CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
39. Semoga baik-baik saja


__ADS_3

Security yang tadi lengah, langsung bangkit untuk memeriksa apa yang tengah terjadi.


"Siiiaaal!" umpat Aura.


Mereka segera menuruni tangga, berkamuflase bersama gelapnya malam. Terdengar serentetan langkah kaki para security yang berlari ke arah tangga darurat.


"Ayo cari! Mungkin mereka naik ke lantai atas!"


Rombongan security tergopoh menaiki anak tangga satu per satu. Setelah memastikan suasana terasa sunyi, Marcell menarik Aura untuk keluar dari persembunyian. Mereka berencana kembali keluar lewat pintu belakang. Namun saat masih berada di koridor utama, ...ceklek... lampu di dalam gedung itu mulai menyala satu persatu.


CCTV telah beroperasi dengan normal kembali. Untung saja kedua orang penyusup itu menggunakan penutup wajah, sehingga CCTV tidak dapat menangkap wajah mereka dengan sempurna.


Reza mulai bergerak mengganti pakaiannya. Dia masih memantau lewat ponsel tersebut. Mengambil kunci mobil dan segera melajukan kendaraan kesayangannya. "Kalian akan aku tangkap wahai penyusup! Kalian pikir, akan mudah memasuki Harmony Grup begitu saja, hah?"


Di dalam gedung tadi, Marcell berlari menuju pintu belakang, tempat mereka masuk tadi. Tak lama Aura menyusul namun posisinya cukup tertinggal karena kaki pendeknya tidak mampu menyamakan langkah laki-laki itu.


"Eh, itu dia!" Salah satu security mendapati Aura yang masih terlihat jelas dalam ruangan tersebut.


Kembali terdengar derapan lari dari pasukan pengaman gedung ini. Suara tersebut terdengar dari lantai atas gedung ini. "Ayo semua! Pencuri berada di koridor utama!" ucap security itu berlari mengejar Aura sambil menggunakan HT.


Aura terus berlari, dan security berlari mengejar lalu melompat untuk menangkap gadis itu. Akhirnya, kaki Aura berhasil ditangkapnya. Gadis itu terjatuh, kacamata dan topi yang dikenakan terlepas. Dia menghentakan kaki berusaha menendang tangan yang tengah menahan langkahnya.


"Kau seorang wanita?" Wajah sang security terlihat shock dan tidak percaya.


"Pencuri wanita! Pencuri wanita! Pencuri wanita!" Security tersebut terus berteriak memanggil anggotanya yang lain.


Aura yang tadinya dalam posisi tengkurap gara-gara jatuh tertangkap segera mengubah ke posisi duduk. Dia mendekatkan diri pada security, "Maafkan saya Om," ucapnya dengan nada penyesalan.


"Pencuri aja pakai minta maaf segala!" Security itu berusaha bangkit dengan langkah cepat.


Namun, gadis yang masih mengenakan masker itu menendang bahu sang security tersebut dengan gusar.


...bak ... bak ... bak ......


Beberapa kali tendangan akhirnya membuat security melepaskan kaki Aura. Terdengar suara hentakan lari dari arah tangga. Aura segera bangkit dah kembali berlari.


"Kauu pencuri! Mau lari ke mana?" Pasukan security yang telah sampai ke bawah mengeluarkan pentungan yang berada di pinggang berlari mengejar Aura.


Gadis itu mengelak dan menangkis pentungan yang akan dipukulkan kepadanya. Lalu menahan tangan security dan mendorongnya dengan sekuat tenaga ke arah beberapa kawanan pengaman yang lain.

__ADS_1


Marcell kembali, langsung menarik tangan Aura. Mengajak gadis itu berlari melewati pintu belakang. Mereka memarkirkan motornya cukup jauh dari gedung tersebut.


Saat masih berlari, sebuah mobil berhenti dekat posisi mereka. Marcell masih menarik Aura dan terus berlari. Orang yang mengendarai mobil tersebut keluar dari kendaraan dan mencegat mereka. Gadis itu terkejut, ternyata kembali menemukan Om Mesum di tempat ini.


"Mau kemana kalian? Bagaimana dengan pengamanan kami? Sangat hebat bukan?" ucap Reza, berdiri menantang dua orang tersebut.


Matanya liar melihat dua orang yang mencoba masuk ke gedung perusahaan miliknya. Memperhatikan mereka satu per satu. Satu kemungkinan seorang pria, dan terbelalak melihat yang satunya lagi. Seorang yang tubuhnya jauh lebih kecul, rambut terikat ekor kuda, mengenakan masker, dan matanya terlihat cantik.


"Oooh, ternyata ada seorang gadis ternyata?" Reza mengusap-usap dagunya mencoba menebak-nebak siapa gadis itu. Merasa mata itu sangat tidak asing baginya.


"Maling! Maling! Maling!" Pasukan security telah mengejar mereka sambil berteriak.


Membuat Marcell melanjutkan langkahnya, sembari menarik gadis kecil yang ada di sampingnya. Namun, langkahnya dicegat oleh sang pemilik perusahaan. Aura merasa heran, mengapa supir ini begitu keukeh mencegat mereka.


Marcell melepas genggamannya dari tangan Aura, membuka barel pertahanan yang dilakukan Reza. Berlari dan menumpukan kedua tangannya ke trotoar, lalu menendang dada Reza. Tubuh Reza terdorong, dan dia jatuh terjengkang. Dadanya kembali mengalami kesakitan.


Marcell kembali meraih tangan Aura. Tampak pasukan security terus berlari mengejar mereka. Karena mereka berteriak ada maling, membuat beberapa warga dan security dari perusahaan lain ikut berlari menuju ke tempat ini.


Marcell mengajak Aura berlari secepatnya menuju motor yang diparkir. Mereka segera menaiki motor itu. Warga yang mengejar mencoba membantu Reza yang sudah tak berdaya menahan kesakitan di dadanya. Dari jauh Aura melihat Om Mesum terus menekan dadanya. Dia mencurigai sesuatu yang dialami pria itu. Menebak-nebak apa yang sedang terjadi padanya.


Motor dilajukan dengan secepat kilat oleh Marcell. Aura kembali melirik ke arah belakang. Sudah banyak yang berlari mengejar mereka. Motor bergerak dengan kecepatan luar biasa meninggalkan tempat itu.


Semoga Om Mesum tidak apa-apa. Apa yang dilakukannya di tempat ini? Kenapa dimana-mana ada dia?


"Pak Reza, bertahan lah!" ucapnya mereka dengan khawatir.


Marcell dan Aura telah cukup jauh meninggalkan tempat tersebut. Untung saja tak ada yang mengejar mereka. Aura masih menebak-nebak bagaimana keadaan Om Mesum yang terlihat sangat mengenaskan.


Meski dia selalu aneh-aneh, sepertinya dia bukan orang jahat. Semoga keadaannya baik-baik saja, batin Aura.


Lalu mereka berhenti di dekat sebuah taman. Marcell berhenti dan turun dari motornya. Melihat sang pilot turun, Aura juga turut turun dari benda roda dua ini. Marcell menarik penutup wajah yang sedari tadi melekat. Namun, suasana yang cukup gelap, membuat Aura tidak dapat melihat detail wajah pria itu dengan jelas.


"Sepertinya kita terlalu meremehkan keamanan perusahaan itu!" ucapnya menyandarkan diri pada bangku taman.


"Saya tak menyangka, sistem keamanan yang dibuatnya sangat luar biasa," tambahnya.


Aura ikut duduk di bangku panjang sembari terus memperhatikan wajah Marcell. Di dalam hatinya, masih memikirkan keadaan Om Mesum yang meringkuk setelah ditendang pria ini.


"Misi saya hari ini, gagal. Kira-kira bagaimana kata Tuan Sistem nantinya ya?"

__ADS_1


Marcell kembali menegakan kepalanya. Menatap gadis itu dengan senyum simpul tersungging di bibirnya. "Apa yang kau takutkan?" Sembari membuang mukanya.


"Katanya, jika misi saya gagal, secara otomatis dana yang saya miliki akan dikurangi lima puluh persen."


Berhubung saldo yang dimilikinya saat ini telah melimpah ruah. Selama ini, dia belum pernah memiliki uang sebanyak itu. Jika dikurangi lima puluh persen, dana yang akan hilang begitu mengerikan. Saat membayangkan kehilangan 24 juta saja, dia sudah merasa sangat gelisah. Apalagi jika akan kehilangan lima puluh persen saldo yang dia miliki.


"Kenapa Kau takut kehilangan uang-uang itu? Bukankah Kau mendapatkannya dengan cara yang instan? Wajar saja hilangnya dengan cara yang mudah pula," ucap Marcell dengan dingin.


Aura membenarkan apa yang disampaikan oleh Marcell. Namun, untuk mendapatkan uang itu, dia akan melewati hal-hal berat ke depannya. Jadi wajar saja dia merasa tidak rela jika dana yang dimiliki benar-benar ditarik sebesar lima puluh persen. Aura sibuk memperkirakan berapa dana miliknya yang akan hilang setelah ini.


"Kenapa Kau hanya diam? Apa Kau merasa tidak rela, jika uang-uang itu hilang dengan mudah?" Marcell kembali menekan Aura dengan pernyataan yang begitu menyinggung perasaannya.


"Apa Kau pernah merasakan kehilangan uang sebanyak itu?" tanya Aura dengan dengan tatapan nanar.


Sombong sekali orang ini. Memang berapa kekayaan yang telah diberikan Tuan Sistem kepadanya?


Q & A:


Reader suka cerita panjang apa pendek?


>> jawab di kolom komentar yaa


Soalnya cerita ini rencana awal hanya 70 bab, jika mau cerita pendek Othor mau mengurangi intensitas UP-nya jadi 1x sehari saja. 😂😂😂


Soalnya, karya ini dibawa untuk lomba Wanita Mandiri. Kalau UP-nya ngebut, malah terlalu cepat beresnya 😂😂😂


Sementara lombanya masih hingga bulan Mei.


Jika mau panjang, Othor bisa kebut UP 2x sehari.


Namun, Othor mau bikin sekuel DETEKTIF MUDA- Cerita tentang si kembar--Anak Marni & Jimmy-- Lomba Menulis Cerita Thriller-- Batasnya bulan Juni ...


Udah senewen Othor nulis ngikutin lomba sana sini ... 😂😂😂


Ada masukan buat Othor ga ya? Kasih tips gitu, biar tulisan Othor makin ramai yang baca ... Xixixi



...*bersambung*...

__ADS_1


...Jangan lupa menekan tanda Favorit, Like, Gift, Vote, dan Komentar ya!...


...Terima kasih!...


__ADS_2