
Setelah beberapa waktu dibantu oleh pegawai di sana, akhirnya tirai ruang ganti dibuka oleh pegawai butik tersebut. Mata Reza terperangah melihat sosok gadis itu...
"Dinda ...?"
Rambut gadis itu sudah rapi, tidak seperti tadi. Sebagian rambut Aura terikat dengan pita besar bewarna hitam. Mengenakan dress selutut bewarna pink yang lembut. Wajahnya dipolesi make up minimalis, di mata Reza gadis itu tampak sangat manis.
'Kalau dia begini, tak akan ada yang percaya bahwa dia penjahat jaringan. Tetapi, dia adalah calon istriku,' batinnya.
"Gimana dengan Dindanya, Mas?" tanya owner butik ini menggoda Reza yang tampak terperangah akan kecantikan Aura yang telah mereka poles. Aura mengenakan pakaian yang dipilihnya sendiri. Dia sengaja memakai pakaian yang menurutnya paling sopan.
Reza berjalan mengelilingi gadis itu. "Yah, mendingan lah," gumamnya.
'Sangat cantik,' ucapnya dalam hati.
"Ambil semua pakaian yang dia pilih tadi!" Menyerahkan kartu hitam kebanggaannya.
Mata gadis itu sedikit membesar. "Nggak usah! Pakaianku sudah banyak! Ga ada tempat untuk menyimpannya lagi di kamar kos ku yang sempit."
"Kata siapa mau di simpan di sana? Nanti semuanya disimpan di rumahku!"
"Waaah, sudah serius banget ya Mas? Beberapa bulan lalu masih bawa gadis berbeda tiap ke sini. Semenjak satu atau dua bulan ini Kamu sudah tidak terlihat lagi. Ternyata sudah serius sama Dinda-nya yang ini. Malah dapat yang muda banget lagi ya?"
Aura hanya mendengar perbincangan tersebut. Memperkuat dugaannya bahwa calon suaminya ini seorang playboy yang jalan dengan banyak wanita sekaligus. Aura menatap laki-laki itu dengan tajam.
Reza menyadari sang Dinda tengah melotot padanya. "Apa?"
Aura kembali membuang muka. Setelah itu dia kembali memperhatikan pria itu. Baginya Reza tak lebih tampan dibanding Aksa. Namun dia merasa heran kenapa banyak banget yang suka padanya.
Setelah itu, semua barang belanjaan dibawa masuk ke bagasi mobil tersebut. "Dasar aneh, maunya beli mobil mahal-mahal cuma muat dua orang," decak Aura memilih masuk duluan.
Pria itu menyusul masuk ke dalam. "Tadi kamu bilang apa?"
"Oh, tadi aku bilang Kamu sangat tampan," ucapnya asal.
"Ya, aku tahu aku memang tamvan. Aura pesonaku laki-laki jantan. Uangku banyak, punya ini ... punya itu ... bla-bla-bla ...."
Aura hanya memainkan wajahnya dan mencibir mendengar pria itu terus memuji diri sendiri. Setelah Reza menyadari gadis ini asik meledek di sampingnya, Reza mengusap wajah Aura dari kening hingga dagu dengan tangannya yang lebar. Gadis itu gelagapan, dan mendorong tangan itu. Reza hanya mengulum senyum dan mengecek jadwal pertama akan bertemu siapa.
"Hmmm, klient kedua di restoran eropah. Oke kita cuuss dulu."
"Klient apaan? Klient mana yang mau kita temui?" ucap Aura heran, tiba-tiba mau diajak bertemu urusan pekerjaan pria ini.
__ADS_1
Reza hanya memulas senyum tipis. Mulai menyalakan mobil sport miliknya. Melesat sampai di tempat yang tertera. Mata Aura terpukau akan kemewahan restoran itu. Ini untuk pertama kalinya dia masuk ke restoran internesienel, eh maksudnya internasional.
Tiba-tiba, tangan Reza menarik tangan gadis itu. Lalu mengelungkan ke lengannya. Gadis itu menolak, tetapi ditahannya agar tetap di tempat yang diinginkannya. Mereka menuju ke sebuah meja yang telah dibicarakan dalam pesan chat tadi.
Klient kedua ternyata tidak sendirian. Dia tengah berangkulan mesra dengan seorang pria. Meski sedikit mengernyitkan kening, hal itu membuatnya cukup lega. Reza berdiri tepat di sisi meja yang telah disepakati. Aura masih menebak-nebak klient orang di sampingnya ini yang mana. Apakah yang laki-laki, atau yang perempuan?
"Hai, Mas. Udah lama banget kita tidak bertemu." Lalu perempuan tersebut melihat Aura dengan sedikit terkejut. "Waaah, sekarang seleramu berubah yah? Menyukai gadis yang jauh lebih muda?"
"Kamu sendiri bagaimana? Dengan siapa nih?" tanya Reza dengan santai menjabat tangan mereka berdua. Reza merangkul pundak Aura menyuruh gadis itu ikut bersalaman
"Ini calon suamiku. Jadi tak lama lagi kami akan menikah," jelasnya.
"Oh, begitu. Kebetulan aku juga akan segera menikah. Nama dia Aura calon istriku. Semoga segala rencanamu kedepan lancar hingga selesai yah," ucap Reza dengan tulus.
"Kamu juga ya?" ucapnya.
"Kalau begitu kami cabut dulu. Selamat menempuh hidup baru," ucap Reza.
"Kamu juga, selamat menempuh hidup baru!" ucap wanita yang diperkirakan oleh Aura sebagai klient.
"Itu aja?" tanya Aura.
"Ya gitu aja."
Reza memulas senyum tipis, "Pekerjaan mengurus klient kedua dinyatakan selesai."
Lalu Reza mengecek kembali catatan pada beberapa ponselnya. Aura hanya mencibir melihat kelakuan pria itu. Mengingat bahwa pria ini adalah playboy yang memiliki banyak sambungan telepon.
Hubungan dengan klient ketiga hingga kesepuluh telah dipastikan sudah berakhir. Klient kesebelas, sudah menunggu di sebuah taman kota. Kendaraan itu segera dilajukannya. Mobil sport tersebut melesat, dan segera menuju tempat yang disepakati.
Seingat Reza, klient kesebelas ini memiliki tempramen yang agak tinggi. Seorang polisi wanita berumur dua puluh lima tahun. Dia sangat mengingat wanita ini, karena memiliki profesi berbeda dengan yang lain.
Mereka terjerat hubungan cinta semenjak dua tahun lalu. Ketika Reza ditilang karena mengendarai mobilnya dengan kecepatan melebihi batas yang diberikan. Oleh sebab itu, Reza tidak ingin membawa Aura ikut menghadap wanita kesebelas ini.
"Kali ini cukup aku sendiri. Kamu menunggu di dalam mobil saja."
Tanpa menjawab sepatah kata pun, Aura membuka ponselnya yang ternyata sudah mendapat pesan dari Sistem. Aura melihat Reza sudah berjalan memasuki area taman kota. Aura segera membaca pesan tersebut.
[Selamat sore Nona Aurora Safitri. Bagaimana keadaan Anda hari ini? Semoga sudah siap menjalani misi saat ini!]
Aura kembali melihat ke arah Reza. Ternyata laki-laki itu sudah tidak terlihat lagi. Aura segera membalas pesan tersebut.
__ADS_1
^^^[Ya, malam ini saya siap untuk meretas kembali. Bisnis mana lagi yang akan kita retas malam ini?]^^^
[Sistem sangat senang jika Anda bersemangat seperti ini. Malam ini kita akan meretas bisnis belanja online milik Harmony Group. Ini adalah misi kedua dari yang terakhir.]
[Bisnis terakhir yang akan kita retas untuk esok hari adalah Pinjaman Online milik Harmony Grup.]
[Persiapkan lah diri Anda malam ini!]
^^^[Baik!]^^^
[Seperti yang telah Sistem janjikan, jika Anda berhasil meretas semua cabang bisnis milik Harmony Grup, maka DANA yang akan masuk pada akun Anda adalah sebesar Rp750.000.000,-]
[Setelah itu, bersiaplah untuk masuk level ketiga. Kita akan bermain skala internasional.]
Sementara, Reza terus mencari Klient kesebelasnya. Dia sudah mengedarkan pandangan pada segala arah. Namun, belum bertemu juga. Reza segera mencari kontak klient kesebelas. Namun, dia salah membawa ponsel.
"Ah, sial! Ketinggalan di mobil lagi?" desisnya. Dia malas untuk kembali ke mobil, memilih berkeliling untuk mencari karena dia tidak mengingat susunan angka kontak milik Klient kesebelas.
Di dalam mobil, ponsel Reza berdering. Karena Om Mesum tidak terlihat, Aura mengecek ponsel tersebut. Tertulis bahwa itu Klient ke-11.
"Banyak sekali klient yang hendak dia temui," gumam Aura mengangkat panggilan tersebut.
"Halo Sayang, lagi di mana?" tanya Klient-11.
Aura merasa heran, kembali memastikan ini adalah kontak seorang klient yang disangka rekan kerja Om Mesum. Terpaksa Aura menjawab panggilang tersebut.
"Maaf Mbak, seorang yang memiliki hape ini sedang tidak ada. Apakah ada pesan untuknya?" ucap Aura seformal mungkin.
Namun, balasan dari seberang panggilan dengan suara tegas dan ketus. "Siapa ini? Kenapa kamu memegang ponsel calon suami saya? Kamu pencuri ya?"
Aduh, apes lagi. Tiap angkat panggilan Om Mesum ini, selalu dianggap pencuri.
"Bukan, Mba. Saya hanya seseorang yang duduk di mobilnya. Yang punya hape sedang mencari seseorang di taman kota. Namun, ponselnya ketinggalan. Gituu," jelas Aura. Tanpa terdengar apa-apa lagi, ternyata panggilan telah ditutup.
"Dasar nggak sopan!" celetuk gadis itu.
Reza masih mencari-cari klient kesebelas. Namun tidak ditemukan juga. Akhirnya dia memilih untuk kembali ke mobil untuk mengambil telepon genggamnya yang ketinggalan.
...tok...
...tok...
__ADS_1
...tok...
Aura dikejutkan oleh ketukan dari seseorang di luar kendaraan ini. Aura membuka pintu tersebut, dan seorang wanita seperti melompat menarik Aura dari dalam mobil dengan kasar.