Berondong Nakalku Seorang President

Berondong Nakalku Seorang President
Istri yang bikin candu


__ADS_3

Dalam pesta Lira dan Liyon malam itu semua orang sangat bahagia dan pesta itu selain mengenalkan Lira sebagi istri sah Liyon juga mengenalkan putra tunggal Liyon dan Lira yang bernama 'Ferdinan Putra Song Wei'. Pesta itu disiarkan secara live dan diliput oleh banyak media, Liyon dan Lira terlihat sangat bahagia bersama dengan putra mereka yang tak kalah dengan sang papa terlihat sangat gagah juga tampan.


"Mari kita mulai acara malam ini dari awal, yaitu acara pernikahan ulang antara tuan Liyon dan nyonya Lira yang keduanya telah terpisahkan selama 6 tahun lamanya dan sekarang bertemu lagi untuk melangsungkan pernikahan meraka untuk yang kedua kalinya." ucap MC dan semua hadirin bertepuk tangan dengsn meriah.


"Bagaimana, apa kalian sudah siap?" ucap ayah Lira yang mau menikahkan mereka berdua.


"Siap." jawab Liyon dan Lira serempak.


Setelah menyelesaikan semua prosesi pernikahan Liyon dan Lira telah dinyatakan sebagai pasangan suami istri yang sah baik dimata hukum dan negara. Terlihat raut wajah bahagia antara kedua mempelai dan juga keluarga. Terutama Liyon yang merasa legah karena telah memiliki Lira seutuhnya.


Ucapan selamat dari seluruh teman dan mitra bisnis Liyon silih berganti, Lira sampai capek menyalami semua orang yang seakan tak ada habisnya. Dan dibalik kebahagian pesta malam itu ada juga orang - orang yang merasa kesal dan juga marah bahkan sakit hati dengan digelarnya pesta pernikahan malam itu antara Lira dan Liyon, dan orang - orang itu adalah Santo, Denis, Yusnia, Niyang dan juga Rian.


"Ya mari kita ucapkan selamat pada kedua mempelai malam ini, dan kita doain agar mereka segerah diberikan anak kedua untuk memeriahkan rumah tangga mereka berdua." ucap MC di acara malam itu.


Acara malam itu sangat meriah dan juga sangat berkesan bagi Lira, karena begitu banyak kejutan yang diberikan oleh Liyon kepadanya. Mulai dari acara pesta yang begitu megah dan meriah, masih banyak kejutan yang lainnya yang diberikan oleh Liyon untuk Lira yang berupa hadiah pernikahan, hadiah atas kelahiran anak pertama mereka, hadiah telah menjadi ibu dan juga istri hebat, dan masih banyak lagi, hingga sebuah c*uman yang begitu mesrah juga dalam yang terasa sangat manis bagi Lira.


"Kita menginap di sini malam ini sayang." ucap Liyon membawah Lira masuk kedalam kamar yang dulu pernah Lira masuki saat dia tiba - tiba sakit setelah pesta berakhir ditengah malam. Dan kini kamar itu telah dirombak menjadi kamar pribadi bagi mereka berdua dan hanya merekalah yang bisa menempati kamar itu.


"Liyon ini kamar yang dulu?" tanya Lira yang merasa familiar dengan kamar itu juga baru karena banyak yang berubah dari kamar itu.


"Iya ini kamar yang dulu, hanya saja sudah dirubah menjadi kamar pribadi khusus kita untuk selamanya." jawab Liyon menekan remote dan atap kamar itu terbuka menampakkan pemandangan langit malam bertabur bintang yang indah serta sinar bulan yang sangat cantik. Sehingga walau tanpa menyalakan lampu kamar itu sudah terang dengan sinar langsung dari bulan yang memberikan penerangan malam ini.


"Ya ampun, cantik sekali. Ini jadi seperti tidur di alam luar secara langsung." ucap Lira yang merasa terpukau, dan Liyon tersenyum menatap Lira yang terus saja merasa senang dan takjub dengan suasana malam yang indah.


"Iya, cantik sekali sama seperti kecantikan istriku malam ini." ucap Liyon memeluk Lira dari belakang.


"Ayo kita mandi dulu" ajak Lira yang langsung melesat masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


"Liyon, kita jadi seperti mandi di alam terbuka." ucap Lira dengan senyum yang mengembang saat Liyon ikut masuk kedalam kamar mandi.


"Iya, dan seperti kita sedang melakukan hubungan suami istri di alam terbuka. Aku sangat mencintaimu sayangku." ucap Liyon langsung merengkuh tubuh Lira yang kini telah polos, Liyon menikmati bibir Lira dan juga menikmati membelai kulit punggung Lira yang halus.


"Eh, Li-Liyon jangan di sini dong Auh." Lira telah telat dan kalah cepat dengan Liyon yang sudah mulai ter*ngsang dan ingin segerah menikmati melahap istrinya itu.


Setelah mereka melakukan hubungan suami istri di kamar mandi sambil mandi, Liyon melakukannya lagi di tempat tidur hingga 3 ronde, namun itu seakan tak bisa memuaskan hasrat dari sang Liyon yang sudah mulai kecanduan oleh istrinya sendiri.


"Liyon sudah capek, aku tak sanggup lagi. Kita istirahat dulu." ucap Lira ingin menghentikan Liyon yang masih aktif bergerak diatas tubuh Lira.


"Iya sebentar lagi sayang, sedikit lagi. Aku amat sangat menyukaimu istriku, belahan jiwaku yang tersayang dan tiada duanya." ucap Liyon mengstimulasi Lira agar bersemangat dan tak mengeluh lagi dengan ulahnya yang membuat Lira bekerja keras hingga pagi tanpa henti.


Liyon seolah - olah sedang kalap dia melakukan hubungan suami istri dengan Lira hanya istirahat 30 menit disetiap selesai pelepasannya seolah - olah tak ada hari esok, sehingga karena ulah Liyon itu membuat Lira pingsan karena kelelahan di malam pertama setelah pesta pernikahan mereka.


Liyon yang melihat Lira pingsan karena kelelahan merasa kasian, namun Liyon tak bisa memungkiri kalau dia selalu saja berhasrat setiap kali berhubungan dengan Lira. Bagi Liyon Lira sudah mirip dengan narkoba untuk dirinya.


"Selamat istirahat sayang, maaf aku telah membuat mu kelelahan. Tapi aku selalu tak bisa mengendalikan diri jika berhubungan dengan dirimu." ucap Liyon yang telah mendekap Lira.


"Terima kasih ya sayang telah mau dan sudi menerima aku sebagai suami mu dan juga melahirkan Ferdi untukku." bisik Liyon lagi dan makin mengeratkan pelukannya pada Lira.


Keesokan paginya Liyon membawah Lira pulang ke rumahnya yang di sana sudah ada orang tua Lira yang dari semalam menginap di mansion Liyon dan sedang berbincang dengan orang tua Liyon serta keluarga Liyon yang lain


"Mama,,, apa mama sudah bikin adik untuk Ferdi? karena nenek Li bilang kalau kemaren mama sedang bikin adek untuk Ferdi." ucap Ferdi begitu dia melihat Lira datang.


"Sayang itu adalah urusan orang dewasa jadi anak kecil tak boleh ikut campur." jawab Lira sambil menggendong Ferdi.


"Tapi mama, Ferdi ingin dibuatkan adik perempuan supaya bisa Ferdi jaga dan lindungi." jawab Ferdi memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Tenang saja sayang, nanti papa buatan setiap hari untuk kamu." jawab Liyon mengusap kepala Ferdi.


"Papa apa Ferdi sudah bisa memanggil papa ditempat umum?" tanya Ferdi dengan tatapan polos pada Liyon.


"Tentu sayang, kamu bisa memanggil sesuka kamu sekarang." jawab Liyon mengecup pipi Ferdi.


Lira yang ikut bergabung duduk dengan semua orang merasa sangat senang melihat orang tuanya berbincang dengan akrab sama orang tua Liyon. Dan Lira tak menyangka orang yang dulu sangat menentangnya kini justru dia adalah orang yang sangat mendukungnya.


Dan setelah kegiatan seharian bersama dengan keluarga besarnya Lira kembali ke kamarnya untuk istirahat, dan Lira membawah ferdi untuk tidur bersama demi menghindari Liyon yang akan kalap lagi.


"Loh, sayang Ferdi tidur bersama kita?" tanya Liyon saat dia masuk kedalam kamar sudah ada Ferdi diantara Lira.


"Iya karena dia ingin tidur dengan ku katanya." bohong Lira pada Liyon.


"Eh, Liyon jangan ada Ferdi." cegah Lira saat dia merasa Liyon mendekatinya.


"Kenapa? bukankah kita juga pernah melakukannya walau ada Ferdi waktu itu?" bisik Liyon dengan senyum nakal.


"Tidak, jangan sekarang aku capek. Kenapa kamu seolah tak ada lelah dan bosannya melakukan itu." kesal Lira pada Liyon.


"Tidak sayangku, aku tak akan pernah lelah atau bosan melakukannya jika itu bersama dengan mu. Karena kamu bagikan candu yang memabukkan bagi ku." bisik Liyon yang mulai tidur memeluk perut Lira.


"Liyon.!" Lira memanggil dengan nada ditekan saat tangan Liyon bergrilnya menyusup masuk dibalik baju Lira.


"Iya, iya sayang aku tak akan melakukannya hanya akan tidur." jawab Liyon mengeluarkan lagi tangannya setelah berhasil meremas sebentar saing kenyal milik Lira.


"Sabar ya senjataku nyonya lagi lelah, besok kita tempur lagi dan kota hantam dia dengan ganas." gumam Liyon dalam hati dan menutup matanya sambil memeluk Lira dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2