CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
138. Jadi begitu?


__ADS_3

Ponsel Aura bergetar, pada layar tertulis Beloved Husband. Bukan Aura yang membuat nama kontak seperti itu. Namun, Reza sendiri yang memasukan namanya dengan kode begitu.


Aura merasa malas untuk menjawabnya. Sehingga dia mengabaikan panggilan tersebut. Aura sedang membaca informasi yang ada di papan pengumuman, namun saat dia mundur malah bertabrakan dengan seseorang. Wajah Aura menegang melihat siapa yang ditabraknya. Orang tersebut adalah Jendra.


"Kau?"


Aura langsung mencoba meninggalkan tempat itu. Jendra mengikuti dan menarik tangannya. Aura menepis tangan itu berusaha untu terus menjauh.


"Bahkan Kau terus mengejarku seperti ini?" Aura terus melangkahkan kakinya menjauh. Tetapi Jendra masih terus mengikuti.


"Hey! Tunggu! Aku juga kuliah di sini!" ucap Jendra berusaha terus mengejar.


Aura mempercepat langkahnya dan akhirnya dia ditarik oleh Jendra. "Ikut dulu! Ada yang ingin aku katakan!"


Beberapa waktu kemudian, mereka telah berada di sebuah gazebo kampus. Jendra menceritakan bahwa sebenarnya saat ini dia sedang berpura-pura patuh kepada Marcell. Dia sedang mencoba menyusun rencana agar membuat Marcell mendekam di penjara.


"Sebenarnya dia adalah buronan BOS, CIA, dan FBI. Saat ini aku sedang mencari informasi bagaimana cara agar bisa menangkapnya."


"Terus kenapa kau bantu dia kabur?" Suara Aura terdenga sedikit tinggi.


"Ini dikarenakan agar bisa membuat dia percaya bahwa aku benar-benar berada di pihaknya."


Aura memikirkan sesuatu. Saudara ipar Reza adalah pimpinan BOS, yang saat ini berkantor pusat di Jepang. Aura kembali memperhatikan Jendra dengan seksama. Membaca apa yang sebenarny dipikirkan oleh Jendra. Dia mencoba menebak apakah Jendra serius dengan ucapannya, atau hanya sekedar kebohongan.


"Aku serius, aku tidak bohong."


Aura hanya mengangguk, namun perasaan curiga masih mengisi hatinya. Dia memang menginginkan Marcell segera ditahan agar tidak memanfaatkan orang-orang seperti mereka kembali.


"Baik lah, ayo kita rencanakan penjebakan yang aestetik terhadapnya. Kau tahu? Gara-gara dia, aku terpaksa menikah muda! Masa mudaku pupus dengan seketika karena ulah dia!"


"Jadi begitu?"


Aura tersentak mendengar ucapan dari seseorang yang tiba-tiba hadir di sana. Jendra segera melipir dari sana, karena merasa akan terjadi peperangan antara pasangan ini.

__ADS_1


"Baik lah, seharusnya dari awal hubungan ini memang tidak pernah ada." Pria itu tengah memegang ponsel, melacak keberadaan Aura yang sedari tadi hanya mendiamkannya. Bahkan Aura ke kampus, tanpa mengatakan apa-apa. Reza memutar tubuh dengan perasaan kecewa.


Dia tak menyangka kata-kata itu bisa terdengar langsung di telinganya. Reza pergi meninggalkan Aura yang masih diam seribu bahasa. Aura menatap laki-laki itu yang menghilang masuk ke sebuah kendaraan, dan pergi.


💖


"Reza, kenapa tidak jadi ke rumah?"


"Maaf, Pa. Aku lagi tidak bisa meninggalkan pekerjaan."


"Mamamu sudah menyiapkan segalanya untukmu di rumah! Ajak lah Aura ke mari!"


"Aku benar-benar banyak pekerjaan, Pa. Bahkan saat ini aku masih berada di kantor."


"Apa kamu selalu seperti ini setiap hari? Sekarang sudah larut. Masa kamu membiarkan istrimu sendirian di rumah?"


"Sudah, Pa. Aku lagi banyak pekerjaan."


Panggilan ditutup. Reza menyandarkan diri di sofa ruang kerja kantornya. Ucapan Aura terngiang-ngiang di telinganya. Dia seperti mendapat cambukan karena telah mendengarnya secara langsung. Bahkan, hingga saat ini Aura belum mencoba menghubunginya sama sekali.


Reza merebahkan dirinya tidur di sofa ruang kerja. Memikirkan saat-saat dia memaksa Aura untuk mengganti rugi semua ulah Aura dengan menikahinya.


"Apakah benar, aku telah menghancurkan masa depannya? Padahal aku ingin sekali memberikan masa depan yang lebih baik untuknya." Reza meletakan tangan di keningnya. Lalu hanyut dalam pikirannya sendiri.


Sementara seseorang yang sedang dipikirkan duduk meringkuk sendirian di atas kasur. Dia menunggu telepon dari Reza yang belum juga pulang. Aura memandangi isi kamar luas ini yang terasa sangat sepi tanpa kehadiran Reza.


"Apakah aku melakukan kesalahan? Bukan kah semua yang aku ucapkan memang benar adanya?"


Aura merebahkan badan dengan perasaan kacau. Tiba-tiba, dia menyesali semua yang telah diucapkan. Aura membuka galeri ponselnya. Dia melihat foto saat bersama Reza di mana mereka berdua terlihat sangat bahagia.


"Awalnya aku memang tak menerima. Tetapi, saat ini aku sudah terbiasa dengan keberadaanmu." Air mata Aura jatuh perlahan membasahi bantalnya.


"Aku mencintaimu, Kanda. Pulang lah!"

__ADS_1


Di tempat lain, Jendra melirik Marcell yang sibuk memantau para bocah Hacker yang dijebak sepertinya dulu. Dalam diamnya, Jendra memantau gerak-gerik Marcell yang juga memantau bagian PC untuk mencari seseorang.


"Kenapa kau begitu terobsesi dengan dia?"


Marcell menghentikan aktifitasnya yang bermain dengan tooth pada keyboard di meja itu. Marcell menatap Jendra yang juga terlihat sibuk membantunya memantau para budak yang semakin banyak masuk ke dalam perangkapnya.


"Hahah, dia hanya berbeda dengan yang lain. Dia bagai mesin bekerja tanpa perlu banyak merepotkan gue. Sementara yang lain, membuat gue pusing membimbing dalam banyak hal."


Jendra hanya bisa menggelengkan kepala. "Dia sudah menikah! Hentikan obsesimu itu!"


"Tidak bisa, gue harus dapatkan dia. Dia akan jadi partner hebat untuk menguasai dunia ini. Dunia yang dengan mudah kami genggam dengan jari-jari ini."


Jendra kembali pada kegiatannya. Dia pura-pura sibuk, sambil mencari informasi lain yang bisa menjadi referensi pada rencananya bersama orang yang telah diucapkannya barusan.


💖


Pagi pun datang, Aura tersentak karena sisi sebelah tempat tidurnya masih terlihat kosong. Aura merenung dalam diam, menatap bantal yang masih kosong semenjak tadi malam.


"Kanda, kamu di mana? Apa kamu tidak pulang semalaman?"


...💖💖💖...


Kuuuyy ... Mampir pada Karya Skysal dengan karyanya yang selalu keceh..



Judul :Makmum Pilihan Michael Emerson


Penulis :SkySal


Zenwa Fahira tidak tahu harus berbuat apa ketika Micheal Emerson datang melamarnya sementara semua orang mengira Micheal memiliki hubungan dengan Arini Kamilia, yang tak lain adalah kakak Zenwa.


Namun Arini meyakinkan bahwa ia tak memiliki hubungan apapun dengan Micheal walaupun sebenernya Arini dan Micheal saling mencintai.

__ADS_1


Blurb


Setelah desakan dari seluruh keluarganya, Zenwa menerima lamaran Micheal dan pernikahan pun terjadi. Namun di malam pernikahan, sebuah rahasia besar terbongkar yang membuat hati Zenwa hancur.


__ADS_2