CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
149. Terbongkarnya dewa perang


__ADS_3

Aura membesarkan matanya. "Masa sih sampai segitunya? Jasa aku ini masih dibutuhkan."


Reza memeriksa bungkusan nasi tersebut. "Ini higienis gak sih?"


Aura melihat Reza dengan tatapan kesal. "Ya udah, biar aku yang jadi tester." Aura mulai menyuapi makanan tersebut dengan perlahan.


"Hmmm ... hmmmm ...."


Aura sengaja mengeluarkan suara tersebut. Suapan demi suapan dinikmati Aura. Memeperhatikan ekspresi wajah suaminya yang menelan saliva kembali masuk ke dalam.


Dengan perasaan ragu, Reza mengambil sendok plastik yang disediakan dalam bungkusan itu. Aura menyodorkan sendok ke hadapan Reza.


"Aak!" Aura memberi aba-aba kepada Reza untuk membuka mulut.


Reza dengan sedikit ragu mulai membuka mulut dengan perlahan menerima suapan Aura. Saat mulutnya sudah terbuka dengan lebar, sendok itu terjatuh. Wajah Aura terlihat menegang membelalakan mata. Aura memegang leher dengan kedua tangannya. Napasnya tampak tersengal.


Wajah Reza tampak sedikit bingung. Dia beringsut mendekat kepada istrinya. "Dinda ...?"


Wajah Aura jadi kemerahan. "Sayang? Kamu kenapa?" Reza mulai panik.


Aura meringkuk memegang lehernya. Wajahnya semakin merah. "Sayang ... Sayang ..." Reza mengangkat tubuh Aura dengan panik. Dia hendak mendobrak pintu tersebut karena saking marahnya.


"Praaaank!" sorak istrinya menikmati reaksi panik sang suami dengan bibir tak hentinya mengeluarkan tawa renyah.


"Prank?" tanya Reza mengulangnya kembali.


"Iya dong ... ini hanya sekedar candaan." Aura berhasil mengerjai Reza. "Ternyata suamiku benar-benar sayang padaku yaaa?" cibir Aura turun dari gendongan Reza.


cup


Sebuah kecupan melayang di bibir suami yang menunjukan ekspresi kesal. Dengan diam Reza melangkah duduk di depan nasi tadi. Aura tak henti terkekeh melihat wajah marah suaminya yang berhasil dia kerjai.


Dia merasa begitu gemas melihat suaminya yang terlalu over bersih. Sehingga membuatnya ingin mengerjai sang suami. Aura kembali menyantap makanan hingga habis tak bersisa.


"Kanda, beneran gak mau makan? Buat aku aja ya?"


Reza masih tak bergeming. Aura mengambil nasi tersebut. Reza masih tidak bersuara. Aura mulai menyendokan nasi, diikuti lirikan Reza. Lalu sendok tersebut diarahkan ke mulut suaminya.

__ADS_1


"Ayo makan, kamu belum makan dari kemarin kan? Aaak ..." Aura memberi aba-aba layaknya menyuapi anak kecil.


Akhirnya Reza membuka mulut dan menangkap makanan tersebut. "Pinteeer ..." Aura langsung embersihkan makanan yang menempel di bibir Reza. Aura menyuapi hingga semua habis tak bersisa. Terakhir Aura nenyerahkan botol minuman kepada Reza.


"Tak apa kan? Belum ada yang mati kan?"


Setelah makan selesai, Aura mengecek pintu ruangan tersebut. Mengecek tak ada satu pun yang akan membuka pintu tersebut. Setelah memastikan semuanya, Aura membuka kembali surat yang tadi dipungutnya.


Sudah pasti merupakan surat yang dibuat Jendra untuk mereka. Di dalam surat tersebut tertulis agar sementara mengikuti perintah Marcell. Membuat Marcell lengah dengan membuatnya merasa senang. Apalagi jika Aura berhasil meretas perusahaan tersebut.


Jika kamu berhasil meretas sesuai permintaannya, Marcell biasanya akan tidur dengan nyenyak. Aku akan campurkan sedikit obat tidur agar Marcell tidak bangun dalam jangka waktu yang panjang. Saat itu lah pintu ruangan itu akan aku buka.


Aura membaca surat tersebut bersama Reza. Mereka berdua mengangguk lalu menyusun rencana selanjutnya.


💖


Keesokan pagi, di mana diperkirakan tengah malam di waktu Perancis, Aura sudah kembali berkutat di depan monitor. Sengaja masuk peretasan pada waktu tengah malam waktu setempat, berharap IT perusahaan tersebut menjadi sedikit lengah. Sehingga sistem pertahanan tidak seketat saat IT perusahaan mereka aktif.


Aura dan Marcell tengah sibuk di depan PC masing-masing. Mereka berdua telah lengkap dengan menyembunyikan identitas mengenakan topeng. Seperti biasa, Marcell bertugas membukan jalan, Aura sebagai penyusup untuk melumpuhkan sistem operasi dan keamanan milik lawan. Sementara Jendra menjadi satpam bagi anakan hacker yang dipelihara Tuan Sistem.


Aura mendapat surel dari Marcell untuk memperkuat virus yang dia turunkan saat ini. Dia memilih sang dewa perang untuk turun tangan. Marcell mengingat bahwa dia pernah berperang melawan virus berbentuk seperti ini.


Aura hanya mengeluarkan cengirannya. Dia melupakan peristiwa di mana kala itu menjadi malam terakhirnya sebelum mengakhiri hubungan dengan Aksa.


"Jadi semenjak awal kamu memang sudah berniat untuk mengkhianati aku?" Suara Marcell terdengar geram.


Aura berpura-pura tak mendengar, dia mencabikan bibir terus mengetik rumus virus yang akan digunakannya. Melirik pria di sebelahnya yang masih menatapnya dengan napas memburu.


"Mau diberesin gak sih?" celetuk Aura.


"Sepertinya kita akan membicarakan semuanya setelah ini!" Marcell perlahan fokuskan diri kembali pada CP miliknya sebagai sang Tuan Sistem.


Aura memperkuat sistem dewa perang miliknya. Melayangkan petir yang ada di tangan pada gerbang yang tertutup rapat. Tak lama setelah itu, unicorn milik Tuan Sistem turut ambil andil masuk pada pintu gerbang yang dibuka oleh dewa perang.


Setelah itu, Cacing Pita kesayangan yang pipih menggemaskan dikeluarkan oleh Aura. Karena cacing tersebut bisa diubahnya menjadi bermacam bentuk. Pertama, bisa dibentuk menjadi jaring. Kedua, dia bisa dibentuk menjadi kunci. Kali ini ini sistem retas mereka cukup berbeda.


Mereka akan mengunci data penting milik perusahaan tersebut bagai sandera. Setelah dikunci, Sistem akan meminta tebusan agar perusahaan besar tersebut membayar sejumlah uang, agar data tersebut bisa dibuka kembali. Tentunya, dengan tebusan yang tak sedikit.

__ADS_1


Aura masih mengajak cacing melewati portal memasuki pusat data penting dalam sistem mereka. Unicorn milik Tuan Sistem tak bisa melewati portal tersebut karena makin lama, lubang portal semakin kecil. Cacing milik Aura meliuk melewati portal yang semakin lama hanya muat oleh tubuh pipih sang cacing pita.


Aura menyunggingkan senyum tipisnya. Dia berhasil melewati jalur rahasia tersebut tanpa hambatan. Si cacing mulai memasuki drive utama milik perusahaan. Memasuki satu per satu folder data dan mengecek beberapa yang dianggap penting.


Beberapa waktu melanglang keluar masuk mencari data yang dianggap paling penting, atas perintah Tuan Sistem, Aura mulai mengetik rumus 'Lock' dan cacing tadi seketika berubah bentuk seperti model kuno. Mulai mengunci data yang paling utama. 'Enter'


ceklek


Satu folder data utama berhasil dikunci. Aura menelan saliva, dah Marcell mengepalkan tinjunya. "Yes!"


Selanjutnya Aura mengunci data yang dianggap sebagai tempat penyimpanan informasi utama milik perusahaan tersebut. Kembali diketiknya rumus kunci, satu folder data tersebut terkunci. Namun, nahas. Ternyata khusus folder tersebut, perusahaan menggunakan protektor pendeteksi tingkat tinggi.


Namun terlambat, Aura sudah mengunci folder tersebut, langsung meleburkan kunci tadi menjadi hancur berkeping-keping dan menghilang. dihapus, perangkat segera dimuat ulang. Semua CCTV di dalam bangunan tersebut kembali dinonaktifkan.


"Huuuufffttt ...." Aura membuka topeng menghela nafasnya dengan panjang melepas ketegangan luar biasa yang ia rasakan.


ploookk ... plook ... ploook ...


"Kamu selalu jadi yang terbaik!" ucap Marcell memberikan tepukan tangan diikuti acungan jempol dari Jendra.


"Seperti yang aku katakan, jika kita bersama, maka kita akan mudah menguasai dunia!" tambahnya lagi.


Aura menggelengkan kepala. Dia kembali memperlihatkan cincin pernikahan mereka. Setelah itu beralih memegang perutnya. "Kamu harus tahu agar kamu tidak terus bermimpi! Aku dan dia sebentar lagi akan menjadi orang tua. Kamu boleh mencari perempuan lain! Bukan kah aku sudah mengatakannya berkali-kali kepadamu?"


Wajah Marcell menegang melihat Aura membelai perutnya. Dia benar-benar tak menyangka perempuan di sampingnya ini sedang mengandung.


"Kalau begitu, kamu tidak boleh pergi dari sini! Kamu harus tetap menjadi budakku!"


💖


💖


💖


kuuuiiyy ... ada lagi yang nyusul ni kakak... karya dari teman Author


napen: Neng Syantik

__ADS_1


judul: DENDAM (AKU BUKAN BAYANGAN)



__ADS_2