CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
114. Target utama


__ADS_3

*Bagi readers, minta kasih bintang 5 pada karya ini yaaa... Jangan lupa kasih vote juga. 😂😂😂 ini Author nulis di rumah mertua lhoo 🤣🤣🤣 setidaknya kalau gak bisa kasih bunga, boleh dikasi kopi aja ☕ Nulis sambil sembunyi-sembunyi.


Namanya Jendra, seorang mahasiswa yang kebetulan berasal dari keluarga sederhana. Mendapat Sistem Kekayaan Hacker enam bulan lebih dulu dibanding Aura. Dia salah satu peserta yang ditangkap Tuan Hacker karena mencoba kabur dari misi level ketiga.


Jendra mendapat misi untuk hacking mafia numero uno di Italia. Namun nahas, dia terdeteksi oleh para mafia tersebut. Sehingga menjadi bahan buruan oleh para mafia tersebut. Hal ini membuat dia terus bersembunyi dan bersembunyi. Sialnya lagi, dalam masa persembunyian, Tuan Sistem ikut memburu dan menangkap Jendra yang sudah lama mangkir dari misi.


Saat ini, demi misi penyelamatan anggota hacker yang bernasib sama dengannya, terpaksa dia mengorbankan satu orang yang selalu dicari oleh Marcell. Dia tidak tahu apa alasan gadis yang terlihat dalam ponselnya ini menjadi target. Namun, yang dia tahu bahwa gadis di dalam foto adalah hacker yang menjadi Target Utama-nya agar bisa lepas dari Sistem tersebut..


Gadis ini begitu lihai dalam melarikan diri. Sudah beberapa kali mencoba untuk tetapi selalu saja berhasil melepaskan diri. Padahal tinggal sedikit lagi, Aura malah lepas saat berhasil dikepung. Meski hampir frustrasi, Jendra tetap mencoba untuk duduk stay tak jauh dari rumah kos Aura, setiap hari.


Jendra menjanjikan bahwa dalam satu bulan akan segera menemukan orang yang diminta oleh Marcell itu. 'Lebih baik mengorbankan satu orang yang tidak dikenal, untuk menyelamatkan enam lainnya, termasuk aku,' batin Jendra.


💖


Beberapa minggu kemudian.


"Kanda, aku ingin mengambil benda penting dulu ke rumah kos."


Reza berpikir sejenak. Wajahnya terlihat cukup keberatan dan tidak setuju. "Mau ambil apa?"


"Aku ingin mengambil laptop. Aku ingin melakukan sesuatu dengan benda itu."


Reza memperhatikan Aura dengan seksama. Melihat istri yang sudah merawatnya dengan penuh cinta. Reza masih teringat bahwa Aura sedang dicari oleh seseorang yang tidak mereka kenal.


"Kamu gunakan laptopku saja!"


Aura menggeleng. "Dalam laptopku, ada kunci rahasia Sistem yang ingin kususup. Aku ingin mencoba memperbaiki sistem bisnismu yang telah aku rusak."

__ADS_1


Reza memang teringat akan beberapa bisnisnya yang belum bisa kembali bekerja dengan normal. Namun, dia memiliki rencana tersendiri dengan itu semua. Kondisi Reza saat ini sudah jauh lebih baik. Hubungan mereka berdua pun jadi semakin romantis.


Reza berjalan ke arah Aura yang sedang duduk di kursi meja makan. Dia memeluk Aura dari belakang. "Jika Kamu pergi ke sana, aku ikut," bisiknya mencium pipi Aura.


Secara refleks, Aura menatap ke arah suaminya dan bibir mereka bertemu. Reza langsung menangkap c*uman tersebut. Ini sudah jadi makanan mereka sehari-hari.


"Aaaah, aku ingin lebih," bisik Reza di sela c*uman p*nas di antara mereka sambil menyentuh titik sensitif milik istrinya. Sekitar leher Aura sudah dipenuhi oleh bekas merah akibat ulah sang suami. Aura memberi kode 'jangan' mengingat dokter selalu mengingatkan agar tidak melakukannya, setelah luka operasi tersebut benar-benar dinyatakan membaik.


Usai aktifitas c*uman p*nas itu Aura membelai pipi Reza. "Aku bisa menjaga diri dengan baik. Kanda cukup menyelesaikan pekerjaan kantornya di sini. Aku juga harus memperbaiki laptopku yang dulu telah Kamu rusak kan?"


"Oh, jadi belum diperbaiki? Bawa ke sini saja! Biar aku kasih antivirus-nya. Karena itu buatanku sendiri, sehingga aku bisa memperbaiki kerusakannya."


Mata Aura semakin berbinar melihat ketangguhan suaminya dalam dunia IT ini. Aura mengangguk. "Kalau begitu, Kamu cukup menungguku di sini! Aku akan kembali secepatnya."


Aura kembali mengenakan aksesoris penyamaran. Berjaga-jaga untuk menghindari sesuatu yang tak diinginkan. Setelah dirasa cukup tertutup, dia bersiap untuk berangkat.


Aura membelai pipi Reza, dan menganggukan kepalanya. Mencium bibir Reza di balik masker yang menutupi wajahnya. Aura berangkat, diiringi tatapan panjang suaminya.



Reza menyentuh kembali bekas luka yang hampir pulih. Aura benar-benar merawatnya dengan seksama dan penuh kehati-hatian.


"Kamu harus kembali dengan selamat!" Lalu Reza menekan-nekan layar datar pada ponselnya.


Aura menelusuri gang sempit dari arah sebaliknya seperti beberapa waktu yang lalu. Aura kembali masuk dari arah pintu belakang. Kali ini semua mata memandang gadis itu berpenampilan serba hitam dan begitu tertutup.


"Siapa?" tanya salah satu dari mereka, terheran.

__ADS_1


Aura membuka kunci pintu kamar dan membuka maskernya. "Ini aku," ucapnya.


Beberapa orang mendekat. Salah satunya mendorong Aura hingga gadis itu tersandar pada dinding. Menarik topi yang dipakai oleh Aura. Mata mereka terbelalak melihat bekas merah yang mulai menghitam menjadi hiasan di leher gadis itu.


"Lama menghilang, ternyata datang-datang sudah kayak maling begini." Bibir gadis itu tersenyum miring dengan wajah menatap Aura dengan remeh. Pandangan gadis itu nanar pada leher Aura yang dipenuhi oleh tanda kepemilikan dari seorang pria.


"Laris jualannya ya? Ternyata beasiswa yang Kamu terima tidak bisa mencukupi kebutuhanmu? Hah, donatur beasiswamu sungguh bodoh telah memberikan fasilitas tersebut kepada wanita mura han sepertimu."


...plaaak...


Tangan Aura mendarat pada gadis yang selalu memusuhinya ini. "Jika Kau tak tahu apa-apa, lebih baik Kau diam saja!" Mata Aura membulat menantang gadis itu.


...greeep...


Tangan gadis itu menarik rambut panjang milik Aura. Sehingga kepala Aura terteleng karena tarikan tersebut. Aura tidak kehabisan akal, mengaitkan kakinya pada gadis tersebut hingga dia terjungkang. Aura ikut jatuh menimpa lawan yang selalu menjelekannya dari belakang ini.


"Kau pikir, dirimu ini siapa? Berani-beraninya menilai tanpa pernah mencoba untuk mengenalku lebih lanjut?" Aura pun menarik rambut gadis itu hingga dia terlihat kesakitan.


...plaaak...


Kali ini pipi Aura yang mendapat tamparan. Aura pun membalas dengan tak kalah sengit. Dia duduk di atas pangkuan gadis itu, menampar wajahnya kiri kanan bergantian. Warga kosan yang melihat akhirnya menarik Aura. Kedua pipi gadis itu telah merah karena bekas tamparan tersebut.


"Bagaimana 'Kakak'? Kekuatan wanita mu ra han yang kamu katakan ini? Fantastis bukan?"


Aura membuka pintu kamarnya. Tak berapa lama dia keluar dan mengunci pintu itu kembali. Tanpa mengatakan apa-apa dia, segera menuju area belakang kosan tersebut. Karena merasa kesal, dia melupakan belum menutup wajahnya.


Aura segera menelusuri bagian belakang menuju ujung gang yang satu lagi. Melihat sosok Aura telah muncul, tampak seseorang mengikuti langkah Aura di belakang. Aura menuju ke arah jalan raya, masih diikuti oleh orang tersebut.

__ADS_1


Aura mulai menyadari ada yang mengikuti pergerakannya. Dengan langkah cepat, Aura segera mencoba meninggalkan area tersebut. Semakin cepat langkah Aura, semakin cepat pula langkah orang yang diam-diam mengikutinya itu.


__ADS_2