CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
27. Pacar


__ADS_3

"Hushh! Jangan bicara begitu! Kita ini pacarannya aja belum cukup satu jam kamu sudah mau mati aja?"


"Apa hubungannya?"


"Aku merasa stress Bang!" Dia menaruh ponsel pada holder yang dia miliki. Lalu kembali menyembunyikan wajahnya.


"Ada apa? Ceritakan lah! Aku harap ke depannya tak ada lagi rahasia di antara kita."


Namun Aura belum juga mengangkat wajahnya. "Ra?"


"Bang, sepertinya aku lagi butuh waktu untuk menyendiri. Nanti saat kamu sudah sampai di sana, hubungi aku lagi. Aku harap saat itu perasaanku telah berubah menjadi lebih baik lagi."


"Oh, ya udah. Ingat! Jangan pernah mengulangi kata bun*h d*ri lagi!"


Panggilan pun ditutup, Aura masih menekuk wajahnya. Pikirannya kacau membayangkan hal-hal yang akan terjadi ke depannya. Dia merasa tidak kuasa mengerjakan misi kali ini. Dia tertidur dalam keadaan duduk dengan menopang kepala di meja belajar mini miliknya.


Aura terbangung mendengar alunan nada dari ponselnya. Ada panggilan masuk. Tanpa melihat siapa peneleponnya, dia menggeser tanda hijau ke atas dan langsung menjawabnya. Dia berpikir itu adalah telepon dari Aksa.


"Udah sampai Bang?"


"Maaf, apa yang Anda maksud dengan 'Bang' Nona?" Terdengar suara yang sangat mirip dengan operator seluler yang seperti biasa dia panggil. Apa bila jaringan pada operator seluler yang dia gunakan bermasalah.


"Nona?" Dia kembali bertanya.


"Nano Hacker Aurora Safitri. Sistem kami memberi laporan bahwa Anda belum melaksanakan misi hari ini."


Kepa Aura langsung tegap. Memperhatikan layar kembali. Ternyata itu adalah panggilan dari Sistem. "Ini Tuan Sistem?" tanyanya.


"Kami adalah Sistem yang siap melayani segala kendala Anda. Jika Anda memiliki masalah, kami siap untuk mendampingi selama dua puluh empat jam."


"Hoooaaammm ...." Aura menjawab dengan sebuah kuapan besar.


"Apa Anda ketiduran?"


"Yah, gara-gara kesal saya ketiduran. Kamu bikin saya benar-benar ketakutan setengah mati. Hal ini sungguh sangat mengesalkan!" dengkusnya.


"Sistem berharap agar Anda jangan terlalu menganggap bahwa misi ini adalah sebuah beban. Saat ini waktu telah menunjukan pukul dua puluh tiga malam. Waktu yang tersisa untuk melaksanakan misi hari ini hanya tinggal satu jam lagi. Apa Anda memiliki headphone? Itu akan lebih memudahkan Anda untuk mendengar pengarahan dari Sistem."


"Besok saya beli!" celetuknya.

__ADS_1


"Sekarang laksanakan lah misi yang telah Sistem beri!"


"Hmmm ...."


Aura menaruh ponselnya tanpa menutupnya panggilan tersebut terlebih dahulu. Dia tidak menyadari ternyata masih dalam panggilan dengan Sistem di seberang sana.


"Sistemnya cowok kok tingkat kebawelannya melebihi emak-emak? Emak tiri nih si Sistem-nya. Huh ...." gerutunya.


Seseorang yang mendengar dikatakan sebagai emak tiri hanya menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.


Kau tak akan mengatakan itu lagi jika bertemu langsung denganku, batinnya.


Aura pun membuka catatan yang telah dipilih untuk menjadi targetnya. Kali ini dia memilih industri rumah tangga dalam bidang oleh-oleh makanan khas salah satu daerah nusantara.


"Maafkan aku wahai pemilik usaha ini. Aku terpaksa. Aku sedang diperas." Lalu Aura menekan tombol 'Enter.'


Huruf-huruf dan angka terus bergerak dan terus bertukar. Hingga di layar PC nya tertulis penuh oleh kata 'SUCCESS'


Dia akan melanjutkan tidurnya kembali. Terdengar notifikasi dari ponselnya sebanyak dua kali. Hal itu sudah tidak membuatnya penasaran lagi. Dia langsung masuk kamar mandi bersih-bersih dan menyikat gigi. Lalu dia naik ke atas tempat tidur.


"Nona ini lupa membersihkan chace-nya. Harus segera dibersihkan," ucap Marcell. Marcell adalah Hacker tingkat global yang memiliki kemampuan yang tidak dapat diragukan lagi.


💖


💖


💖


Aksara sampai di rumah indekosnya pada waktu pukul satu dini hari. Dia langsung membuka laptop miliknya. Dia melihat sebuah pengumuman lowongan dari perusahaan yang membutuhkan anak muda yang mampu mengolah segala sesuatu dalam bidang IT. "Harmony Grup, sepertinya aku sangat berjodoh dengan perusahaan itu."


"Aku harus mengumpulkan banyak duit demi si dia." Aksa mengakses sistem DOS, mengetik-ngetik sesuatu dan menekan 'Enter.'


💖


Paginya Aura merasakan tubuhnya pegal luar biasa. Beberapa pesan yang masuk tadi malam, masih diabaikannya. Dia teringat akan tugas kuliah yang belum sempat dikerjakan. Lalu kocar-kacir sendiri mengerjakan tugas tersebut.


"Gara-gara si Mak Sistem nih, eh .... dia cowok ya? Gara-gara si Pak Sistem nih .... Malah kelupaan sama tugas kan?" Dia mengerjakan tugas sambil terus menggerutu.


"Untung saja hari ini jadwal kuliahnya agak siangan. Tapi kedua mata kuliah ini tugasnya seabrek gini. Mengkezel memang iih." Masih dalam gerutuan sambil mengerjakan tugasnya.

__ADS_1


Dua jam dia habiskan waktu untuk mengerjakan dua tugas dari dua mata kuliah hari ini. "Hufftt, beres juga."


Setelah itu dia membuka sosial media miliknya. Berasa tadi malam bermimpi ada oknum yang mengambil poto dari sosial medianya ini, lalu diedit menjadi aneh-aneh. Akhirnya Aura memutuskan menghapus akun sosial media miliknya ini. Lalu membuat akun baru, tentu kali ini dibuat tanpa menggunakan poto.


"Anggap saja sudah mati pajak. Udah laris ini kan? Sudah punya pacar kan? Oh iya, pacarku apa kabar?" Dia mencari nama Aksa di sosial media tersebut, lalu menekan tanda permintaan pertemanan. Dia tersenyum melihat poto laki-laki yang saat ini telah menjadi pacarnya..


"Ganteng," celetuknya. Dia membulatkan bibir


Setelah selesai urusan sosial media, Aura pun memeriksa ponselnya, dan ternyata Aksa sudah mengirim beberapa pesan untuknya.


[Halo pacar, tadi malam aku sampai di kosan pukul satu dini hari.]


[Bagaimana keadaannya saat ini?]


[Aku harap kamu sudah kembali ceria 😇😇😇]


[Haha, masih tidur ya? Aku mau berangkat kuliah dulu. Kamu yang rajin belajarnya seperti biasanya ya.]


[Aku ingin mengatakan sesuatu, tapi jangan tertawa ya?]


[I love you]


Seketika beban yang mengganggu pikiran Aura bagai hilang begitu saja dengan seketika. "Ternyata dia semanis ini," ucapnya dengan wajah sumringah.


Lalu tak sengaja dia melihat waktu pada ponsel tersebut. Ternyata waktu sudah menunjukan pukul setengah sepuluh pagi. Sementara kuliah pertama hari ini dimulai pada pukul sepuluh pagi.


Dengan segera dia masuk ke dalam kamar mandi. Membersihkan diri sekenanya, lalu beres-beres. Setelah semua beres, dia membawa USB untuk mencetak tugas yang dibuatnya di koperasi dekat fakultas.


Sepertinya aku harus membeli printer juga. Oke, saat ini printer masuk list penting untuk belanja berikutnya.


Aura berlari menuju ruang perkuliahan hari ini. Karena larinya cukup cepat, ketika seorang dosen tiba-tiba keluar dari ruang kerjanya, Aura tidak bisa melakukan rem mendadak untuk mengelak. Nahasnya, dia menabrak dosen yang terkenal garang itu, Barack Adijaya.


......Bruggh......


...*bersambung*...


...Jangan lupa menekan tanda Favorit, Like, Gift, Vote, dan Komentar ya!...


...Terima kasih!...

__ADS_1


__ADS_2