CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
128. Pelarian berasa Honeymoon


__ADS_3

Aura keluar dan hanya terlihat berdiri menyandarkan diri pada kendaraan itu. Reza menelepon orang yang biasa mereka tugaskan untuk membersihkan villa tersebut. Tak lama, ibu paruh baya dan seorang gadis remaja datang ke tempat mereka berada saat ini.


"Mas Reza, kenapa tidak bilang sedari kemarin akan datang ke sini? Biar saya bersihkan terlebih dahulu villanya kan?"


"Ooh, kami hanya mendadak ke sini, Wak."


Wanita paruh baya tersebut melihat seorang gadis yang berusia tak terlalu jauh dari putrinya, hanya diam berdiri di dekat mobil milik Reza. "Dia itu siapa? Uwak tidak pernah melihat dia sebelumnya."


Wajah wanita itu berkerut memikirkan sesuatu yang negatif. "Apa kalian hanya berdua saja menginap di sini?"


"Ya," jawab Reza dengan singkat.


"Tidak boleh! Dilarang yang bukan muhrim bermalam berdua saja di tempat ini!"


Reza kembali melirik Aura. "Jadi kami harus bermalam di mana dong, Wak?"


"Pokoknya tidak boleh!"


"Bahkan, kami sudah tidur berdua setiap hari, Wak!"


"Apa? Kalian tidak boleh begitu! Haram hukumnya yang bukan muh---"


"Dia istriku!" sela Reza cepat agar Uwak segera menghentikan ceramahnya.


Uwak membulatkan bibirnya karena berita yang mengejutkan ini. "Ooh, sejak kapan Kamu menikah? Kenapa tidak mengundang Uwak?"


"Udah lebih dua bulan sih Wak. Hanya saja kami menikahnya di tempat dia di pulau seberang. Jadi memang tidak mengundang siapa pun."

__ADS_1


"Ooh, kalau begitu kalian mau honey moon ke sini?" Uwak terlihat mengangguk.


"Baik lah, Uwak akan segera membersihkan semuanya dan menjamin semuanya dalam keadaan bersih dan kinclong. Kalian boleh jalan-jalan dulu hingga satu jam ke depan! Nanti Uwak pastikan semuanya beres!"


Reza mengangguk lalu mendekat pada gadis yang sedari tadi ngambek. Reza meraih tangannya dan menarik Aura untuk ikut bersamanya. "Ayo makan dulu!"


Aura melepas tangan Reza. Menyuruh Reza berjalan sendirian! Sementara, dia mengikuti dari belakang. Reza berjalan kaki menuju keluar dari area villa tersebut. Villa ini lokasinya tak jauh dari badan jalan dan di sana ada warung nasi uduk.


Reza masuk ke warung yang selalu didatanginya tiap ke Villa. Aura hanya mengikuti bagai bebek dengan wajah cemberut. Memilih duduk di meja berbeda dengan suaminya.


"Waah, Mas Reza udah lama tidak ke sini? Mana yang lain?" Pemilik warung mengedarkan pandangan. Namun tak tampak wajah keluarga Reza yang lain. Dia hanya melihat satu gadis yang meja terpisah dengannya dengan muka bebek.


"Kamu sendirian aja ke sini?" Reza hanya bisa tersenyum kecut.


"Teh, nasi uduknya dua. Satu untukku, dan satu lagi untuk orang yang cemberut di sana."


Biasanya orang-orang suka sekali makan nasi uduk Teteh. Kenapa Neng yang itu kelihatan tak berselera ya?


Tak lama, tampah bahwa Reza telah menyelesaikan makan dan hendak beranjak. Teh Neneng, sang pemilik warung mencegat Reza yang hendak meninggalkan mejanya.


"Siapa gadis muda itu, Mas?"


"Istriku."


Pemilik warung menjepit bibirnya dan kembali pura-pura sibuk sembari membereskan sisa makan Reza tadi. Sedangkan Reza memilih duduk pada bangku tepat di hadapan Aura. Istgrinya hanya membuang muka.


Reza merebut sendok yang ada di tangan Aura, lalu mulai menyuapi gadis yang murung semenjak tadi. Aura menolak suapan itu dan bangkit hendak berdiri. Reza menarik Aura dan mendorongnya untuk duduk kembali. Reza kembali menyuapkan makanan meski dia tetap diam.

__ADS_1


"Iih, dibujuk atuh si Neng-nya! Jangan dingin gitu!" ucap pemilik warung yang merasa gregetan. Kembali Reza tersenyum kecut. Reza sendiri masih merasa kesal mengingat pernyataan Aura tadi kepada Stella.


"Ayo dibujuk! Kalo diem-dieman mulu nanti masalah antara kalian malah makin runyam kan berabe. Kalau ujung-ujungnya cerai bagaimana?"


Cerai?


"Ayo, makan! Buka dulu mulutnya!" Akhirnya Reza membuka suara.


Aura mendorong sendok yang disodorkan. Reza kembali menyodorkan makanan tersebut kepada istrinya. Akhirnya, perut lapar lah yang menang. Aura membuka mulut dan menerima suapan dari suaminya.


"Kamu harus makan yang banyak! Setelah ini aku akan menguras energimu!" ucap Reza.


Pemilik warung yang gregetan memperhatikan mereka tampak sangat menggemaskan, kembali membuka. "Oho, jadi kalian ini mau honey moon? Ayoo makan yang banyak dulu buat olah raga nanti!" Pemilik warung ikut bersemangat sendiri.


Mendengar hal itu, membuat wajah Aura bersemu merah. Dia mencubit pipi Reza karena merasa sangat kesal. Dia merasa tak pantas dan ini sangat memalukan jika masalah pribadi malah jadi bahan candaan.


Usai semua berhasil dihabiskan, mereka segera kembali ke Villa. Tubuh mereka terasa sangat lelah karena begadang semalaman. Villa pun telah bersih dan udaranya terasa sangat segar. Setelah Uwak yang menolong membersihkan pergi, Reza dan Aura tepar tidur hingga menjelang malam.


Aura terbangun lebih dahulu dibanding suaminya. Ternyata dia sudah berada di dalam pelukan Reza. Aura segera bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Ternyata dia terlupa membawa handuk.


Aura merasa bingung sendiri karena masih poo loos di dalam kamar mandi. Aura mengintip lewat pintu, tampak Reza masih tertidur. Dia masih merasa kesal kepada sang suami. Sehingga memutuskan mengambil pakaian bekas tadi untuk menutupi tubuhnya.


Dengan buru-buru, Aura membongkar koper, membuat Reza tersentak bangun. Melihat sang istri dengan rambut basah, hanya memegang pakaian yang menutupi tubuh, membuat laki-laki sehat itu terbangun.


Dia tahu apa yang dicari oleh istrinya. Dalam diam Reza bangkit membuka lemari. Di sana ada handuk bersih yang tertata dengan rapi. Reza mengambil dua lembar handuk lalu menaruhnya di kamar mandi.


Tanpa aba-aba dia mengangkat Aura yang belum menemukan benda yang dicari. "Benda yang Kamu cari sudah ada di sana!"

__ADS_1


__ADS_2