CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
94. Kembali ke kota


__ADS_3

SENIN GUYS, jangan LUPA bagi vote pada karya ini ya.. 😇🙏


"Abang bohong! Abang jomblo kan? Masa iya, bilang ada pacar di kosan cowok?"


Aksa menoleh kembali pada gedung kos tiga tingkat itu. Dia memang tidak pernah memperhatikan secara langsung. Dia hanya sekedar lewat tanpa menghiraukan bagian-bagian di sekelilingnya.


"Ayo ... Abang malu jika mengaku sebenarnya jomlo ya?" ucap gadis itu kembali.


"Ekhem," Aksa tercekat. "Aku beneran sudah punya pacar. Kamu jangan berharap terlalu tinggi!"


Gadis itu menyunggingkan senyum penuh arti. "Yeei, siapa juga yang hanya sekedar berharap? Jika juga pacar Abang yang sebenarnya belum terlihat, maka aku akan hadir di setiap kesempatan. Oh iya, rumah kos yang Abang bilang itu, adalah milik orang tuaku. Makanya aku tahu itu kosan cowok. Daaah, sampai jumpa!" Gadis yang tidak diketahui namanya itu, akhirnya berjalan meninggalkan Aksa yang tercengang sendiri.


💖


Aura telah mandi, dia sudah merasa sangat bosan berada di dalam kamar hotel ini. Aura memeriksa kembali pakaian dalam yang digunakan kemarin. Ternyata bau-nya sudah tidak sedap. Dari pada terjadi sesuatu, Aura membatalkan menggunakannya kembali. Akhirnya ia memilih membenamkan diri kembali ke dalam selimut dan terlelap.


Aura terbangun saat merasa geli karena ada sesuatu memggesek pipinya. Perlahan dia membuka mata, melihat wajah sang suami tepat berada di pelupuk mata. "Aaaghh!" Dia terkejut, secara refleks mendorong wajah itu.


...bruuuugh...


...dduuugh...


Terdengar suara benturan di lantai. Reza terjengkang ke belakang dan kepalanya terbentur lantai. "Aaagghh!" Reza meringis merasa kesakitan.


Aura mengintip melihat keadaan sang suami. Tampak Reza mengusap kepalanya yang terbentur tadi. Aura turun dari ranjang, dan membantu suaminya untuk segera duduk. Dia memeriksa keadaan belakang kepala sang suami. Dia ikut mengusap bagian yang mungkin jadi lokasi benturan barusan sambil meniupnya.


"Maaf ya? Salah Kanda sendiri, udah bikin aku kaget?"


Reza mengangkat alisnya. "Coba ulang!?"


"Apanya?"


"Panggil Kanda!" titah Reza.


"Kanda!"


Tanpa sadar, Reza memeluk Aura dan permisi mengecup bibir istrinya. Aura hampir saja menampol laki-laki itu. Terhenti saat dia mengingat bahwa Reza sudah jadi suaminya. Dia mengelap bekas itu dengan pakaian yang dia kenakan. Melihat kelakuan sang istri, Reza memberikan kecupan berkali-kali dengan gemas.


"Kalau Kamu hapus, aku akan beri yang lebih panas lagi. Mau?"

__ADS_1


Aura menutup bibirnya, dan menggeleng dengan cepat. Tampak mata Reza sedang tertunduk fokus melihat ke arah dadanya. Refleks dia menutup bagian itu dengan kedua tangannya. Memutar badan, membelakangi Reza. "Jangan lihat aku seperti itu! Aku merasa tak nyaman jika Kanda begitu!"


Reza yang mendengar kembali lagi kata 'Kanda' dari mulut Aura, merasa tersentuh menganggap istrinya ini sudah mulai membuka hati secara perlahan. Reza mengacak rambut Aura dengan gamas, lalu mencium pucuk kepala sang istri. Dia bangkit mengambil beberapa bingkisan dan diserahkan kepada Aura.


"Dinda, tadi aku membeli ini untukmu. Segera ganti pakaianmu. Kita akan keluar untuk jalan-jalan dan makan!"


Aura memeriksa isi bungkusan itu. Di dalamnya ternyata berisi beberapa pakaian yang cantik dan beberapa pakaian dalam. Aura memcoba mengukur cup pada br*a yang dibelikan oleh suaminya ini. Ternyata, ukurannya sangat pas. Dia teringat kembali isi lemari yang ada di kamar Reza.


"Kanda, Kamu hobi memperhatikan benda di dalam pakaian seseorang ya?"


"Maksudnya?" tanya Reza heran.


"Kenapa pakaian dalamku begitu cocok dengan ukuran yang aku pakai?"


Reza memainkan alisnya kembali. "Jadi Kamu tidak suka?"


"Bukan gitu sih. Hanya saja aku merasa heran. Kenapa bisa pas begini?"


"Aku kan punya di rumah. Punya kamu yang dulu ada di rumah. Jadi aku sudah sangat hapal nomor ukurannya."


Reza melihat tangannya yang tadi malam sibuk membelai dua milik istrinya saat tidur. Masih teringat betapa kenyalnya itu dan dia kembali terfokus ke arah dada istrinya. Aura melihat mata itu yang sudah mulai tidak beres segera menutup kembali dengan kedua tangannya.


"Aku nggak ngintip!" ucap Reza.


"Jangan melihat ke arah sini!" titah Aura.


"Lalu?"


"Keluar dulu! Biar kan aku mengganti pakaian dulu!"


"Kok gitu? Kita sudah suami istri lho? Aku sudah memiliki hak untuk melihat dan menikmati semuanya!"


"Tidak peduli! Pokoknya Kamu keluar!"


Jalan mundur ke arah Reza. Mendorong laki-laki itu dengan punggungnya. Aura tidak mau berhadapan dengannya. Dia takut pria ini memandang panjang ke arah dada nya. Reza didorong hingga keluar dari kamar. Aura segera mengunci pintu.


Dengan gerak cepat dia mengenakan pakaian cantik ini di tubuhnya. Tentu saja beserta dengan **********. Setelah semua melekat, Aura kembali membuka pintu tersebut. Melihat sisi kiri dan kanan mencari sosok suaminya. Dia melihat Reza sedang memandangi langit berdiri di balkon samping. Sembari menunggu, Aura duduk di bangku yang tersedia.


__ADS_1


Saat Reza memyadari sang istri telah berada dekat dengannya, dia merasa sangat takjub. Memandang betapa cantiknya sang istri dengan pakaian yang sengaja dipilihnya. Reza melangkah mendekat. Menunduk berbisik menangkupkan kedua tangannya pada kedua pipi Aura.


"Kamu sangat cantik, Sayang."



"Nah, sekarang kamu yang mandi!" Menyibak tangan Reza.


"Kanda!"


"Iya, sekarang Kanda yang mandi!"


Reza memainkan dagunya. "Emangnya aku bau apa?" Mengendus pakaian yang berada di tubuhnya.


"Buruan!"


"Aku itu udah berenang tadi di kolam hotel ini," ucap Reza lagi.


Aura memasang tatapan tajam pada Reza. "Ke kolam renang nggak ngajak?" Lalu mengatupkan bibirnya.


Reza melipat kedua tangan di perutnya. "Aku sengaja tidak mengajakmu! Nanti banyak orang yang melihatmu! Apalagi tidak menggunakan--ekhem-- Sudah lah, ayo kita jalan dulu!" Reza membuka tangannya menunggu tangan sang istri.


Aura bangkit dengan bibir masih mengerucut. Dia hanya melewati tangan Reza dan berlalu. Akan tetapi, sang istri salah jalan. Reza mengejar dan menariknya hingga Aura tepat menempel di sisinya.


💖


Kesokan siang, Aura kembali ke rumah orang tuanya. Suasana di sana tampak sangat kacau. Material pembangunan berada di mana-mana. Malam ini mereka berdua akan kembali ke kota seberang. Sebenarnya Aura meminta untuk tinggal di rumah orang tua barang satu malam lagi. Namun, urusan pekerjaan Reza, tak dapat ditunda. Sehingga memaksanya untuk kembali secepatnya.


Aura dan Reza berpamitan. Ayah dan Ibu tidak bisa mengantarkan mereka ke bandara. Jadi mereka semua berpisah di rumah saja. Tidak lupa, Reza berpesan kepada Gino untuk memberikan yang terbaik atas pembangunan rumah orang tua istrinya, ini.


Setelah mendarat, Aura meminta izin untuk kembali ke rumah indekosnya malam ini. Sebenarnya Reza sedikit keberatan. Dia ingin ikut ke sana untuk membantu. Namun, Abizar mengatakan pertemuan klient dan mitra kerja ini sangat penting. Mereka datang dari luar negeri. Sehingga membuatnya tidak bisa menemani Aura.


Reza sudah menawarkan agar para asisten ikut membantunya merapikan isi kamar kos tersebut. Namun, saat mengingat namanya sudah buruk di sana, membuat dia tidak ingin menambah panjang rangkaian tuduhan yang menimpa dirinya. Dia hanya membereskan benda-benda yang dirasa penting, lalu nanti Reza akan menjemputnya saat meetingnya telah usai.


Reza ingin mengantarkan Aura hingga sampai ke rumah kos. Tetapi, Aura menolak. Agar waktu tidak terbuang dengan sia-sia. Dia berjalan menelusuri gang sempit yang biasa dilewatinya.


Tiba-tiba seseorang berpakaian serba hitam, membekapnya dengan sapu tangan yang sudah dibubuhi obat bius dari belakang.


Selagi masih sadar, gadis itu mencoba untuk melawan, menendang pusaka pria itu. Dia berlari sekencang mungkin hingga hampir sampai di halaman rumah kos, matanya mulai berat, dan ....

__ADS_1


...bruuught...


__ADS_2