CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
Ex. P10


__ADS_3

Ketika mesin kendaraan mulai dihidupkan, tiba-tiba seorang gadis membuka pintu, duduk di bangku kosong sebelah Reza. "Aku ikut ...."


Semua mata memandang ke arah Keken. Kali ini Aura tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa meringis karena kontraksi yang sakit luar biasa. Stella mengambil alih menggantikan pasangan yang tidak bisa berpikir apa-apa untuk berkomentar.⁰


"Heh, Lu ngapain ikut di mari?"


"Untuk mengisi bangku kosong di samping Aa Eja." Ternyata Keken sudah memasang sabuk pengaman begitu saja sebagai jawaban pertanyaan Stella.


Stella seperti mau muntah mendengar ucapan Keken. Reza tanpa berkomentar langsung tancap gas menuju rumah sakit. Ketika sampai di rumah sakit, Reza langsung melapor pada perawat. Sementara Keken keluar bersandar di bagian luar mobil sambil memainkan kuku.


Reza datang bersama perawat mendorong kursi roda. Keken membukakan pintu kendaraan dan Reza langsung mengangkat Aura duduk di kursi roda. Seluruh tubuh Aura dikucuri keringat yang mengalir tiada henti.


"Kak, biar aku yang bantu memarkirkan mobilnya!" Stella menawarkan diri dengan menengadahkan tangan meminta kunci.


"Terima kasih." Reza menyerahkan kunci dan langsung mengejar perawat yang membawa Aura terus menuju unit penanganan cepat untuk diperiksa.


Keken hendak mengikuti Reza, tetapi ditarik oleh Stella. "Masuk!" Stella mendorong Keken masuk dalam mobil dengan kasar.

__ADS_1


Mobil bukan langsung dibawa ke parkiran, melainkan mengendarainya hingga keluar dari area rumah sakit. Stella mengantarkan Keken pada halte busway yang menuju area kampus mereka. "Sekarang silakan turun!"


Keken memasang sabuk pengaman lalu bersidekap dada. "Kenapa kamu suruh Keken keluar? Aa Eja aja gak ada nyuruh Keken pulang."


Stella melengos buang muka karena jengah. "Lu bener-bener ga tau diri sama sekali ya? Kenapa lu deketin Kak Reza? Dia itu pria yang sudah memiliki keluarga. Apa Lu gak bisa lihat? Dia sangat menyayangi istrinya?"


Keken menyandarkan diri bertopang pada kedua telapak tangannya. "Sekarang memang belum. Namun, siapa tau kalau udah terbiasa dia bisa suka sama Keken. Dia benar-benar lelaki yang sempurna seperti idaman Keken selama ini. Sepertinya dia orang yang produktif sekali di atas ranjang?"


"Hmmm, Keken rela kalau dia jadikan yang kedua saat istri dia tidak bisa melayani keinginannya. Apalagi setelah istrinya lahiran begini pasti bakalan lama gak dapat jatah." Keken memulas senyum percaya diri pada wajahnya.


Mendengar penjelasan Keken tersebut, membuat perasaan Stella menjadi panas. Dia memaksa membuka sabuk pengaman dan membuka pintu di samping Keken. Dengan penuh paksaan Stella mendorong Keken.


Keken bertahan tidak bergerak sama sekali. "Kata para istri kedua, jangan pernah mengaku cantik sebelum kamu berhasil menggaet pasangan orang lain."


Stella mendengar hal yang terang-terangan tersebut, menjadi semakin gedeg lalu menarik tas Keken. Terjadi lah aksi saling rebut antara Keken dan Stella. Akhirnya, tas tersebut dilempar keluar oleh Stella.


"Huh, Teteh kenapa sih? Kenapa malah melempar tas milik Keken?"

__ADS_1


Keken beringsut, namun tidak turun secara penuh. Dia masih duduk pada jok kendaraan ini dengan menanggalkan sepatu. Menjangkau tas tersebut dengan kaki. Saking kesal pada Keken, Stella mendorong Keken dengan kaki hingga gadis itu jatuh dari mobil dengan lutut mendarat duluan.


"Aaauuhh ..." ringisnya.


...braaakkk...


Pintu mobil telah ditutup. Jendela tampak turun. "Heh, pelakor kamvret, Aura itu diam bukan karena dia gak tahu. Dia hanya menjaga dirinya untuk tidak berbuat aneh-aneh aja sama elu. Kalau dia turun tangan, dia bisa bikin lu malu di seluruh jagad ini."


"Lagian, kalau lu cantik beneran mah gak masalah. Mungkin saja Kak Reza baru bisa tergoda kalau lu udah oplas."


Keken berusaha bangkit hendak membuka kembali pintu kendaraan tersebut. Jendela kembali dinaikan oleh Stella. Kendaraan itu mulai melaju secara perlahan. Keken memukul-mukul jendela tersebut meminta untuk masuk.


"Teh, Teteh ... jangan tinggalin Keken!"


Kendaraan itu terus melaju dan meninggalkan Keken. Keken melihat kedua telapak tangannya yang lecet. Dia meringis kesakitan dan menangis.


"Kenapa semua orang selalu begini sama Keken? Apa salah Keken? Apakah salah jika Keken suka sama Aa Eja?"

__ADS_1


...💖💖💖...



__ADS_2