
Seseorang yang mengenakan pakaian petugas kebersihan, mengikat Aura yang baru saja ditangkapnya. Aura terkulai tak sadarkan diri setelah mendapat pukulan di pundak dilakukan oleh seorang pria ini. Dia menyamar menjadi petugas kebersihan di apartemen tempat Reza dan Aura tinggal. Akhirnya menemukan Aura setelah satu bulan tidak melihat batang hidung gadis itu.
Gadis yang diincar oleh Marcell ini sungguh luar biasa. Jika dia tidak memiliki rencana seperti tadi, mungkin Jendra akan sulit untuk menangkapnya. Pria yang membuat mereka terjerumus ke dalam dunia peretasan. Membuat Jendra, menjadi perburuan pihak mafia keji dari Italia.
Jendra membuka benda yang digunakan sebagai penyamar identitas yang terpasang di wajahnya. Menekan ponsel dengan nama kontak Marcell. Jendra menunggu panggilan dijawab oleh seseorang di seberang sana.
"Bagaimana? Jika hari ini Kau masih gagal, maka bersiaplah untuk mencoba lari dariku!"
"Gadis itu sudah kutangkap." Namun tak ada jawaban dari orang di seberang. "Bagaimana dengan perjanjian kita?"
Ponsel Aura berbunyi, dengan nama contact Beloved Husband. 'Jadi dia sudah menikah? Apakah pria tadi itu, suaminya? Aku pikir dia hanya seorang wanita yang dibayar oleh pria tadi.'
"Itu suara apa?" tanya Marcell yang juga mendengar nada dering ponsel Aura yang sangat keras.
"Oh-oh, bukan apa-apa. Jadi bagaimana dengan gadis ini? Kau harus memenuhi isi perjanjian kita untuk melepaskan yang lain!"
"Mana bukti bahwa Kau dia benar-benar berada di tanganmu saat ini?"
"Ternyata hidupmu terlalu banyak mendapat tipuan, sehingga membuatmu tidak mudah memercayai semua ucapan orang lain." Jendra menutup panggilan suara, beralih pada panggilan video.
Jendra menampilkan gadis dengan kepala terkulai menutupi wajah Aura. Jendra menyibak rambut tersebut, membuktikan dia benar-benar Aura. Nona Hacker yang membuat Marcell mati karena penasaran.
"Di mana dia? Saya akan segera ke sana!"
"Cih ..." Jendra tergelak. Dia tidak menyangka bahwa Marcell benar-benar tergila-gila pada wanita yang ditangkapnya ini. 'Apa yang akan dilakukannya jika mengetahui gadis ini telah menikah?'
Jendra menjepitkan tangan lebarnya pada kedua pipi hadis yang masih terlelap itu. Melihat wajahnya posisi kiri dan kanan. "Pantas Marcell tergila-gila padamu. Sayang sekali Kau sudah menikah. Namun, ini akan membuat semuanya menjadi semakin menarik. Saya merasa penasaran, bagaimana tindakan Marcell jika mengetahui ini semua." Wajah Jendra menyeringai, dia merasa akan terjadi sesuatu yang hebat yang akan terjadi setelah ini.
***
__ADS_1
Reza segera menuju ke appartemen dengan perasaan kalut. Mendengar Aura menghilang, membuat jantungnya berdetak tak menentu. Sesampai di rumah, Reza menanyakan bagaimana kronologis hingga akhirnya Aura, istrinya menghilang.
"Tadi saat Bibi balik dari pasar, pintu rumah terbuka begitu saja. Saat Bibi panggil Nona, tidak ada jawaban sama sekali. Bibi cek di dalam tidak ada orang sama sekali. Bibi kira, Nona Muda lagi main keluar dan lupa mengunci pintu, sehingga Bibi melanjutkan pekerjaan."
"Setelah sore, Nona belum juga kembali. Entah kenapa ada perasaan tidak enak, Bibi langsung turun ke ruang kontrol, meminta petugas mengecek CCTV di luar, untuk melihat apa yang terjadi."
"Ternyata ada yang memukul Nona Muda, saat hendak menutup pintu. Dia berpakaian cleaning service, menutup wajahnya dengan masker dan topi. Setelah itu, Nona Muda dimasukan ke dalam tong sampah. Bibi sudah menanyakan kepada petugas gedung ini, ternyata mereka tidak bisa mengenal orang tersebut."
Reza teringat petugas kebersihan yang menyapa mereka tadi pagi. "Siaal, kenapa di saat begini kami malah menjadi lengah?"
Reza mengepalkan tangannya, dan meninju meja makan. Sehingga terdengar suara gelas, piring, dan sendok mengeluarkan suara seolah mirip dengan getaran di hati Reza.
Reza segera membuka laptopnya, menghubungkan USB antara ponsel dengan laptop. Menggunakan kembali program Linux andalannya, untuk melacak lokasi ponsel sang istri.
Reza mencoba menghubungi kontak milik sang istri. Namun sayang, kontak tersebut sudah tidak aktif lagi. Reza mengetuk-ngetuk kembali keyboard laptop miliknya. Mengambil laptop milik sang istri yang sudah diperbaikinya kemarin malam.
Dia mencoba membuka chace dan recycle been pada laptop milik istriya. Beruntung, Aura belum membersihkan tong sampah hasil peretasan sebelumnya. Reza memperbaiki dan mengembalikan data yang telah masuk tong sampah tersebut.
Reza mencoba memasukan virus 'Ghost' ciptaannya. Kali ini susunan data yang dikirim bagai benda tak terlihat dan tidak terdeteksi oleh software dan server milik lawan. Sehingga virus yang mengawal bank data tersebut, tidak mampu mendeteksi adanya kejanggalan yang sedang terjadi.
Reza mulai merebut kembali data-data yang telah dicuri oleh pihak lawan. Karena istrinya belum sempat melakukannya sendirian. Meski keluar dari rencana awal, Reza mendapatkan kembali sesuatu yang telah hilang darinya tanpa perlawanan sengit.
Tumben ini adem ayem tanpa perlawanan?
Selagi data yang diambil lawan dipotong oleh virus 'Ghost' yang bekerja secara diam-diam, Reza mencoba merambah server lain dengan laptop yang satu lagi miliknya. Dia membuka CCTV yang terdapat pada IP Address yang telah berhasil dia ambil alih.
Melihat satu ruangan bagaikan gudang, ada beberapa pemuda tengah menekuk wajah, dan beberapa perempuan sedang berbicara dengan wajah mengenaskan.
Siapa mereka? Kenapa mereka dikurung?
__ADS_1
Reza mulai mendeteksi alamat sesuai IP Address yang dia temukan. Dengan senyum penuh kemenangan, Reza menghubungi polisi. Dia pun mencoba menghubungi seseorang yang bekerja di Bandung. Orang yang berada di Bandung itu menjanjikan akan segera menuju ke sana pada kereta pertama esok hari.
Reza membuka pakaian miliknya, melihat ke arah cermin. Tampak luka jahitan tanpa perban yang telah mengering. Reza menyentuh bekas luka tersebut, memejamkan mata mengingat semua perawatan yang diberikan istrinya.
"Sayang, tunggu Kanda! Kanda akan menjemputmu kembali!"
Reza segera mengenakan pakaian yang nyaman dan jaket. Menghubungi Abizar, Jay, dan beberapa karyawan yang dianggapnya mampu untuk beraksi bersamanya malam ini. Reza segera mengikuti map yang tertera pada ponselnya, sesuai titik IP address tadi.
Reza sampai setelah polisi berhasil menggerebek lokasi persembunyian tersebut. Tampak beberapa orang dilihat olehnya di dalam CCTV tadi mendapat pertolongan pertama. Reza segera mendekati mereka.
"Apa kalian mengetahui keberadaan istri saya?"
Orang-orang tersebut saling berpandangan secara bergantian. Lalu salah satu dari mereka pun berbicara.
"Apakah istri Anda itu bernama Aura?"
Reza terfokus kepada pemuda yang sedang berbicara. "Iya, benar sekali. Di mana dia?"
Pemuda itu tertunduk. "Ini semua ulah Sistem. Dia menangkap kami semua yang tidak melaksanakan perintahnya dengan baik. Ini semua pasti hasil pekerjaan Jendra. Demi keselamatan kami semua, dia menangkap istri Anda."
"Kami belum bertemu dengan Marcell hari ini. Saya rasa dia sedang ke tempat Jendra yang menyekap istri Anda."
Kening Reza berkerut. "Kenapa dengan Marcell? Kata istriku dia juga jadi korban Sistem seperti dirinya."
Para pemuda tersebut saling bertatapan satu sama lain. "Dia lah orang yang mengaku menjadi Sestem Kekayaan selama ini. Dia lah yang memandu kami untuk mengikuti perintahnya. Dia orang yang sangat kejam. Bahkan, dia lah orang yang membunuh teman kami saat berada di rumah Anda kala itu."
Reza kembali mengepalkan tangannya karena amarah. Ternyata apa yang diduganya selama ini memang benar adanya. Hanya saja, karena operasi transplatansi jantung dan pesona istrinya membuat dia tidak bisa melaksanakan rencana mencari informasi tentang Marcell.
Sebuah mobil sport terparkir tak jauh dari lokasi tersebut. Di bangku pengemudi, tampak seorang menggunakan topeng memantau keadaan tempat persembunyiannya. Tempat itu dipenuhi aparat yang menyita benda-benda berharga miliknya untuk meraup keuntungan tanpa perlu bekerja keras.
__ADS_1
Di sebelahnya, tampak gadis yang memantau wajah suaminya, namun tidak bisa berbuat apa-apa. Mulutnya disekap dan tubuhnya diikat hingga ke kaki.