Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Pernyataan cinta


__ADS_3

Liyon melihat ada keraguan diwajah lira dan juga langka mundur lira yang tanpa disadari oleh lira, namun liyon bisa melihat semuanya dengan jelas.


"Kak. Kakak bisa menghajar ku dan aku tak akan melawan, jika aku memang mau berbuat hal yang tak baik pada kakak." liyon menggenggam tangan lira dan tersenyum menatap lira penuh dengan kasih sayang.


"Ayo." liyon menarik tangan lira dan melangkah masuk kedalam restoran itu.


"Atas nama siapa tuan?' tanya seorang pegawai


"Liyon." jawab liyon singkat


"Baik, dilantai dua silakan lewat sini tuan." pegawai restoran itu menunjukkan jalan, dan liyon mengikutinya dengan tetap menggenggam tangan lira.


"Mau disiapkan makanan sekarang juga tuan, nyonya?" tanya pegawai itu dengan sopan dan ramah.


"Iya silakan." jawab liyon dengan tersenyum, dia terlihat sangat senang saat mendengar pegawai itu menyebut dirinya dan lira adalah nyonya dan tuan.


"Wah, aku tak menyangka kalo di hotel ini ada restoran yang lantai duanya hanya ada 1 meja saja dan juga pemandangannya sangat bagus." ucap lira melangkah mendekati dinding kaca yang menampilkan suasana malam kota yang bagus dengan lampu lampu yang menyala bagai bintang gemerlapan.


"Iya aku senang kalo kakak suka, dan Farid lumayan juga." jawab liyon menatap lira dengan senang.


"Eh, Farid?" lira menoleh kearah liyonn yang berdiri disebelahnya.


"Iya, aku harus menaikkan gajinya nanti. Karena dia melakukan pengaturan yang sangat bagus" ucap liyon yang juga menatap pemandangan malam kota.


"Jadi Farid yang mengatur semua ini? Bagaimana jika ada orang yang juga ingin melihat pemandangan indah ini." lira menatap jauh dari titik pandangnya.


"Ya, kalo memang begitu maka mereka harus menunggu sampai kita selesai." jawab liyon yang menatap lira lagi dengan senyumannya, dan lira melihat sekilas lalu menatap keluar dinding kaca itu lagi.


"Tuan, nyonya selamat menikmati." ucap para pegawai restoran yang sudah menyiapkan dan menata makanan diatas meja dengan rapi.


"Ayo kak." ajak liyon


"Ku pikir akan terlalu awal, tak taunya nyampek sini sudah jam 8 malam saja." ucap lira yang juga melangkah mendekati meja.


Liyon dan juga lira sedang menikmati makan malam mereka berdua dengan sesekali liyon menyuapi lira dengan potongan daging dan kadang buah.


"Aku bisa makan sendiri." tolak lira saat liyon mau menyuapi es krim.


"Aku tau, tapi aku ingin menyuapi kakak" liyon bersih keras menyodorkan sesendok es krim ke arah mulut lira, dan lira pun menerima suapan dari liyon.


Ditengah aktifitas lira yang menikmati es krimnya tiba tiba saja alunan musik terdengar merdu yang semakin lama semakin jelas, dan terlihat beberapa orang pemain musik memasuki ruangan menambah kesan romantis.

__ADS_1


"Ini, apa?" lira bertanya dengan bingung atas semua yang terjadi dan dilakukan oleh liyon padanya hari ini.


"Kak, aku tau mungkin ini terlalu cepat atau terburu buru, namun aku sudah tak bisa kalo harus menunggu lebih lama lagi." liyon berdiri dan berjalan mendekati lira.


Lira hanya bisa diam menatap liyon heran, dari wajah liyon terlihat sangat jelas kalo dia mengatakan semua kata katanya dengan tulus.


"Kak, sebelumnya aku mau minta maaf sama kakak dengan sangat tulus, aku tak memintak kakak untuk langsung menjawabnya, aku hanya berharap kakak akan mau untuk selalu berada disisi ku." liyon menunduk dihadapan lira.


Dengan posisi yang bertumpu pada lutut liyon menggenggam tangan lira dan menatap lira dengan tatapan tulus dari dalam hatinya.


Deg


Jantung lira berdebar mendapati perlakuan manis dari liyon, lira terus menatap liyon dengan mengerjapkan mata heran. Seorang liyon bos besar sedang bersimpuh dihadapannya.


"Kak, aku tau kakak masih marah dan kesal atas perbuatan ku sebelumnya. Tolong jangan merasa terbebani, aku hanya ingin mengutarakan perasaan ku saja pada kakak. Kalo aku sangat menyukai kakak, aku mencintaimu kak, dan sangat mencintaimu." ucap liyon dengan tulus.


Sontak lira terkejud dan dengan spontan menarik tangannya dari genggaman tangan liyon. Dan liyon membiarkan lira menarik tangannya, dia tak memaksa lira untuk menggenggam lagi tangan lira.


"Maafkan aku kak, tolong jadilah kekasih ku." sambung liyon dengan tertunduk


"Ka - kamu kembalilah duduk ditempat mu lagi, kembalilah dulu." ucap lira setelah dia bisa menguasai rasa terkejutnya.


"Baik, aku suka kakak bicara santai pada ku. Teruslah seperti itu." liyon berkata dan beranjak duduk lagi di kursinya.


"Jangan langsung dijawab, aku tak mau kakak menjawabnya dengan terburu buru. Aku akan menunggu kakak jadi jangan terlalu terbebani, katakan jika kakak sudah memikirkannya dengan benar." pinta liyon pada lira yang terlihat masih terkejud dengan pernyataan cintanya.


Liyon menggerakkan tangannya dan para pemain musik itu berhenti dan pergi meninggalkan liyon dan juga lira berdua saja.


"Kakak suka dengan makanannya? Kalo suka lain kali aku akan bawah kakak untuk makan di sisi lagi." liyon mengalihkan pembicaraan dari serius menjadi santai karena dia gak mau kalo lira merasa tertekan dengan pernyataan cintanya.


"Eh, apa? Ah, iya maaf aku sedang tak fokus." lira menjawab dengan gelagapan.


Liyon tersenyum " tak apa kak, apa kakak mau pesan sesuatu lagi? Aku akan pesankan." tanya liyon pada lira dengan senyumannya.


"Ti - tidak aku sudah kenyang, makasih." jawab lira yang masih terasa gugup dan juga bingung.


"Baiklah, apa kakak masih mau jalan jalan, atau langsung aku antar pulang?" liyon bertanya karena dia tau kalo lira sedang gugup dan juga bingung.


"Em, aku pulang saja." jawab lira dengan menunduk.


"Baiklah, ayo aku antar kakak pulang." liyon bangun dari duduknya dan mengulurkan tangan kearah lira.

__ADS_1


"Iya terima kasih." jawab lira dan menyambut uluran tangan liyon.


Kebiasaan lira jika perutnya kenyang dia selalu mengantuk, dan alhasil selama dalam perjalanan lira tertidur pulas. Dan liyon yang melihat lira tidur tak mau membangunkan lira walo sudah sampai didepan rumah lira.


Liyon tersenyum menatap lira yang terlelap pulas didalam mobilnya, dengan perlahan liyon menurunkan sandaran kursinya agar lira tertidur dengan nyaman.


"Mulai sekarang aku akan memperlakukan mu dengan lebih baik lagi kak, aku tak akan melepas mu. Dan tak mau lagi menyembunyikan perasaan ku pada mu. Aku sungguh sangat menyukaimu kak." liyon berkata dan tersenyum menatap lira yang sedang terlelap.


"Ehh." lira menggeliat.


"Kakak sudah bangun." ucap liyon yang dari tadi main hanpon dan diam menemani lira tidur.


"Eh, aku tertidur. Jam berapa sekarang?" lira bangun dan duduk, lalu liyon membetulkan sandaran kursi mobilnya lagi.


"Sekarang jam 12 kak." jawab liyon tersenyum menatap lira.


"Apa? Aku tidur hampir 3 jam lamanya, kenapa kamu tak bangunkan aku." ucap lira yang merasa bersalah pada liyon.


"Tak apa kak, aku juga senang karena aku jadi bisa lebih lama bersama dengan kakak.


"Tapi besok kamu harus kerja" jawab lira masih merasa bersalah.


"Kakak mengawatirkan aku? Kalo begitu kembali lah bekerja bersama dengan ku." liyon berkata dengan sungguh sungguh.


"Maaf, tapi aku sudah menyerahkan surat pengunduran diri ku ke HRD." jawab lira menunduk.


"Tak apa, karena semua prosesnya melewati aku. Selama aku tak menerima dan tak menanda tangani surat itu maka kakak masih pegawai di sana, dan anggap saja ini sebagai cuti untuk kakak." liyon menjawab dengan santai


"Sial, aku lupa kalo dia adalah bosnya." suara hati lira.


"Aku tak tau, aku kan pikirkan lagi nanti." jawab lira dan dia mau keluar dari mobil liyon.


"Tunggu kak." liyon mencegah lira membuka pintu mobilnya.


Liyon keluar dari mobil dan berjalan memutari mobil dari depan lalu berdiri disebelah mobil tepat di pintu tempat lira duduk dan membukakan pintu mobil untuk pira.


"Silakan kak, kakak istirahatlah dan kembalilah bekerja setelah cukup istirahat. Besok aku akan menjemput kakak lagu untuk makan siang, kakak mau kan menemani aku makan siang besok?" tanya liyon dengan berharap.


"Ehm. Kita lihat besok saja, dan terima kasih." jawab lira dan melangkah mau masuk kedalam rumah.


"Aku berharap kakak bisa, kalo begitu aku akan menghubungi kakak dulu sebelum menjemput kakak besok." ucap liyon dan menatap lira berjalan masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


"Selamat malam, hati hati dijalan." ucap lira dan dia menghilang dibalik pintu rumahnya.


__ADS_2