Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Rencana pembalasan 1


__ADS_3

"Liyon.!" teriak tuan Barto kepada Liyon dengan sangat kesal dan marah.


"Apa kau pikir kau bisa membawahnya pergi tanpa seijin ku hah?!" teriak tuan Barto lagi dan mau mengejar Farid yang membawah Lira pergi.


"Aku di sini, aku yang akan melawan mu. Dan tak akan ku biarkan kau menyentuh istriku Barto." Liyon dengan cepat menghadang tuan Barto.


"Jadi ini sebabnya, dulu kau pergi meninggalkan putriku dan juga putrinya tanpa peduli padanya, semua hanya gara - gara wanita ****** itu." ucap tuan Barto dengan kesal.


Liyon langsung memukul tuan Barto dengan sangat kuat sehingga tuan Barto tak bisa mengendalikan keseimbangan tubuhnya dan ambruk, "Jangan pernah kau sebut istriku dengan mulutmu itu, karena dia jauh lebih mulia dari segalanya." Liyon berkata dengan sangat marah.


Liyon tersenyum berjalan mendekati tuan Barto "Harusnya kau masih ingat dengan apa yang pernah aku katakan dulu, kalau aku tak suka menyentuh wanita bekas orang." ucap Liyon menekankan kata wanita bekas dengan senyuman mengejek.


"Istriku adalah wanita suci dan bersih, dan yang jelas hanya aku saja orang menyentuhnya serta membuatnya hamil. Jadi jangan pernah kau samakan dia dengan putrimu itu." Liyon jongkok dan menekan rahang tuan Barto dengan kuat.


"Ingat ini, jangan bikin masalah dengan ku atau menyentuh orang - orang ku karena aku akan menghancurkan mu sampai habis jika sampai aku tau semua ini adalah ulah mu atau orang - orang mu." ancam Liyon lalu berdiri meninggalkan tuan Barto.


"Tangkap semuanya tanpa tersisa, dan hancurkan yang berani menghalangi." perintah Liyon untuk menangkap semua orang yang diikat oleh Lira dan Yuniar termasuk 4 orang yang dari tadi diminta oleh Lira.


"Oh iya, aku akan membalas semuanya yang terlibat tanpa terkecuali, jika sampai ku temukan orang mu terlibat maka tunggu saja kehancuran mu." ucap Liyon pada tuan Barto sebelum dia pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah memberikan ancaman pada tuan Barto Dan membawah semua orang yang terlihat dalam kasus penculikan lira beserta yang lainnya Liyon langsung membawah Lira ke rumah sakit untuk mengobati luka - lukanya dan mengembalikan tenaga ya yang sudah terkuras habis dalam perkelahian.


...🍂🍂🍂...


"Bagaimana, apa ada masalah?" Liyon bertanya dengan rasa khawatir mengenai keadaan Lira.


"Tak ada masalah yang besar hanya luka sobek kecil di keningnya dan sudah ditangani." jawab Bagas yang telah merawat Lira

__ADS_1


"Yang lainnya tak ada masalah?" tanya Liyon lagi.


"Tidak ada, mungkin karena luka bekas operasinya belum begitu pulih jadi saat mendapatkan pukulan dia merasakan sakit yang amat sangat, namun semua baik setelah dilakukan pengecekan lewat USG tak ada masalah hanya luka lebab saja." jelas Bagas lagi meringankan rasa khawatir Liyon.


"Baiklah, terima kasih" ucap Liyon menepuk bahu bahas dan mendekati Lira yang sedang tertidur setelah mendapatkan suntikan dan pengobatan.


Liyon menatap dalam pada Lira yang berbaring tak berdaya, "Dasar bandel, selalu ingin mengatasi semua sendiri tanpa mau melibatkan aku." Liyon bernafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar, "Kakak masih saja sama seperti dulu, tak berubah. Selalu ingin menanggung semua seorang diri dan tak mau merepotkan orang lain, tapi kita kan sudah suami istri jadi jangan tanggung dan atasi semuanya sendirian." Liyon mengusap kepala Lira dengan lembut dan menggenggam tangan Lira sangat erat.


"Istirahatlah dan jangan pikirkan apa pun lagi, karena sekarang giliran ku yang akan bertindak. Dan akan ku pastikan aku membalas mereka semua sesuai dengan apa yang telah kamu dapatkan sayang." Liyon berdiri dan meninggalkan kecupan di kening Lira lalu pergi keluar.


"Jaga dia dan jangan biarkan siapa pun masuk tanpa seijin ku." perintah Liyon pada kedua anak buahnya yang berjaga didepan pintu kamar rawat Lira.


"Sudah kau tanyakan pada mereka siapa saja yang terlibat dan siapa yang telah memerintahkan mereka untuk melakukan penculikan itu?" tanya Liyon melalui panggilan telepon sambil berjalan keluar dari rumah sakit.


"Lakukan apa saja sampai mereka mengaku." sambung Liyon lagi lalu mematikan sambungan teleponnya.


...🍂🍂🍂...


"Tuan Farid bagaimana?" tanya Warti saat melihat Farid masuk kedalam rumah.


"Ya semua bisa diatasi." jawab Farid melewati Warti dan berjalan menuju ke kamarnya.


Meli yang melihat suaminya datang dengan wajah lusuh dan juga bingung merasa bersalah dan ingin membantu, "Mas bagaimana dengan mbak Lira dan mbak Yuni?" tanya Meli sambil menatap Farid yang lesu.


Farid menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan dari Meli, Farid duduk ditepi ranjang menatap Meli penuh dengan pertanyaan. "Sayang mereka semua selamat dan tak ada masalah." jawab Farid kemudian menunduk memegangi kepalanya.


"Maafkan aku mas, aku tak tau siapa mereka tapi sepertinya mbak Lira dan mbak Yuni mengenal mereka. Dan sedikit yang ku ingat kalau wanita itu menuduh mbak Lira merebut calon suaminya." ucap Meli pada akhirnya memberitahukan.

__ADS_1


Farid menatap Meli dengan tatapan meminta penjelasan lebih detailnya lagi, yang akhirnya Meli menceritakan semuanya mulai dari awal kali mereka tabrakan dengan seseorang hingga berakhir diculik dan melihat Lira disiksa serta semuanya dilecehkan sampai terjadi tragedi yang dialami oleh Lira dan Yuniar juga Ferdi yang berusaha menyelamatkan Arlin yang disandera sebagai ancam untuk mempersempit gerakan Lira dan juga dirinya agar tak melawan lagi.


Farid yang mendengar cerita dari Meli merasa kaget karena tak menyangka kalau dalang dari semua itu adalah Yusnia. Farid berfikir sangat lama untuk mencari masalahnya apa sampai Yusnia nekat melakukan semua hal yang sangat menyusahkan dirinya sendiri.


"Mas, apa mas tau siapa wanita - wanita itu?" tanya Meli khawatir karena Farid diam tak bersuara setelah mendengarkan cerita dari dirinya.


"Ya, dia adalah mantan sekretaris dan juga tunangan Liyon. Sudah kamu gak usah khawatir, sekarang aku akan memberi tau Liyon masalah ini karena kami sedang mencari tau siapa dalang dibalik penculikan kalian dan apa motifnya." jawab Farid menenangkan Meli.


"Iya kalau begitu cepatlah mas Farid kasih kak Liyon." ucap Meli menyuruh agar farid segerah memberi tau Liyon.


"Baiklah, kamu baik - baik di rumah mas mau memberi tau Liyon siapa dalang dibalik semuanya." ucap Farid dan langsung keluar rumah dan melajukan mobilnya menuju ke rumah Liyon.


Begitu sampai di rumah Liyon Farid langsung berjalan menuju ke ruang kerja Liyon, "Liyon,,," Farid menatap liyon yang sudah siap mau pergi keluar.


"Hem kenapa kok buru - buru kesini? Aku gak mau merepotkan kamu." ucap Liyon menatap Farid sambil mengenakan jaketnya.


"Kau mau kemana?" Farid menatap Liyon bingung.


"Liyon kau sudah siap? Loh Farid kenapa di sini?" satria yang datang mau menjemput Liyon kaget mendapati Farid.


"Kalian mau kemana sebenarnya, kenapa tak memberi tau aku?" Farid bertanya dengan nada tak sabar.


"Kami mau melakukan perburuan. Dan kami tak ingin melibatkan kamu karena anak dan istrimu pasti membutuhkan mu." jawab Satria.


"Apa - apa'an kalian. Anak dan istriku masih baik dibanding dengan anak dan istti kalian. Aku ikut, dan aku datang ke sini karena ingin memberi tau siapa dalang dibalik semua kejadian penculikan tempo hari karena akhirnya Meli mau buka suara dan menceritakan semuanya." jelas Farid dengan tak sabar dan juga kesal pada kedua temannya itu, apa lagi Liyon yang sudah dianggapnya sebagai saudara.


"Benarkah, siapa?" tanya Satria dan juga Liyon bersamaan dengan tak sabar ingin tau.

__ADS_1


"Ajak aku dalam perburuan akan ku kasih tau siapa orangnya." jawab Farid memberi syarat, dan Liyon sama Satria saling lihat yang akhirnya Farid pun bergabung.


Setelah tau siapa orangnya mereka bertiga melakukan perundingan dan membuat rencana untuk membalas semuanya sesuai dengan apa yang akan mereka dapatkan nanti. Rencana mereka bertiga tak melibatkan orang lain selain ke tiganya dan bintang utamanya adalah Liyon sendiri.


__ADS_2