CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
92. Mendadak bayi


__ADS_3

Author sengaja up saat buka 😅😅🤣🙉


Namun, ada satu tangan yang tengah memegang paha putihnya. Aura terkejut langsung manarik tangan itu dan menguncinya. Namun, celana yang belum terpasang, membuat gerakannya terhambat dan akan terjatuh.


Suaminya, Kanda Reza dengan cekatan menangkap Aura. "Dinda, Kamu lagi apa?" tanya Reza sedang fokus melihat paha yang selalu disembunyikannya ini.


Tangannya mulai liar mengelus-elus kulit putih itu. Aura merasa geli, dan ada perasaan aneh karena perbuatannya ini. Dia menyibak tangan nakal dan kabur masuk ke dalam kamar mandi. Reza melihat semua yang dilakukan istri yang masih gadis tersebut. Semua terpampang nyata di balik kaca transparan. Bahkan dia menyaksikan sang istri membersihkan seluruh tubuhnya saat mandi tadi.


Dia terbangun saat Aura bergerak menuju kamar mandi. Memperhatikan setiap gerak-gerik Aura yang melepaskan pakaian satu demi satu. Netranya, tak putus melihat seluruh isinya yang terekspose nyata dari balik dinding kaca. Sang istri seperti kerajinan melihat bath up dan berendam di dalamnya. Dia tidak menyadari bahwa sepasang mata terus mengawasi aksi di dalam kamar mandi ini.


Reza berulang kali menelan saliva melihat itu semua. Melihat setiap lekuk dan benda yang dimiliki oleh istrinya. Setelah Aura menyelesaikan aktifitas di kamar mandi, Reza segera pura-pura tidur kembali di dalam selimutnya. Aura mengendap-endap mengambil pakaian dari dalam tas miliknya.


Secara diam-diam, memperhatikan apa yang dilakukan oleh Aura. Dia menyorongkan kaki satu per satu untuk masuk ke dalam celana joger di dalam kamar mandi. Sebuah senyuman jahil, tersungging di bibirnya.


'Dia pasti tidak menggunakan dalaman. Aroma wangi tubuhnya membuatku ingin sekali jadi drakula meng h*sap le hernya. Aaah, apa ini? Apa aku masih sanggup untuk menunggu waktu berbuka? Sepertinya tidak. Dia sungguh menggoda iman.'


Aura keluar dari kamar mandi. Melihat Reza yang terus memperhatikan setiap gerak-geriknya. Tanpa mengatakan apa-apa, Aura mengambil bebek yang terbuat dari gulungan selimut tadi. Melepaskan ikatan dan kembali menjadi selimut yang lembut.


Aura berjalan menuju sofa empuk yang yang ada di pojok kamar. Dia naik ke atas sofa itu, tanpa bicara dia membaringkan diri di atas sofa. Reza berjalan ke tempat istrinya ini. Menyuruh Aura bergeser untuk memberikan tempat padanya.


"Pergi sana! Aku kan sudah mengalah untuk tidur di sini! Kamu jangan ke sini juga!" Aura mengusir suaminya.


"Gak mau jika tidak ada Kamu. Oleh sebab itu, aku juga akan menemanimu tidur di sofa sempit ini. Ini akan lebih enak lagi. Membuat tubuh kita menempel dengan sempurna."


Aura segera duduk dengan kesal. Dia merasa ingin mencakar suaminya ini gara-gara sikapnya yang sudah mengganggu ketenangan batinnya. Dengan perasaan kesal dia melangkah naik ke kasur yang besar dan empuk. Reza mengikuti bagai bebek yang mengekor ingin memeluknya dari belakang.


Aura mengambil posisi di pinggir. Reza menyuruhnya untuk sedikit bergeser. Dia ingin di pinggir juga, tepatnya di sebelah sang istri. Aura mulai kehabisan kesabaran, akhirnya marah-marah tidak jelas menghentakan kedua kakinya seperti bayi yang sedang mengamuk.

__ADS_1


"Apa lagi sih? Kamu bisa tidur di sebelah sana saja!" bentaknya menunjuk sisi kosong yang begitu luas.


Reza menggeleng. "Aku mau di samping Kamu!"


Aura menggaruk kepalanya dengan kasar.."Kan bisa di sana? Di sana kosong! Malah milih sempit-sempitan mepetin aku."


"Aku ingin tidur sambil meluk Kamu!" Tetap membaringkan tubuhnya sebelah Aura, di pinggir kasur. Aura berguling ke arah kosong. Reza ikut beringsut mengikuti gadis itu.


"Kenapa lagi siih??"


Reza merentangkan tanganya. Menyuruh Aura masuk ke dalam pelukannya. Aura ragu dan menggeleng. "Tidak boleh menolak permintaan suami!" ucap Reza.


"Tapi jika suaminya kayak Kamu, tentu saja boleh?"


Reza menggoyangkan telunjuknya. Memberikan tanda-tanda bermakna tidak boleh. Tangan kirinya kembali memberi kode agar Aura masuk tidur atas lengan kanannya. Aura teringat ciu man panas yang tadi membuatnya takut. Ciu man yang membuat bibirnya seperti jontor ulah sang suami. Tampak suaminya itu masih memberi aba-aba yang sama.


"Buruan!"


"Ka-Kanda, kok bisa ada ototnya? Bukan kah jantungan? Orang jantungan kan dilarang keras untuk olah raga berat."


"Sebelum-sebelum ini aku rajin renang. Soalnya renang adalah olah raga yang bagus buat jantungku." Reza mendekap Aura di dalam pelukan.


Kedua mata mereka saling bertautan. Aura menatap wajah putih pucat sang suami, baru menyadari ketampanan sang suami. Namun, baginya Aksa jauh lebih tampan. Reza mengelus pipi Aura. Mukanya sudah bersih dari sentuhan make up.


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Terserah Kamu mau percaya atau tidak," ucap Reza.


"Mau bilang apa?"

__ADS_1


"Aku akan merebut hatimu! Aku tahu, Kamu belum mencintaiku. Tapi aku janji, akan membuat hatimu sepenuhnya menjadi milikku."


"Kita lihat aja nanti!" cibir Aura.


Reza mendekap Aura semakin lekat. Reza merasakan dua bola kembar milik Aura yang tidak mengenakan br*a, membuat sensasi tubuhnya sedikit mengejang. Dia merasakan reaksi tak biasa di bawah sana. Beberapa kali dia pernah mencoba untuk melakukan 'itu'. Akan tetapi, dia sudah kehilangan kesadaran sebelum memulainya dengan sang pacar. Perasaan aneh semakin memuncak membuatnya melepas Aura dari dekapan.


"Kamu tidur aja! Aku ada urusan di belakang!"


Aura berguling dengan senang hati, karena merasa bebas. Memasukan diri ke dalam selimut dan memejamkan mata. Dia tidak memedulikan apa yang dilakukan suaminya di dalam kamar mandi.


💖


Pagi hari, Aura terbangun. Ada sesuatu berada di dalam bajunya. Saat sadar, ternyata Reza tidur pulas sambil memeluknya dari belakang. Salah satu tangannya mendekap perut Aura di dalam pakaian.


'Apa yang dilakukan pria mesum ini saat aku tidur? Kenapa tanganya ...? Aih, jangan-jangan dia ...?'


Aura mengintip lewat kerah kerah kaos itu. Dia memang tidak mengenakan dalaman, karena memang tidak membawa satu pun benda itu. Dengan perlahan ia melepaskan dekapan Reza. Aura bangkit dan mengikat rambutnya tinggi-tinggi. Mondar-mandir memikirkan apa yang terjadi tadi malam. Namun dia tidak merasakan apa-apa karena memang terlelap merasa lelah yang luar biasa.


Dia meraba-raba seluruh bagian tubuhnya. 'Dosa apa aku hingga memiliki suami mesum kayak dia. Miris kali nasibku, menikah dalam usia muda. Jika aku hamil, bagaimana dengan studiku? Apa nasibku akan segera berakhir, setelah ini?'


Aura akhirnya memutuskan untuk menelepon Angga adiknya. Menyuruh untuk mengambilkan tas yang dibawanya dari perjalanan kemarin. Dia merasa tidak nyaman dan aman jika hanya berdua seperti ini. Setiap saat, dia dibayangi oleh terkaman sang suami. Namun, ternyata Angga sedang berada di sekolah. Peralatannya belum bisa digunakan. Sehingga dia memilih untuk menonton televisi yang tersedia.


Reza terbangun karena suara televisi dengan volume yang cukup kencang. Meraba-raba mencari seseorang yang dibelainya sepanjang malam. Ternyata istrinya memang sudah tidak ada di tempat. Dia bangkit dan duduk. Mengusap mukanya dengan kasar.


Tampak istrinya sedang menonton drama korea dari channel berbayar yang disediakan oleh hotel ini. Reza langsung mendekat pada Aura, duduk memeluknya secara tiba-tiba.


"Jangan jauh-jauh! Aku kangen!"

__ADS_1


"ck" Aura hanya bisa berdecak. Merasa bosan dan jengah atas kelakuan Tuan Mesum yang mendadak seperti bayi ini. "Apa aku tidak boleh menjauh beberapa saat saja darimu?"


"Jangan! Aku sudah candu akan aroma tubuhmu! Aku tak bisa jauh-jauh darimu, Dinda!"


__ADS_2