
Bagi Vote-nya dunk Kakak-kakak 😍
Di tempat lain, Marcell mengecek server perusahaan Harmony yang telah diperbaiki. Dia menemukan jejak yang sangat dia kenal. Meskipun orang tersebut menggunakan server lain, tetapi dia sangat mengenal bahwa permainan itu milik Nona Hacker kesayangannya. Marcell menyeringai mencoba melacak IP address tersebut.
Akan tetapi, orang yang menggunakan server tersebut tidak dalam keadaan online. Sehingga mereka tidak bisa melacak keberadaan Aura. Namun, dia yakin, akan segera menemukan Aura.
"Kau akan menggantikan semua budakku yang telah lepas karena suamimu."
"Haaatciiiimm ...." Aura mengusap hidungnya. "Siapa yang membicarakanku?"
Aura sedang mencoba menghubungi Reza. Semenjak tadi panggilannya belum dijawab juga. Tiba-tiba dia teringat pada ucapan ibu di sawah tadi. Apalagi teringat bahwa dulu Reza sangat suka mengoleksi pacar.
Perasaan marah tiba-tiba saja melanda hatinya, apalagi panggilannya belum dijawab juga. Hal ini membuat Aura mencoba melacak sang suami. Dia melacak GPS dari ponsel milik Reza. Namun, ternyata GPS sang suami tidak aktif.
"Dia sengaja yaaaa?" geram dalam gemasnya.
Reza sedang merasa gembira. Semua owner korban dari istrinya telah ditemui. Walau pun tidak selancar yang dia bayangkan, namun semua yang telah direncanakannya berjalan sesuai dengan keinginannya.
Saat ini Reza dalam perjalanan menjemput sang istri untuk kembali ke kota. Setelah menyelesaikan semua urusan dengan para owner perusahaan menengah, korban retasan dari sang istri. Meski dia harus mengeluarkan kocek yang cukup besar, tetapi dia merasa sangat puas karena tuntutan pada gadis yang masuk spam beberapa waktu lalu, telah dicabut.
Reza mengistirahatkan dirinya di bangku penumpang. Seperti permintaan Aura, dia kembali memanggil Jono menjadi supir untuk keluarga mereka. Reza tidak menyadari ponsel yang diletakan pada bangku yang satu lagi tengah bergetar.
Jono yang melihat sang Tuan tengah terlelap, tidak tega untuk membangunkan pria yang telah memanggilnya untuk bekerja lagi. Seperti yang telah diminta beberapa waktu lalu, kali ini Jono menjadi lebih lihai dalam menyetir dalam berbagai situasi dan kondisi.
Beberapa waktu perjalanan telah mereka lewati, menuju daerah pegunungan di mana istrinya berada. Akhirnya mereka sampai juga di villa ini. Jono membangunkan Reza dan mengabarkan bahwa mereka telah sampai. Reza melihat jam tangannya menunjukan waktu pukul delapan malam.
Reza melangkahkan kakinya dengan perlahan. Lampu di seluruh bagian rumah masih menyala. Reza sengaja menelepon Bibi meminta membukakan pintu tanpa perlu memberitahukan istrinya itu.
Diam-diam Reza melangkahkan kaki. Dia sengaja melepaskan sepatu pantofel yang tadinya terpasang di kaki. Dia ingin memberi kejutan kepada sang istri, menutup kedua matanya. Lalu, membiarkan Aura menebak siapa yang baru saja hadir di dekatnya.
"Bibi?"
Aroma parfum milik Reza yang sudah sangat dikenalnya terbang sampai terendus di hidungnya. Wajah Aura yang tadinya manyun berubah menjadi senyum. Aura langsung menarik tangan tersebut, hingga Reza benar-benar menempel kepadanya.
__ADS_1
Rasa khawatir akibat pikiran negatif tadi menghilang dengan seketika. "Kanda udah pulang?"
"Kayaknya ada yang lagi kangen berat ya?" Reza mencium pipi Aura dari samping.
"Aku pikir, Kanda pulangnya akhir minggu. Ternyata sekarang udah balik aja?" Membelai pipi Reza dengan dagu tersandar di pundak Aura. Reza mengelungkan lengan memeluk istri yang sangat dicintainya ini.
"Ayo, kita cabut dulu dari sini?"
Aura sedikit bergerak, membesarkan matanya. "Malam ini?"
Reza mengangguk. "Ayo, persiapkan dirimu! Bilang sama Bibi juga. Malam ini juga, kita semua akan kembali ke kota."
Aura terlihat sumringah, dan segera bangkit mencari Bibi untuk menginformasikan bahwa mereka semua akan kembali malam ini juga. Sementara itu, Reza mengecek kegiatan yang dilakukan oleh sang istri yang tengah menggunakan laptop tersebut.
Ternyata, Aura sedang mencoba melacak keberadaannya. Kemudian Reza memeriksa ponsel miliknya. Sudah banyak sekali tanda panggilan yang tak terjawab dari sang istri. Reza terkekeh menggelengkan kepala.
"Istriku, Bocah," ucapnya terkekeh sendiri.
Reza melanjutkan akses yang dimainkan oleh istrinya. Lalu membuka proxy, dan menggunakan server proxy anonim agar tidak terlacak oleh siapa pun.
"Marcell, sistem memberi notifikasi bahwa server wanita itu telah aktif!"
Marcell dengan segera mencari titik lokasi Aura berdasarkan titik IP address tersebut. Jangkauan titik pada peta digital milik Marcell menggunakan skala yang semakin tinggi. Wajahnya menyeringai, akhirnya berhasil juga menemukan titik itu. Namun, titik tersebut menghilang secara tiba-tiba.
"Hmmm, Kamu terlambat, Nona! Aku sudah menemukan keberadaanmu!"
Marcell segera memindahkan peta tersebut pada ponselnya. Lalu dia bersiap untuk segera menuju lokasi di mana sang Nona Hacker berada.
💖
💖
💖
__ADS_1
Halo readers semua, terima kasih ya sudah mampir karya aksi romansa karyaku ini.
Aku ingin mempromosikan, karya temanku juga.
Napen: nazwa talita
Judul: Maafkan Aku Istriku
Blurb:
Perjuangan Abimanyu untuk mendapatkan kembali cinta Renata, sang istri yang telah berulang kali disakitinya.
Tidak mencintai gadis yang menjadi wasiat terakhir ibunya membuat Abimanyu seringkali menyiksa dan menyakiti hati Renata hingga berkali-kali.
Akankah Bima bisa kembali mendapatkan cinta istrinya? Sementara hati Renata telah mati rasa akibat perbuatan Abimanyu yang telah menyebabkan buah hati dan ibunya meninggal dunia.
"Mas Bima-"
"Panggil aku Tuan seperti biasanya, karena kau hanyalah seorang pembantu di sini!"
"Ta-tapi Mas, kata Nyonya-"
"Ibuku sudah meninggal. Aku menikahimu karena keinginan ibuku, Jai kau jangan berharap dan bermimpi kalau aku akan menuruti keinginan ibuku untuk menjagamu!"
"I-iya,
"Tu-Tuan ...."
Satu lagi nama pena: AdindaRa
__ADS_1