CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
97. Curhatan suami


__ADS_3

"Sebenarnya, dari semua pacar yang aku miliki, tak ada satu pun yang benar-benar aku cinta. Mereka hanya lah koleksi balas dendamku karena pernah merasa sakit hati pada seorang gadis di masa SMA."


Aura mendengarkan apa yang disampaikan oleh Reza dengan seksama. Menyimak tanpa menyela sedikit pun. Reza menceritakan semua pengalaman buruknya ketika masa sekolah dulu. Hubungan percintaannya tidak pernah berjalan mulus seperti saat ini. Hal itu disebabkan karena dia yang terlalu sering pingsan, sehingga dianggap anak lemah oleh siswa lain di sekolah.


"Suatu hari, ada seorang gadis yang sangat cantik, pindahan dari kota lain, dan selalu berlaku baik padaku. Aku pikir dia juga menyukaiku. Sehingga memberanikan diri untuk menyatakan perasaan kepadanya." Reza kembali melirik Aura yang masih menyimaknya dengan seksama.


"Kamu tahu, apa yang aku dapatkan? Untuk pertama kali aku merasakan sebuah hinaan. Dia mengatakanku sebagai laki-laki tak berguna yang hanya menyusahkan. Lebih menyakitkan lagi, tak lama setelah itu, dia berpacaran dengan teman yang sudah aku anggap selayaknya saudara."


"Semenjak itu, aku berjuang agar tidak gampang pingsan. Mengubah penampilan. Menggaet wanita-wanita cantik, berambisi untuk menidurinya."


"Lucunya itu tak pernah berhasil. Bagi yang mengetahui keadaanku yang sebenarnya, akhirnya aku merasakan yang namanya ditinggalkan. Setelah beberapa kali diputuskan, aku mulai belajar bersikap cuek. Fokus menambah yang baru. Membiarkan orang-orang hadir sesaat itu, pergi berlalu."


"Setelah Kamu hadir, aku tak pernah lagi menambah koleksi. Yang mengakhiri pun terus bertambah, sehingga aku tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengakhiri semua dengan para klient. Kamu tahu, sebelumnya aku tak pernah memutuskan seseorang dari mulutku sendiri. Membiarkan mereka yang mengakhiri semuanya."


"Karena apa? Aku tak pernah mencintai mereka. Aku sendiri tidak terlalu hapal dengan nama mereka. Setelah mengenalmu, Nona Mie Instan selalu melekat dalam ingatanku. Entah kenapa, Kamu selalu menarik perhatianku. Melihatmu jalan dengan seorang pria, membuat hatiku membara. Apa Kamu tahu alasannya?"


Aura menggeleng, dia memperhatikan mata Reza. Tak satu pun terlihat kebohongan dari wajahnya. Dia yang dikatakannya terucap lancar bagaikan air mengalir. Aura memiliki sedikit kemampuan untuk menilai seseorang.


"Aku sadar, aku sudah mencintaimu."


...deeeg...


Apa yang dia katakan barusan? Dia mencintaiku?

__ADS_1


"Kamu pasti sangat terkejut bukan? Aku juga tidak mengerti kenapa harus padamu hatiku berlabuh. Seorang wanita yang diam-diam menghancurkan semua yang sudah aku rintis dari bawah. Namun, karena itu aku bisa memiliki alasan untuk memilikimu. Saat ini kamu sudah menjadi istriku. Setidaknya, membuat perasaanku sedikit lega. Kita bisa bertemu setiap hari dalam satu atap yang sama."


Reza kembali melihat wajah istrinya ini. Dia hanya diam seribu bahasa. Matanya tampak berkaca-kaca, menyimpan banyak hal yang tak bisa diucapkan.


"Apa Kamu terbebani atas apa yang aku ceritakan?"


Aura menunduk, memainkan pakaian yang tengah melekat di tubuhnya. Sebenarnya, dia sangat merasa bersalah atas tindakan peretasan ini. Dia sudah mencoba untuk menghentikan semua. Tetapi belum ada celah untuk mengentikannya. Dia sangat takut, jika identitasnya terbongkar dan diburu oleh para polisi.


Terlebih lagi akan perasaan Reza untuk dirinya. Dia tidak bisa begitu saja dengan mudah mengalihkan isi hatinya. Namun, dia berusaha untuk tidak menghianati perasaan Reza. Dia berjanji, untuk tidak menemui Aksa lagi. Meski pun terkadang hatinya selalu menangis mengingat cintanya yang tengah indah, berakhir dengan terpaksa.


"Dinda, aku tahu ... di hatimu, tidak sedikit pun terselip namaku. Jika, saat Kamu menyelesaikan studi, hatimu tidak berubah juga, aku janji akan melepasmu."


Aura mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk. "Apa Kamu yakin bisa bertahan selama itu untuk menungguku?"


Reza mengangguk. "Tetapi aku tetap berharap agar hatimu bisa goyah untuk beralih padaku. Mulai mencoba untuk mencintaiku. Aku tak tahu, umurku bisa panjang atau tid--"


Reza merentangkan kedua tangannya. "Apa Kamu mau memelukku? Memeluk aku yang saat ini menjadi suamimu?"


Melihat suaminya dalam posisi tersebut, membuat dia tak tega untuk menolaknya. Meski ada sedikit keraguan, akhirnya Aura memeluk Reza. Reza mengusap kepala Aura dengan kasih sayang. Tak terasa, Aura meneteskan air mata merasakan ketulusan cinta Reza. Tubuhnya terguncang, meski tidak bersuara. Reza mendorong tubuh Aura. Dengan cepat, dia menyeka air mata tersebut.


"Kenapa Kamu menangis? Kamu terharu ya?" Reza meledek istrinya demi memecah suasana haru. Dia mengusap air mata yang diam-diam jatuh ke pipi sang istri.


"Berikan aku waktu," ucap Aura. Reza mengangguk dan memberikan senyumannya. Dia kembali membelai rambut panjang Aura dan menarik pipi gadis itu dengan gemas.

__ADS_1


💖


Keesokan paginya, Abizar datang berkunjung dengan keadaan yang sudah sangat rapi. Reza menatap Abizar yang dipenuhi oleh kegusaran. Abizar melihat jam tangannya setiap saat.


"Kenapa Zar? Apakah sudah ada janji dengan klient jam segini?"


"Karena meeting tadi malam ditunda, Mr. Adams hanya memberikan kesempatan kedua untuk kita pagi ini. Dia harus kembali ke Australi pukul sepuluh nanti. Namun, sepertinya kondisi Anda terlihat belum memungkinkan untuk melaksanakan meeting." Abizar kembali melihat waktu yang hanya tinggal setengah jam lagi.


Reza mencoba untuk bangkit, tetapi ditahan oleh Aura. "Kanda istirahat saja! Biar aku yang menggantikan. Berikan bahan presentasi untuk aku pelajari. Setidaknya, aku cukup memahami bidang IT ini."


Reza menatap sang istri dengan wajah tanda tanya. Setelah itu dia mengangguk. "Baik lah, aku yakin Kamu bisa. Biarkan aku menemanimu saat meeting nanti." Reza kembali mencoba untuk bangkit. Namun, Aura menghalangi dan menggelengkan kepala.


"Kanda di sini saja. Aku sudah menelepon Mama. Katanya, nanti akan segera ke sini. Aku akan kembali setelah menyelesaikan meeting tersebut."


Reza mengangguk. "Baik lah, aku memercayaimu. Aku yakin Kamu bisa melakukannya."


Reza melihat ke arah Abizar. "Berikan proposalnya pada dia. Biar dia segera mempelajarinya!"


"Baik, Boss." Abizar membuka tas kerja miliknya. Dengan segera mencari proposal yang telah disiapkannya untuk meeting kali ini.


Sepanjang perjalanan, Aura mempelajari materi yang tertulis dalam proposal tersebut. Dengan keadaan yang asal-asalan, mengikat rambutnya, sekedar mencuci muka, dia tidak membawa alat rias sama sekali. Namun, dia tetap percaya diri untuk tampil sebagai pengganti sang suami.


Hari ini mereka akan membahas mengenai kerja sama tradding yang anjlok akibat ulahnya. Dia sudah memahami bagaimana sistem kerjanya tradding ini. Dia melangkah dengan percaya diri menemui mitra kerja dari Australia yang mereka kenal dengan Mr. Adams.

__ADS_1


Mr. Adams beserta seorang wanita dewasa yang merupakan sekretarisnya, merasa sangat heran menemui gadis muda ini. Menatap Abizar dan Aura secara bergantian. Keningnya berkerut menunjukan muka masam.


"Are you crazy?"


__ADS_2