perintah dari tuan Liyon kami hanya menjalankan perintah saja" ucap ke tiga orang yang sedang mendandani Lira.
Setelah selesai Lira dibantu keluar dan suasana diluar sudah sangat ramai, dan semua pegawai juga berkasak kusuk bingung ada apa karena mereka semua dihubungi dan harus datang semua.
"Baiklah, mari kita sambut bintang utama kita yang selama ini ternyata telah membunyikan identitasnya sebagai nyonya besar. Selamat dan silakan masuk nyonya Lira Anggraini istri dari pimpinan kita tuan Liyon Song Wei." ucap MC dan itu membuat semua orang berkasak kusuk dengan sangat ramai serta penasaran ingin tau siapa istri dari pimpinan mereka.
"Apa ini?" Lira bingung dan bertanya karena dia kaget tak ada pemberitahuan dari Liyon sebelumnya kalau hari ini adalah hari pesta dari pernikahannya.
"Silakan nyonya Lira." ucap MC dan semua orang kaget kalau ternyata orang yang selama ini mereka panggil dengan nama Bu Ani adalah istri pimpinan hotel mereka yang baru.
"Bu Ani? Jadi Bu Ani adalah istri dari pimpinan? Artinya Bu Ani adalah ibu bos kita semua." kasak kusuk semua pegawai hotel yang kaget mendapati kenyataan ini terutama pak Sugeng yang selama ini mengetahui kalau Lira adalah wanita pasangan dari Rian adik dari bos-nya yang lama.
"Liyon ini,,," Lira tersenyum bahagia berdiri mendampingi Liyon.
"Kenapa sayang kamu suka?" ucap Liyon merangkul pinggang Lira.
"Kenapa kamu tak bilang padaku? Aku kan jadi tak mandi tadi dan pasti aku jelek karena gak ada persiapan." ucap Lira sambil memanyunkan bibirnya.
"Tidak ada yang bilang kamu jelek, kamu sangat cantik. Karena bagiku kamu adalah dewi ku, wanita tercantik dalam hatiku yang tiada duanya." jawab Liyon tersenyum mengecup hidung Lira.
Semua orang sangat bahagia dan pesta itu selain mengenalkan Lira sebagi istri sah Liyon juga mengenalkan putra tunggal Liyon dan Lira Ferdinan Putra song Wei. Pesta itu disiarkan secara live dan diliput oleh banyak media, Liyon dan Lira terlihat sangat bahagia bersama dengan putra mereka yang tak kalah dengan sang papa terlihat sangat gagah juga tampan.
Jangan lupa kunjungi novel aku yang lainnya juga para pendukung setiaku semuanya di BNSP...
__ADS_1
Di kisah ini menceritakan soal CEO yang menghabiskan malam panjangnya dengan seorang gadis yang tak bisa dia kenali, yang ternyata itu adalah wanita terdekatnya sendiri.