CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
144. Buka puasa dengan yang manis


__ADS_3

"Kenapa kamu selalu muntah saat aku peluk? Apakah kamu terlalu jijik padaku?


Setelah semua selesai, Aura membersihkan mukanya melihat pantulan seseorang yang berada di belakang. Wajah suaminya yang ditunggu semenjak sebulan lalu untuk segera hadir menjemputnya.


Masih di balik pantulan bayangan cermin, Reza tampak mengendus dirinya. Sebelum hamil, Aura sangat menyukai aroma parfum sang suami. Kali ini karena hal tertentu, membuat dia harus menjaga jarak dengan sang suami.


"Kenapa malah menjauh?" tanya Reza kembali.


"Anakku tak menyukai baumu!"


"Hah? Apa aku bau?"


Reza menmbuka hodi yang masih melekat di tubuhnya. Hal ini malah membuat aroma parfum Reza semakin semerbak mengisi ruangan. Aura kembali merasa mual.


"Kamu coba mandi dulu sana!"


"Hah? Mandi? Apa aku se bau itu?" Reza kembali mengendus pakaiannya. Baginya aroma parfum yang ia kenakan adalah aroma maskulin yang paling cocok untuknya.


"Hmmm, baik lah. Jika itu maumu. Aku tidak membawa pakaian satu apa pun. Sepertinya anak kita ingin melihat ayahnya tanpa busana ya?"


Aura memutar tubuhnya saat Reza dengan sembarangan membuka pakaian. Reza langsung masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Aura bergerak mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk menutup tubuh suaminya.


Tak lama, Reza telah keluar hanya menggunakan box er tanpa atasan. Temperatur ruangan full AC, membuat Reza kedinginan, usai perbedaan suhu yang signifikan. Aura memberikan bad cover untuk menutupi tubuh Reza.


"Waduh, ini buat menggantikan pakaianku?"


"Dari pada kamu kedinginan? Pakai aja sanah!"


Reza bergerak mencari ponsel meminta Bibi untuk mencarikan pakaiannya dan Aura agak beberapa lembar. Usai menelepon Bibi, Reza naik ke atas kasur dan merebahkan diri bersembunyi di dalam kasur.


Aura hanya melihat dari jauh. Mengeluarkan laptopnya dan mengakses sesuatu yang bisa dia lihat. Akan tetapi sebuah spam berupa surel sebuah video tiba-tiba masuk bagai iklan ke dalam laptop. Ia melihat sosok menggunakan topeng yang begitu ia kenal. Meski suara disamarkan, Aura masih dapat mengenalnya dengan cepat.


"I found you!"


Video skian detik itu terhapus dengan sendiri. "Aku tak takut!" cibirnya melihat ke atah Reza seperti tidur di kasur menutup seluruh tubuhnya dengan selimut hingga benar-benar tidak terlihat.


Aura kembali melanjutkan kegiatannya. Dia mencari bahan materi kuliah untuk esok, namun tubuhnya tiba-tiba mengambang diangkat oleh Reza. Suaminya tak tahan dicueki seperti ini dan membawanya ikut merasakan keempukan kasur tersebut.

__ADS_1


"Ayooo, apa kamu tidak merindukanku sebagaimana aku begitu merindukanmu?"


Aura membuang mukanya. Namun hatinya tiba-tiba berdebar melihat roti sobek suaminya. Tanpa ia sadar, tangannya bergerak membelai kotak-kotak tipis yang tidak terlalu kentara.


"Hihihi, kamu membuatku geli."


"Kenapa minum lagi? Bukan kah sudah diperingatkan agar tidak minum alkohol?"


Reza merebahkan Aura di atas kasur. Tangannya refleks menaikan kaos yang menutupi perut Aura dan menempelkan telinganya.


"Halo boy, gimana kabarmu di sana? Kamu tidak boleh menyusahkan Bunda ya? Biarkan Bunda bisa menjalani hari-harinya dengan baik."


Reza membelai perut tersebut lalu menciumnya. Tak bisa dipungkiri, ciuman itu membuat sensasi di tubuh Aura. Aura memiringkan tubuh membelakangi sang suami. Dia memejamkan mata untuk mengusir rasa ingin belaian yang lebih dari sang suami.


Reza yang melihat reaksi Aura seperti menolak, segera merebahkan dirinya kedinginan ke dalam bed cover hangat. "Kamu tahu, untuk apa aku minum? Agar aku tak merasa tersiksa saat menyadari kamu telah meninggalkanku."


"Kenapa tak terniat sedikit pun menemuiku?"


Reza kembali duduk memperhatikan istrinya yang masih menyembunyikan wajah. Reza menarik selimut dan membalut seluruh tubuhnya. Membelai rambut panjang yang menutupi wajah cantiknya. Secara refleks, tubuhnya bergerak mencium pipi Aura, membuat mata Aura terbuka. Dia bangkit dan duduk.


"Jangan minum lagi! Nanti jantung yang baru beradaptasi di tubuhmu rusak lagi bagaimana? Heran, udah tau jantungan, tapi masih suka mabukan."


Reza mulai menc*um teng kuk istrinya. Tubuhnya bereaksi menghirup aroma rambut Aura yang selalu membuatnya menggila.


Aura berusaha melepas diri dari pelukan hangat itu. Ini sungguh membuat seluruh jengkal tubuhnya bergetar atas sentuhan ini. "Siapa orang bernama Rosita yang kamu beri uang itu?"


Reza kembali memeluk Aura. Dia sama sekali tidak memberi kesempatan pada Aura untuk kabur. "Coba kamu tebak!" Reza ingin tahu apa yang dipikirkan istrinya ini.


"Istri keduamu?"


Reza tersentak, lalu melepas pelukan pada Aura. Dia tertawa terbahak memegang perutnya. "Kenapa kamu berpikir seperti itu?" ucapnya dalam sela tawa.


Aura mendengkus bersidekap dada membuang muka. Menurutnya, Reza seharusnya memohon minta maaf karena ketahuan selingkuh. Namun, reaksi Reza yang berbeda dari ekspektasi membuat dia benar-benar kesal.


"Kamu tahu, kenapa kamu tidak dicari-cari oleh polisi lagi? Ini semua karena aku sudah mengganti rugi semua biaya ulah kenakalanmu pada sepuluh owner perusahaan menengah itu."


"Sebenarnya aku tak ingin mengatakannya. Ingin semua tetap jadi rahasia. Namun jika rahasia itu memecah cintaku yang hanya padamu, lebih baik aku ungkap semua."

__ADS_1


"Nama yang kamu tanyakan tadi adalah salah satu dari sepuluh orang tersebut. Kumpulan korban istriku." Reza kembali memeluk istrinya dari belakang.


"Dulu aku playboy, hanya sekedar mengisi kekosongan hatiku. Namun tak ada satu pun yang membuatku benar-benar jatuh cinta. Saat bocah mie instan hadir, tiba-tiba saja seluruh hatiku dipenuhi namamu."


"Bahkan, namamu selalu aku ingat saat pertama kali Jay mengatakannya."


Aura masih tampak membeku. Namun hatinya terenyuh terharu. Dia kembali tersentak saat rambutnya disibak, dan lehernya diku lum dengan sedikit gigitan. Aura meringis memejamkan mata menikmati itu. Namun, dia segera tersadar dan mencoba beranjak. Reza menahan dan merebahkan tubuhnya.


"Mau ke mana lagi?"


Aura menggeleng, namun wajahnya berkata lain. Reza mengecup setiap inci bagian wajah Aura. "Hatiku ini, bukan ... jantungku ini tidak sempat lagi memikirkan nama yang lain. Karena kamu sudah menguncinya dengan pasword yang aku sendiri tidak tahu kata sandinya. Kamu berhasil meretas semua yang ada dalam diriku."


Reza mulai mengecup bib*r Aura. Mereka menikmatinya kecupan manis itu beberapa saat. Makin lama kecupan manis berubah jadi panas dan penuh ga irah. Reza membuka kancing jins Aura dan bergerak menariknya hingga memamerkan kaki mulus yang selalu dirindukan.


"Apa boleh, aku buka puasa lagi dengan yang manis?"


Reza mulai melu cuti semua yang dipakai oleh sang istri. Aura terlihat pasrah dan merindukan hal yang sama. Tidur di dalam pelukan hangat suaminya, usai berolah raga.


tok


tok


tok


Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar.


💖


💖


😘


kuuiiiyy.. mampir di sini juga ya kak


napen: Anisyah S


judul: Dokter Misterius VS Mafia Kejam

__ADS_1



__ADS_2