
"DASAR CEWEK MUURAAHAAAN!" teriak Keken kepada Aura. Aura hanya menjawab dengan mengacungkan jari tengah, menarik suaminya yang semakin kepo.
"Siapa itu?"
"Sepertinya hanya seorang gadis bodoh yang terdampar di sini."
Reza menahan langkahnya dan membuat langkah Aura ikut tertahan. "Tadi aku dengar kamu menyebut Aksa itu Abangmu?" protesnya.
"Iya, soalnya kamu kan gak mau dipanggil Abang? Ya udah, Abangku cuma satu." Aura kembali menarik Reza untuk segera pulang.
"Ta-tapi--"
"Udah, ayo kita segera cabut! Jangan tapi-tapian juga. Aku buru-buru nih!" Aura terus menarik lengan suaminya yang masih melirik ke arah belakang. Dia melihat lawan sang istri yang melangkah pergi dengan wajahnya kesal.
"Kenapa buru-buru?" Wajah Reza terlihat sangat heran.
"Ada Bebebku yang menunggu di rumah. Tapi, kita ke apotek dulu sebentar!"
Reza melajukan kendaraannya, berhenti sesuai di tempat yang dipesankan Aura. Tak beberapa lama, Aura kembali menyimpan sesuatu di dalam tas nya. Reza kembali menjalankan kendaraan, tampak sang istri sedang menghitung sesuatu di ponselnya.
"Lihat apaan?"
"Sepertinya aku lagi datang bulan. Mungkin karena itu aku jadi sangat sensitif," celetuknya.
"Apaah?" Reza mendengkus kesal. Padahal sejak berada di kantor tadi dia sudah tidak bisa fokus bekerja karena telah membayangkan yang e na e na. Namun berita barusan membuat harapannya hancur dengan seketika. Membuatnya terpaksa menahan kembali.
Hingga seminggu kemudian, Reza terlihat uring-uringan. Hal ini membuat Aura pusing memilih pindah ke kamar atas. Reza terus mengikuti kemana pun langkah istrinya.
"Kamu kenapa sih?" decak Aura kesal.
"Kenapa harus datang bulan segala?"
Aura jadi semakin geram karena tingkah suaminya ini. Bola matanya berputar karena saking geramnya. "Jadi kamu mau istri yang ga ada tamu bulanan? Cari yang di perempatan aja sanah!"
"Gak mau. Aku gak suka ban ci. Aku ini pria normal. Aku maunya ya sama kamu. Aku itu sudah kecanduan sama kamu ...." Reza mulai merengek mengikuti kemana pun langkah gerak Aura.
"Kenapa sih harus datang di saat aku sudah bisa menyentuh kamu? Kamu sengaja ya?"
Aura menaruh Aksa yang sudah aktif gulang guling ke sana ke mari. "Haaaahh! Ya udah, nanti malam aja. Tadi aku lihat udah bersih."
Wajah Reza seketika berubah sumringah. "Sekarang aja yaaaa?" Wajah Reza terlihat memohon. Lalu dia memaksa Aura untuk segera mandi pembersihan. Aura hanya bisa menepuk kening melihat tingkah sang suami.
__ADS_1
"Nanti, anakmu dititip dulu sama Bibi! Biar nanti tidak mengganggu acara santapan buka puasaku!" ucap Reza membawa Aksa kecil kepada asisten kepercayaannya.
Bibi yang sudah memahami maksud Reza mengembangkan senyuman penuh arti. Dia seperti sangat memahami bagaimana kondisi pria yang sudah dianggap bagai anak sendiri ini. Reza kembali masuk ke kamar, dan mendapati sang istri sedang membersihkan diri di kamar mandi. Dia pun segera membuka pakaian, masuk ke kamar mandi yang tidak dikunci itu. Hal ini membuat Aura kaget melihat sang suami mengunci pintu kamar mandi tersebut.
"Aku ikut mandi juga."
💖
💖
Sepuluh tahun kemudian, Harmony Grup tengah digemparkan karena sistem perusahaan mereka tidak dapat bergerak. Abizar melaporkan beberapa aplikasi yang dibuat perusahaannya tidak dapat diakses sama sekali.
"Ini pasti kerjaan dia lagi!" Reza menepuk keningnya menghubungi sang istri.
Di suatu tempat, ada tiga bocah remaja yang sedang asik memainkan laptop. Satu di antaranya adalah remaja perempuan dengan senyuman tipis tersungging di bibirnya. Dia berhasil melakukan sesuatu yang baru berhasil dipelajarinya dari bocah lelaki yang ada di sampingnya.
"Una, kamu jangan retas perusahaan Ayahku! Ayah sudah memperingatkanku setiap hari. Aah, Ayah pasti akan sangat marah kepadaku." ucap anak yang berusia sepuluh tahun itu.
"Heh, anak kecil! Panggil aku kakak! Aku ini lebih tua tiga tahun dari kamu!"
"Gak mau! Kamu bukan kakakku! Kamu adalah jodohku!"
"Ogah lah ya ... Aku sukanya sama Uncle Jason. Aku tak suka sama anak kecil seperti kamu!" cibirnya.
Secara diam-diam, dia memiliki kekuatan supranatural. Hyuta dengan mudah menebak siapa pelaku dan melihat wajah yang ada di balik topeng itu.
"Uta! Uta!" Hyuna memanggil kembarannya yang terlihat tengah serius memikirkan suatu hal.
Hyuta membuka mata, semua bayangan itu kembali kabur lepas dari pikirannya dengan seketika.
"Ck, kau mengganggu saja Una!" decak remaja itu berlalu meninggalkan dua bocah yang baru saja bertengkar.
Aksa merebut laptop dari tangan Hyuna, lalu dia mencoba mengembalikan sistem perusahaan ayahnya ke pengaturan semula. Reza kembali mengecek pengaturan tersebut, kini merasa lega. Karena saat Sistem perusahaan mereka sudah bekerja kembali dengan normal.
"Sudah kamu kembalikan, Boy? Namun kamu harus tetap dapat hukuman," gumam Reza memandangi foto keluarganya. Dia telah memiliki sepasang anak, dengam rentan usia yang tidak terlalu jauh. Sepertinya Aura langsung hamil di bulan berikutnya setelah buka puasa pasca operasi.
Usai memperbaiki sistem perusahaan ayahnya, Aksa menutup laptopnya kembali. "Nanti aku tak akan mengajarimu lagi!" ucap Aksa kepada Hyuna.
Hyuna mencabik dan bergerak menepuk tangannya dua kali. Tak lama beberapa pria dewasa berpakaian serba hitam mengikuti gadis kecil itu. "Uncle's... tolong aku untuk---"
"Una, kamu jangan mengerjai Aksa lagi!" sela Hyuta. "Kalau kamu masih nakal, aku akan mengadukan kamu pada Mama!" tambahnya.
__ADS_1
"Dasar, anak Mama!"
Hyuna mencibir mendengar ucapan kembarannya itu. Dia memang merasa Mama Via lebih menyayangi Hyuta, sedangkan dia lebih dekat pada Jimmy sang Papa dan para uncle yang ada di sekitarnya.
Aksa membawa laptop tadi dan pulang kembali ke rumah mereka. Di sana dia disambut oleh jeweran dan omelan Bundanya. Di samping Bunda, tampak sang adik Asyara terkikik melihat dirinya dimarahi sang ibu.
"Sudah Bunda bilang, kalau kamu itu tidak boleh latihan sama perusahaan ayah kamu!"
"Tapi, tadi itu bukan aku, Bun ... Itu kerjaan darling aku."
Aura mengerutkan keningnya. "Darling?"
"Iya, pacar aku."
Aura semakin menarik kuping anaknya. "Kamu ini ya? Kecil-kecil gini udah tau pacaran. Gimana gedenya nanti?"
"Aaaampun Bunda ... Ampuuuun ..."
...THE END...
Nanti kisah bocah-bocah akan masuk pada cerita selanjutnya yaaa ...
Kita pamerkan dulu visual Aksara kecil (10 tahun) dan adiknya Asyara (8,5 tahun) percampuran bule dan asia
Selanjutnya kita akan spil si kembar Hyuta dan Hyuna usia 13 tahun dulu yaaa
Setelah ini Author mulai menulis si kembar, di dalamnya akan masuk para generasi penerus DETEKTIF MUDA dan CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
__ADS_1
Dalam cerita tersebut, nanti kembali dipadukan dengan genre fantasi, aksi, romansa, dan komedi. Nanti Hyuta yang jadi detektif, dan sebaliknya Hyuna jadi Queen Mafia di sekolah.
Aksara dan Asyara ikut bagian nanti di dalamnya. Tapi tunggu yaaa .. sabar dulu dalam penantian 🤣🤣