CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
Ex. P19 --- ENDING beneran


__ADS_3

"Jadi kamu mau bagaimana?" tanya Devan menatap Stella dengan lurus.


"Ayo kita menikah!" Suara Stella masih dalam lantang.


Wajah Devan seketika berubah dengan senyuman lebarnya. Devan menggenggam tangan Stella dengan wajah meminta kelanjutan dari ucapannya. "Apa kamu yakin?"


Stella mengangguk pasti. "Aku akan menerima semua masa lalumu. Apa pun itu akan kita jalani bersama."


Devan mencium tangan yang ada di dalam genggamannya. "Terima kasih, Sayang. Apa kita menikah sekarang, atau menunggumu tamat dulu?"


"Sekarang aja! Keburu aku berubah pikiran?"


Devan mengangguk pasti dan memberitahukan rencana pernikahan mereka berdua kepada orang tuanya. Mereka menyambut dengan penuh suka cita, tetapi berbeda dengan orang tua Stella.


"Kenapa harus buru-buru? Usiamu masih sangat muda lho?" ucap Appa-nya menolak permintaan sang anak.


"Tidak apa Appa. Aku cinta sama Kak Devan Appa ... Tolong, izin kan lah kami untuk menikah."


"Kamu itu masih dua puluh tahun Stella. Masa depanmu masih panjang. Jika bukan dengannya, pasti akan datang pria yang lebih baik lagi untukmu nantinya."


Stella duduk bersimpuh di hadapan ayahnya ini. "Stella mohon Appa, izin kan Stella menikah dengan Kak Devan saat ini juga." Stella menempelkan kedua telapak tangannya dengan memasang wajah memohon.


Wajah Mr.Lee terlihat mengeras dan gusar. "Apa saat ini kamu sudah hamil anaknya?"


Stella tersentak dengan pertanyaan tersebut. "Kenapa Appa berpikir seperti itu? Emangnya aku gadis bodoh?"


"Kenapa kamu memaksa Appa begini? Kamu ini masih sangat muda tau nggak?"


"Aura lebih muda lagi kok, Appa waktu mereka menikah. Mereka tetap bahagia kan, Appa. Ayolah, Appa ... pleace izinkan kami menikah."


Mr. Lee menggaruk kepalanya gusar. Anak satu-satunya ingin menikah dalam waktu dekat. Dia masih belum rela jika pria lain mengambil putri semata wayangnya ini.


"Aku janji akan rajin menengok Appa dan Mama ke sini. Pekerjaan dia sudah sangat mapan kok. Papa jangan mengkhawatirkan keuangan kami."


Mr. Lee melihat wajah putrinya. Akhirnya dia luluh juga. "Di negara asal Appa, usia kamu ini masih dibilang di bawah umur. Belum diizinkan untuk menikah jika belum mencapai usia 25 tahun. Namun, ternyata budaya negara ini dan di sana berbeda."


Mr. Lee menghela nafas panjang. "Baik lah, kalian boleh menikah. Asal kalian berjanji untuk bahagia." Mengusap rambut Stella yang sudah cukup panjang.


Stella mengangguk cepat. "Aku yakin akan hidup bahagia bersamanya nanti, Appa. Bila kedua orang tua ridho, semuanya tentu akan menjadi lebih muda."


Stella mengabarkan kepada Devan bahwa kedua orang tuanya telah bersedia untuk menikahkan mereka. Setelah itu prosesi lamaran langsung disiapkan oleh keluarga Devan.

__ADS_1


Stella dibalut kebaya modern bewarna merah muda, membuat Devan tidak berkedip sama sekali. Stella mengulum senyumnya melihat reaksi Devan yang tidak biasa. Acara lamaran telah usai, diputuskan tanggal pernikahan tepat satu bulan setelah acara lamaran.


Serangkaian persiapan mereka lalui, di saat Devan dan Stella sedang mencari pernak pernik untuk pernikahan mereka, secara tidak sengaja mereka berdua bertemu dengan mantan kekasih Devan.


"Gita?" Secara refleks mulut Devan mengucap nama itu. Di sampingnya tampak seorang anak laki-laki lima tahun yang dilihat oleh Stella beberapa waktu lalu.


"Waaahh, kecengan baru nih?" ucapnya dingin.


"Kenalkan, ini Stella calon istriku," ucap Devan.


"Oooh, akhirnya kamu memutuskan untuk menikah juga. Aku pikir kamu bukan pria yang suka terikat seperti katamu dulu. Syukur lah jika sudah berubah."


"Iya doong, emangnya kamu saja yang boleh menikah?" ucap Devan melebarkan senyuman yang tidak mau kalah dengan Gita.


Dari belakang Gita muncul pria yang terlihat sangat dewasa memeluk pinggangnya dari belakang. "Kenalkan ini suamiku, Mas Fathar."


Setelah itu, Gita mundur diri bersama keluarganya. Sementara anak laki-laki dengan senyuman yang sangat mirip senyuman Devan, melambaikan tangan kepada mereka berdua.


"Terima kasih." Devan juga memeluk pinggang Stella dari belakang.


"Terima kasih buat apa?"


💖


💖


💖


Yuk, kita lompat ke masa SMA para bocah ...


Seorang pemuda berseragam sekolah terus mengikuti seorang perempuan berpakaian serba hitam. Perempuan berpakaian hitam tersebut merasa geram karena pria yang lebih muda tiga tahun darinya tak henti mengikutinya di belakang.



"Kau, mau dipu kul oleh kaki apa tangan?" tanya gadis yang bernama Hyuna itu dengan dingin.



"Kalau aku boleh meminta, aku ingin di pu kul oleh bibirmu saja," ucap Aksa yang telah berusia 18 tahun.


Dengan gusar Hyuna menaiki kendaraannya motor sport meninggalkan Aksa. Aksa menatap kepergian gadis cinta pertama yang belum kesampaiannya.

__ADS_1


"Oke ... kali ini belum ... Sebentar lagi aku akan tamat sekolah. Kamu akan bertekuk lutut memohon padaku, Nona Mafia."


"Maaas ... Maaaas ..." Sebuah teriakan membuyarkan lamunan Aksa. Dia menatap sumber suara yang selalu bersuara cempreng. Mengenakan seragam yang sama dengannya.



"Ck ... Ada apa?" decak Aksa dengan kesal.


"Ayooo, kita ke bandara ..." ucap Asyara memohon.


"Ngapain ke sana?" Wajah Aksa tampak keberatan.


"Ada Bang Hyuta ... dia balik hari ini dari Jepang." Asyara menarik tangan Aksa untuk mengantarkannya ke bandara.


Jangan-jangan dia mau ke bandara? batin Aksa.


"Baik lah, ayo kita ke bandara." Aksa langsung naik ke kendaraan roda empat membawa adiknya.


Dia yakin bahwa Hyuna akan menjemput kembarannya Hyuta ke bandara juga. Setelah sampai di bandara, benar seperti apa yang diduga oleh Aksa. Dia melihat Hyuna berdiri di bagian kedatangan dari luar negeri. Mata Hyuna menatap tajam kepada Aksa.


"Kenapa kau mengikutiku?"


"G-R! Aku menunggu bang Uta aja tuh." Aksa mengulum senyumnya.


Beberapa waktu terlewat, pesawat yang ditumpangi Hyuta belum juga mendarat. Mereka mendapat kabar pesawat yang terbang dari Jepang sedang dibajak oleh pembajak kapal terbang ...


Kelanjutannya boleh diikuti pada novel yang berjudul TWINS...



MAAF YA kakak semua ... makin lama ceritanya semakin membosankan.


Jadi kisah Nona Hacker kita benar-benar usai sampai di sini. Nanti kalau cerita TWINS sudah ditulis, akan Author kabarkan lewat informasi di bab setelah ini.


Terima Kasih yang dalam, Author ucapkan kepada reader yang sudah mengikuti cerita ini hingga usai..


Salam Sayang Buat Semuanya ...


💖💖💖💖


...THE END...

__ADS_1


__ADS_2