
......byuuuuurr......
Semua mata memandang ke arah mereka.
"Dasar baj*ngan! Saya pikir Kamu pria baik-baik? Namun, nyatanya hanya baj*ngan yang berada di balik uang yang banyak!"
Perempuan cantik itu hendak melangkah meninggalkannya. "Oiya, mulai detik ini kita putus! Kau boleh pulang! Tak mengapa aku datang tanpa pendamping, dari pada pendampingku adalah baj*ngan sepertimu!"
Semua mata memandang Reza dengan tatapan heran, antara ingin mengucapkan 'kasihan' atau ucapan serapah 'syukurin.' Reza dengan segera meninggalkan tempat itu. Memasang muka badak seolah tidak terjadi apa-apa. Kembali menyugar rambutnya.
Reza mengeluarkan salah satu anak elektroniknya, lalu menghubungi klient yang lain. "Sayang, kamu lagi dimana? Aku kangen banget, aku jemput sekarang!"
Sial, ini gara-gara gadis mie instan itu. Masa iya gue kalah sama dia?
Dia segera melajukan mobil sport kebanggaanya. Menuju appartemen pacarnya yang untuk diajak berkencan.
💖
💖
💖
"Maaf ya Bang, lama menunggu ya?" tanya Aura berlari kecil ke tempat Aksa yang tengah menantinya bersiap.
"Tak apa! Ayo kita cari sesuatu dulu untuk mengisi perut!" Aksa mengulurkan tangannya kembali, disambut dengan cengiran Aura.
Aksa mengajak gadis itu ke Harmony Kafe, karena letaknya tak jauh dari sana. Kebetulan Jay terlihat tengah mengatur karyawan untuk mengganti dekorasi kafe sesuai arahan big boss-nya tadi malam.
"Bang, kenapa ke sini?" tanya Aura memasang wajah waspada, 'Oh iya, orangnya tadi ada di hotel itu ya? Gak akan ketemu di sini kan?'' batin Aura kembali melangkahkan kakinya.
"Aku hanya mengapresiasi perusahaan Harmony Grup saja. Ini adalah salah satu bisnis dari CEO Harmony Grup kan? Sekali-sekali main dan singgah di sini kan tidak apa."
Jay yang melihat Aura datang dengan cowok lain pun merasa heran. Reza bakalan panas melihat ini. Reza sepertinya sangat tertarik pada gadis bernama Aura itu. Ternyata orangnya sudah punya pacar. Saingan Reza tak main-main ternyata, batin Jay. Orang yang telah sangat mengenal Reza.
Jay berjalan ke arah Aura dan pacarnya. Semua orang akan tahu bahwa dua sejoli ini tengah dilanda kasmaran. Jay segera tahu jika mereka adalah pasangan yang baru jadian.
"Hay!" sapa Jay mengembangkan senyum sepuluh sentimeternya.
"Hai Kak," balas Aura kikuk.
"Waaah, biasanya datang bersama teman yang satunya. Sekarang tampaknya berganti genre?" canda Jay.
"Hehehe, Kakak bisa aja."
"Jadi Kamu beneran gak berminat bekerja di sini?" tanya Jay kembali.
"Untuk saat ini belum Kak. Nanti kalau udah bener-bener gak punya uang, aku akan melamar part time ke sini ya?"
"Oke, siiip ... kapan pun Kamu mau bekerja di sini, kafe ini siap menerima Kamu," ucap Jay penuh semangat.
__ADS_1
"Makasi Kak, baik deh?" celetuk Aura sembari sengiran kikuknya. Dia melihat Aksa tampak bingung mendengar percakapan mereka.
"Bukan aku yang bilang. Tapi bos kafe ini!"
"Bos kafe ini? CEO Harmony Grup kah?" sela Aksa.
"Iya, dia sudah menitahkan saat Aura melamar part time di sini nanti. Katanya langsung terima saja jika Nona Mie Instan melamar kerja di sini, begitu." Jay menjeda ucapannya sesaat. Menunggu reaksi dari pasangan Aura, dengan sesaat.
"Kalau begitu selamat menikmati menu yang ada di sini ya? Have nice day." Jay meninggalkan mereka, sembari menyunggingkan senyuman jahil.
Untung-untung berantem. Lebih untung lagi sampai putus. Biar Reza gak punya saingan! batin Jay. Sesaat kemudian Jay kembali pada mode jaim. "Ekhem ...." Lalu pergi melanjutkan pekerjaannya.
Aksa menatap Aura dengan diam. Membayangkan hubungan apa yang terjadi antara CEO Harmony, dengan kekasihnya Aura. Dia mencoba mengingat wajah seseorang yang dia temui saat dia dan anggota kelompoknya meeting seminggu yang lalu.
"Emang sejak kapan Kamu mengenal CEO itu?" tanya Aksa.
"Kapan ya? Aku juga baru dua kali bertemu dengan orang itu. Awalnya, aku tak menyangka dia lah orang yang menjadi CEO Harmony. Terus yang kedua kalinya saat Kamu meeting minggu lalu itu lho?" jelas Aura.
"Dari gelagatnya, sepertinya CEO kemarin itu sudah memiliki istri. Kamu jangan terlalu dekat dengan dia!" titah Aksa.
"Dari mana Abang tau? Jangan-jangan karena cemburu aja ni, jadi bilang seperti itu?" ucap Aura merasa gemas melihat reaksi Aksa.
"Aku tau lah. Wibawa orang yang sudah menikah berbeda dengan yang masih bujang. Ya, wajar aku cemburu. Aku ya nggak suka kalau ada pria lain deket-deket sama Kamu. Kamu kan pacar aku. Jangan sampai deket-deket dengan orang yang udah punya istri."
Aura tak menghiraukan kata-kata Aksa. Dia sedang asik memilih menu makanan yang bisa mengisi perutnya yang kosong semenjak pagi. Sementara itu, Aksa mencari informasi tentang CEO Harmony Grup. Tidak ada satu pun foto yang ditampilkan. Membuat dia menjadi semakin penasaran.
Setelah itu, Aksa mencari kebenaran informasi status pernikahan CEO yang bernama Reza Firto Adijaya itu. Alangkah terkejutnya saat dia mendapatkan informasi yang berbeda dengan apa yang dia pikirkan. Ternyata orang yang bernama Reza itu belum menikah.
"Bang, mau makan apa?" Aura memecah lamunan Aksa.
"Samakan saja!"
"Yakin?"
Aksa mengangguk dan melanjutkan kembali mencari jawaban atas apa yang tengah mengganggu pikirannya.
💖
💖
💖
"Kok Kamu lagi yang bayar? Tadi makan juga udah Kamu yang bayarin. Masa sekarang tiket masuk arena permainan ini kamu juga yang bayar?" Aksa mengeluarkan dompetnya. Ternyata isinya hanya tinggal receh.
"Gak apa Bang. Ini kan aku yang mengajak ke sini? Aku belum pernah main ke sini. Aku udah penasaran sejak masih di kampung halaman. Pengen banget main ke sini." Mata Aura berbinar melihat semua wahana permainan yang diimpikannya semenjak kecil. Mereka harus naik kereta terlebih dahulu menuju ke tempat ini.
Setelah itu mereka memainkan wahana yang ada di sana dengan sepuasnya. Aura benar-benar menikmati permainan yang ada. Tiba-tiba dia merasa bersyukur mendapatkan Sistem Kekayaan Hacker. Jika masih belum, mungkin hingga saat ini dia akan tetap menjadi orang miskin.
Tiba-tiba, dia teringat ponselnya belum dilihat sama sekali semenjak tadi malam. 'Semoga dia tidak mengirim pesan,' batin gadis itu.
__ADS_1
Aura segera mengecek ponselnya, dan malang sekali dia kehabisan batrai. Langsung terbayang uang yang baru saja masuk kemarin malam, akan ludes sebanyak dua puluh empat juta rupiah, karena tidak membalas pesan dari Sistem selama dua puluh empat jam. Membayangkannya saja membuat tubuh Aura lemas dengan seketika.
"Kamu kenapa Ra?" tanya Aksa yang merasakan perubahan suasana hati pacarnya.
"Batraiku habis Bang. Sepertinya aku harus memiliki power bank deh."
"Oh, kamu butuh power bank?" Aksa segera merogoh tas ransel miliknya. "Ini, pakai lah!"
Mata Aura berbinar-binar. Beruntung sekali aku punya pacar se uwu dia. Mudah-mudahan ini bukan lah mimpi belaka.
"Huweek ... huweek ... huweeekkk!"
...CEO DALAM PIKIRAN JAY...
...CEO DALAM PIKIRAN AURA DAN AKSA...
Anggap bersama istrinya lagi hamil muda
...AKSARA...
...AURORA...
...TUAN SISTEM...
...STELLA...
...*bersambung*...
...Jangan lupa menekan tanda Favorit, Like, Gift, Vote, dan Komentar ya!...
__ADS_1
...Terima kasih!...