
Tak lama masuk sebuah pesan dari Sistem.
[Apa yang Anda lakukan Nona? Kenapa perusahaan itu yang Anda retas?]
Pada layar laptop terus saja huruf dan angka berganti tanpa henti. "Apa yang terjadi?" Aura mulai panik.
Muncul alert bahwa sistem miliknya sedang diambil alih oleh pihak lawan. Lalu Aura kembali mengirimkan serangannya. Mencoba melilit serangan virus yang masuk pada servernya.
Tiba-tiba beberapa virus bewarna merah membantunya untuk melumpuhkan serangan tersebut. Serangan balasan dari pihak lawan tidak kalah ganas. Aura kembali menggencarkan serangan dengan mengirimkan senjata pamungkas yang dia miliki.
Aura memasukan rumus 'booom' lalu dikirimkan kepada server lawan. Beberapa detik terjadi pergulatan dengan virus yang dikirim lawan. Aura menekan 'Enter' berkali-kali. Peperangan dalam jaringan ini terjadi cukup sengit.
Terdengar panggilan masuk dari ponsel Aura. Sistem meneleponnya, segera diangkat dan memasang headphone yang dibelinya di dekat kampus.
"Apa Anda mengalami kesulitan Nona?" ucap Marcell di ujung panggilan.
"Iya, ini sudah saya boom, tetap saja belum bisa menghadapinya," jelas Aura, masih melakukan serangan pada pihak lawan. "Ngomong-ngomong kenapa yang sekarang bisa melawan aku ya Tem?"
"Tem? Apa itu Tem?" suara yang di seberang terdengar heran.
"Sistem! Atau harus saya panggil Tuan Sistem? Kepanjangan!" rutuknya masih terus melawan virus-virus yang datang secara beruntun.
"Terserah Anda saja Nona. Sistem akan memandu Anda untuk mengalahkan pihak lawan kali ini. Anda ikuti arahan Sistem! Silakan tekan tombol kontrol!"
Sesuai arahan, Aura mengikuti semua panduan dari Sistem. Cukup sulit menghadapi lawan kali ini. Bahkan dia tidak menyangka akan mendapat perlawanan sengit sperti ini. Namun, hal ini malah membuat dia semakin girang dan bersemangat untuk mendalami materi hacker lebih lanjut. Dia menyadari bahwa, ternyata kemampuannya selama ini masih belum apa-apa.
"Ini adalah serangan terakhir, Sistem memastikan Anda akan menang melawan pihak musuh. Silakan tekan tombol 'Enter'!"
Sebuah virus berbentuk pusaran tornado tampak menyapu virus-virus dari pihak lawan hingga tuntas. Akhirnya CP dari pihak lawan menjadi eror karena kalah. Layar monitor Aura tertulis penuh tulisan SUCCESS.
"Yeeesss!" soraknya setelah mendapat kemenangan.
"Selamat Nona, akhirnya Anda menang dalam perlawanan dari korban hari ini!" ucap Sistem di seberang.
__ADS_1
"Ini berkat Tuan Sistem juga. Tadi, virus bewarna merah adalah kiriman dari Tuan Sistem kan?"
"Tepat sekali. Namun perlawanan tidak bisa dibantu dari personal computer yang berbeda. Jadi Sistem hanya bertugas untuk memandu Anda, agar bisa melaksanakan misi secara Mandiri." jelas Sistem.
"Kenapa kali ini korbannya melawan? Apa Tuan Sistem mengetahui siapa pemilik perusahaan yang tengah saya retas ini?"
"Pengusaha yang Anda retas ini adalah seorang Hacker juga. Dia baru merintis usaha di bidang ini. Oleh karena itu dia tergolong pengusaha level menengah sedang. Namun, dia pencipta virus dan pembuat anti virus sendiri. Oleh karena itu dia bisa melawan serangan Anda dengan tak kalah sengit."
"Untuk selanjutnya, lebih baik Anda melaporkan kepada Sistem, perusahaan mana saja yang akan Anda retas. Agar bisa dikroscek terlebih dahulu. Untuk menghindari kejadian seperti ini terulang kembali." terang Sistem.
Aura merasa sangat puas, mendapat perlawanan seperti ini. Sehingga membuat hasratnya untuk lebih dan lebih lagi menjadi semakin tinggi. "Tuan Sistem, kalau begitu saya ingin belajar membuat virus lebih intens lagi. Tolong ajari saya!"
"Dengan senang hati Nona. Asal Anda tidak berniat menghianati kami."
Tergantung ... batin Aura, menyunggingkan senyuman licik.
Akhirnya dia menghabiskan banyak waktu belajar meretas ke tingkat yang lebih tinggi. Ketika waktu beranjak tengah malam, Aura teringat akan tugasnya yang belum jadi dikerjakannya.
"Sepertinya kita cukupkan dulu. Saya harus mengerjakan tugas untuk kuliah esok."
"Baik lah Nona. Semoga sukses dan selamat malam."
Hari kesepuluh pelaksanaan misi level pertama, Aura baru saja menyelesaikan misi terakhirnya. Namun, entah kenapa gairah beberapa waktu lalu memudar begitu saja. Karena tidak ada perlawanan dari pihak-pihak tersebut.
Beberapa hari terakhi ini, berita mengenai peretasan yang semakin gencar dilakukannya,menjadi trending topik dalam saluran berita televisi. Aura merasa hidupnya semakin hari semakin terancam. Hanya menunggu hitungan waktu, kapan saja dia bisa tertangkap.
"Selamat! Anda telah menyelesaikan misi level pertama Anda dengan sempurna. Oleh sebab itu, Sistem akan memberikan Anda bonus sebesar lima juta rupiah."
Aura hanya menanggapi dengan datar, perasaan takut mengganggu pikirannya. "Oh ya, terima kasih!"
"Apa Anda tidak merasa bahagia mendapat DANA lebih banyak dari biasanya?"
"Hmm, lumayan lah."
__ADS_1
"Bersiap lah! Misi level kedua Anda yang akan dimulai esok hari Nona!"
"Hmmm, ya!"
"Misi yang akan Anda jalani esok, akan jauh berbeda dengan misi yang selama ini Anda tuntaskan."
"Lalu?"
"Kita fokus pada satu perusahaan menengah ke atas, yakni Harmony Grup. Tugas Anda ialah meretas bisnis online milik Harmony Grup satu per satu. Kita akan memulai dari bisnis yang paling baru, diakhiri dengan bisnis yang paling besar milik mereka."
"Lalu saya harus apa?"
"Menyusup pada perusahaan itu!"
"Jadi nanti misi kali ini dilakukan bukan secara Online?" tanya Aura heran.
"Nanti Anda melakukan mixing antara offline dan online. Secara offline Anda menyusup mencuri data langsung dari pusat IT perusahaan tersebut. Setelah itu hubungkan data yang beehasil Anda dapatkan kepada Sistem. Selanjutnya, Sistem lah yang akan bekerja."
"Namun, saya tidak bisa menyusup, karena saya harus kuliah. Jadwal karyawan bekerja tidak ada beda dengan jadwal kuliahku."
"Kata siapa Anda akan menyusup dalam jam kantor? Yang akan anda lakukan ialah menyusupi Harmony Grup saat semua orang terlelap."
"Apa? Malam hari? Sendiri?" jawabnya spontan karena merasa sangat terkejut.
"Nanti Sistem akan mengutus seseorang untuk menemani aksi Anda."
Wajah Aura menegang, membayangkan akan masuk ke dalam perusahaan besar sebagai pencuri di malam hari. Apalagi aksi tersebut dilakukan bersama orang yang tidak dikenalnya.
"Siapa nama orang yang akan menemani saya Tuan Sistem?"
"Dia seorang pria. Bernama Marcell!"
...*bersambung*...
__ADS_1
...Jangan lupa menekan tanda Favorit, Like, Gift, Vote, dan Komentar ya!...
...Terima kasih!...