CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
59. Hacking Tuan Sistem


__ADS_3

[Sistem berhasil melacak mutasi DANA yang Anda miliki.]


[Anda ingin mempermainkan kami Nona Aurora Safitri?]


"O-ow ...." Aura hanya bisa menjepit kedua bibirnya karena ketahuan telah berbohong oleh Sistem.


^^^[Ehe, canda saja Tuan Sistem. Soalnya ATM saya ikut hilang. Jadinya harus dipindahkan ke tabungan baru.]^^^


'Apa yang terjadi terjadi lah. Jika dia percaya syukur, tak percaya ya mampos!' batinnya.


[Segera kirim ulang nomor rekening Anda yang baru dalam waktu 30 detik.]


[Jika tidak, denda yang lebih besar akan mendera Anda.]


[Hitungan mundur dimulai.]


[30]


[29]


[28]


[27]


[26]


[25] ... ....


"Hah?" Aura segera mencari foto buku tabungannya yang baru. Dengan segera dia mengirimkannya kepada Sistem


[Terima kasih sudah mengirimkan foto ID tabungan Anda yang baru. Beri kami waktu untuk segera memprosesnya!]


Aksa sudah bagai obat nyamuk saat memperhatikan pacarnya sedari tadi yang sibuk dengan ponselnya sendiri. "Kamu mau di sini saja, atau mau ikut?" cetusnya dengan nada sedikit kesal.


"Ikut, kita akan jemput laptop!"


"Buruan!" Aksa mempercepat langkahnya. Diikuti oleh gadis itu dengan setengah berlari. Mereka menuju tempat reparasi laptop tadi.


Dengan segera laptop tersebut dicoba terlebih dahulu. Aura melonjak melihat benda tersebut menyala dengan baik. Aksa segera mengakses internet mencari informasi Sistem Kekayaan Hacker. Namun, dia tak bisa mendapat informasi apa-apa. Aksa hanya bisa menggeleng menutup kembali laptop itu mengajak Aura untuk pergi.


Dalam perjalanan, Sistem memberitahukan bahwa dana dari akun tabungan wanita muda ini telah dipotong sebesar Rp34.000.000,-


Setelah itu Aura memulai serangan bujukan rayuannya untuk meminta data yang telah mereka ambil paksan dua hari yang lalu. Sistem pun membalas pesan permintaan tersebut.


[Untuk apa Anda menanyakan data yang sudah menjadi milik Sistem tersebut?]


^^^[Saya ingin memilikinya juga, sebagai bukti bahwa saya juga bisa melakukan peretasan hebat terhadap perusahaan besar.]^^^


[Maaf, data yang sudah menjadi milik Sistem, tidak bisa diganggu gugat lagi. Sistem tidak akan memberikan duplikat data tersebut, karena sangat berbahaya bila duplikatnya jatuh di tangan orang lain yang tidak bertanggung jawab.]


'Huuu, tak bertanggung jawab? Sendirinya tak bertanggung jawab.'


Aura memutar otak dengan segera, memikirkan alasan lain agar Sistem mau menyerahkan data tersebut.


^^^[Kenapa saya tidak boleh menyimpan hasil kerja saya sendiri? Bukankah itu juga hasil pekerjaan saya? Kalau begitu, saya merasa malas bekerja sama denganmu.]^^^

__ADS_1


[Jika Anda benar-benar ingin berhenti di tengah jalan, berarti Anda sudah siap dengan risiko yang akan Anda terima!]


^^^[Ya, sepertinya itu lebih baik! Sistem kekayaan apaan? Susah kerja, sekali potongnya gede. Sama aja gak jadi kaya!]^^^


^^^[😛]^^^


^^^[😏]^^^


^^^[Jangan balas lagi! Saya ngambek]^^^


"Ada apa?" Akhirny Aksa memberanikan diri untuk bertanya.


"Sepertinya aku tidak bisa meminta dengan cara baik-baik," sungutnya. Aura terus memikirkan cara untuk merebut data tersebut. Tiba-tiba ide gila muncul dalam pikirannya.


"Bagaimana kalau kita menginap di hotel malam ini? Tapi jangan yang sekitar sini. Cari yang rada jauhan dikit!"


Aksa berpikir sejenak, menyetujui langsung memesan taksi online. Mereka sengaja memesan hotel yang jauh dari alamat kampus, agar Sistem tidak dapat langsung mendeteksi mereka lewat IP address yang terterera.


Setelah sampai di kamar hotel, Aura segera membuka laptopnya. Mengecek histori yang tersimpan. "Bang, gunakan sesuatu agar bisa menyembunyikan identitas kita. Jika Sistem ini seorang manusia, dia bukan lah manusia biasa."


Aksa melengok ke segala penjuru kamar, Aura juga begitu. Akhirnya ketemu handuk, lalu mereka berubah menjadi ninja untuk menutupi wajah mereka. Setelah itu, Aura memulai mencari server IP address milik Tuan Sistem. Namun, dia tidak berhasil menemukannya.


Aura melemaskan otot-otot pada jemari kedua tangannya. Lalu melemaskan otot leher dengan menelengkan ke kiri dan ke kanan hingga terdengar suara gemeletuk dari gesekan belulangnya. Membuka handuk yang menyelubungi kepalanya tadi dan mengikat rambutnya dengan tinggi. Lalu handuk tersebut dibentuk kembali agar menutupi seluruh bagian wajah kecuali mata.


"Kamu belajar begini dari siapa?" tanya Aksa.


"Hahaha, dari seseorang yang akan kuhianati," jawabnya.


Langkah pertama yang dia lakukan, adalah menutup kamera yang terdapat pada PC miliknya dengan selotip. Langkah kedua, dia mengecek CCTV yang ada di sepanjang hotel yang dia lalui. Aura mencoba melakukan hal yang sama sebagaimana yang telah dilakukan Marcell. Yakni mengganti tampilan di saat mereka belum hadir di hotel ini, namun Aura berhasil dengan memindahkan waktu pada hari sebelumnya.


Sementara di seberang sana, Marcell yang berkutat dengan banyak CP, terngah memantau budak-budak hacker muda yang dia paksa untuk mengikuti perintahnya. Meski tidak ada tanda peringatan yang masuk pada jaringan, dia menangkap sebuah virus yang diam-diam menyusup pada salah satu PC miliknya.



"Ada yang mencoba main-main denganku? Kau telah salah orang!"


Marcell segera melacak server dan IP address pengganggu yang mencoba diam-diam menyusup pada jaringan miliknya.


💖


Reza melirik jam di dinding kamarnya. Beberapa jam lagi, batas waktu yang telah mereka sepakati akan habis. Sebenarnya bagi dia tak masalah jika bisnis kali ini hancur, karena memang begitu lah dunia bisnis. Tidak selalu berada di atas langit. Ada waktunya untuk menukik jatuh ke dasar jurang yang paling bawah.


Dia sudah memikirkan sejak awal jika masa ini terjadi. Dia sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Namun, dia tidak pernah membayangkan jatuh tiba-tiba karena seorang hacker. Apalagi hacker tersebut seorang perempuan muda. Dia merasa akan mendapatkannya dengan segera.


Reza menulis pesan kepada para kekasih yang masih tersisa. Dia akan menemui semuanya satu per satu esok hari. Memperhitungkan waktu proses pemutusan yang diperkirakan satu orangnya tidak menghabiskan waktu lebih dari tiga puluh menit.


"Oh Tuhan, boleh kah saya meminta? Apa pun yang terjadi, saya ingin dia menjadi milik saya. Jika dia menjadi milik saya, semua sifat buruk yang ada akan saya lempar jauh."


Semua pesan pun dibalas oleh para kekasih. Setuju untuk bertemu keesokan harinya, meski mereka tidak mengetahui apa yang akan terjadi esok.


Kembali pada Aura yang tengah sibuk mencari data file yang dibutuhkannya. Waktu yang telah dilaluinya sudah hampir dua jam. Namun, hingga saat ini dia belum menemui apa pun.


"Biar aku yang gantikan!" tawar Aksa untuk kesekian kalinya.


Aura menggelengkan kepalanya untuk kesekian kali juga. "Ini adalah tanggung jawabku, biar aku yang menyelesaikan sendiri."

__ADS_1


Apakah dia telah menyadari kehadiranku? Jadi dia sengaja membiarkanku melanglang drive pada PC miliknya ini. Aku harus waspada, mungkin dia memiliki rencana lain.


Marcell yang sedari tadi sengaja mempermainkan penyusup itu, menyunggingkan senyum sinis di bibirnya. "Kita lihat apa yang dia inginkan," gumamnya sembari memperhatikan anggotanya yang lain.


Aura terus menyisip setiap drive PC milik Sistem. Dia mencari data milik Harmony yang telah diambil beberapa waktu yang lalu. Melakukan ini semua untuk membebaskan dirinya dari jerat hukum yang diberikan oleh CEO Harmony Grup tersebut.


Dia menemukan file yang berjudul aneh. 'BUDAK SISTEM' gadis itu merasa heran melihat judul file tersebut. Karena merasa penasaran, dia mencoba masuk ke dalamnya, dan tiba-tiba PC-nya hang mengalami eror.


"Siaal!" desisnya.


"Kenapa?" tanya Aksa.


"Aku masuk dalam jebakan, sedari tadi dia sengaja diam, ternyata ini rencananya. PC-ku eror!"


Aksa menyuruh Aura untuk bergeser. Aksa ingin memperbaiki sistem milik gadis itu. Mengetuk-ngetuk tombol yang ada pada keyboard. Terakhir dia menekan 'Enter.' Laptop tersebut mati sejenak lalu memulai ulang kembali.


...Hufffttt ......


Aura menghela napas lega. Mereka berhasil keluar dari masalah. Kali ini Aksa mengambil alih tugas hacking selanjutnya.


"Sepertinya aku sudah mulai memahami cara kerjanya. Ayo, sekarang adalah giliranku yang turun tangan," ucap Aksa.


"Jangan! Biar aku yang melakukannya! Ini ulahku, maka aku yang harus menyelesaikannya."


Aksa tidak mengubris ucapan Aura. Terus melakukan apa yang dia pikirkan. Mulai mencari kembali data milik Harmony Grup yang tidak berhasil diselamatkannya. Tiba-tiba serangan virus mulai membekuk virus yang dia kirim untuk menyelinap.


Aksa pun mengetuk-ngetuk keyboard dengan sangat cepat, membentuk susunan rumus virus yang baru. Dia telah mempelajari rumus yang pernah menyerang ksatrianya itu. Kali ini dia mencoba upgrade dengan kemampuan melawan yang lebih tinggi.


Pusaran virus datang berbondong-bondong menyerang virus miliknya yang berukuran mini tersebut. Aksa mengirimkan kembali ksatria handalan miliknya.


Marcell menyadari ini adalah yang beberapa waktu lalu bertarung dengan naga yang dia buatkan untuk Aura. Senyuman sinis Marcell tersungging di bibirnya. "Jadi Kau adalah anak buah Harmony yang waktu itu?" gumamnya.


Marcell kembali mengirimkan gempuran senjata pamungkas baru yang dia ciptakan. "Jika Kau semakin kuat, maka saya pastikan akan menjadi lebih kuat!"


Aksa mendapat perlawanan sengit. Kembali dia upgrade virus miliknya dengan menambahkan kekuatan penghancur dari mata sang ksatria. Tidak hanya itu, dia menambahkan beberapa virus lagi untuk membantu menyerang Sistem.


Aura mulai merasa gregetan untuk ikut perang virus kembali. Namun, hanya ada satu PC yang bisa digunakan. Dia hanya bisa memberi semangat pada pacarnya ini. Aura merasakan bagaimana berada di posisi Aksa kala melawan dia bersama Sistem.


Aksa mengetuk-ketuk keypad pada keyboard dengan sangat cepat. Menambah rumus pada sistem DOS dan kembali muncul pasukan virus yang baru. Melakukan perlawanan sengit terhadap pusaran yang terus mencoba menangkap dan mencoba membelit pasukan virus milik Aksa.


Akhirnya Aura yang semakin gregetan ingin ikut, merebut laptop tersebut menyusun rumus yang pernah dia pelajari, untuk menambah kekuatan virus milik Aksa. Semua virus milik Aksa mendapat kekuatan tambahan perisai api yang siap membakar apa saja yang mendekat.


Pusaran angin yang tadi terus menyerang mulai menjauh. Marcell terheran mengapa kekuatan hacker lawannya kali ini semakin bertambah. Dengan cepat dia menyusun rumus 'water' untuk melawan selubung api dari musuh yang menyerang.


Aura sadar, Sistem akan mengganti penyerangan, dengan cepat juga dia membuat rumus baru mengganti kekuatan ksatria milik Aksa dengan 'ice.' Saat serangan air bah yang dikirim oleh Sistem, dijadikan beku oleh ksatria tersebut.


"Menarik!" Marcell menyeringai merasa mendapat lawan yang luar biasa.


Halloo Kakak semua, hadir juga ya pada karya milik teman Author.


Berniat memasang bubu Zena malah menemukan sesosok pria yang pingsan di tepi sungai, lantas ia dan neneknya menolong pemuda tersebut. Suatu hari pria yang bernama Satya itu ingin membalas kebaikan orang yang telah menyelamatkannya, namun siapa sangka yang dilakukannya malah berujung petaka. Membawa pada sebuah kesalahpahaman yang mengharuskan Zena dan Satya menikah hari itu juga. Setelah pernikahan, Satya memperlakukan Zena dengan sangat baik hingga hal itu perlahan membuat sang istri jatuh cinta. Namun suatu kebenaran membuat Zena harus menelan pil pahit, karena Satya ternyata sudah punya kekasih. Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah perasaan Zena akan terbalas? atau dia hanya menjadi peran antagonis di kisah cinta suaminya?



...*Bersambung*...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak yaaahh... Love You All...


__ADS_2