CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
48. Kembalinya dana yang ditarik


__ADS_3

Jantung Reza mulai berdebar. Terdengar suara-suara dari arah ruang induk otomasi. Namun, dia mencoba memberanikan diri menuju ruang utama tersebut. Tampak bayangan hitam bergerak-gerak dari arah sana.


...degh......


...degh......


Reza menekan dadanya yang semakin berdebar. Namun, bayangan hitam itu terus bergerak di sekitar pusat data perusahaan ini. Hal itu membuat Reza curiga.


Mana ada hantu yang bisa menyalakan CP?


Aura telah melanglang di jaringan data utama milik perusahaan ini. Mencari file berjudul Pusat Data > menyambungkan pada Sistem


[Data Anda sedang tersambung]


[Mohon tunggu sejenak!]


Selain menyambungkan pada Sistem, Aura juga menyimpannya pada USB drive yang telah dibawa, lalu segera mematikan kembali CP tersebut. Tiba-tiba ada seseorang yang mendekapnya dari belakang.


"Aaahhgg," pekiknya.


"Cewek?" ucap pria yang menangkapnya dari belakang tersebut.


Aura mempraktekan kembali ilmu beladiri jika ada yang menangkap dari belakang. Dia memastikan orang yang mendekapnya adalah Om Mesum, pimpinan perusahaan ini.


Aura mengaitkan kaki panjang milik pria itu, sehingga membuatnya terjengkang. Dekapan Reza yang kuat membuat dia ikut terjatuh. Namun, tangan pria itu tidak melepaskan dekapannya. Tangannya beralih mendekap leher perempuan yang mencoba mencuri data milik perusahaan tersebut.


"Siapa yang berada di balik topeng ini haa?" ucap Reza dengan geram, masih mendekap leher gadis itu. Aura tepat dalam rangkulan pria bertubuh tinggi ini.


...dduuughh...


Terdengar suara pukulan dari arah belakang. Tiba-tiba pria yang tadi merangkulnya itu terkulai memeluknya tak sadarkan diri.


Aura berusaha melepaskan diri, pria itu rebah dengan seketika. Aura menangkupkan pipi pria itu dengan kedua tangannya. Menepuknya pelan, melihat orang yang menghajar Om Mesum ini dari belakang. Seorang yang tentu adalah partner kerjanya.


"Om ... Om?" Aura mencoba menyadarkan pria ini.


Marcell menarik lengan Aura. "Biarkan saja dia! Kita harus segera meninggalkan tempat ini! Ada yang menuju ke sini!"


"Tapi dia?"


Marcell terus menarik Aura. "Biarkan dia!"


Aura melirik pria itu dengan rasa bersalah. Dia mengetahui bahwa orang ini mengidap jantung bawaan sedari lahir. Aura melepas tangan Marcell yang terus menariknya. Kembali mencoba menepuk pipi Reza agar pria itu segera sadar.


"Apa yang Kau lakukan Nona?" tanya Marcell mencoba menarik Aura kembali.


"Pergi Kau! Kenapa Kau malah menghajarnya? Dia ini tidak dalam keadaan baik-baik saja!" Mengibaskan tangan Marcell yang terus mencoba menariknya.


"Dia akan baik-baik saja! Jika Kau ingin menyelamatkannya, berarti tak ada bedanya Kau menyerahkan diri kepada mereka!" jelas Marcell.


"Terserah lah! Biar lah aku ditangkap! Aku sudah muak dengan permainan Sistem ini!" Aura kembali menepuk pipi Reza.


"Oom, omm! Sadar lah!"


"Nona mie instan ... mie instan ... Aura ...," Reza ngelindur menyebut namanya. Membuat gadis itu ternganga.


Kenapa dia menyebut namaku dalam keadaan tak sadar begini?


Marcell kembali menarik Aura. Dari kejauhan terdengar suara derap langkah kaki yang sangat banyak. Aura terus menahan dirinya mencoba mengguncang tubuh Reza. Akhirnya, kesabaran Marcell habis.


...ddduuughh...


Marcell memukul tengkuk Aura, sebagaimana seperti yang dia lakukan pada CEO muda itu. Lalu mengangkat Aura, menggendongnya untuk segera pergi meninggalkan tempat ini.


💖


Aura terbangun di pagi hari. Dia berada di tempat yang asing, sebuah kamar yang sangat bagus. Matanya liar melihat sekeliling kamar yang sangat asing itu.


Ini di hotel? Apa yang terjadi?


Aura mencoba mengingat-ingat kejadian yang dialaminya tadi malam. "Om Mesum?"


Mulutnya tertutup dalam keterkejutan teringat kejadian tadi malam. Dia segera bangkit dari tempat tidur itu. Membuka pintu yang seperti berada di sebuah hotel.


Apa dia yang meninggalkanku di hotel ini? Marcell sialan yang memukulku sembarangan. Nanti Sistem akan aku denda. Dia haruss memberikanku DANA 2x lipat dari yang ada!


Aura segera bergerak meninggalkan tempat ini. Saat berada di loby, televisi tengah menayangkan berita mengenai penyusup yang menghajar pimpinan muda bernama Reza Firto Adijaya. Aura hanya melihat berita itu dengan sepintas. Lalu pergi meninggalkan hotel ini.


Dia berada di hotel yang tak jauh dari rumah kosnya. Tempat yang pernah membuatnya menginap dengan Aksa beberapa waktu lalu. Dia kembali berjalan dengan langkah cepat karena akan melaksanakan ujian akhir semester pukul delapan ini.


Sepintas dia melihat ke arah Kafe Harmony, rasa bersalah kembali muncul di dalam hatinya. Lalu segera menuju rumah indekos dan membersihkan diri.


Aura mempercepat gerak menuju kampus. Karena dalam suasana menghadapi ujian akhir semester, semua mahasiswa tengah pusing mencoba kembali mengulang materi perkuliahan. Tak terkecuali dia, yang semakin hari semakin lalai dalam perkuliahan.


Waktu pun kembali bergulir menuju malam. Aura mulai merasa stress setelah KO menghadapi ujian tiga mata kuliah hari ini. Dia merasakan hari-harinya semakin hancur semenjak berkecimpung dalam dunia per-hacker-an yang akhir-akhir ini dia jalani. Aura mengecek ponselnya. Tak satu pun ada pesan dan panggilan dari sang pacar.


Aura menopangkan dagu pada telapak tangannya. Baru menyadari intensitas hubungan mereka makin hari semakin sedikit. Ketika dihubungi pun Aksa seolah sibuk seperti tak peduli. Meski Aksa berkata cinta, tetapi tindakan Aksa seperti berbeda dengan apa yang telah diucapkannya.

__ADS_1


Tiba-tiba dia teringat pada kejadian tadi malam. Om Mesum memeluk dirinya dari belakang. Dia merasa merinding dan menepuk-nepuk tubuhnya yang masih merasakan hangatnya pelukan itu.


Iiiihhh, amit-amit ....


Aura mencoba membuka kembali materi-materi kuliah yang akan diuji esok. Setengah jam terhanyut dalam mendalami materi, masuk pesan dari sistem.


[Selamat malam Nona Pemarah dan Keras Kepala]


^^^[Hmmm, kenapa orang kepercayaanmu memukul saya?]^^^


[Itu disebabkan karena Anda sangat keras kepala.]


[Dia mengatakan itu terpaksa dilakukan karena kalian berdua hampir tertangkap oleh pasukan pengaman gedung itu.]


^^^[Alasan!]^^^


^^^[Untuk selanjutnya saya tidak mau lagi bekerja sama dengannya!]^^^


^^^[Jika tidak ada partner yang lain, jangan suruh saya bekerja secara offline lagi!]^^^


[Apakah Anda membencinya?]


^^^[Ya, saya sangat membenci kelakuannya.]^^^


^^^[Dia orang yang semena-mena.]^^^


^^^[Saya hampir mati dibuatnya.]^^^


[Kenapa Anda mengatakan hampir mati?]


[Bukan kah hingga saat ini Anda baik-baik saja?]


^^^[1. Dia mendorong saya begitu saja melewati jembatan sirotol mustaqim.]^^^


^^^[2. Dia memukul saya di belakang tanpa permisi]^^^


^^^[3. Seenaknya meninggalkan saya di hotel sendirian!]^^^


^^^[Fix, saya membencinya.]^^^


[Baik lah, jika Anda tidak mau bekerja sama dengannya, jika ada pekerjaan mengharuskan Anda offline kembali, maka Sistem akan mengirimkan anggota yang lain untuk menemani pekerjaan Anda ]


[Sistem mendapat informasi bahwa Harmony telah memiliki tim yang baru.]


[Apakah Anda sudah siap untuk melanjutkan peperangan dengan tim baru Harmony Grup?]


^^^[Maksudnya?]^^^


[Harmony Grup telah membentuk tim untuk menangani masalah yang telah kita lakukan.]


[Oleh sebab itu, wajar saja Anda mengalami kegagalan dalam misi peretasan beberapa hari lalu.]


[Wajar sekali karena 1 hacker tak akan pernah sebanding melawan 20 hacker]


[Apalagi mereka telah melewati seleksi ketat.]


[Oleh sebab itu, Sistem akan memandu Anda 100% menghadapi mereka]


^^^[Dana saya yang hilang boleh dikembalikan lagi?]^^^


[Kenapa begitu?]


^^^[Bukankah Tuan Sistem sendiri yang mengatakan bahwa mereka bukan tandingan saya?]^^^


[Jika Sistem tidak bersedia?]


^^^[Saya juga tidak bersedia bekerja sama lagi dengan makhluk seperti Anda.]^^^


[Jika Anda tidak bekerja sama dengan baik, maka semua data Anda akan disebarkan.]


[Anda akan segera dipenjara ]


^^^[Sepertinya saya akan lebih merasa tenang tidur di sana!]^^^


^^^[Dari pada saya selalu merasa tersiksa bekerja sama dengan Tuan Sistem Durjana sepertimu.]^^^


[Anda yakin sekali Nona?]


^^^[ ... ]^^^


[Jangan hanya titik-titik!]


^^^[ ... ]^^^


[Jika perempuan telah diam, itu menandakan dia sedang marah besar.]


^^^[ ... ]^^^

__ADS_1


[Kadar kemarahan terdeteksi hingga 500%]


[Kenapa tidak ada titik-titik lagi?]


[Kadar kemarahan yang terdeteksi sebesar 1000%]


[Baik lah, Sistem mengaku kalah.]


[Seluruh Dana yang telah ditarik oleh Sistem akan dikembalikan secepatnya.]


[Kenapa masih diam?]


[Dana tersebut akan dikembalikan saat ini juga!]


[Apakah Anda tidak memercayai apa yang Sistem katakan?]


Terlihat pesan mengambang dari akun Bank milik Aura. Aura segera mengeceknya.


[Nasabah a/n Aurora Safitri dengan nomor reg. 1234xxxxxxxxxxxx dana masuk sebesar Rp160.000.000,-]


Mata gadis itu terbelalak. Sistem benar-benar mengembalikan semua dana yang telah ditarik semenjak awal. Dana tadi malam juga telah masuk sebesar seratus juta rupiah. Jadi uang yang ada di dalam akun miliknya sangat berlimpah ruah.


"Akuuu kaaayaaaaaa!" soraknya.


[Bagaimana Nona tukang ngambek?]


[Apakah Anda sudah cukup puas?]


^^^[Ya, puas banget. Makasih.]^^^


[Jadi apakah Anda bersedia melanjutkan kerja sama dengan kami?]


^^^[Boleh tanpa potongan nggak sih?]^^^


[Maaf, ini adalah permainan kekayaan. Jika gagal, tentu harus ada ganjaran.]


^^^[Hmmm ....]^^^


^^^[Permainan kekayaan Anda sungguh sangat menakutkan!]^^^


[Apakah Anda sudah siap?]


^^^[Baik laah!]^^^


^^^[Jika saya gagal?]^^^


[Seperti biasa, dana Anda akan kami tarik sebesar 50%]


Aura memperhitungkan besaran 50% dari jumlah dana yang dia miliki saat ini. Wajahnya menyemburatkan ketakutan luar biasa. Dana yang akan hilang melebih angka seratus juta. Dia berjanji akan bersungguh-sungguh untuk pekerjaan selanjutnya.


[Sistem telah menyusun surel dan rumus virus yang lebih ganas dari biasanya.]


[Kali ini Sistem menyarankan agar Anda menutup identitas saat melaksanakan peretasan.]


[Kita akan menyisipkan pengawasan terhadap tim tersebut.]


[Namun kelemahannya adalah, mereka juga bisa melihat Anda dan Sistem dari jarah jauh.]


[Oleh sebab itu, kali ini hingga beberapa waktu ke depannya, Anda harus menutup identitas saat melancarkan aksi peretasan seperti biasanya.]


^^^[Baik lah!]^^^


Aura segera mengambil jubah yang sengaja dia siapkan untuk aksi ini. Dia mengenakan dan segera menutup semua tampilannya. Aura sudah siap bertempur malam ini, demi menyelamatkan dananya dari pemotongan yang tidak etis tersebut.


Panggilan telepon dari Sistem masuk pada selulernya. Aura segera memasang headphone dan menjawab panggilan tersebut.


"Tolong ikuti arahan kami, maka Anda akan menang dari peperangan hari ini."


Aura segera menyalin semua surel yang dikirim oleh Sistem kepadanya, ditempelkan pada sistem DOS yang telah standby.


Di sisi lain, Aksa dan rekan satu timnya mendapat peringatan bahwa hacker tersebut sudah mulai melakukan penyerangan, setelah sehari kemarin vakum.


"Kita lihat penjahat, apakah Kau akan menang hari ini? Atau mungkin akan kalah lagi?" ucap Aksa menyeringai.


Mampir pada karya temen othor juga yaa..hehe




Alisa adalah gadis biasa yang berwajah jelek dan cacat. Dia juga mempunyai saudara kembar bernama Alena yang rupa dan wataknya berbeda dengan Alisa. Karena suatu kejadian sewaktu masih kecil, wajah Alisa jadi cacat dan jelek. Semua teman kampusnya tidak ada yang mau berteman dengannya, namun Alisa selalu percaya diri meski berwajah jelek, meski perlakuan ibunya selalu berbeda jauh padanya di banding kembarannya yang berwajah cantik. Apakah Alisa bisa merubah dirinya menjadi cantik, setelah dia bertemu dengan Richard sang bintang kampus? Bagaimanakah jadinya jika Alisa benar-benar berubah jadi cantik


...*bersambung*...


...Jangan lupa menekan tanda Favorit, Like, Gift, Vote, dan Komentar ya!...


...Terima kasih!...

__ADS_1


__ADS_2