Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Wanita penakluk


__ADS_3

Pagi itu Surti tersenyum melihat majikannya saling membantu saat mereka merawat putri kecil mereka, terlihat Meli yang tak canggung lagi sama Farid dan mereka sangat dekat.


"Boleh tak nanti aku membawah Arlin ketemu Mbak Lira, aku kangen banget sama mereka. Sudah sangat lama sekali aku tak melihat mereka padahal dulu aku yang selalu mengantar jemput Ferdi sekolah." ucap Meli meminta ijin pada Farid.


"Tentu, pergilah sama Surti nanti." ucap Farid tersenyum menatap Meli.


...🍂🍂🍂...


Sore itu sesuai dengan janjian yang telah ditentukan para wanita ini bertemu dan berkumpul untuk pertama kalinya sebagai para istri dari orang - orang yang selalu terlibat masalah.


Entah emang sudah ditentukan atau memang telah diatur seperti itu. Saat mereka datang Lira melihat Meli datang bersama dengan Surti, dan Yuniar datang bersama dengan Sulasih. Lira menatap seolah kedua orang kepercayaan Liyon itu sengaja diletakkan diantara kedua wanita yang telah menjadi istri dari kaki tangan Liyon.


"Tante Moli,,," teriak Ferdi dengan girang saat dia melihat Meli. Mereka berpelukan dengan ada Arlin diantara mereka.


"Ah, ah,,," suara Arlin dan ikut tertawa bersama dengan Ferdi.


"Mbak lama gak ketemu." ucap Meli memeluk Lira


"Iya, lama sekali. Aku senang hubungan dengan Farid membaik." ucap Lira tersenyum dan Meli malu - malu.


"Sayangku." Yuniar memeluk Ferdi dan Ferdi memberikan kecupan dipipi Yuniar.


"Lira." Yuniar berganti memeluk Lira


"Iya ipar ku." jawab Lira dan mereka tertawa bersama.


"Bagaimana kalian bisa datang bersamaan tadi." tanya Lira pada Meli dan Yuniar


"Tak sengaja ketemu di depan tadi." jawab Yuniar.


"Iya, kalau Mbak Surti tak bilang Meli juga gak akan tau kalau Mbak Yuniar akan berkumpul dengan kita juga." sambung Meli.


"Sudah saling kenal." ucap Lira melihat Meli dan Yuniar bergantian.


"Iya, tadi diluar." jawab Meli dan Yuniar bersamaan.


Para wanita itu makan dan berbincang dengan seru disebuah cafe, sementara Ferdi dengan sedang main sama Arlin ditungguin Surti dan Sulasih.


"Wah aku tak nyangka Lira kamu bisa mengancam Santo kemaren. Apa kamu tau kemaren Satria cerita sama aku kalau kamu juga bertengkar sama Denis." ucap Yuniar dan Meli kaget mendengar kalau Lira mengenal Denis.


"Apa mbak Lira kenal dengan mas Denis?" tanya Meli yang merasa penasaran.


"Jangan sampai kamu berhubungan dengan pria ber*ngsek itu. Dia adalah mantan Lira waktu masih jamannya kami kuliah bersama, dan dia menghianati Lira dengan berselingkuh sama teman Lira sendiri Desi. Mereka adalah pasangan yang menjijikkan.!" geram Yuniar sangat kesal tiap kali dia membicarakan soal Denis dan Desi.

__ADS_1


"Jadi dia itu benar mantannya mbak Lira ya? Tapi dia bilang kalau dia itu tak pernah dekat sama mbak Lira dan ingin aku mengenalkan sama mbak untuk berbisnis." jelas Meli dengan sedikit bingung.


"Apa?!" Lira dan Yuniar berkata bersamaan, dan sontak itu membuat Meli kaget.


"Jangan bilang kalau kamu sudah termakan oleh bujuk rayunya." Yuniar berkata sambil mendekati Meli. Sementara Lira hanya diam melihat Meli dan Yuniar.


"Anu,,, itu mbak,,, sebenarnya aku berpacaran dengan dia 1 tahun." Meli berkata dengan gugup


"Putuskan.!" lagi - lagi Lira dan Yuniar melakukan paduan suara sehingga mengundang pengunjung lain memperhatikan mereka bertiga.


"Su-sudah, aku sudah memutuskannya." jawab Meli yang masih kaget melihat reaksi 2 wanita didepannya itu.


"Hufff, syukurlah." Lira dan Yuniar menghela nafas lega lalu meminum minuman mereka.


"Anu,,, kenapa kalian bisa selalu bersamaan.?" tanya Meli dan itu membuat Yuniar sama Lira menatap Meli dengan bingung.


"Hei, apa yang kalian lakukan?!" teriak seorang pelayan kafe pada beberapa orang yang melakukan tindak kejahatan dalam kafe itu.


"Ada apa?" Lira menoleh kearah keramaian.


"Surti tangani mereka." perintah Lira pada Surti karena dia melihat Ferdi sudah mencari jalan setelah memesan es krim.


"Baik, mbak." Surti langsung bangun dan mendekati orang - orang yang bikin keributan.


"Mbak Surti bisa kelahi." ucap Meli tercengang


"Semua orang disisi Liyon adalah petarung. Jadi jangan kaget jika mereka terlihat gemulai namun mematikan. Karena meraka semua adalah wanita penakluk." jelas Yuniar.


"Jadi, mbak Sulasih juga?" tanya Meli melihat Sulasih yang duduk dengan tenang menjaga putrinya.


"Jangan salah, dari semuanya dia yang paling jahat suka marahin tulang orang." bisik Yuniar yang bisa didengar oleh Sulasih.


"Kapan aku matahkan tulang orang mbak?" tanya Sulasih pada Yuniar.


"Ahahaha, iya, iya bukan tulang orang tapi gagangnya gayung." jawab Yuniar dengan ketawa.


"dia sangat sensitif, tapi aku suka sama dia." sambung Yuniar lagi.


"Mama...!" teriak Ferdi yang menjadi Sandra dari orang - orang itu.


"Panggil polisi saja," ucap pengunjung yang mulai panik serta takut.


"Iya, iya panggil polisi saja."

__ADS_1


"Cepat siapa yang mau panggil, kasian anak kecil itu."


"Dan wanita itu sepertinya sudah terluka."


Para pengunjung sedang ribut.


Dor


"Aaaaah.!" teriak semua orang setelah mendengarkan suara pistol.


"Berani sekali mereka.!" Lira bangkit menatap tajam pada orang - orang yang sedang menyandra Surti dan juga Ferdi.


"Gawat, mereka mengusik orang yang salah." bisik Yuniar menatap Lira yang sudah naik pitam.


"Sulasih.!" suara Lira memanggil tanpa melihat


"Baik, aku mengerti." Sulasih langsung bangun dan maju duluan untuk menyelamatkan Ferdi juga Surti.


"Kalian cari mati ya.!" Lira dengan cepat menangani orang yang menyandra Ferdi.


4 orang yang bikin rusuh itu pun ditaklukkan oleh Lira, dan Lira mengalami luka gores akibat senjata yang mereka bawah.


Tak lama kemudian Liyon dan anak buahnya datang dan hal itu membuat semua orang kaget juga kagum karena seorang Liyon yang hanya bisa mereka lihat dari jauh tiba - tiba saja datang ke kafe yang biasa - biasa saja.


Aura Liyon yang berjalan dan menatap para gerombolan orang itu sudah membuat mereka ketakutan. Dengan keadaan yang susah untuk berjalan ke 4 orang yang bikin onar itu mundur serta tertunduk takut melihat Liyon yang berjalan mendekati mereka.


"Katakan siapa yang sudah melukainya?!" tanya Liyon dengan nada dingin.


"Ma-maaf tuan Li aku tak sengaja." ucap seseorang dari mereka.


Bag


Bug


Piyaaarrr.!


"Uhg." orang itu memegangi perutnya dengan kedua tangannya.


"Maaf aku juga tak sengaja." bisik Liyon ditelinga orang itu dan menggores lengan orang itu sama dengan luka di lengan Lira.


"Amankan mereka semua dan kirim pada Saputra." ucap Liyon bangun membersihkan tangannya dengan sapu tangan.


"Gila, siapa wanita - wanita itu sebenarnya? Sampai - sampai mereka bisa mendatangkan seorang Liyon yang sangat hebat." gumam seorang pengunjung yang melihat Meli dan Yuniar dikawal keluar oleh anak buah Liyon termasuk Satria dan Farid.

__ADS_1


"Ayo." ucap Liyon memeluk Lira, sedangkan Ferdi sudah keluar bersama dengan Satria.


__ADS_2