CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
60. The God of war (dewa perang)


__ADS_3

*Ini hanya fantasi Author*


Aura sadar, Sistem akan mengganti bentuk penyerangan. Dengan cepat juga dia membuat rumus baru mengganti kekuatan ksatria milik Aksa dengan 'ice.' Saat serangan air bah yang dikirim oleh Sistem, dijadikan beku oleh ksatria tersebut.


"Menarik!" Marcell menyeringai merasa mendapat lawan yang luar biasa.


Pria itu kembali mengetuk-ngetuk keyboard dengan cepat. Ingin bermain perang-perangan dulu sama lawannya saat ini. Mengeluarkan sebuah virus yang belum pernah dia gunakan sebelumnya. Hal ini menimbang daya kerusakan pada PC lawan yang sangat besar.


"Sepertinya kali ini adalah waktu yang tepat untuk mencobanya." Senyuman sinis tersungging di bibirnya.


Aura melihat virus yang diberikan Sistem tadi menghilang begitu saja. Perasaannya berkata akan ada sesuatu yang lebih besar yang akan dikeluarkan oleh Tuan Sistem. Tangan Aura dengan cepat menyusun rumus baru. Membuat barel pertahanan sekuat baja.


Sementara dia membuat virus yang tak akan dibayangkan oleh siapa pun. Dia sebut dengan 'GOD' karena dia buat untuk mampu copy-paste serangan lawan. Sebesar apa pun bentuk perlawanan yang diberikan, seperti itu pula balasan yang diberikan pada lawan.


Aksa yang memperhatikan semenjak tadi sangat terkejut melihat perkembangan kemampuan pacarnya ini. Dia terlihat jauh berbeda dengan penampilannya. Aksa benar-benar tidak menyangka Aura benar-benar sudah menjadi hacker yang tangguh.



Pasukan virus berbentuk kuda dengan jumlah yang banyak mulai datang menyerang. Aura menyiapkan The God of War-nya yang berbentuk seperti dewa memegang petir di tangan menghadang pasukan kuda tersebut. Kuda-kuda milik Sistem berubah bentuk memiliki sayap dan tanduk, persis unicorn.



Virus God pun melemparkan petir yang ada di genggamannya. Namun sayang, unicorn itu bagai tercipta dari karet, sehingga memantulkan membali petir tersebut berbalik pada God. Dengan tangkas God menangkisnya.


Aura mengetik 'Rubber' pada sistem DOS, membuat tubuh God berubah kenyal bagai karet. Tanduk semua unicorn mengeluarkan api bewarna biru, mereka semua terbang dengan kecepatan tinggi menukik menuju tubuh besar God. Virus Tuan Sistem tersebut hendak menabrakan diri mereka pada God bagai peluru yang siap merobek tubuh God.


...wuuuzzzz...


...wuuuzzzz...


...wuuuzzzz...


Puluhan unicorn tersebut merobek tubuh God hingga tembus sampai ke belakang. Dengan cepat Aura kembali mengetik 'Reparation' pada sistem DOS sehingga tubuh God kembali utuh seperti semula. God kembali mengeluarkan petir, berubah bentuk menjadi api bewarna biru. Bagai bola api, God melemparkan benda itu pada Unicorn yang sibuk terbang kian kemari.


Aksa melihat waktu sudah mendekati pukul dua belas malam. Sementara peperangan ini tak tampak ada hilal akan selesai dalam waktu dekat. Sebuah pesan yang tertulis CEO Harmony Grup, yang dimaksud Abizar masuk pada ponselnya.


[Sebenarnya apa yang terjadi antara kalian bertiga?]


[Ini memang bukan urusan saya, tapi saya sungguh merasa sangat penasaran.]


[Siapa tahu saya bisa memberikan solusi pada kalian.]


[Saya mengenal Reza sudah sangat lama.]


^^^[Terima kasih atas perhatian Bapak.]^^^


^^^[Saya sendiri kurang paham atas apa yang terjadi antara Aura dengan Pak Reza]^^^


[Semoga bukan sesuatu yang buruk.]


[Walau Reza terlihat sangat aneh, sebenarnya dia orang yang baik.]


[Dia tidak akan melakukan hal aneh melebihi sifatnya.]


[Selama saya hidup menjadi teman dekatnya, sebenarnya dia orang yang baik]


Aksa melihat kembali waktu yang sudah melewati batas waktu yang ditentukan. Peperangan antara Aura dan Sistem belum juga usai.

__ADS_1


"Aaaghhtt ...," teriak Aura, melempar handuk yang tadi melilit seluruh bagian kepalanya. Menggaruk cepolan rambutnya hingga ikatan pada rambut tersebut lepas menguraikan rambutnya yang panjang.


Aksa melihat laptop tersebut telah mati. Daya pada benda elektronik itu telah habis. Peperangan hingga saat ini statusnya seri. Aksa menarik gadis itu, lalu mengacak rambut Aura.


"Aku tak menyangka, pacarku udah sejago ini," ucap lelaki muda itu.


"Aaaghhh... kesel banget aku! Laptopnya malah mati." Aura berdiri menghentakan kedua kakinya karena merasa gemas. Dia tidak menyiapkan alat pengisi daya untuk laptop-nya ini. Sehingga, perang usai tanpa mendapatkan apa-apa.


Aksa kembali menarik Aura untuk duduk di sampingnya. Aura terheran atas sikap Aksa ini. "Jika aku mantan narapidana, apakah Kamu masih akan mencintaiku?"


Secara refleks tangan Aura menggenggam kedua tangan Aksa. "Abang jangan bicara seperti itu. Kamu tak akan pernah masuk penjara. Aku lah orang yang menerima hukuman itu."


Aksa tampak sedikit terkekeh. "Entah kenapa untuk penjara saja kita berebutan."


Aura teringat akan janjinya pada Om Mesum. Jika malam ini belum juga memberikan data-data tersebut, maka dia akan menikahi Reza. Orang yang baru dikenalnya. Dalam usia yang masih sangat muda.


"Bang, Kamu tidur di sana! Aku tidur di sini!" ucapnya membatasi diri mereka dengan menumpukan bantal dengan tinggi, agar tidak terjadi lagi kisah indah dalam pelukan pria dewasa ini saat tertidur.


Dia merebahkan diri posisi miring ke arah dinding. Tidak mau Aksa ikut melihat kegundahannya. Aura kembali memikirkan apa yang telah dijanjikannya pada Om Mesum.


Apakah hidupku akan berakhir begini saja? Menikahi orang random yang baru aku kenal di usiaku yang baru delapan belas tahun. Oh Tuhan, apakah harus begini akhir hidupku?


💖


Keesokan paginya, Reza tengah bersiul menyisir rambutnya menyiapkan diri untuk berangkat ke kantor. Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar.


"Masuk!"


Tampak Bibi membawa sesuatu di tangannya. "Maaf Tuan, ini pakaian calon Nyonya udah saya rapikan. Apakah Anda mau mengembalikan pakaian ini kepada pemiliknya?"


"Baik, Tuan. Oh iya, sarapan sudah siap. Anda bisa turun dengan segera." Assisten rumah tangga tersebut menutup pintu kamar itu.


Reza memperhatikan benda yang ada di tangannya. Dia tersenyum lalu menyimpan pakaian milik Aura di dalam lemari. Lemari yang berisi kumpulan lingerie yang entah sejak kapan dikoleksinya. Dia memperhatikan kesemua benda itu.


"Ternyata sangat pas di tubuhnya." Senyumnya terpulas karena merasa bangga. Dia teringat gadis itu sempat mengenakan salah satu koleksi yang ada.


Reza mengingat ukuran pakaian Aura. "S, sangat mungil," celetuknya membawa peralatan kerja, dan turun untuk sarapan.


Setelah semua selesai, Reza segera menuju ke kantornya. Saat dalam perjalanan, tampak gadis Mie Instan itu bergandengan tangan keluar hotel di pagi hari.


"Lagi?" sungutnya dengan tatapan panjang.


"Sudah berapa kali mereka melakukan itu? ck ... Tuhan tak mendengar doaku. Ah, doa orang banyak dosa, mana ada yang dengar?"


...... duk ......


Reza memukul setir mobil sport itu karena merasa kesal. "Awas Kau, Nona Mie Instan! Jika Kamu tak berhasil mendapatkan data milik perusahaanku, maka setelah ini Kau tak akan aku izin kan bertemu dengannya lagi!"


Reza melesat dengan secepatnya menuju kantor, sementara Aksa dan Aura akan segera menuju ke stasiun. Aksa mengatakan akan menemui dosen pembimbing sore nanti. Dia ingin membahas kepindahan kampus yang semakin waktu semakin ambigu.


Aura sepanjang malam tidak bisa tidur, karena memikirkan apa yang akan terjadi ke depannya. Dengan lesu dia mengikuti langkah lelaki itu dalam diamnya.


"Apa kamu tidak bisa tidur semalaman gara-gara kita berdua dalam satu kamar?" tanya Aksa di dalam taksi online.


Aura hanya senyum simpul dan menggelengkan kepala. Dia memperhatikan wajah pria yang ada di sampingnya dengan perasaan gundah. Hatinya tengah meronta tidak bisa menerima sebuah kenyataan yang akan mereka berdua jalani setelah hari ini.


Mereka sampai di stasiun, rona wajah Aura menjadi semakin kelam. Aksa tengah mengantri pembelian karcis ke kota tempat dia mengenyam pendidikan lanjut. Dia kembali dengan senyumannya seperti biasa. Bagi gadis itu, Aksa adalah lelaki yang paling tampan yang ada di dunia ini.

__ADS_1


"Bang, apa ada rencana aneh-aneh setelah ini?" tanya Aura.


Salah satu alis Aksa terangkat, "Rencana aneh? Maksudnya?"


"Rencana menetap di sini mungkin?" tebak gadis itu.


Aksa tertawa dan mendekati sang gadis. "Dari mana Kamu tahu? Aku tak pernah mengatakannya lho?"


"Jangan pindah! Tetap lah kuliah di sana! Tidak usah pindah ke sini!"


Terdengar suara operator kereta agar penumpang menuju Kota Bandung untuk segera bersiap. Kereta akan segera berangkat. Aura mendekap lengan cowok itu untuk segera mendekat ke arah gerbong kereta.


Aksa hanya bisa memandang gadis ini dengan heran. Dia merasa sikap Aura menjadi aneh semenjak dia bangun tadi. Jadi berpikir mungkin sesuatu yang aneh terjadi saat dia tidur dengan pulas tadi malam.


"Apa dengkuranku terlalu keras sehingga membuatmu tidak bisa tidur?" tanya Aksa menghentikan langkah mereka tepat di depan pintu gerbong. Aura hanya tersenyum kecut dan menggelengkan kepalanya.


"Lalu Kamu ini kenapa, Sayang?" Aksa menarik dagu gadis itu yang hanya ditekuk memandangi ubin stasiun tersebut.


Terdengar aba-aba KRL yang akan berangkat. Aura segera mendorong Aksa dengan tetesan air mata. Aksa melihat wajah sendu dari gadis itu, menahan tubuhnya agar tidak terus didorong Aura.


"Kenapa menangis? Apa yang Kamu pikirkan?"


Aura kembali mendorongnya hingga masuk ke pintu gerbong kereta. Kereta mulai bergerak.


"BANG ... JANGAN KE SINI LAGI!!! KITA PUTUS!!!" teriaknya.


Mendengar itu Aksa ingin turun dari kereta, tetapi pergerakan kereta semakin lama semakin cepat. "TIDAK MAU!" teriaknya.


"KITA PUTUS! JANGAN PERNAH KE SINI LAGI! KITA TAK AKAN PERNAH BERTEMU LAGI!"


Aura berlari meninggalkan tempat itu, Aksa memandangi kepergiannya dari jauh. Memukulkan tinjunya pada pintu kereta.


Aura memesan ojek online, segera menuju ke gedung perkantoran Harmony Grup. Tanpa bertanya ke resepsionis terlebih dahulu, gadis itu langsung menuju ruang kerja milik Om Mesum. Dengan kasar, dia membuka pintu ruang kerja pria itu.


...braaak...


Mata kedua orang ini saling bertemu, dengan tatapan nanar dan benci.


Sebenarnya Othor udah Up pada hari Senin pukul 19.00 ya guys. Namun, karena ada hal-hal yang terdeteksi oleh sistem pada Entun, menyebabkan harus menunggu waktu kerja kantor terlebih dulu agar bisa dicek kembali oleh Editor Noveltoon secara manual. Padahal nggak ada fulgar kok ya.. Entun ... entun ....


Ayoooh, siapa yang suka mengikuti kisah Bang Syurga alias Heaven dan Zianna? Tahu sama Authornya dong ya? Ini Saya mau mengajak kakak-kakak semua mengikuti kisah lain dari Author Heavanna. Kisah tentang kembaran Zia. Mampir yuk ...


Judul: ZIELINSKI (Cinta dalam Kepercayaan)


Napen Author: Smiling27



Ada satu lagi niiih, ceritanya nggak kalah seru.


Judul: Falling Into Your Trap


Napen Author: Chocooya


Seumur-umur dalam hidupnya, Lisa tidak akan menyangka bahwa dirinya akan dijodohkan oleh keluarganya sendiri, terlebih lagi oleh sang Kakak yang keberadaannya selalu ia sayangi dan kagumi. Tidak pernah dalam bayangan tergila nya bahwa pernikahan paksa akan menjadi salah satu moment hidupnya dan jalan kisah cintanya. Nalisa Rembulan Cakra Wijaya selalu menginginkan cerita layaknya dalam kisah novel romansa yang selalu dibacanya. Seseorang yang ditakdirkan khusus untuknya dalam pertemuan tiba-tiba yang romantis sehingga setidaknya dia bisa menceritakan kisah manis ini pada buah hatinya suatu hari kelak. Bukan ini, bukan perjodohan dengan seorang lelaki maniak aneh yang mengatakan bahwa Lisa adalah cinta pertamanya. Lelaki bernama Noren Agustion Giovano ini sungguh menguji dirinya sendiri.


__ADS_1


__ADS_2