CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
25. Misqueen


__ADS_3

Setelah hampir kena pukulan dari Talita tadi, Reza segera menuju ke kantor bersama Abizar. Namun, karena ada panggilan dia harus segera kembali ke kafe.


Melihat keramaian, dia ikut melihat kejadian itu. Dia melihat gadis yang selalu mengusiknya ditunjuk oleh operator warnet yang tengah digeledah oleh polisi. Senyum tipis tersungging di bibir Reza, "Miskin."


"Nah, cewek itu juga sering main di warnet ini!" Operator itu menunjuk tepat ke arah Aura.


Namun, tak ada satu pun dari polisi yang memperhatikan ocehan dari operator warnet tersebut. "Saya tidak bersalah Pak! Bagaimana cara saya meyakinkan kalian semua?"


"Kamu diam saja! Kami hanya mencoba melacak kembali server yang pernah digunakan oleh hacker tersebut. Namun, entah kenapa tiba-tiba sisa informasi yang tertangkap oleh IT kita tiba-tiba hilang begini?" Salah satu dari anggota polisi yang memegang bagian IT terus bergonta-ganti PC mencoba mencari informasi.


Aura melirik ke arah PC yang pernah dia gunakan dulu. Perasaannya menjadi berdebar. Dia memilih pergi meninggalkan tempat itu dengan langkah seribu.


Reza nengikuti langkah gadis itu. Lalu mencoba menyentuh bahu gadis itu.


"Maaf Pak, maaf Pak. Bukan saya, saya hanya pengguna warnet biasa karena tidak memiliki laptop Pak." Aura langsung meracau menutup matanya mengira bahwa yang menahan langkahnya tersebut adalah oknum polisi.


"Dih, missqueen sekali Kau bocah tengik? Kasian amat? Hari gini masih belum punya laptop."


Aura yang merasa mengenal suara itu membuka mata dan memutar badannya. "Om? Om?" Dia melonjak bagai lepas dari cengkeraman harimau.


Kening Reza mengernyit, alis matanya tertaut. Duh, kenapa dia malah terlihat imut jika seperti ini?


"Eh, Nona Mie Instan, kenapa jalan sendirian malam-malam begini?" Lalu matanya liar melirik sesuatu atau seseorang yang lain, "Mana pacarmu tadi? Nggak banget membiarkan pacarnya jalan sendirian malam begini. Kalau ketemu orang jahat bagaimana?"


"Oh, Anda nggak perlu cemas Om! Akan saya sikat kayak begini kalau dia berani macam-macam!" Mempraktekan ilmu pencak silat yang dia bisa. Setelah itu Aura melirik Reza dari atas hingga ke bawah. Pria itu terlihat mengenakan kemeja yang sangat rapi. Namun, wajahnya terlihat sangat kelelahan.

__ADS_1


"Abis melamar kerja sana sini ya Om?" tanyanya dengan polos.


"Oh iya, tadi jadi supir CEO Harmony ya?" Jawabnya sendiri.


"Kenapa Kamu pikir aku pengangguran? Malah bilang aku supir lagi?" rutuknya.


"Habis aku lihat Om itu kayak pengangguran yang tidak memiliki pekerjaan. Masa tiap jam kerja malah nongkrongin cewek di kafe Harmony?" Aura mengernyitkan wajah, dan membulatkan bibirnya.


"Jadi mentang-mentang aku itu duduk di kafe tiap hari, seenaknya aja kamu bilang aku pengangguran?" Reza berbicara semakin dekat dengan Aura. Aura melangkah semakin mundur.


"Heh, gadis kurang ajar! Sekarang Kamu pulang dulu sanah! Udah malam begini masih saja berkeliaran?"


"Aku tadi mengantar Babangku ke stasiun Om. Dia balik ke Bandung. Setelah itu ya pulang sendirian."


Babangku? Berarti mereka beneran pacaran ya? Hmmm ....


"Thanks Om, berasa diperhatiin sama keluarga sendiri di negeri orang kalau begini mah. Tumben banget Om nggak mencak-mencak? Kalau Om begini, malah terlihat sangat tamvan. Pasti banyak tante-tante yang mendekat!"


"Heh, jangan panggil aku Om! Aku ini baru dua puluh tujuh tahun! Lagian aku ini bukan adik dari ibumu!"


"Tetap aja Om-om. Aku baru mau masuk delapan belas tahun ini. Berarti beda usia kiat itu sembilan tahun! Jangan marah kalau tetap akan saya panggil Om-om Mesum, weeeek!" Setelah menjulurkan lidah dan menarik pipi di bawah mata kanannya, Aura memilih kabur dari tempat itu.


Reza yang melihat tingkah remaja tingkat atas itu hanya melipat kedua tangannya lalu memperhatikan langkah Aura, yang tampak sangat ringan. Dia berjalan melompat-lompat bagai anak kecil yang sedang bahagia.


"Delapan belas tahun, ternyata lebih muda dari Rezi," desisnya mengingat adik bungsunya sebentar lagi otewe sembilan belas tahun.

__ADS_1


Reza melihat sepintas warnet tersebut. Lalu memilih kembali ke kafe miliknya yang tak jauh berada di sana. Jadi dia memilih berjalan kaki saja. Seperti yang lain, dia juga tertarik pada keramaian yang tengah terjadi. Karena perusahaannya sendiri juga mendapat serangan hacker. Malah melihat gadis itu juga berada di tempat yang sama.


Kafe anak muda ini akan semakin ramai bila masuk waktu malam hari. Akan lebih ramai lagi saat malam sabtu dan malam minggu menjelma. Kali ini tadi kebetulan Jay hendak melaporkan masalah yang tengah terjadi pada kafe tersebut. Reza langsung cabut dari kantor untuk menyelesaikan masalah tersebut.


Masalah tersebut tak jauh berkisar mengenai penurunan dana masalah gaji. Upah diberikan kepada karyawan setiap satu bulan sekali. Hitungan kerja pegawai freelancer ialah setiap satu jam pekerjaan. Waktu pekerjaan masing-masing karyawan kafe tersebut berbeda-beda. Ada yang bekerja hanya empat jam sehari, ada yang bisa delapan jam sehari. Hal itu tentu membuat penghasilan karyawannya pun menjadi berbeda-beda.


Tidak hanya itu, jika karyawan telah bekerja lebih dari satu tahun, upah setiap satu jam bekerjanya pun berbeda-beda. Hal ini malah membuat karyawan baru, jam kerjanya sedikit menjadi iri. Menuntut penyamarataan gaji juga. Akhirnya Reza menyuruh Jay membuatkan informasi nilai gaji, lalu ditempelkan di papan pengumuman, agar masalah yang sama tidak terulang lagi.


"Jika setelah pengumuman ini terpasang, tetapi masih ada yang protes, maka dia boleh Lu pecat. Ya nggak mungkin kita samaratakan bukan? Masa bekerja dan jumlah jam kerja berbeda, tentu hasilnya akan berbeda." Reza telah menempelkan nilai real penggajian pada kafe tersebut.


"Ada-ada aja masalah yang dibuat-buat oleh mereka. Saya pecat semua baru tau rasa!" Reza menghempaskan dirinya di sofa empuk yang ada di dalam ruangan Jay.


Di sana tampak Abizar tengah serius memperhatikan bisnis pasar sahamnya yang semakin meningkat. Hal ini terjadi akibat tertangkapnya salah satu okn*m t*pu-t*pu. Membuat masyarakat yang tert*pu itu pindah berlangganan kepada perusahaan mereka yang bekerja dengan sangat bersih.


"Boss, gimana rencana bisnis baru membuat protektor kemarin?" tanya Abizar.


"Ya, saya akan mencoba membuat rumusnya dengan baik terlebih dahulu. Protektornya akan kita buat dalam bentuk software di dalam hardware mini berupa chips. Mungkin ini termasuk rencana pekerjaan jangka panjang. Kita akan merekrut orang-orang hebat berasal dari disiplin ilmu mengenai IT. Tidak menutup kemungkinan juga bagi mahasiswa cerdas yang mendapat rekomendasi dari dosen mereka."


"Jadi jika dia masih seorang mahasiswa, kita perbolehkan mereka bekerja secara online. Jadi kita bisa rekruit mereka secara nasional. Dimana pun mereka berada, akan kita tampung. Karena mahasiswa-mahasiswa cerdas bukan hanya berada di sini saja bukan? Kita akan menyaring mereka dengan menggunakan sistem online. Jadi siapa pun boleh mencoba, dengan catatan mereka berhasil mendapat hasil terbaik di saat penyaringan tersebut." Jelas Reza panjang lebar.


"Ya terserah bentuknya bagaimana Boss. Yang penting mereka bisa memberikan hasil terbaiknya kepada perusahaan ini, hingga kita bisa menghasilkan produk bidang IT yang berkwalitas.



...*bersambung*...

__ADS_1


...Tolong bagi Vote & Gift nya ya teman-teman. Supaya Author semakin semangat...


__ADS_2