Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Datang bersama pasangan


__ADS_3

Saat melihat Lira berdiri karena kaget tanpa sadar senyum dan air mata Satria muncul di wajah Satria dan Satria langsung berjalan dengan langkah yang sangat lebar serta cepat dan langsung menarik Lira kedalam pelukannya. Satria memeluk Lira sangat erat dan menumpahkan seluruh air matanya seketika tanpa ditahan lagi.


"Kenapa kakak pergi begitu lama, tanpa kabar dan juga jauh, kenapa kakak membuat aku sangat takut selama ini." ucap Satria yang mulai meracauh sambil terus memeluk Lira dengan erat.


Sementara Liyon yang juga mengikuti Satria keluar dari kamarnya dan berjalan dengan cepat serta berlari ikut kaget karena orang yang dia kenali waktu itu memang benar lira, namun karena data yang diterima bukan nama lira dan juga beralamat di Singapura Liyon tanpa sadar melangkah mundur saat melihat Satria memeluk tubuh Lira dalam pelukannya, karena Liyon merasa gagal dalam mengenali Lira dan merasa kesal pada dirinya sendiri.


"Anggraini atau sekretaris Ani adalah orang yang sama. Dia, dia adalah Lira." gumam Liyon membaca papan nama disamping pintu ruangan Lira yang bertuliskan sekretaris Ani.


Dengan gontai Liyon kembali berjalan menuju ke kamarnya lagi dan Farid yang dari tadi mengikutinya dibelakang Liyon seolah tak terlihat oleh Liyon. Didalam hati Liyon sangat campur aduk antara senang dan juga sedih.


"Kemana saja kakak pergi dan kenapa kakak tiba - tiba pergi tanpa kabar dan menghilang selama bertahun - tahun kak." satria mulai mengajukan pertanyaan soal kepergian lira yang tiba - tiba.


"Maafkan aku, karena telah menyusahkan semuanya." jawab lira menatap Satria dengan berlinang air mata.


"Jangan menangis kak, kami tak marah pada kakak. Dan kenapa kakak tak menemui ayah juga ibu? Mereka juga sangat merindukan kakak." ucap satria saat mereka sudah duduk di sofa depan meja kerja Lira.


"Ibu bilang dalam surat kakak mengatakan kalau kakak sudah menikah dan punya anak. Kenalkan aku pada mereka aku adalah saudara ipar dan juga Om dari anak kakak." jelas Satria dan Lira diam mendengar itu semua.


"Maafkan aku, Ferdi pasti juga sangat senang bertemu dengan mu nanti. Sekarang dia sedang ada di TK." jawab lira dengan senyuman.


"Jadi namanya adalah Ferdi? Ajak aku bertemu dengan dia kak, dan Yuniar pasti senang bertemu dengan kakak karena Yuniar juga sangat merindukan kakak, kami telah menikah dan acara kami akan diadakan di hotel ini Rabu besok." ucap Satria memberitahu Lira.


"Apa kakak tau dia sampai sakit saat mendengar kakak pergi dan meninggalkan kami semua, dan dia juga ...." kalimat Satria tertahan dan tak dilanjutkan karena Satria tak ingin membuat kakak dan keluarganya jadi berantakan karena kehadiran Liyon.


"Apakah Yuniar sakit saat itu? Maafkan aku, karena aku tak berfikir sampai sejauh itu." ucap Lira terdengar sangat menyesal.


"Iya Yuniar sakit karena merindukan kakak." jawab Satria spontan.


"Aku akan membawamu ketemu dengan Ferdi nanti saat menjemput dia pulang sekolah." ucap Lira yang akhirnya memutuskan untuk mempertemukan Ferdi sama Satria


Sementara didalam kamarnya Liyon menyibukkan diri dengan berkas - berkas yang tadi sudah ditanda tangani dan diperiksa. Fokus Liyon mulai hilang dan dia lebih sering bengong.


Melihat itu Farid mulai merasa cemas lagi karena takut kalau Liyon akan kembali tenggelam dalam keterpurukan yang akan semakin dalam,l. Dan didalam hati Farid tak bisa menyalahkan siapa pun dalam situasi saat ini karena tak mungkin dengan waktu yang begitu lama Lira harus bertahan dengan statusnya yang masih sendiri.


Brrrt


Hanponnya Liyon bergetar dengan nomer yang tak dikenali, lama Liyon menatap layar hanponnya dengan terpaku. Pikiran Liyon sudah penuh dengan bayangan Lira.


"Liyon, hanpon mu." Farid membuyarkan lamunan Liyon

__ADS_1


"Ah, iya." Liyon tersadar, namun saat mau diangkat panggilan itu sudah mati.


"Sudah mati Rid." ucap Liyon dan meletakkan hanponnya, namun getarnya datang lagi.


Mendapati itu Liyon langsung mengangkat dan menjawab panggilan dari hanponnya, dan wajah liyon yang tadinya kusut tiba -tiba saja berubah perlahan dan senyuman dibibirnya mulai terlukiskan. Melihat itu farid merasa bingung dan bertanya dalam hati siapa orang yang telah meneleponnya dan membuat suasana hati Liyon yang tadinya mendung dengan seketika cerah kembali.


"Hahaha, apakah kau bisa melakukan itu seorang diri? Tunjukkan pada ku saat kau bertemu dengan ku nanti." jawab Liyon terbahak seolah dia lupa dengan kemunculan Lira tadi.


"Benarkah? Aku sangat penasaran, akan ku tunggu nanti. Ok, bay." jawab Liyon lagi dan mematikan sambungan teleponnya.


"Rid, handle semua pekerjaan Satria dan liburkan dia sampai hari H acaranya." perintah Liyon seketika.


"Baik." jawab Farid dan dia langsung menghubungi Satria untuk menyampaikan pesan dari Liyon.


"Kak jam berapa pulangnya Ferdi? Aku sudah tak sabar ingin bertemu dengan dia." tanya Satria pada lira yang terlihat sibuk bekerja.


"Sebentar lagi jam 12 siang." jawab lira tersenyum dan merasa bersyukur karena Satria menyambutnya dengan sangat baik kabar keberadaan Ferdi diantara dirinya dan keluarganya.


...🍂🍂🍂...


Dan saat jam 11.30 Lira dan Satria pergi ke TK Ferdi untuk menjemput Ferdi pulang sekolah. Di sana sudah ada Meli yang berdiri disamping mobilnya serta seorang pasangan anak kecil dan juga seorang pria yang terlihat sangat akrap satu sama lain.


"Meli kamu menjemput sama Rian?" tanya Lira yang melihat Rian sama Ferdi.


"Tadi mas Rian datang kerumah jadi ku ajak sekalian untuk menjemput." jawab Meli malu - malu.


"Mama.!" panggil Ferdi dan lari kearah Lira.


"Sayang, bagaimana dengan sekolahnya?" tanya Lira dan menangkap Ferdi yang lari kearahnya.


"Baik Ma dan menyenangkan, dia siapa Ma?" tanya Ferdi saat melihat Satria berdiri dibelakang Lira.


"Oh iya, dia adalah Om Satria." ucap Lira mengenalkan Ferdi pada Satria.


"Jadi, jadi dia adalah Om milik Ferdi?" tanya Ferdi dengan sangat riang.


"Deg, ya ampun apa ini? Dia bilang apa tadi, aku Om miliknya? Dia sangat menggemaskan." gumam Satria dalam hati dan ikut jongkok mensejajarkan tingginya dengan tinggi Ferdi.


"Halo Om, aku Ferdinan Putra. Om Satria Saputra kan." ucap Ferdi mengenalkan dirinya dengan lengkap dan menyebut nama Satria dengan lengkap juga.

__ADS_1


Satria tersenyum dan terbahak mendengar itu, Ferdi terlihat sepeti mengenalkan dirinya sebagai orang dewasa versi kecil. Satria langsung menarik tubuh Ferdi kedalam pelukannya dan memeluk Ferdi dengan sangat erat dan dalam.


"Om sakit." ucap Ferdi dan Satria melepas pelukannya.


"Maaf, Om sangat merindukan mu dan juga sangat senang bertemu dengan mu. Tante Yuniar pasti juga akan sangat menyukai mu saat bertemu dengan mu nanti. Maukah Ferdi ikut Om untuk bertemu dengan Tante Yuniar?" tanya satria pada Ferdi, dan terlihat Ferdi mendongak menatap Lira untuk meminta persetujuan dari sang Mama.


"Iya Ferdi mau." jawab Ferdi saat Lira mengangguk tanda sang Mama memberinya ijin.


"Halo aku Rian." ucap Rian mendekati Satria.


"Ah iya, salam kenal aku Satria." jawab Satria menyambut uluran tangan dari Rian.


"Oh iya, bisakah minta tolong untuk menjaga Ferdi karena nanti kami ada acara yang harus kami datangi.?" tanya Rian pada Satria


"Oh, apakah acaranya nanti malam?" tanya Lira pada Rian dan dianggukkin sama Rian.


"Tentu tak masalah." jawab Satria tersenyum.


"Apakah Ferdi akan tinggal sama Om Satria? Kalau begitu Tante Moli ikut sama Ferdi ya, karena Ferdi juga mau Tante Moli ikut mau kan Tante?" tanya Ferdi sama Meli karena ada niatan untuk Ferdi menghubungi Liyon lagi lewat hanpon Meli seperti tadi.


Setelah perbincangan itu Satria langsung membawah Ferdi bersamanya pulang dan Meli mengikitinya. Sementara Rian dan Lira bersiap untuk acara nanti malam.


Rian membawah Lira kesebuah salon dan mendadani Lira dengan sangat cantik, sehingga Lira jadi tampak lebih berkelas.


...🍂🍂🍂...


Malam itu Rian datang ke pesta perusahaannya bersama dengan Lira dan mereka berdua terlihat bagai pasangan yang sangat serasi. Semua tamu yang mengenal Rian mereka juga sangat mengenali Lira karena selama di Singapura Lira selalu datang menemani Rian di setiap acara.


"Halo tuan Rian anda datang bersama pasangan ya." sapa seseorang pada Rian dan mereka saling berjabat tangan.


Lira tak tau setiap gerak geriknya selama pesta berlangsung sedang diawasi oleh seseorang yang sama - sama terus mengikuti Lira. Tak hanya ada 1 orang yang mengawasi Lira, melainkan ada 2 orang yang memiliki tatapan yang berbeda dari kedua orang itu.


"Jadi dia adalah pasangan dari tuan Rian ya." ucap seseorang yang mengawasi Lira dari sejak Lira masuk kedalam acara bersama dengan Rian, dengan tatapan tertarik dan ingin memilikinya.


"Awasi dan cari tau tentang dia, jangan lupa laporkan semuanya pada ku besok pagi." perintah orang itu pada anak buahnya.


Sementara seseorang lagi menatapnya dengan rasa sedih dan luka yang mendalam, "jadi dia datang bersama dengan pasangannya, tak ku sangka mereka akhirnya bersama." gumam Liyon yang mengawasi Lira, karena dia juga mendapat undangan dalam pesta itu.


Liyon keluar ke balkon dan berusaha untuk menenangkan hatinya, karena tujuan dia datang dalam pesta ini adalah untuk menghilangkan bayang - bayang Lira, namun tak disangka justru dia bertemu dengan Lira di sini dengan pasangannya dan membuat perasaan Liyon jadi semakin campur aduk, apa lagi pasangannya itu adalah orang yang dia kenali dan orang yang dulu berusaha dijauhkan dari Lira oleh Liyon.

__ADS_1


__ADS_2