CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
37. Perpisahan


__ADS_3

"Huweek ... huweek ... huweeekkk!"


Mata dua orang itu terfokus pada suara seorang pria yang tengah muntah karena mabook.


"Iiih, kamu ini bikin malu aja?" sungut seorang wanita yang terlihat lebih muda darinya.


"Udah, jangan ajak aku main itu lagi!" ucap sang pria.


"Masa kamu kalah sama anak TK? Naik komidi putar aja udah mabouk begitu?" ucap sang pacar.


Aura memperhatikan perempuan yang di sampingnya yang ternyata sudah bertukar kembali. 'Iiih, enggak banget ni Om-om mesum? Hitungan jam udah ganti lagi pacarnya.


"Aku pikir kamu mau ngedate-nya shopping di mall, tetapi malah ngajak ke sini? Kalau Kamu main, main sendiri aja sanah! Aku duduk menunggu di sini saja!" ucap pria yang ternyata sudah terlihat berantakan kembali.


"Aku sukanya kayak gini. Ayooo, kita naik halilintar!"


"Jangan! Jangan! Kamu naik sendiri aja! Nanti nyawaku melayang kalau naik itu." Reza shock melihat kecepatan laju wahana itu, naik turun dan berputar dengan ekstreem yang membuat berdebar duluan meski belum dinaiki. Dapat dipastikan jantungnya tidak kuat menghadapi itu.


Matanya menangkap dua sejoli yang tengah memperhatikan dia. Reza menunjuk kesal ke arah Aura. Membesarkan mata sambil ngedumel.


Aura yang merasa aneh melihat reaksi Om Mesum, hanya menjulurkan lidahnya lalu mendekap lengan sang pacar dan mengajak Aksa untuk pergi. Dia terlihat sangat riang, melompat-lompat bagai kelinci di samping Aksa. Pacarnya itu hanya mengacak rambut gadi itu.


'Sial, dia pakai memanas-manasi segala!'


"Kalau tidak mau halilintar, bagaimana kalau kita naik tornado saja?" ajak klient yang sudah tidak tahu serinya lagu.

__ADS_1


Reza tidak mampu berkata-kata lagi. Dia hanya mengibaskan tangannya memilih duduk di salah satu bangku panjang yang ada di sekitar sana. Mata Reza tak putus memperhatikan tingkah laku dua sejoli itu. Entah kenapa tidak ada yang berlaku semanis itu kepadanya. Padahal dia memiliki segalanya, namun hanya satu yang tidak bisa dia miliki. Cinta tulus dari seorang wanita untuknya.


Setelah batrai terisi, Aura segera mengaktifkan ponselnya. Menunggu beberapa saat, masuk notif beberapa pesan. Aura menghembuskan nafas lega.


Untung saja sistem bawel itu belum mengirim pesan semenjak misi terakhir level pertama selesai. Apa mungkin karena akan ada misi baru kali ya?


Aura mengirim pesan kepada Sistem, agar jangan mengirim pesan kepadanya hingga malam nanti. Dengan alasan, bahwa batrai ponselnya kehabisan daya.


Tuan Sistem yang membaca pesan tersebut hanya menyunggingkan senyum tipis. "Ternyata, dia benar-benar takut kehilangan uangnya."


💖


💖


💖


Aksa menarik tangan Aura hingga masuk ke dalam pelukannya. Dia menggelengkan kepala tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh pacarnya ini. Lalu, membelai rambut panjang Aura.


"Saat kamu membayarkan segalanya hari ini saja, aku merasa sangat malu. Aku merasa jadi pria yang tak tahu diri. Kelak, semua dana milikmu yang telah terpakai hari ini, akan aku ganti saat aku sudah memiliki gaji."


Lalu terdengar panggilan bagi penumpang yang akan menuju kota kembang untuk segera menaiki kereta. Kereta tersebut akan segera berangkat. Aura semakin mengeratkan pelukannya pada lelaki itu.


"Aku janji, akan datang lagi ke sini. Atau, Kamu yang sesekali main ke sana?" Aksa menyugar rambut Aura. "Sekarang lebih baik Kamu pulang. Hati-hati di jalan! Atau naik ojol saja agar aman sampai rumah kosnya?"


Aura menggelengkan kepala. Sesekali, dia ingin menikmati suasana malam. "Tidak apa Bang. Kamu tau kan, aku bisa bela diri kok. Tiga tahun eksskul pencak silat, membuatku mahir menjaga diri sendiri."

__ADS_1


"Ya udah, kamu tetep harus berhati-hati. Meski Kamu mengaku jagoan, jika lelaki sudah ada maunya, tetap kamu tidak akan bisa berbuat apa-apa." Aksa mulai melepas genggamannya. "Aku semakin menyayangimu," bisiknya.


Aksi mereka tengah diperhatikan oleh seseorang. Seorang perempuan yang hendak menuju kota yang sama dengan Aksa. "Bukan kah dia Aksara? Jadi dia memiliki kekasih di kota ini? Hmmm, ternyata begitu."


Gadis itu melirik sejenak pada pasangan yang tengah dilanda kasmaran tersebut. Melirik di ujung mata, tersungging sebuah senyuman sinis. "Jadi selama ini dia menolakku karena sudah memiliki kekasih? Kita lihat saja nanti, apa mereka masih bisa bertahan?"


Gadis itu berjalan sambil mengetuk-ngetuk ponselnya. "Guys, gue punya pekerjaan buat kalian! Besok akan langsung kita eksekusi."


Gadis itu kembali melirik aksi perpisahan yang diiring tangis air mata dari pacar Aksa. "Setelah ini, tak akan ada kisah di antara kalian berdua lagi! Gue pastikan itu!" Lalu masuk ke dalam gerbong kereta.


Aksa melambaikan tangan kepada Aura. Dengan wajah sedih, Aura melepas Aksa seakan hari ini adalah hari terakhir bagi kisah mereka berdua.


💖


💖


💖


Ayo kakak semua, Mampir juga pada karya dari seseorang yang udah Othor anggap adik sendiri. Ceritanya seru banget lhooo ...



...*bersambung*...


...Jangan lupa menekan tanda Favorit, Like, Gift, Vote, dan Komentar ya!...

__ADS_1


...Terima kasih!...


__ADS_2