
Readers tersayang, Author minta bantuannya untuk tekan tombol like yah ... 😇😇😇 selain membantu Author meningkatkan rasa percaya diri, ini juga membantu Author semakin semangat nulis. Apalagi meninggalkan comment yang membangun.
Nanti Buat yang ngasih gift yang udah dapat lencana, baik menang atau pun tidak menang pada lomba Wanita Mandiri ini, Author akan bagi pulsa @Rp25.000 yah... Lumayan yaah... soalnya Author lom merasakan gajian juga di Noveltoon ... Ini sebagai ucapan terima kasih sudah menemani Author dalam menulis dan menyemangati Author selama ini.
Love sekebun buat kakak-kakak reader semua 💖💖💖💖
...💖💖💖...
"Ayooo, kita show time! Romi, kamu lacak pria bernama Marcell itu saat ini juga!"
Romi menatap salah satu ajudan yang masih asik sikut-sikutan. Mereka menuju ke tempat yang sekiranya nyaman untuk aksi selanjutnya. Dino menyerahkan laptop yang ditentengnya semenjak tadi.
Dengan memasang wajah dingin, Reza memerintahkan Aksa untuk mengecek keadaan perusahaan yang diretas oleh Aura di kantor mereka. Sehingga Abizar membawa Aksa ke kantor untuk melaksanakan tugas yang diembankan untuknya. Sekaligus menjauhkan Aura belenggu perasaan yang masih tersimpan di hati sang istri.
Aura duduk di samping Romi memperhatikan gerakan dan kecepatan idolanya dalam dunia peretasan ini. Meski dia sangat ahli, dia belum pernah mendengar nama Romi masuk ke dalam catatan hitam.
"Ekheem, segitu amat natapnya?" Reza mendelik duduk nyempil di antara mereka.
"Iiiih, Kanda ganggu aja? Aku ingin berguru pada suhu dulu."
Aura bangkit dan menarik Reza bergeser kembali, dan duduk di tengah. Memperhatikan apa saja software yang digunakan oleh Romi. Dahsyatnya kalau hacker yang bukan kaleng-kaleng menggunakan program tidak hanya satu saja. Dia menggunakan software yang sekaligus banyak.
Untuk melacak keberadaan Marcell, dia mencoba menggunakan NMAP (Network Mapper). Software ini digunakan untuk menemukan network yang digunakan oleh Marcell. Setelah itu, dia menggunakan beberapa software lainnya. Salah satunya yang dikenal oleh Aura dengan nama Metasploit Penetration. Digunakannya untuk menghancurkan tembok sistem yang dibuat oleh Marcell.
"Nah, dia sudah ditemukan," ucap Romi berhasil mencari pria tersebut, dalam waktu kurang dari lima menit.
Mata Aura terlihat sangat takjub. "Lihat dia deh, Kanda. Hebat kan?"
"Eleeeh, segitu doang, aku juga bisa," gumam Reza membuang muka.
Romi segera menentukan titik keberadaan Marcell. Lalu mereka bergerak dengan segera. Reza yang hendak beranjak mengikuti mereka, ditahan oleh pihak kepolisian.
"Bapak belum boleh meninggalkan tempat, sebelum Kapten I Bagus Suska mempersilakan Anda pergi."
"Tapi ini saya mau menangkap pelakunya langsung!" bentak Reza kepada salah satu tim penyidik yang mencegatnya meninggalkan divisi tersebut.
"Kami tidak berani, Pak. Silakan duduk menunggu dengan tenang, atau kami suruh duduk menunggu di dalam sel?"
Reza tersentak, mundur dan menggaruk kepalanya dengan kasar. Aura menenangkannya dengan menepuk pundaknya beberapa kali.
__ADS_1
"Biar aku saja yang ikut. Kanda di sini saja."
Tanpa menunggu jawaban dari Reza, Aura mengikuti langkah pasukan berbaju hitam tersebut. Mereka masuk mobil dengan postur kuat, dan yang dipercayakan menjadi supir kali ini adalah Dino. Dia melajukan kendaraan dipandu oleh Romi. Aura masih terkesima dengan kerja sama tim yang terbalut dengan apik.
"No, bawa mobilnya hati-hati! Kamu sedang membawa ibu yang tengah hamil muda ini lho?" ucap Via.
Semua mata melirik ke arah Aura. Aura merasa tak enak dipandang seperti itu. Dia hanya bisa menjepit bibirnya tanpa berkata apa-apa.
"Ekheeem! Lanjut dan fokus!" titah sang nyonya besar.
"Asyiiiaaap, Ma!" ucap Jason.
Setelah sampai pada titik fokus, tampak Via menyiapkan peralatannya. Terutama beberapa senjata yang menurut Aura cukup berlebihan untuk sekedar menangkap satu orang.
"Kamu jangan heran. Kita tidak tahu dia bagaimana bukan? Alat pelindung diri ini sangat penting bagi kami," terang Via.
Aura menganggukan kepalanya. Bersiap untuk turun juga. Dia mengikuti para pria berpakaian hitam yang bergerilya bagaikan ninja. Bertemu lah pada tempat yang tidak terlalu besar. Kening mereka semua berkerut.
"Apa benar, ini tempatnya?"
Aura menghembuskan nafasnya dengan panjang. "Apa aku tidak bilang, Marcell itu hanya bekerja sendirian? Dia itu hacker, bukan mafia."
Aura hendak bergerak, namum dicegat oleh Via. "Apa kamu bisa bertarung?"
"Sedikit." Aura menyatukan jempol dan telunjuknya.
"Kamu lagi hamil muda kan? Hmmm, aku dulu waktu hamil muda sibuk hajar orang juga sih. Tapi tidak terlalu ekstrem. Soalnya selalu diingatkan suamiku, Kak Jimmy. Jadi, Kamu harus berhati-hati saja ya." Via menyerahkan knuckle kepada Aura.
Aura langsung memasangnya menjadi tinju besi yang lumayan bikin orang tepar. "Karena yang kita incar hanya satu orang, namun tidak menutup kemungkinan dia adalah orang berbahaya. Kalian berjaga di luar, kami berdua yang akan masuk ke dalam," jelas Via mengomandoi para pria tersebut.
"Jason, kamu siapkan senjata yang bisa membius orang tersebut. Kita tidak boleh menyakitinya meski pun dia seorang monster!"
"Baik, Ma!" ucap Jason snyper muda dalam kelompok mafia tersebut.
"Sementara Dino, kamu jaga bagian luar, jika kami tidak bisa menghadapinya, dan tembakan yang dilayangkan Jason meleset, waktu untuk kamu terjun melindungi kami."
"Oke sip, Mama Gagu," ucap Dino sang musuh bebuyutan hingga liang lahatnya Via.
"Aku tiduran di mobil aja," gumam Romi cuek.
__ADS_1
"Terserah lah, kalau Lu turun lapangan malah repotin kite-kite aja," ucap Dino dengan sarkas.
Romi kembali masuk ke dalam mobil menyalakan AC dah tidur-tiduran di dalamnya. Mereka mulai bergerak dan Aura asik mengayun-ayunkan tangannya latihan menggunakan alat tinju besi tersebut.
Sementara Marcell menyadari kedatangan tamu yang tak diundang, bangkit dari monitor yang memampangkan gambar CCTV kedatangan mereka. Marcell menyiapkan beberapa senjata api dengan wajah menyeringai.
"Aku tak menyangka, dia akan datang secepat ini. Haha, jangan pernah mencoba mempermainkanku. Rasakan akibatnya Nona Hacker!"
Marcell mulai membidik seseorang yang mengikuti Aura dan wanita yang tidak dikenalnya. Jason dengan mata elang yang sudah terlatih, mengenal kilauan senjata, terlebih dahulu membidik ke arah bangunan tersebut.
doooorrrr
praaank
Aura dan Via terkejut mendengar suara tembakan tersebut. Apalagi bagi Aura ini adalah kali pertama baginya masuk dunia tembak menembak seperti ini. Tembakan tersebut sengaja tidak tepat sasaran. Membuat Marcell terkejut dan duduk terhenyak. Dia tidak menyangka mereka membawa penembak jitu secara diam-diam. Mata Marcell mulai liar mencari posisi snyper yang mereka bawa. Namun, belum terlihat olehnya. Marcell mencoba berpindah posisi.
braaaaakkk
Pintu banguan itu didobrak oleh Dino. Aura dan Via masuk dengan perlahan pada bangunan yang telah lama kosong tersebut. Namun, mereka menemukan perangkat komputer yang menampilkan pemandangan hasil tangkapan CCTV.
"Marcell, di mana kau? Serahkan lah dirimu dengan baik-baik!" ucap Via.
Namun, tak terdengar sahutan dari orang yang dipanggil. Via dan Aura masuk lebih dalam lagi dengan langkah perlahan. Mereka tak sadar setiap langkah diperhatikan oleh sepasang mata dalam persembunyiannya.
Aura seperti mendengar pergerakan seseorang. Aura mempertajam pendengarannya. Makin lama suara pergerakan itu terdengar makin jelas dan intesn. Aura memutar badannya, melihat seseorang yang akan menerkamnya.
💖
💖
💖
Hayy ... hay ... Jangan lupa mampir pada karya fantasi romansa di bawah ini yaaa
napen: Tita Dewahasta
judul: Kembali ke Masa SMA
__ADS_1