CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
120. Terima kasih


__ADS_3

Aura segera melompat turun dari kendaraan roda dua tersebut masuk ke dalam kantor polisi. Sebuah mobil sport berbelok ke area yang sama.


Seorang pria yang duduk di bagian penumpang, menurunkan drone menggunakan controller yang ada di tangannya. Setelah benda itu berada di darat, remote control diserahkan kepada Abizar.


Reza setengah berlari mencari orang yang dirindukannya. Dia memasuki sebuah ruangan mendengar pengaduan dari seorang wanita yang telah dicarinya semalam suntuk. Meskipun sang istri tak menyadari kehadirannya, Reza memeluk Aura langsung dari belakang.


"Syukur lah, ternyata Kamu baik-baik saja, Sayang."


Aura memutar tubuhnya, melihat pemilik suara dengan wajah tak kalah suram seperti dirinya. Aura langsung membalas pelukan itu, dan saat itu lah tubuhnya terasa lemas bagai tak bertulang. Akhirnya, dia merasakan lelah atas perjuangan yang dijalani seharian ini.



"Ekheeemm." Seorang polisi yang mengenakan pakaian preman telah berada di sisi mereka.


"Jadi dia lah istri Anda yang hilang, Pak Reza?"


Pelukan yang tadinya erat, mulai renggang karena gangguan yang datang dari pihak ketiga. Aura menyandarkan kepalanya pada pundak Reza. Entah kenapa seluruh tubuhnya tiba-tiba merasakan sakit. Namun, dia memilih untuk menahannya.


"Benar, Pak. Ini Aura istri saya yang diculik sejak tadi pagi."


Reza melihat Aura keadaan yang tampak sedikit buruk. Namuan, dia berusaha untuk terus terlihat kuat. Reza merangkulnya mengajak duduk di bangku yang telah tersedia. Setelah duduk, Reza berlutut menyejajarkan posisi dengan istrinya. Wajah Aura terlihat pucat dan kuyu.


Reza menangkupkan kedua tangannya pada kedua pipi milik Aura. "Apa ada yang sakit?"


Aura hanya menjawab Reza dengan memeluk Reza. Dia merasa semua tenaganya telah terkuras. Tiba-tiba dia teringat pada Abang Ojol yang sudah membantunya menyelamatkan diri. Aura melepaskan pelukannya itu. Lalu menengadahkan tangannya pada Reza.


"Ada bawa uang?"


"Untuk?"


"Bayar ojek."


Reza mengeluarkan dompetnya. Aura langsung merebut dompet tersebut, dan mengambil uang dengan jumlah yang cukup banyak. Aura menanyakan pendapat si pemilik uang dengan menggoyangkan uang tersebut di depan mata Reza. Suaminya mengangguk dan tersenyum.


"Yakin?" Aura memastikan kembali.

__ADS_1


Reza mengangguk dan berkata, "Berapa pun itu, tak akan pernah sebanding dengan apa yang telah dia lakukan. Dia telah menyelamatkan wanita yang aku kasihi. Ayo kita temui dia, aku ingin mengucapkan terima kasih secara langsung kepadanya." Reza merangkul istrinya. Namun Aura terlihat sangat lemas karena kelelahan.


Reza mendahului langkah Aura, lalu berjongkok di hadapannya. Aura tanpa rasa malu langsung naik ke gendongan itu. Aura mendekap leher suaminya.


"Hati-hati doong, nanti aku kehabisan napas bagaimana? Status Kamu bisa langsung jadi janda kembang kaya raya doong?" Reza berusaha memecah kesuraman yang melekat pada wajah Aura.


Aura menyandarkan dagunya pada pundak Reza. "Aku akan ikut ke mana pun Kamu pergi," ucapnya membelai pipi Reza.


"Cih, dulu Kamunya sok jual mahal? Sekarang mau ikut aku ke mana pun nih?" Reza mengecup pipi yang melekat di sampingnya. Aura mengangguk tak membantah karena dia benar-benar kehabisan dayap. Melihat ekspresinya ini, hanya membuat Reza menahan sesuatu gejolak.


Aaahh, kalau Kamu begini di dalam rumah, Kamu akan kubuat tak bisa tidur semalaman. Sabar ... sebentar lagi ... sabar ....


Mereka menemui pria berseragam jaket Ojol yang tampak harap-harap cemas. Aura dengan sedikit malu meminta untuk diturunkan. Setelah turun, Reza mendekap kembali Aura ke dalam pelukannya.


"Bang, terima kasih banyak atas segala pertolongannya kepadaku tadi." Aura menyerahkan sejumlah uang kepada pengendara Ojol tersebut. Disambut tatapan penuh tanda tanya oleh Bang Ojol tersebut.


"Ambil saja, Mas! Itu semua bentuk ucapan terima kasih kami. Sebagai suaminya, saya mengucapkan ribuan terima kasih sudah menyelamatkan istri saya dari pengejaran orang jahat itu."


Bang Ojol mengucek matanya, memastikan pandangannya yang tidak salah melihat. "Bukan kah Anda itu Pak Reza pemilik Harmony Grup?"


Bang Ojol tersebut mengulurkan tangannya, Reza langsung menyambutnya. "Sebelum ini saya pernah menggunakan aplikasi Anda sebagai sumber mata pencarian. Namun, karena beberapa waktu ini aplikasi tersebut mengalami masalah, membuat saya terpaksa mengganti platform ojek online yang saya gunakan."


"Jujur, saat saya menjadi driver, saya lebih suka aplikasi Ojek Online dari perusahaan Anda. Karena kami para pengemudi bisa membawa uang lebih banyak saat pulang ke rumah. Tidak seperti yang saat ini. Membuat saya harus bangun pagi buta untuk mengais rezeki, karena hanya berpatokan pada ongkos saja."


Aura memandang wajah suaminya ini. Ternyata banyak sekali hal yang tidak diketahuinya tentang Reza. Ternyata, Reza jauh dari yang dia kira saat pertama kali bertemu dulu. Sekarang, semua pandangannya terhadap pria yang mendekapnya ini telah berubah 180 derjat. Aura memeluk suaminya ini dan merasakan semakin bertambahnya rasa cinta yang dia miliki.


"Kami akan memperbaiki sistemnya dengan segera. Jika sudah oke, silakan bergabung kembali dengan kami!" Reza mengambil uang yang masih dipegang oleh Aura. Dia langsung memberikan uang tersebut ke dalam genggaman penyelamat istrinya ini.


"Nanti saya pastikan, akan menambah sistem bonus bagi driver-nya. Agar mereka semakin bahagia," tambahnya lagi.


Wajah Bang Ojol tampak terharu menerima uang yang tak sedikit itu. "Semoga semua pekerjaan Anda berkah, dan keluarga Anda bahagia," doa Bang Ojol.


Dari jauh, di pinggir jalan raya, sedang terparkir mobil sport yang terus memantau mereka. Marcell melihat kedekatan yang tak biasa antara Nona Hacker dengan pemilik Harmony Grup.


Jendra yang duduk di sampingnya memulas senyum tipis melihat ekspresi murung Sang Tuan Sistem. "Sekarang aku tahu dan semakin yakin, bahwa Kau benar-benar menyukainya. Bahkan, Kau tak bisa menyakitinya. Sebagaimana memperlakukan kami ba gai kan he wan."

__ADS_1


Marcell hanya menatap Jendra lewat ujung matannya. Lalu melihat kembali, Sang Nona Hacker digendong oleh pria yang ditargetkan menjadi korban mereka. Namun, kenapa mereka malah bisa nempel seperti itu?


"Bagaimana Marcell? Apa Kau sudah mulai terbakar melihat pemandangan ini? Bagaimana jika Kau tahu akan kenyataan yang sebenarnya?"


Marcell menatap Jendra dengan tajam. Mengeluarkan sesuatu yang terjepit di dalam jaket yang ia kenakan. Menodongkan benda hitam tepat ke dalam mulut Jendra.


Mata Jendra membesar terkesiap mendapat kejutan yang tak biasa ini. Mendorong benda itu keluar dari mulutnya. Memberi kode agar Marcell menyimpan benda itu kembali.


"Katakan apa yang Kau tahu tentang mereka. Jika Kau beri tahu padaku, aku akan memikirkan keselamatan nyawamu!"


Jendra mengangakat kedua tangannya dengan wajah pura-pura terlihat takut. "Hanya itu bujukan yang bisa Kau beri saat ini?"


Marcell melihat Aura kembali naik ke punggung Reza. Memeluk erat Reza, seakan mereka tak bisa dipisahkan oleh apa pun. Hal ini membuat Marcell semakin kesal karena dugaan-dugaan yang membuat hatinya semakin terbakar.


"Mereka bukan kelasih biasa," celetuk Jendra.


Marcell menatap Jendra dengan memberi kode untuk melanjutkan pernyataannya. Dia takut, jika dugaan itu semakin mengarah pada ranah yang semakin tak bisa ia jangkau.


"Mereka adalah pasangan dalam ikatan pernikahan."


buuuugghh


Sebuah tinju melayang dengan suara teramat memilukan.


Hai-hai ...


*Bagaimana kakak-kakak semua dengan Nona Hacker ala-ala aku? Seru apa engga ya? Hehehe ...


Aku menulis karya baru mengenai Time Traveling masuk ke dunia Novel nih, guys... Ayo mampir dan dukung juga ya?


Karya ini naskah kedua yang akan Author ikutkan pada lomba Wanita Mandiri. Sama hal nya dengan Nona Hacker ini. Ini idenya gabungan dari 3 tema. Berawal dari Legenda Dewi Penyembuh, Saat Purnama, dan kedua ide ini Author gado menjadi* Figuran Menjadi Dewi Penyembuh.


yuuukk.. mampir yuuuk... dukung yaaa


__ADS_1


__ADS_2