CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
Ex. 8


__ADS_3

Seekor anjing menggonggong di hadapan mereka. Reza hendak lari untuk kabur, tetapi ditahan oleh Aura. Aura berjongkok pura-pura mengambil batu. Ternyata hal itu sukses membuat anjing lari menjauhi mereka.


Namun, hewan itu terus menggonggong, hingga membuat pasukan anjing lain bersatu padu untuk saling sahutan gonggongan. Kali ini Aura benar-benar memilih batu-batu kerikil untuk dilempar pada serdadu guguk itu.


"Kanda cepat ambil! Biar aku yang mengurus mereka!"


Reza bergerak hendak ke rumah pemilik. Namun, dicegat oleh Aura. "Gak ada waktu! Cepat buruan ambil aja. Keburu makhluk kaki empat ini menyerangku!"


Aura sibuk melempari anjing-anjing itu dengan batu. Reza tanpa pikir panjang mencoba menarik beberapa buah yang besar. Kebetulan pohonnya tidak terlalu tinggi, jadi bisa dijangkau tanpa perlu memanjat. Setelah dirasa cukup, Reza menarik Aura kabur dari lokasi pencurian.


Pasukan anjing terus mengikuti mereka. Setelah itu mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil. Mereka terus diikuti pasukan anjing hingga gerbang kompleks. Selepas dari sana, tak ada lagi anjing yang mengikuti. Akhirnya, mereka bisa bernafas dengan lega. Sejenak Reza melirik sang istri ingin julid, tetapi dengan segera dia tepis.


Ini demi anak sendiri ... Huuufftt sabaar ... sabaaarrr ...


Tak lama setelah sampai di rumah, bibi langsung membuatkan bumbu rujak. Aura sendiri memotong mangga tersebut, dan Reza menggendong Aksa yang terbangun karena kehilangan orang tuanya.

__ADS_1


"Lihat Bunda kamu tuh Boy, demi mangga muda, dia rela dikejar anjing."


Aksa yang tidak mengerti apa-apa ikut menjangkau apa yang sedang dilakukan oleh sang ibu. Aura melihat tangan mungil yang terus menjangkau, memberi sedikit potongan buah tersebut. Namun, ditepis oleh sang Ayah.


"Giliran aku kasih puding kamu larang. Sekarang kamu malah ngasih mangga asem gitu sama dia?"


"Ini gak apa, alami," celetuk Aura kembali menyerahkan ke tangan Aksa.


"Jangan! Itu asem, kalau dia mules bagaimana? Lagian kok kasih anak hasil curian gitu." Reza kembali menepis tangan Aura yang hendak menyerahkan potongan mangga itu.


Aura mencibir dan melanjutkan proses pemotongan buah. "Salah sendiri jatuh cinta sama maling, ya kan Nak?"


Bibi menyudahi proses ngulek bumbu rujak. Menyerahkan bumbu tersebut beserta dengan cobeknya kepada ibu hamil muda. Aura mengambil satu potong dan mencocolnya pada bumbu rujak. Buah yang kecut membuat matanya mengedip dan ada perasaan puas telah mendapatkan apa yang diinginkan. Melihat istrinya begitu, Reza juga ikut merasakan aliran air selera keluar dari mulutnya secara otomatis.


Reza mengambil satu potong buah tersebut, tetapi ditepis oleh Aura. "Katanya tak mau, ini curian?"

__ADS_1


"Aku juga ngidam ini ah!" Dia tetap memaksa merebut potongan mangga tadi. Mencocol buah mangga dan jess... reader pun ikut pengen rujak mangga muda.


Waktu pun terus berlalu, kehamilan Aura pun semakin besar. Banyak jenis idam yang membuat kepala Reza pusing. Kadang disuruh masak nasi goreng langsung di gerobak dorong abang penjual nasi gorenga. Diminta meracikan baso di warung abang tukang baso. Walau rata-rata rasanya jadi tidak enak, paling tidak istrinya merasa puas idamnya telah terpenuhi. Meskipun ujug-ujug Reza dipaksa menghabiskannya sendiri.


"Harus habis! Kalau tidak bayimu nangis!"


Hingga tiba saatnya pemeriksaan jenis kelamin sang calon bayi. Posisi tidak pas, membuat mereka tidak mengetahui jenis kelamin adik Aksa hingga jelang lahir.


Mau tak mau mereka harus siap jika harus mendapat bayi laki-laki kembali. Silakan try again di waktu yang telah dijanjikan. Aura membongkar kembali peralatan saat Aksa baru lahir.


"Jika adik Aksa cowo lagi, aku tidak akan ambil pusing nyiapin perlengkapan kembali. Baju bayi Aksa kan ada banyak dan masih baru semua," ucap emak-emak yang selalu mikir pengiritan.


"Jika anakku perempuan gimana?" sela bapak-bapak yang masih mengharapkan memiliki gadis kecil yang sangat cantik.


"Yaa, tetap aja dipakai dulu. Toh, bayi kecil belum bisa pakai gaun."

__ADS_1


__ADS_2