CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
147. Meretas kembali


__ADS_3

"Terserah atas apa yang kau pikir! Di mana dia?"


Marcell tersenyum tipis dan sedikit miring. "Kamu tak perlu mengkhawatirkannya! Dia hanya laki-laki lemah yang kuat karena harta. Kamu tau, kamu itu tidak cocok bersamanya! Laki-laki yang lebih tepat untukmu adalah sosok kuat yang bisa menjagamu."


"Aku ingin melihatnya!"


Tanpa berkata apa-apa, Marcell melangkahkan kakinya masuk pada bangunan itu. Di depan sebuah pintu terdengar suara batuk yang tak kunjung berhenti dari dalam sana. Aura sangat hapal, itu suara suaminya.


"Dia kenapa?"


Marcell mengedikan bahu membuka kunci. Saat pintu terbuka, suara batuk Reza semakin terdengar dengan jelas. Aura berlari merangkul suaminya yang terlihat pucat.


"Kanda, kamu baik-baik saja kan?" Aura menangkupkan kedua pipi Reza dan mendekapnya. Menatap Marcell dengan tajam.


Reza menggelengkan kepalanya. "Kenapa kamu ke sini? Di sini bahaya untukmu." Reza menyandarkan kepalanya pada pundak Aura. Menatap Marcell dengan wajah menantang.


"Kau mau apa bangsat?"


Marcell bersidekap dada menantang kembali wajah Reza yang terlihat sangat mengenaskan itu. Aura bangkit dan berdiri dengan lantang membelakangi Reza.


"Kau membiarkan dia kehausan? Kau ini manusia bukan sih?"


Marcell tertawa sinis, memainkan dagunya. "Air? Kau mau air?"


"Jika tak kau beri pun, tak masalah. Aku akan mencarinya sendiri."


Marcell bersidekap dada melihat pasangan itu. "Seandainya aku tak tak menyuruhmu meretas perusahaannya, apakah mungkin saat ini yang bersamamu adalah diriku?"


Reza menatap panjang pada Aura. Selanjutnya berganti menatap Marcell. Dia mencoba menebak arah pembicaraan kedua orang ini.


"Mimpi! Bagaimanapun semenjak awal kau itu bukan siapa-siapa."


Marcell bergerak menjepit dagu Aura. "Kau ini sungguh tak bisa membaca situasi. Seharusnya kau tak banyak bicara. Namun, itulah yang membuatmu berbeda dengan gadis lainnya."


Amarah Reza seakan meledak mencoba menarik benda yang membelenggunya. Dia tak rela istrinya disentuh seperti itu. Aura pun mendorong tangan yang tak sopan kepadanya.


"Jangan sentuh! Aku tak sudi terkena tangan kotormu itu!" Aura mendorong Marcell, mencari sesuatu yang bisa diberikan kepada suaminya. Akhirnya dia melihat sebotol air mineral yang tiba-tiba saja ada di atas meja.

__ADS_1


Aura mengambilnya, dan kembali masuk memberikannya pada Reza. Reza meneguknya dengan rakus. Helium membuat kerongkongannya menjadi sangat kering. Setelah beberapa saat Reza mengangguk sebagai petanda dia sudah merasa lebih baik.


"Lepaskan dia!"


Marcell mendekat dan sedikit menundukan tubuhnya. "Tidak akan, sebelum kau menyelesaikan tugas seperti apa yang aku katakan tadi."


"Ini urusanku! Lepaskan dia! Aku akan melaksanankannya di tempatku saja!"


"Hahah." Marcell kembali tertawa dengan sinis. "Kau pikir aku ini orang bodoh? Lalu kau akan kabur dengan lagi dengannya ke tempat yang tidak bisa kutemui?"


Aura menyandarkan dirinya kepada Reza. Merangkul Reza merasa kasihan pada suaminya ini. "Sekarang, apa yang kau inginkan?"


"Dinda, jangan!" sela Reza tegas.


"Retas perusahaan besar kelas global! Jika kau berhasil, seperti yang aku katakan dulu, kau akan aku bebaskan. Namun, aku tak akan menjamin kerahasiaan identitasmu. Silakan kau sembunyikan identitasmu sendiri semampumu!"


Aura menyipitkan matanya. Perasaan ingin menghajar pria ini jadi semakin menggebu. "Jika aku tak mau?"


"Bersiap lah jika dia hanya tingga nama saja!"


Aura melepas rangkulannya pada pinggang Reza. "Baik lah! Hanya hingga berhasil saja kan? Setelah itu kau akan membebasdkan kami berdua?"


"Jangan khawatir, Kanda. Kali ini biarkan aku yang berjuang untukmu. Kamu sudah banyak sekali berkorban untukku. Aku akan menyelesaikan semua dengan cepat."


Reza meronta mencoba lepas dari ikatan borgol ini. Dia menggelengkan kepala tidak menyetujui apa yang akan dilakukan Aura. "Jangan, kamu tak perlu mendengarkan kata dia. Kita bisa bebas dengan cara lain! Aku tak ingin, saat kamu bebas darinya, malah membuatmu dikejar pihak kepolisian kembali!"


Aura tak bisa berkata mendengar ucapan Reza. Baginya, yang penting sang suami bisa segera dilepaskan. Kali ini giliran dia yang akan berjuang. Meski kembali menjerumuskan diri.


Aura melihat Jendra yang tengah duduk di depan beberapa layar komputer. Jendra terfokus pada layar komputer tersebut, seolah tak peduli dengan kehadiran Aura.


Marcell menyiapkan bangku tempat Aura duduk pada satu CP yang akan dia rambah. Sementara dia duduk di tengah, antara Aura dah Jendra. Aura memasang headphone pada telinganya. Mulai membuka Sistem DOS, sesuai arahan Marcell.


Jendra melihat kecepatan jemari perempuan itu, merasa sangat salut masih bisa bersikap tenang. Kali ini targetnya untuk meretas brand terkenal berasal dari negara Perancis. Brand berlogo kereta kuda, bewarna orange.


Marcell mengiringi pekerjaannya seolah membuka jalan bagi Aura untuk segera masuk ke area data penting milik perusahaan tersebut. Aura segera mulai memainkan virusnya yang selama ini tertidur karena tidak pernah digunakan lagi. Virus ciptaan kesayanganya berbentuk cacing pipih dengan tubuh meliuk berbentuk spiral.


Saat seolah menyalip masuk pintu gerbang, pasukan kuda perusahaan itu, dia menyenggol dan alert dari perusahaan itu menyala. Layar CP di hadapannya berubah menjadi merah dengan tulisan 'WARNING ... WARNING ... WARNING.'

__ADS_1


Jendra yang diam-diam memperhatikan ikut merasa panik. Aura meminta sesuatu untuk menutupi wajahnya. Marcell menyerahkan topeng dan jubah agar pihak lawan tidak bisa mendeteksinya. Aura non aktifkan semua CCTV yang ada di bangunan tersebut.


Kembali mencoba bermain mencari settingan untuk menghentikan alert dari pihak lawan. Jendra dan Marcell terus memperhatikan wanita ini bertindak dalam tenangnya. Marcell menyunggingkan senyum tipis. Sementara Jendra menggeleng pelan dengan mulut membulat tak percaya melihat langsung aksi wanita yang membuat Marcell menjadi gila ini.


Aura menemukan settingan otomatis milik perusahaan tersebut. Dia menekan tanda non aktifkan alert yang sedang aktif. Beberapa saat layar merah berubah kembali menjadi hitam, tetapi sepertinya IT dari negara Perancis tersebut sudah mendetekti tanda bahaya pada perusahaan mereka.


Alert merah kembali menyala. Membuat Aura memilih untuk mundur. Melakulan pembersihan pada chace dan pemuatan ulang pada CP tersebut. Aura melepas topeng menghela nafas panjang.


"Huuufftt ...."


"Bagaimana?" tanya Marcell.


Aura menggelengkan kepala. "Perusahaan mereka memiliki proteksi tinggi. Sepertinya saat ini belum bisa. Kita harus menunggu waktu tidur di sana terlebih dahulu. Menunggu mereka lengah."


Marcell menyeringai membayangkan apa yang akan didapatnya dari perusahaan besar itu. Sementara Aura membayangkan dirinya yang akan menjadi bur*nan internasional akibat pekerjaannya kali ini. Aura menatap sebuah pintu, di mana ada suaminya di balik pintu itu.


"Lepaskan ikatan tangannya!" ucap Aura tanpa memandang Marcell sama sekali. "Biarkan aku ikut masuk ke dalam sana. Aku ingin menemani dia."


Jendra menatap rona wajah Marcell yang tadi tampak sedikit cerah, kembali berubah menjadi suram. Tanpa berkata apa-apa, Marcell mengambil sebuah kunci. Marcell membuka pintu tersebut dan membuka kunci borgol yang membeleanggu Reza. Setelah usai, dia menari Aura masuk ke ruang tersebut dan mengunci pintu itu kembali.


💖


💖


💖


Kali ini giliran novel ini ya kakak reader semua. Siapa tau berminat dengan novel kece badai ini.


napen: Aisy Arbia


Judul: Sekadar Istri Siri


sinopsis:


Sashi Arandita, gadis 28 tahun yang selalu mendambakan pernikahan sekali seumur hidup harus rela mengubur dalam-dalam prinsip hidupnya. Pasalnya, sebelum ibunya meninggal, wanita paruh baya itu meminta putrinya untuk menikah dengan Puguh Amarta, 34 tahun. Pria yang sudah dijodohkan dengannya karena menjadi wasiat almarhum ayahnya, Abdul Mahesa.


Di sisi lain, Puguh Amarta telah memiliki istri sah yaitu Nadya Ningrum, 30 tahun. Puguh ingin menolak, tetapi karena balas budinya kepada keluarga Abdul Mahesa sehingga pria beristri itu menerima pernikahan tersebut.

__ADS_1


Akankah Sashi mampu menerima pernikahan ini? Ataukah memilih bercerai karena tahu kenyataan kalau dia hanyalah istri siri?



__ADS_2