Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Bermain siasat2


__ADS_3

Setelah membeli obat di apotik Liyon mengantar Bagas pulang sampai kedepan rumah Bagas dan menghubungi orang rumahnya untuk mengantarkan mobil Bagas. Setelah itu Liyon langsung melajukan mobilnya ke arah sekolah Ferdi untuk menjemput Ferdi pulang sekolah.


"Om Li. Om Li datang untuk menjemput aku ya? Apa Om Li bawah coklat yang sama waktu itu?" tanya Ferdi saat dia melihat Liyon turun dari mobilnya.


Liyon tersenyum dan jongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan tinggi Ferdi. "Anak pintar apa kau belajar dengan baik tadi?" tanya Liyon dengan menyodorkan sebungkus coklat pada Ferdi


"Wah tuan Liyon apa anda tak sibuk sampa bisa datang kemari?" tanya Rian dengan nada sedikit kesal pada Liyon.


"Tidak sibuk dan punya banyak waktu untuk menjemput anak pulang." jawab Liyon menatap Rian dan berdiri sejajar dengan Rian.


"C*h, menyebalkan." gumam Rian liri.


"Ayo Ferdi Om anter kamu pulang." ajak Rian dan Ferdi menatap Liyon.


"Baiklah, Om Li Ferdi pulang dulu ya? Terima kasih coklatnya." ucap Ferdi dan menggandeng tangan Rian setelah dia melihat Liyon tersenyum dan mengedipkan kedua matanya dengan samar menganggukkan kepalanya.


"Om Rian, anter Ferdi ke rumah Om Satria ya, karena Ferdi mau nungguin mama di sana." ucap Ferdi pada Rian saat mereka dalam perjalanan.


"Ferdi ikut Om ke rumah saja nanti nunggu mama disana. nanti Om akan hubungi mama untuk menjemput Ferdi di rumah om gimana? Ferdi sudah lama gak main ke rumah om loh." ucap Rian memelas.


"Emmm,,, Ferdi,,, baiklah kalau begitu." setelah berfikir akhirnya Ferdi menyetujui saran Rian untuk menunggu mamanya di rumah Rian.


Didalam rumah Rian Ferdi bermain dengan riang, dan Rian merasa sangat senang melihat hal itu. Rian tersenyum dan ingin membuat rencana untuk mendapatkan Lira dengan mendekati Ferdi lebih dekat lagi dan juga siasat agar Lira terjerat dalam permainannya.


...🍂🍂🍂...


"Kak ayo minum obatnya dulu." Liyon masuk kedalam kamar dan membawah obat serta bubur untuk Lira.


"Ferdi, dia dimana? Ini sudah jam pulang sekolahnya." Lira bertanya karena dia tak melihat Ferdi datang bareng sama Liyon.


"Kenapa cemas begitu, dia sedang bersama dengan pria simpanan kakak. Pasti orang itu membawah Ferdi ke rumahnya." Liyon menjawab dengan tersenyum.


"Pria simpanan ku? Kau jangan mengada - ngada, mana ada pria simpanan ku." ketus Lira pada Liyon.


"Minum dulu obatnya lalu makan buburnya." Liyon membukakan obat dan menyerahkan pada Lira.


"Minum dulu, atau ku bantu untuk meminumkannya." Liyon mendekat dan akan memasukkan kedalam mulutnya obat yang ada ditangannya.


"Aku minum sendiri." Lira langsung mengambil obat itu dan memasukkannya kedalam mulut.


"Bukankah selama 6 tahun kakak tinggal bersama dengannya? Apa lagi namanya kalau bukan pria simpanan hem?" Liyon berkata dan menatap Lira lalu berjalan duduk di sofa depan Lira.


"Rian." gumam Lira.


"Ya, itu kakak mengenal namanya dengan baik." Liyon berkata dengan senyuman di bibirnya menatap Lira.


"Apa yang kau lakukan padanya? Aku tak ada hubungan dengan dia dan aku juga tak tinggal bersama dengan dia." bela Lira dan menatap Liyon dengan kesal.


"Oh ya? Apa benar kakak tak pernah bersamanya selama diluar negeri? Apa kakak tak pernah bersentuhan dengan dia selama 6 tahun disana? Apa benar kakak tak pernah dengar bisikan kata cinta dari dia selama ini?" Liyon bertanya dengan berjalan maju mendekati Lira.


"I-itu, aku memang tak pernah bersama dengan dia, cuma kalau soal pernyataannya aku,,, dia,,, sebenarnya ak... Emmm, ugh." kalimat Lira tenggelam dalam lummattan bibir Liyon yang sudah menguasai bibir Lira dengan sepenuhnya.


"Li-yon,,, ugh." Lira mendorong dada Liyon.

__ADS_1


"Aku hanya ingin mengecek kondisi kakak apa benar kakak sudah baikan? Dan juga hukuman karena sudah berani mendengarkan bisikan cinta dari pria lain selain aku." Liyon menggigit telinga Lira dan mulai melancarkan serangannya untuk menghukum Lira.


Ting (suara nada pesan masuk)


Liyon membuka handphonenya dan duduk di sofa, karena takut mengganggu Lira yang sedang tidur karena kelelahan habis melayani dia.


Ferdi


Papa, papa sedang apa? Dimana mama ku?


^^^Liyon^^^


^^^Baru selesai olah raga ranjang dengan mama mu. Dan sekarang mama sedang istirahat karena lelah. Jadi mama tidak bisa diganggu oleh bocah nakal.^^^


Ferdi


Papa, jangan menyiksa mama ku ya!


^^^Liyon^^^


^^^Jangan lupa bocah nakal, mama mu adalah istriku, jadi terserah aku mau ngapain dengan dia.^^^


Ferdi


Ya, ya aku tau. Tapi dia tetap mama ku.


^^^Liyon^^^


^^^Kau sudah bersama dengan Tante dan om Satria sekarang?^^^


Ferdi


^^^Liyon^^^


^^^Jadi kau lebih suka dengan Om Rian.^^^


Ferdi


Manamungkin


^^^Liyon^^^


^^^Tinggal lah disana dulu, papa masih ingin memberikan hukuman pada mama mu sekali lagi.^^^


Ferdi


Jangan hanya menghukum mama ku. tapi buatkan adik untuk ku Pa.


^^^Liyon^^^


^^^Siap bos kecil, dengan senang hati. Jangan nakal disana, besok papa akan menjemputmu.^^^


Ferdi

__ADS_1


Ok papa.


...🍂🍂🍂...


Setelah 3 hari dirawat dan beristirahat di rumah Liyon, akhirnya Lira kembali lagi bekerja seperti biasa. Dan begitu sampai di kantornya sudah ada kabar kalau dia dicari pelanggan hotel yang mengenal dirinya dan sudah 10 tahun tak bertemu.


"Bu Ani, disana tamu yang menunggu ibu." ucap pegawai restoran hotel pada Lira yang baru masuk kedalam restoran.


"Permisi, selamat siang." sapa Lira dengan sopan pada tamu itu.


"Lira, lama tak ketemu." ucap tamu itu berdiri menghadap Lira.


"Denis kau?" ucap Lira kaget karena sudah lama sekali tak bertemu dan juga tak pernah tegur sapa dengan Denis.


"Iya ini aku, duduklah dulu ada yang ingin aku bicarakan dengan mu." ucap Denis pada Lira dengan nada lembut.


"Katakan ada apa kau mencari aku." tanya Lira dengan nada datar.


"Ya aku memang sengaja mencari kamu, dan sudah dari 3 hari lalu aku mencari kamu, tapi mereka tak mau memberi tahu alamat rumah kamu. Jadi aku terpaksa harus menginap di hotel ini untuk bisa bertemu dengan mu Lira." jelas Denis pada Lira, dan Lira mengerutkan keningnya mendengar penjelasan Denis.


"Lira yang pertama aku mau minta maaf pada mu, dan yang kedua aku ingin menawarkan kerja sama dengan mu." ucap Denis lagi.


"Apa maksud mu. Aku tak mengerti dengan apa yang barusan kau katakan." ucap Lira menatap Denis dengan bingung.


"Sial, kenapa Lira jadi orang yang begitu menarik seperti ini? Apa yang telah terjadi selama 10 ini?" gumam Denis dalam hati melihat Lira penuh hasrat.


"Lira, aku sungguh menyesal. Dan selama ini aku selalu memikirkan tentang dirimu, aku mencari tau tentangmu kemanapun tak menemukan titik terang. Kau seperti ditelan bumi saja. Dan waktu kemaren aku melihatmu dalam pesta pernikahan Satria aku baru tau kalau kamu bekerja di hotel ini, aku langsung mencari tau dan memastikannya. Sampai akhirnya aku benar - benar bisa melihat dirimu sekarang." ucap Denis meyakinkan Lira kalau dirinya benar - benar mencari tau tentang Lira selama ini.


"Apa maksudmu? Dengarkan aku Denis aku tak mau ada masalah dengan mu atau tunanganmu itu, maaf apa kau sudah menikah dengannya?" tanya Lira setelah sadar sudah berapa tahun mereka tak ketemu.


"Kau sangat berbeda sekarang Lira, aku ingin kau mau bergabung dengan ku dan bekerja sama dengan ku. Karena aku mendapatkan investor dari luar yang sangat percaya dengan ku, aku yakin jika kau bisa bergabung dengan ku itu akan jadi lebih baik lagi, karena kau sangat luar biasa dan juga posisi sekretaris ditempat ku sedang kosong." Denis berusaha untuk membujuk Lira.


"Tolong berikan kesempatan pada ku Lira, untuk menebus segala salah dan juga penghianatan ku pada mu dulu, aku benar - benar sangat menyesal serta menyadari 1 hal dalam dihup ku, kalau aku sangat mencintaimu dan selama ini orang yang benar - benar aku cintai adalah dirimu bukan Desi." tukas Denis dan itu membuat Lira semakin bingung.


Lira terlihat bingung dan tak bisa menjawab apa yang baru saja diutarakan oleh Denis. Melihat itu Denis merasa sangat yakin kalau Lira masih saja tetap orang sama, yaitu orang yang lembut dan tak tega pada orang yang dia kenal, karena sifat Lira yang baik dan juga polos itu yang selalu dimanfaatkan oleh orang yang mengambil untung dari rasa simpatinya.


"Aku yakin dengan strategi ini aku akan berhasil mendapatkan Lira lagi. Aku tak rugi, karena Lira telah berubah jadi wanita yang cantik dan juga sangat menarik seperti ini." gumam Denis dalam hati memperhatikan Lira.


"Tolong Lira pikirkan lah, jangan buru - buru aku akan menemui mu lagi besok." jelas Denis pada Lira yang terlihat bingung.


"Untuk mendapatkan buruan yang besar, aku harus memainkan siasat ini. Pura - pura terlihat peduli padanya untuk mendapatkan simpati darinya, dan pada akhirnya akan menggenggam dia dalam genggamanku." suara hati Denis.


"Aku harus merencanakan rencana yang bagus dan membuat Lira terjebak dalam permainan ku yang tak akan pernah bisa keluar lagi dari genggaman ku selamanya." suara hati dan Denis memunculkan seringai serta beranjak berpamitan pada Lira.


...🍂🍂🍂...


Disisi lain Liyon bersama dengan Satria dan juga Farid sedang merencanakan sesuatu. Liyon terlihat sangat serius menjelaskan rencananya pada kedua anak buahnya yang dianggap paling kompeten itu.


"Kau akan menipu kakakku dan menjebak dia dalam rencana mu ini? Apa kau benar - benar akan melakukan itu terhadap kakakku? Ku pikir kau akan melepaskan kakakku begitu saja?" tanya Satria pada Liyon.


"Apa kau sudah gila. Sampai kapan pun aku tak akan melepaskan dia, bagaimana pun dia adalah istriku sekarang. Dan aku butuh bantuan mu untuk membuat rencana ini. Aku ingin menikahinya secara sah Dimata hukum bukan hanya nikah siri. Aku tak peduli walau aku harus memaksanya." tukas Liyon dengan serius pada Satria


"Kau akan menjebak kakakku dan akan melakukan trik licik ini padanya? Kau yakin ini akan berhasil?" tanya Satria yang merasa ragu akan rencana Liyon.

__ADS_1


"Kita lihat nanti, jika gagal aku masih punya rencana lain lagi." tegas Liyon dan Satria bergerak sesuai dengan instruksi Liyon begitu juga dengan Farid.


__ADS_2