Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Bermain disaat anak tidur


__ADS_3

"Loh sudah tidur ya Arlin?" tanya Meli yang baru keluar dari kamar mandi.


"Iya sudah, aku pergi mandi dulu ya sayang, jangan tinggal aku tidur seperti waktu itu, ingat jangan tidur dulu ok istriku." ucap Farid mendekati Meli memeluknya dan memberinya kecupan di pipi Meli sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Dasar aneh, kenapa dia dari kemaren selalu begitu." gumam Meli dan tak memperdulikan ucap Farid, Meli langsung saja naik ketempat tidur dan tidur.


Saat Farid keluar dari dalam kamar mandi dia lagi - lagi mendapati Meli sudah tertidur, namun Farid sudah tak sabar lagi seperti hari - hari sebelumnya, Farid mendekati Meli perlahan mendekatkan bibirnya didaun telinga Meli. "Jangan tidur dulu aku merindukanmu sayang." bisik Farid tepat ditelinga Meli dan mengecup telinga Meli, sontak itu membuat Meli terbangun dan menatap Farid.


Farid yang mendapatkan tatapan dari Meli tersenyum "Ayo, sayang ku" ucap Farid dengan menatap Meli dalam dan Meli mulai mengerti tanda dari suaminya itu. Meli tersadar kalau Farid kemaren lusa Farid juga berpamitan untuk mandi adalah untuk hal ini.


"Kamu selalu tak pekah ya, membuat aku tersiksa sendiri." ucap Farid mendekatkan wajahnya pada wajah Meli dengan senyuman yang menawan bagi Meli.


"Ah, itu bukankah sekarang masih terlalu sore karena masih jam 9 malam, nanti bagaimana kalau Arlin bangun." ucap Meli melirik pada box bayi yang disana sedang terbaring putri kecilnya, namun sudah tak ada disampingnya.


"Apakah kamu tak sadar kalau aku dengan sengaja menggeser box bayi itu sedikit lebih jauh dan membelakangi serta tertutupi oleh sandaran tempat tidur ini." ucap Farid yang sudah mulai membuka selimut yang menutupi Meli..


"Eh tuan." Meli sepontan menutupi tubuhnya dengan tangan.


Farid menatap terpaku pada baju tidur yang digunakan oleh Meli malam ini, "Sayang baju tidur ini?" kalimat Farid ditahan karena Farid kaget sebab Meli belum pernah menggunakan baju tidur seperti itu.


"Baju tidurmu membuat mataku segar sayang, aku suka banget." bisik Farid lagi ditelinga Meli dan mengecup telinga Meli.


Meli baru menyadari kalau baju tidurnya itu tembus pandang dan sangat tipis, sehingga Farid bisa melihat dengan jelas tubuh Meli walau sudah terbungkus baju, namun karena baju itu tak bisa menutupi jadi percuma saja walau digunakan atau pun tidak. "Ah, iya habis sudah habis semua baju yang biasanya dan lupa belum dicuci juga, ini baju dari mana juga tak tau, karena sudah tergantung didalam almari." jawab Meli panik karena dia asal pakai saja tadi.


"Tidak apa sayang, karena itu baju yang aku belikan untuk mu." jawab Farid mencium bahu Meli yang putih dan mulus.


"Ayo kita mulai permainannya sayang." Farid mendekatkan bibirnya pada bibir Meli, kenyal, dingin dan harum itu yang dirasakan oleh Farid sehingga itu menggugah sesuatu yang ada didalam diri Farid.


Mulai dari sebuah kecupan biasa dengan lembut hingga berubah menjadi sebuah permainan yang menggugah selera dari keduanya. Farid telah meluapkan semua yang dia tahan selama ini dan meluapkan semuanya.


Farid menyentuh setiap inci dari tubuh Meli setelah dia meloloskan baju tidur Meli yang hanya bisa ditarik dengan sekali tarikan oleh tangan Farid.

__ADS_1


Bret


"Tuan kok di robek?" Meli bertanya karena Farid langsung menarik begitu saja baju tidur Meli.


"Kenapa sayang apa sentuhan dari permainan ku masih belum begitu membuat mu menikmatinya? Sampai - sampai kamu masih bisa memikirkan dan menanyakan masalah cara ku melepaskan baju tidurmu?" tanya Farid menatap Meli dalam.


"Jadi permainan ku sebagai suami kamu masih belum cukup bagus ya,,," ucap Farid menatap Meli dengan tatapan dan senyuman yang seksi.


"Tidak bukan begitu, cuma sayang saja kalau bajunya jadi rusak." jawab Meli yang wajahnya malu - malu menatap Farid.


"Jangan pikirkan itu, aku akan memperbaiki teknik permainanku lagi dan akan membaut kamu tak lagi bisa memikirkan hal - hal diluar permainan kita." ucap Farid mendekatkan tubuhnya dan menghimpit tubuh Meli.


"Eh, tuan anu,,," kalimat Meli lenyap dalam lumma-tan bibir Farid yang seksi.


Farid pun mulai melancarkan semua serangannya hingga tubuh Meli bergetar hebat, Farid terus menjelajahi dan menyentuh daerah - daerah sensitif Meli hingga Farid telah bertengger tepat di daerah paling sensitif dari Meli. Farid memainkannya dengan lembut dan memberikan stimulasi - stimulasi yang sangat membuat Meli terus saja mengeluarkan suara - suara indahnya dengan ditahan karena tak ingin membangunkan Arlin yang sedang tertidur.


Suara seksi Meli yang panjang telah lolos dengan berusaha menggigit bibir bawahnya, Farid tersenyum melihat istrinya telah mendapatkan pelepasan pertamanya dengan permainan lidah darinya. Farid tersenyum dan menatap wajah istrinya yang telah merah padam dengan nafas terengah - engah.


"Ayo kita masuk ke inti pokok dari permainannya sekarang sayang." bisik Farid yang telah mengarahkan senjatanya tepat pada sasaran.


"Sayang, kamu selalu sangat nikmat." ucap Farid dan itu membuat Meli malu.


Farid tersenyum merasakan Meli telah masuk dalam permainannya dan mulai mengimbangi setiap gerakan yang diberikan oleh Farid. Mereka telah beberapa kali melakukan permainan sampai keduanya merasa lelah.


Farid tidur disampingnya Meli dengan masih menikmati sisa - sisa kenikmatan dan mengatur nafasnya yang terengah - engah. Farid menyamping menatap Meli yang menutup matanya dengan sangat rapat karena merasa malu melakukan permainan dengan cahaya yang menyalah terang.


"Bagaimana sayang apa kamu menikmatinya?" tanya Farid mengusap pipi Meli.


"Em, iya." jawab Meli malu - malu dan itu membuat Farid jadi ingin menggodanya.


"Benarkah? Bagaimana kalau kita melakukannya lagi, apa kamu mau lagi sayang? Aku masih kuat kok bahkan 3 sampai 4 ronde lagi aku juga kuat." ucap Farid menatap serius pada Meli.

__ADS_1


"Tidak, tidak terima kasih aku sudah lelah besok pagi saja." jawab Meli panik.


"Eh, baiklah kalau begitu besok pagi saja kita lanjutkan lagi. Sekarang ayo tidur." ucap Farid tersenyum, karena merasa lucu tiap kali panik Meli selalu mengatakan sesuatu yang kadang tak disadarinya, dan Farid suka memanfaatkan hal itu.


...🍂🍂🍂...


Disisi lain tak kalah seru dengan Farid dan Meli. Liyon pun tak kalah serunya, walau dia tau istrinya sedang hamil namun Liyon seakan tau bagaimana cara dia bermain agar tak mengganggu janin dalam kandungan istrinya.


"Eh Liyon apa yang kau lakukan ini? Hahaha,,, bajuku bisa molor dong." ucap Lira yang tiba - tiba saja Liyon menyusup masuk lewat bawah daster Lira yang terbuat dari bahan kaos.


"Em." Lira tanpa sadar menikmati sentuhan Liyon yang masuk kedalam dasternya.


"Hahaha,,, Liyon geli jangan di situ, aduh bajunya longgar kan. Padahal aku beli ini karena bahannya enak adem dan nyaman sekarang jadi begini bentuknya." ucap Lira yang mendapati dasternya telah tak berbentuk lagi karena sudah sangat molor dan longgar banget hingga saat Lira tidur baju itu telah mengekspos bahu Lira yang terlihat mengkilap, pulih dan mulus.


"Ya, jadi gak berbentuk begini kan bajunya." ucap Lira menatap Liyon memelas.


"Tak apa sayang, aku bisa membelikan kamu 100 buah baju yang sama, bila perlu akan ku belikan beserta pabriknya sekalian." jawab Liyon yang sudah keluar dan mulai melahap bibir Lira.


"Rasanya manis sangat nikmat, aku menyukainya sayang." ucap Liyon dan melum-mat bibir Lira


"Dasar kau ini." Lira memukul bahu Liyon.


"Hahaha,,, bagaimana kabar anak - anak papa didalam, apa mereka tak nakal dan membuat mu susah sayang?" tanya Liyon membelai perut buncit Lira.


"Mereka tak nakal, justru papanya yang sangat nakal." Lira mencubit hidung mancung Liyon dan Liyon tersenyum lalu mengecup sekilas bibir Lira.


"Halo sayang anak - anak papa kalian jangan nakal ya papa mau bermain sama mama kalian ok my twin." ucap Liyon didekat perut Lira lalu mengecupnya dan Liyon pun memulai masuk ke inti permainannya dengan Lira.


"Liyon biarkan aku yang pegang kendali." pinta Lira berinisiatif duluan.


"As you wish, baby" jawab Liyon menatap Lira tersenyum dan membelai wajah Lira dengan penuh sayang, lalu membiarkan Lira memainkan dirinya.

__ADS_1


"Gila ini istriku, dia semakin lincah saja." gumam Liyon dalam hati yang telah dibawah oleh Lira ke alam nirwana.


"Oh, you'r drive me crazy baby" ucap Liyon lagi yang mulai menikmati permainan Lira.


__ADS_2