CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
44. Pembalasan seorang hacker


__ADS_3

Aura terperenjat dengan pertanyaan dari dosennya itu. Menduga-duga apakah sang dosen bisa menerawang isi pikiran dan hatinya. Seperti buku-buku indigo yang pernah dibacanya.


"Apa hubungan kalian cukup baik?" tambah sang dosen.


"Eeh, ooh, jika dibilang cukup baik, rasanya kurang tepat Pak." Aura menunduk, mengingat orang yang telah dibuatnya jatuh adalah putra sang dosen.


"Oh ya. Kamu pernah membawa laki-laki bukan mahasiswa saya masuk dalam perkuliahan waktu itu. Siapa dia? Di mana dia saat ini?"


"Di-dia sebenarnya mahasiswa kampus teknologi di Bandung, Pak. Saat itu kebetulan ada urusan di sini. Dari pada dia menunggu kelamaan, jadi saya ajak saja masuk untuk mengikuti perkuliahan yang kebetulan Bapak ajar. Saya minta maaf Pak, atas kelancangan saya membawa orang selain mahasiswa ke dalam perkuliahan Bapak."


"Jadi, sebenarnya dia siapa?" tanya dosen itu dengan heran. "Apa dia kekasih Anda?"


Aura mengangguk, "Kami sudah saling mengenal semenjak masa SMA, Pak."


Dosen itu mengangguk. Kembali menatap langit biru yang terlihat beberapa burung mengangkasa menikmati suasana sore yang indah ini. Entah memikirkan apa, lalu mengangguk dengah wajah tampak sedikit raut kekecewaan.


"Sayang sekali," ucapnya setengah berbisik. "Baru pacaran, bukan menikah," gumam dosen itu.


"Kenapa, Pak?" ucap Aura bingung.


"Oh, bukan apa-apa. Nanti berusahalah lebih keras lagi. Jadi lah yang terbaik!" ucapnya melirik gadis di sampingnya.


Aura mengangguk, "Baik Pak. Saya selalu berusaha dengan sebaiknya."


Kembali mereka menatap langit itu, menunggu pembicaraan keluarga Stella usai dengan pasien yang dibesuk.


💖


Aksa mengusut kembali keberadaan ponsel dan laptopnya yang hilang. Tadi pagi dia telah mendapat petunjuk, yang kemungkinan laptopnya diambil oleh orang tersebut. Sesuai petunjuk, Ujang, berada di kamar pojok rumah indekos ini.


Aksa melihat kamar itu masih dalam keadaan tertutup. Mengintari pandangannya sekeliling plafon rumah kosan ini. Namun, apa daya. Indekos ini memang tidak memasang kamera CCTV. Aksa memlih untuk mengetuk pintu tersebut. Namun tak ada jawaban dari dalam kamar itu.


Aksa menarik gagang pintu tersebut pelan-pelan, dan ternyata memang sedang tidak ada penghuni di kamar ini. Mata Aksa liar terus mencari sesuatu di dalam kamar tersebut. Setelah semuanya ditilik dari jauh, dia melihat sesuatu yang dikenalnya sedikit mencuat di bawah bantal.


Sesuatu yang sangat dikenalnya. Ada foto ukuran kecil gadis manis berseragam putih abu-abu pada sudut benda itu. Aksa mengangkat bantal, dan matanya membesar dan yakin benda itu adalah miliknya.


"Hei, apa yang lu lakukan di kamar gue? Mau mencuri?" hardik seseorang dari arah pintu.


Aksa segera mengangkat benda miliknya itu. Dengan gusar dan amarah menghampiri orang tersebut. "Apa yang lu katakan barusan? Mencuri?" Menumburkan dadanya pada pria di pintu itu.


"Eh, oh ... ini, ini milik gue!" ucapnya dengan penekanan.


"Apa buktinya ini milik lu?"


"Pokoknya ini milik gue!" Ujang berusaha merebut laptop yang ada di tangan Aksa.


Aksa yang memiliki tubuh tinggi semampai, mendorong Ujang yang hanya sebahu dia. Ujang terjengkang dan mulai merasa takut. "Mana hape gue?"

__ADS_1


"Ma-mana gue tahu!"


Aksa menarik kerah kerah baju Ujang dengan satu tangan. "Lu jangan main-main sama gue! Mau gue antarkan ke penjara?"


Ujang segera mengubah posisi duduk bersimpuh dan menangkupkan kedua tangannya. "Jangan! Jangan! Jangan laporkan gue ke polisi!"


"Mana hape gue?"


Karena suara keributan yang dibuat oleh kedua orang ini, seluruh penghuni rumah indekos berkerumun melihat apa yang terjadi. "Ada apa Bro?" tanya salah satu dari mereka.


"Oh, bukan apa-apa," ucap Aksa. "Kalian boleh bubar. Ini hanya masalah kecil. Gue bisa menyelesaikannya," ucapnya lagi.


"Oh, ya udah. Tapi jangan main kekerasan yak! Dari pada nanti malah berbalik lu yang jadi tersangka, dan dia yang menjadi korban kan? Mending lu laporkan saja dia ke polisi!" saran yang lain.


Aksa membenarkan apa yang dikatakan teman satu kos nya ini. Dengan kasar menarik lengan Ujang yang sudah keder karena ketakutan.


"Jangan! Jangan laporkan gue!" mohonnya menahan tubuhnya dengan jurus seratus kilo. Memberatkan diri agar tidak bisa ditarik oleh Aksa.


Aksa menengadahkan tangannya. "Cepat serahkan hape gue!" gertaknya.


"Tapi tidak ada sama gue!" ringisnya ketakutan.


Aksa kembali menarik lengan Ujang. "Jadi hape gue udah lu jual? Kalau begitu silakan lu ganti dengan menjalani hukuman di penjara!"


"Jangan! Gue akan mengembalikan hape lu! Hape lu saat ini ada di tangan Leka."


"Katakan apa tujuan dia ngambil hape gue!"


"Ka-katanya ingin membuat lu putus sama pacar lu," ucapnya dengan takut.


"Hmmm, apa maksudnya?"


"Sumpah! Gue gak tau! Dia hanya menyuruh mengambil hape, dan menyembunyikan laptop lu sampai waktu yang tidak ditentukan. Nanti katanya akan dikembalikan lagi. Sumpah!" Ujang mengacungkan dua jarinya. Bersumpah dengan lampang 'peace.'


Aksa melepas tangannya. Warga kosan masih banyak yang melihat kejadian ini. Aksa menyuruh para penumpang bubar dengan menggunakan isyarat tangannya. Akhirnya semua yang menonton membubarkan diri.


"Penjarakan aja dia!" celetuk yang lain menakut-nakuti Ujang sembari meninggalkan mereka.


"Jaaangaan!"


💖


Aura telah berada di rumah indekosnya. Merenung melihat foto Aksa di dalam ponselnya. "Aduh Bang, kangen." Mengelus-elus pipi Aksa yang ada dalam gambar tersebut.


Tiba-tiba gadis itu memiliki ide untuk mengerjai gadis yang mencuri ponsel Aksa. Mengutak-atik laptopnya dan membuka kunci ponsel milik gadis bernama Leka itu dari jauh.


Mendengarkan apa isi rekaman sang pemilik ponsel. Mendengar rekaman obrolan tersebut, membuat Aura semakin yakin melakukan pembalasan terhadap gadis itu. Aura meretas akun sosial media milik Leka.

__ADS_1


Menyimpan beberapa foto gadis tersebut. Lalu melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan kepadanya tadi malam. Dengan senyuman licik, Aura memosting gambar tersebut di dalam akun sosial media milik gadis bernama Leka tersebut.


"Pembalasan ini akan aku lakukan dengan cara yang lebih kejam. Kamu telah salah orang Boneng! Jangan sesekali menyenggol seorang hacker. Jika kamu lakukan itu, maka duniamu akan tamat untuk selamanya!"


Aura segera menghilangkan jejak atas tindakannya barusan. Notifikasi mulai ramai masuk pada akun sosial media gadis bernama Leka itu. Aura juga mengganti pasword akun sosial media milik Leka.


💖


Leka yang belum membuka akun sosial medianya sejak tadi, mendapatkan banyak pesan chat dalam akun chatting miliknya. Seharian ini dia sibuk mengedit-edit foto milik Aksa seolah melakukan hal indah bersama cowok tampan itu. Karena merasa heran, tiba-tiba saja banyak pesan yang masuk kepadanya, akhirnya Leka membaca isi pesan tersebut.


Isi pesan tersebut rata-rata menanyakan apakah benar dia yang ada di dalam foto di sosial media tersebut. Leka mencoba membuka akun sosial medianya. Merasa heran telah dalam keadaan log out begitu saja. Padahal biasanya dia tidak pernah keluar dari akun sosial medianya itu.


^^^[Emang ada apa di sosmed gue?]^^^


[Silakan lihat sendiri!]


Karena penasaran, Leka mencoba untuk log in kembali. Namun, id dah pasword yang biasa digunakan ditolak. Dicobanya semua yang dia ingat, tetap saja ditolak.


^^^[Apa yang terjadi?]^^^


[Lihat sendiri!]


[Emangnya itu bukan lu yang mosting?]


^^^[Mosting apa sih?]^^^


^^^[Sejak pagi gue belum buka akun sosmed]^^^


^^^[Ini saja gue tidak bisa buka sosmed sejak tadi]^^^


[Fix, akun lu kena hack]


Lalu teman leka mengirim foto yang diunggah oleh hacker tersebut. Mata leka terbelalak melihat postingan yang seolah adalah kiriman yang ditulis olehnya.


"Sialan!"


AYO SINGGAH JUGA DI KARYA ADIK AUTHOR JUGA YA READER 😇




Perjalanan Eisha si gadis berkacamata dalam merubah penampilan dan menggapai impiannya dibantu Adnan seorang pria misterius dan bersikap dingin serta bermasalah di lingkungan nya. Namun benih cinta yang tumbuh diantara mereka belum sempat mekar karena kesalahpahaman dan kejadian tak terduga. Hingga Pertemuan tak disangka kembali memulai kisah yang belum usai, namun bagaimana dengan takdir yang memberikan kejutan bagi mereka, akankah kisah mereka berakhir bahagia??


...*bersambung*...


...Jangan lupa menekan tanda Favorit, Like, Gift, Vote, dan Komentar ya!...

__ADS_1


...Terima kasih!...


__ADS_2