CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
74. Bibirmu Penyemangatku


__ADS_3

Reza terus menggempur penelepon gelap tersebut dengan ucapan tajam. "Katakan pada saya! Siapa Anda? Mau apa menelepon calon istri saya malam-malam begini?"


"Calon istri?"


"Kamu ini mantan pacarnya? Jangan lagi ganggu dia! Kalau tidak Kamu beneran akan saya penjarakan!" ucap Reza dengan tegas menutup panggilannya tersebut.


Reza menatap Aura dengan marah, "Kamu, mau main-main di belakang ku lagi, hah?"


Aura membuang mukanya. "Salah sendiri! Main rebut ponselku dan berbicara dengan peneleponku dengan sembarangan. Aku rasa Kamu telah melakukan sesuatu di luar batas lagi. Kamu berlaku seolah Kamu beneran suami aku. Ingat! Kita ini belum menikah! Aku masih boleh merahasiakan segalanya darimu!"


Reza tidak memedulikan ocehan gadis itu. Dia mencoba membuka pesan chat milik Aura. Matanya sedikit membesar melihat chat dengan judul kontak 'Sistem Kekayaan.'


Belum sempat melanjutkan membaca, Aura menarik telinga pria itu. "Dasar bandel yeee, sudah dibilang kita itu belum menikah! Aku masih bisa menyimpan rahasia darimu!"


Ponsel miliknya kembali direbut. Pesan dari Sistem kembali masuk pada benda pipih milik Aura ini.


[Selamat Nona, apa benar Anda akan segera menikah?]


[Walau pun Anda telah menikah dalam waktu dekat, urusan kita belum berakhir hingga Anda menyelesaikan misi level ketiga!]


^^^[Iya]^^^


Aura membesarkan matanya pada Reza yang ikut serta membaca pesan miliknya. "Belum apa-apa, Anda sudah berani macam-macam ya Tuan?" Gadis itu mendengkus.


Reza kembali menarik gadis itu, membuat Aura tersandar dalam dadanya. "Apa yang dimaksud dengan misi level ketiga? Jangan-jangan orang itu yang menyuruhmu untuk terus meretas perusahaan saya?"


Aura menengadahkan wajahnya yang tepat berada di atasnya. "Silakan mikir sendiri!" Dia memberontak ingin lepas, tetapi Reza terus menjepitnya hingga tidak bisa bergerak.


"Belum apa-apa Anda ini sudah main kekerasan ya Tuan sialan?"


Reza kembali menjepit dagu Aura. "Apa katamu? Coba ulang sekali lagi!"


"Tuan sia----"


Reza kembali membekap mulut gadis itu dengan bibirnya. Memaksa cumannya yang terus ditolak oleh gadis itu. Akhirnya Aura bernisiatif menarik kuping Reza hingga pria ini melepaskan c*uman pada bibirnya.


"Aaauuww, aaaauuuwww!" teriaknya kesakitan.

__ADS_1


"Eeekheeemm," Akhirnya Jono berdehem. Menjadi penonton layar tancap adegan kis-kisan no sensor barusan.


Aura segera bangkit memperbaiki posisi duduknya. "Dasar otak mesum!"


Reza kembali mendekap gadis itu. "Kau tahu? Bibirmu itu sangat manis. Aku sangat menyukainya. Amarahku seketika menguap jika mendapatkan itu. Jadi kalau suatu hari nanti aku marah, Kamu cukup menciumku! Maka semua kemarahanku akan lenyap dengan seketika," bisiknya.


"Marah aja sonoh! Sampai jantungmu keluar dari tempatnya pun aku tak peduli! Dasar otak mesum!" Aura meninju otot lengan calon suaminya itu. Menarik ujung dress yang dikenakan untuk membersihkan sisa ciuman yang terasa masih melekat.


"Kalau Kamu hapus, akan aku beri sekali lagi!" Menarik gadis itu kembali.


"Belum nikah saja Kamu udah sekurang ajar ini?" Menahan dagu Reza dengan tangannya agar tidak nyosor lagi.


"Ekhem, menurut saya bukan kurang ajar, Non. Sepertinya Tuan bener-bener mencintai Anda?" Tiba-tiba Jono ikut menyelonong pada pembicaraan mereka berdua.


Reza mengacungkan jempolnya kepada Jono. "Bagaimana Dinda, seperti yang telah dikatakan oleh Jono. Kandamu ini sangat mencintaimu!" Mencoba mendekati wajah Aura lagi.


"Jono, Kamu tutup mata!" titahnya.


"Kalau saya tutup mata, nanti kita bisa kecelakaan Tuan," jawab sang supir.


"Ya udah, jangan lihat ke belakang! Tom and Jerry ini mau berperang dulu!" ucapnya dengan santai.


Aura meninju bagian ulu hati Reza. "Jangan macam-macam!" bentaknya.


"Tangan kecilmu ini ternyata kuat juga, Dinda--" Membuat Kandamu ini makin gemas untuk menakhlukanmu! Awas ya nanti setelah menikah, tak akan aku kasih ampun, lanjutnya di dalam hati. Jika kamu semakin membenciku, maka semuanya akan menjadi semakin hot.


💖


Aura berjalan menelusuri koridor rumah indekosnya. Semua mata memandang ke arahnya. Melihat kembali gadis itu mengenakan pakaian yang kembali berbeda, dengan wajah full make up. Aura menyadari arti tatapan mereka, teringat akan pembicaraan yang didengarnya tadi malam. Dengan segera dia membuka kunci pintu kamar dan masuk ke dalamnya. Setelah Aura masuk ke dalam kamar, warga kosan lainnya kembali berbisik. Mereka membenarkan dugaan bahwa gadis itu telah menjual diri pada orang-orang kaya.


Marcell melihat Aura turun dari sebuah kendaraan. Seorang pria di dalam kendaraan hendak keluar, didorong masuk kembali oleh gadis itu dengan kasar. Sehingga dia tidak tahu siapa yang dimaksud dengan calon suami Nona Hacker tersebut.


"Sayang sekali, Nona! Kau tak akan bahagia saat menikah dengan siapa pun. Karena Kau adalah seorang hacker!" Senyum sinis mengembang di bibirnya. Dia langsung meninggalkan tempat itu.


Sementara Reza menyandarkan dirinya pada jok empuk pada mobil tersebut. Dia memeluk dirinya sendiri seolah masih merasakan Aura dalam dekapannya. "Entah kenapa sikap keras kepalanya itu membuatku semakin gregetan!" desisnya.


"Tuan, Anda bener-bener mencintai Nona Muda itu?"

__ADS_1


Reza terkesiap, dia terlupa saat ini tidak hanya sendiri. "Hmmm, entah lah!"


Jono hanya menggelengkan kepalanya. Merasa akan menjadi penonton setiap adegan yang akan diperlakukan di dalam kendaraan ini.


Setelah dia usai membersihkan diri, Aura segera menghubungi Sistem, menyatakan bahwa dia sudah siap dengan misi selanjutnya.


[Nona, Anda sudah mengabaikan pesan dari Sistem selama delapan jam. Oleh sebab itu, DANA yang Anda miliki akan ditarik sebesar Rp8.000.000,-]


^^^[Tarik aja terooooosssss! Sampai habis!]^^^


^^^[Saya gak jadi kaya, tetapi semakin nelangsa!]^^^


^^^[Gara-gara Kau, saya terjebak pernikahan yang tidak saya inginkan!]^^^


[Maksud Anda?]


^^^[Cepat selesaikan! Saya sudah muak dengan ini semua!]^^^


[Baik lah, jika Anda telah siap, kita akan mengulang hacking kemarin yang telah gagal.]


^^^[Gagal?]^^^


[Iya, hacking kemarin gagal karena Anda tiba-tiba menghilang tanpa kabar.]


^^^[Ooh, ternyata Kau bisa kalah juga Tuan? Saya pikir, tak akan ada yang bisa mengalahkan Anda.]^^^


"Ekheeemm, dia sadar nggak sih kenapa sampai kalah kemarin?" Marcell hanya bisa mendengkus tidak menjawab pertanyaan gadis itu lagi.


Reza sudah berada di kantornya. Menyiapkan diri untuk berperang melawan calon istrinya. "Oke, Sayang. Kamu hanya belum mengenalku. Setelah mengenalku lebih jauh, Kamu akan tergila-gila padaku, Dinda." Mengelus pipi gadis itu yang tadi sempat di fotonya. Baginya, hari ini Aura tampak sangat cantik maksimal.


Reza merenggangkan tubuh, jemari, dan leher. Dia sudah terhubung dengan Anggota tim protektor. Dia juga telah membaca bahwa salah satu dari mereka mengundurkan diri. Tak lain dan tak bukan adalah Aksa, kekasih ... maksudnya mantan pacar calon istrinya.


Reza membalas pesan tersebut, bahwa kontrak tidak bisa dibatalkan begitu saja. Hal ini sesuai dengan isi kontrak mengenai masa yang telah tertuangkan di dalamnya. Yakni minimal tiga tahun. Setelah tiga tahun, baru bisa memilih untuk menjadi karyawan tetap atau dipersilakan mencari pekerjaan lain yang lebih menjanjikan.


Reza kembali menyiapkan, sistem kebanggaanya, yaitu Linux. Meski orang lebih banyak memilih menggunakan MS. DOS, tetapi Reza memilih program Linux sebagai andalannya. Hal ini dipilihnya dengan alasan tidak mudah terbaca oleh lawan.


Alert pun muncul, serangan sudah masuk pada program dan jaringan miliknya. Masih menyerang bisnis yang sama dengan yang kemarin. Reza kembali mengingat manisnya bibir milik musuh di seberangnya saat ini. Membuatnya bersemangat mengetuk-ngetuk keyboard yang ada di hadapannya.

__ADS_1


^^^[Bagaimana ini Tuan Sistem? Serangan dari pihak lawan sungguh membabi buta?]^^^


__ADS_2