Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Liyon celaka


__ADS_3

Setelah merencanakan sesuatu semua anak buah Liyon bergerak dan bekerja sesuai dengan arahan Liyon. Mereka bekerja dengan sangat teliti agar tak terjadi kesalahan.


"Aku tak yakin ini akan berhasil, bagaimana jika kak Lira tau kalau dia ditipu datang kesini hanya untuk menikah dengan Liyon?" Satria bertanya pada Farid.


"Ya aku juga tak yakin, tapi aku percaya nona Lira pasti akan menerima Liyon." jawab Farid penuh dengan keyakinan.


"Hem, ok lah." Satria melanjutkan pekerjaannya lagi.


"Ok, sudah waktunya menjemput kakak. Aku akan pergi menjemput kak sekarang kau atasi yang di sini." Satria menyerahkan sisa pekerjaannya pada Farid dan pergi.


Saat didepan hotel Satria melihat Lira bicara sama seseorang yang sedikit familiar bagi Satria, tapi sebelum Satria mendekat dan melihat orang itu sudah pergi.


Ting (suara pesan masuk)


Satria


Kak aku diseberang jalan, kakak bisa melihatku?


^^^Lira^^^


^^^Iya, aku lihat^^^


"Kakak bicara dengan siapa tadi?" tanya satria saat Lira sudah masuk kedalam mobilnya.


"Dia adalah asisten tuan Santo katanya, dan dia datang menemui aku ingin mengundang aku ke pesta penyambutan kedatangan adiknya." jawab Lira dengan sebenarnya.


"Kakak terima?" Satria melirik pada Lira yang duduk disampingnya.


"Tidak, aku bilang aku ingin cepat pulang dan istirahat karena lelah banget." jawab Lira sambil menutup matanya.


"Sat, tadi siang Denis datang menemui aku. Dan dia menawarkan pekerjaan pada ku untuk jadi sekretarisnya. Dan dia juga bilang minta maaf pada ku." Lira memberitahu soal pertemuannya dengan Denis pada Satria.


"Kerja sama? Kenapa dia jadi aneh. Sepertinya akan ada masalah jika kakak dekat dengan dia lagi. Tapi,,," kalimat Satria tertahan dan terlihat sedang berfikir.


"Tapi kenapa Sat? Kenapa kamu tak melanjutkan kalimat mu?" Lira bertanya dan melihat Satria.


"Tidak, aku cuma merasa kenapa sepertinya akan ada sesuatu? Mungkin dia akan menemui kakak lagi dan akan menawarkan pekerjaan untuk menjadi bodyguardnya nanti." ucap Satria dengan berfikir sambil tetap menatap lurus kedepan.


"Kenapa kamu bisa berfikir seperti itu?" Lira melihat aneh pada Satria.


"Karena dia sedang berbisnis dan membuka tempat hiburan malam. Dan aku yakin dia datang mendekati kakak karena dia butuh ketrampilan kakak dalam bidang beladiri." Satria tersenyum, "Pria picik sepertinya sangat mudah untuk dibaca jalan pikirannya, coba saja kakak pikir selama ini dia tak pernah muncul sekali pun dan tiba - tiba saja sekarang dia muncul setelah terjadi kerusuhan di tempat usahanya, itu masih kemungkinan pertama ku sih kak." jelas Satria dan Lira berfikir dalam.


...🍂🍂🍂...


"Bagaimana apa kau berhasil?" tanya Santo pada asistennya yang dikirim untuk mengundang Lira.


"Maaf Bos tak berhasil karena non Lira bilang kalau dia tak tertarik pada pesta dan juga lelah ingin cepat pulang dan istirahat." jawab asisten Santo

__ADS_1


"Hem, dia benar - benar wanita yang menarik dan bikin penasaran, tapi tak masalah asalkan ada perjanjian ini maka aku masih ada kesempatan untuk mendekati dia." ucap Santo melihat kertas yang dia bawah dan ada tandatangan Lira disana.


Perjanjian tertulis


Yang bertanda tangan dibawah ini, aku Lira menyetujui isi dari perjanjian bahwa aku akan meninggalkan musuh dari tuan Santo yang agung dan juga akan meninggalkan serta menjahuinya dan tak akan berhubungan dengan dia, yang bersangkutan adalah (pebisnis besar ternama Liyon) sebagai musuh terbesarnya tuan Santo yang agung.


Santo tertawa terbahak melihat isi dari perjanjian singkat antara dirinya dan juga Lira, dan dia merasa puas dengan itu. Karena dengan begitu dia bisa dengan leluasa mendekati Lira.


"Dekati dia dengan perlahan, tak usah buru - buru." gumam Santo.


"Dan untuk Rian aku akan menyingkirkan dia perlahan, karena untuk sekarang aku masih membutuhkan dia." Santo melihat beberapa foto yang ada di atas meja kerjanya.


...🍂🍂🍂...


Keesokan harinya saat Lira barusaja sampai di hotel tiba - tiba saja dia dihadang oleh Denis yang datang dengan memohon pada Lira agar Lira mau membantunya dan menolongnya. Karena sangat tiba - tiba jadi Lira mengajak Denis bicara di lobby.


"Sebenarnya apa yang terjadi dan Kenapa kau begitu panik?" tanya Lira yang kebingungan.


"Lira tolong bantu aku, jadilah bodyguard ku untuk berada disisiku selalu dan juga bekerja sebagai pengaman di tempat usahaku. Karena sebenarnya aku sedang buka usaha rumah makan dan penginapan." jelas Denis dengan wajah dibuat menyedihkan.


"Memangnya kenapa? Dan kenapa harus aku?" tanya Lira heran.


"Itu karena kamu adalah seorang wanita, tak akan ada yang mengira dan menduga kalau kamu adalah seorang bodyguard. Apa kamu tau Lira kemaren tempat usahaku diobrak - abrik orang dan aku mengalami kerugian banyak atas kejadian itu." jelas Denis lagi.


"Apa ini? Kenapa semuanya sesuai dengan yang dikatakan oleh Satria sebelumnya, kalau dia akan datang untuk merekrut aku sebagai bodyguardnya. Lalu apakah Denis memang benar bisa dibaca jalan pikirannya? Tapi Satria tau dari mana ya?" gumam Lira dalam hati mengingat kata - kata Satria kemaren saat menjemputnya.


"Lira tolong pikirkanlah, sebagai orang yang dulu pernah dekat dengan mu dan yang pernah kau cintai." ucap Denis berteriak sehingga banyak orang yang bisa mendengarnya.


"Dia sudah gila ya. Masak iya Bu Ani pernah menyukai orang seperti dia, dia terlihat seperti orang mesum."


"Ssst, jangan keras - keras dia bisa dengar"


Pegawai resepsionis berkasak - kusuk dengan temannya saat dia mendengar ucapan Denis yang dikatakan dengan sangat lantang. Tapi Lira yang memperdulikan itu dan tetap berjalan masuk lif.


...🍂🍂🍂...


"Hei apa ini?" tanya Liyon saat tiba - tiba mobilnya dihadang oleh beberapa orang.


"Heh, keluar kamu!" ucap salah satu dari orang yang menghadang Liyon.


"Papa." Ucap Ferdi menatap dan menggenggam tangan Liyon.


"Ssst, tenang sayang." Liyon mencobak menenangkan Ferdi.


"Hubungi yang bisa dihubungi." ucap Liyon dan dia keluar dari mobil.


Ferdi yang melihat papanya keluar dia langsung menghubungi mamanya dan menceritakan keadaannya dan juga situasinya saat ini yang dihadapi.

__ADS_1


Liyon menghajar mereka semua, dan tanpa sepengetahuan Liyon ternyata ada orag yang dari belakang menangkap Ferdi.


"Berhenti.! Jika ingin anak ini selamat maka menyerah lah." ucap orang itu sambil memegang tangan Ferdi.


"Om Li?!" teriak Ferdi dan Liyon langsung berhenti.


Namun mereka salah yang mengira Liyon akan menyerah pada mereka, justru Ferdi dengan berani menggigit tangan orang yang memegangnya dan mencolok mata orang itu, sehingga dengan cepat Liyon menghajar mereka lagi.


"Awas mundur semua.!" teriak dari teman orang - orang itu saat mereka tak bisa menumbangkan Liyon setelah 30 menit lamanya mereka berkelahi.


Piyar.! Mereka melempar beberapa botol yang begitu pecah mengeluarkan asap.


"Kalian!" trial Liyon yang merasa ada yang aneh dengan botol yang mereka lemparkan kearahnya dan Ferdi.


"Ugh. Ini bau gas beracun." gumam Liyon yang mulai merasakan pusing.


"Ferdi!!" teriak Liyon yang melihat putranya tumbang.


"Ayo hajar dia!" seru dari orang - orang yang menghadang Liyon tadi setelah mereka menggunakan masker.


"Rupanya kau masih kuat ya." ucap salah satu dari mereka yang masih saja melihat teman - temannya tak bisa menghadapi Liyon, dan dia langsung memukul tengkuk Liyon serta menyuntikkan sesuatu.


"Jangan sentuh putraku." ucap Liyon meraih tubuh Ferdi dalam dekapannya.


Bag


Bug


Samar Liyon melihat seseorang datang membantu dan menghajar mereka. "Lira." Liyon bergumam saat dia bisa melihat jelas kalau orang itu adalah Lira dan setelah itu Liyon menutup matanya sambil memeluk tubuh Ferdi yang tak sadarkan diri.


"Hah, kalian." Lira mengatur nafasnya, "Berani sekali kalian menyakiti suami dan juga putraku?!" teriak Lira dan langsung menghajar mereka dengan membabi buta dan melumpuhkan mereka semua.


Setelah membuat tumbang mereka semua Lira langsung membawah Liyon dan Ferdi ke rumah sakit, dengan panik dan juga rasa takut dihatinya Lira tak peduli apa saja yang dia serempet. Bagi Lira asalkan itu bukan orang tak masalah.


"Bertahanlah sayang, aku mohon kalian bertahanlah." gumam Lira selama perjalanan ke rumah sakit.


"Dokter tolong!!" teriak Lira dengan panik.


"Suami dan putraku tolong selamat mereka." Ucap Lira menyeret seorang perawat untuk ke mobilnya.


"Terjadi Cardiac Arrest pada pasien cepat bawah ke ruang tindakan." teriak seorang perawat dan yang lainnya mengikuti.


Para perawat itu membawah tubuh Liyon dan Ferdi diatas berangkar dengan sedikit berlari dan masuk kedalam ruang tindakan. Sementara Lira ditahan diluar tak boleh ikut masuk.


Di luar ruangan Lira merasa panik dan dadanya terasa sakit, karena melihat kedua orang terpenting dalam hidupnya sedang dalam bahanya.


"Sepertinya itu adalah senyawa potasium klorida yang digunakan untuk menghentikan detak jantung." ucap seorang perawat yang keluar dari ruang tindakan Liyon dan Ferdi dengan terburu - buru sehingga Lira tak bisa bertanya pada mereka soal kondisi Liyon dan juga Ferdi didalam.

__ADS_1


__ADS_2