Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Terbongkarnya sebuah kejahatan


__ADS_3

Diacara pesta pertunangan yang dirayakan dengan begitu meriah tuan Bagaskara terlihat sangat bahagia, dia selalu menebar senyum pada semua orang dan membanggakan dirinya yang akan berbeda dengan pengusaha terkaya dan akan menjadi mertua dari seseorang yang sangat hebat.


"Wah tuan Bagas aku tak menyangka kalau anda anda akan bisa naik ke level yang sangat tinggi seperti ini karena putri anda, sungguh sangat luar biasa." ucap seorang pengusaha yang berusaha untuk menjilatinya.


"Ya tentu saja, itulah berkahnya kalau punya seorang putri yang cantik dan berpendidikan." jawab tuan Bagaskara dengan penuh kesombongan.


Malam itu begitu banyak orang yang mengerubungi tuan Bagaskara mulai dari mereka yang merasa kagum dengan usahanya, mereka yang sekedar menyapa bahkan yang hanya untuk beribadah basi dengannya.


Keramaian pesta itu semakin meriah dengan kedatangan para wartawan dan juga reporter yang ingin mengabadikan moment membahagiakan dari keluarga orang - orang berpengaruh itu.


"Aku tak menyangka putra tuan Liborsei memilih putri dari tuan Bagaskara sebagai calon istrinya, ku pikir dia adalah pria yang berkelainan karena dia hampir tak terdengar kabar sekandalnya dengan seorang wanita mana pun." ucap seorang wartawan yang ingin mengabadikan moment dari acara ini.


"Benar ini sungguh sangat mengejutkan bagi dunia hiburan juga kan, coba saja lihat betapa meriahnya acara ini, dan ini baru acara pertunangannya saja bagaimana dengan acara pernikahannya nanti ya,aku sangat penasaran." sambung awak media menimpali kata - kata wartawan yang tadi berkomentar.


Semua para wartawan yang hadir berkasak kusuk dan saling mengutarakan komentar, mereka semua merasa penasaran serta tak sabar ingin tau dengan akhir dari acara hari ini.


"Putra tuan Liborsei telah hadir, ayo kita sorot dia." Semua kamera mengarah pada liyon yang memasuki gedung acar berjalan dengan didampingi oleh 4 orang merupakan teman sekaligus orang - orangnya, yaitu Farid, Bagas, Brayen dan Satria yang sekarang ikut masuk dan terlibat dengan urusan liyon demi mencari lira kakaknya.


Tak lama dari itu pasangan putra pertama tuan Liborsei yaitu Liano dan sang istri Yukino juga masuk berjalan dibelakang liyon dan pasukannya. Pasangan itu tak kalah menariknya karena mereka berdua sangat mengudang penasaran bagi dunia hiburan yang selalu tak pernah bisa mendapatkan kabar berita dari pasangan suami istri dari anak pertama tuan Liborsei itu.


"Liyon." yusnia menyambut kedatangan liyon dengan sangat bahagia dan senyuman yang selalu mengembang dibibirnya yang seksi.


"Pa." sapa liyon pada papanya yang sedang berbincang dengan tuan Bagaskara dan beberapa dari para pengusaha.


"Liyon aku ucapkan selamat untuk mu." ucap salah seorang pengusaha yang hadir.


"Terima kasih, tapi anda terlalu awal untuk mengucapkan terima kasih sekarang karena acara utamanya belum ditunjukkan." jawab liyon dengan senyuman yang mencurigakan.


"Hahaha, tak ku sangka ternyata kamu orangnya pandai bercanda juga rupanya." jawab orang itu pada liyon sambil terbahak.


"Ah, liyon sebentar lagi kita akan menjadi keluarga setidaknya berikan lah muka pada ku didepan para hadirin yang hari datang dan hadir di sini." ucap tuan Bagaskara pada Liyon saat mereka telah berdua saja, karena liyon memilih untuk duduk dikursi tak jauh dari panggung yang nantinya akan digunakan untuk bertukar cincin dengan yusnia.


"Menjadi keluarga? Kau terlalu percaya untuk semua itu, bukan kah tadi sudah kubilang kalau acar utamanya masih belum dimulai, jadi jangan terlalu percaya diri karena itu tak baik." jawab liyon dengan dingin menatap tuan Bagaskara.


"Liyon kamu jangan kurang ajar, walau bagaimana pun aku adalah orang yang lebih tau dari mu dan sudah pantas kamu panggil ayah sama seperti dengan orang tua kamu." ucap tuan Bagaskara dengan kesal pada liyon.

__ADS_1


"Heh, sudah mau menunjukkan wujud asli mu? Kalau begitu jangan bersandiwara dan berpura - pura lagi." jawab liyon dengan sinis dan meninggalkan tuan Bagaskara sendirian.


"Awas kamu liyon, aku pasti akan mematahkan kakimu nanti, dan mengoyak kesombongan mu itu." gerutu tuan Bagaskara dengan sangat kesal pada liyon.


"Bagaimana, sudah kau awasi? Apa semuanya sudah siap?" tanya liyon pada Farid dan jawaban Farid hanya mengangguk.



"Halo para hadirin semuanya, aku ingin membawahkan sebuah lagu khusus untuk malam ini, ku harap semuanya menyukainya." ucap yusnia dan dia naik ke panggung untuk memainkan sebuah alat musik piano dan memainkan lagu romantis yang berjudul I’ll Always Love You


"Wah permainan musiknya sangat indah." puji semua orang yang hadir dalam pesta itu dan mereka semua terpukau dengan penampilan yusnia yang terlihat sangat anggun.


Tepuk tangan dari semua hadirin menghiasai ruangan pesta itu setelah yusnia menyelesaikan 1 lagunya dengan sangat indah dan juga anggun, sorot kamera juga mengabadikan penampilan yusnia itu dengan sangat baik dari awal hingga akhir permainan musiknya.


"Heh, sudah saatnya kebahagiaan ini dirubah dan kemeriyaan ini dirayakan dengan penampilan dan pertunjukan yang sesungguhnya, apakah kau sudah siap Rid?" tanya liyon pada Farid yang berdiri disampingnya.


"Iya, tapi apakah kau yakin akan melakukan ini?" tanya Farid merasa khawatir pada liyon.


"Tak apa lakukan saja." liyon tersenyum pada Farid dan Farid langsung pergi meninggalkan liyon.


"Tuan minumannya." tawar seorang pelayan menyodorkan minuman pada liyon, satria dan Brayen, karena kebetulan Bagas sedang ke toilet jadi dia tidak ikut minum minuman itu.


"Liyon aku sangat bahagia malam ini." ucap yusnia pada liyon saat mereka ada diatas panggung.


Liyon mendekati yusnia dan mencondongkan tubuhnya serta berhenti tepat ditelinga yusnia. "Hentikan semua ini sekarang, atau kau akan menanggung malu seumur hidup mu." bisik liyon pada yusnia.


"Deg." yusnia melangkah mundur, "liyon apa yang kamu katakan? Kenapa kamu bilang sesuatu yang menakutkan di hari bahagia kita ini?" tanya yusnia dengan wajah dibuat polos.


"Kau tak pantas dengan tampilan polos seperti itu." ledek liyon dengan suara berbisik.


Yusnia mengepalkan tangannya, "liyon, awas saja aku akan membalasmu setelah ini." suara hati yusnia dan dia melihat kearah pelayan yang akan disuruh untuk memberikan minum pada liyon saat selesai mereka bertukar cincin. Terlihat pelayan itu mengangguk karna mengerti dan langsung membawa baki yang berisikan minuman yang sudah dicampur dengan rempah - rempah yang dibawah oleh yusnia.


"Liyon jangan bercanda." ucap yusnia dengan tersenyum bahagia dan lega karena rencananya akan berhasil, yusnia melangkah mendekati liyon lagi.


Saat semua sudah ada dipanggung dan cincin yang dibawah oleh mama Li mau diserahkan pada liyon dan yusnia, tiba - tiba saja liyon merasa pusing dan juga mual yang amat sangat. Perut liyon seolah sedang diaduk - aduk, hingga detik berikutnya liyon pun tumbang.

__ADS_1


"Liyon.!" teriak panik mama Li dan yang lainnya.


Semua orang berlari mendekat dan mengangkat liyon untuk dibawah kesebuah kamar untuk istirahat. Dan mama Li meminta pada yusnia untuk menjaga liyon disisi liyon.


Setelah membaringkan liyon ditempat tidur mama dan papa Li serta keluarga liyon yang lain kembali lagi ke aula acara untuk meminta maaf pada semua hadirin yang datang atas penundaan dan kejadian yang tak direncanakan.


"Wah, apa itu? Benar - benar menjijikan sekali dan aku tak menyangka kalau ternyata justru ayah ya sendiri yang melakukan dan menjualnya, bahkan ikut memainkannya."


"Coba lihat itu tak masuk akal."


"Ih, jijik sekali"


"Benar - benar ya sangat tak bermoral dan tak punya hati."


"Ternyata dia orang yang seperti itu."


Kasak kusuk semua orang didalam aula itu membuat orang - orang yang tadi mengantar tak tau apa - apa dan merasa penasaran kenapa suasana didalam jadi begitu ramai.


"Ada apa, apa yang terjadi?" mama Li masuk kedalam ruang aula dan langsung disambut dengan tontonan yang menampakkan permainan yusnia dengan dengan beberapa orang pria.


Keluarga dan orang - orang liyon sangat terkejud melihat itu terutama mama Li yang merasa tertipu dengan tampilan yusnia selama ini. Emosi dan amarah mama Li memuncak bagai ***** yang meluncur dengan sangat cepat.


"Apa ini semua?!" teriak mama Li dan membuat semua orang terdiam menatap keluarga liyon.


Tiba - tiba video itu berganti dengan percakapan antara taun Bagaskara dan Yusnia sebelum acara, sontak semua orang menatap ke layar besar itu.


"Yusnia dengarkan aku, apa pun yang akan terjadi kamu harus bisa mendapatkan liyon seutuhnya. Dan kamu jangan lupa yang terjadi pada mu saat ini adalah hasil jerih paya papa, jadi kamu harus membalas pada nanti, dapatkan semua dokument perusahaan liyon apa kau paham hah?!" ucap tuan Bagaskara pada yusnia


"Iya papa tenang saja." jawab yusnia.


"Aku tidak akan hanya mendapatkan dokument perusahaannya, tapi aku akan berusaha untuk menguasai seluruh aset yang dia miliki dan menggunakannya untuk kita." yusnia bergumam degan tersenyum


"Sebagai balasan dia telah menghina aku selama ini, aku harus bisa hamil dan punya anak dengannya agar aku bisa berkuasa sepenuhnya." ucap yusnia dengan percaya diri


"Apa yang akan kau lakukan untuk itu?" tanya tuan Bagaskara

__ADS_1


"Aku akan memberinya obat dan membuat dia meniduri ku." jawab yusnia tersenyum.


Video yang diputar itu tak hanya menampilkan permainan panas yusnia dan rencana yusnia dengan papanya saja, namun juga menunjukkan berbagai kecurangan dari tuan Bagaskara selama ini, dan siapa - siapa orang yang telah ditipu olehnya.


__ADS_2