CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER

CEO PLAYBOY TERJERAT NONA HACKER
46. Sistem durjana


__ADS_3

*Maafkan Author telah telat Up-nya ya readers tersayang. Author ngumpulin kata hingga 3K. Jadi hari ini 2 x 1500 Kata ya*


^^^[Iya, siapa lagi yang jadi partner saya kemarin emangnya?]^^^


[Bukan kah dia bekerja dengan sangat baik?]


*Sistem i*ni kenapa selalu memuji orang yang bernama Marcell mulu ya? Jangan-jangan ....


[Bagaimana Nona? Bersedia turun lapangan malam ini?]


^^^[Saya izin libur aja ya? Please?]^^^


[Jika Anda libur menjalani misi di saat semua belum selesai, maka saldo Anda akan kami potong sebesar Rp5.000.000,-]


[Apa Anda bersedia?]


^^^[B*nuh aja sekalian Bang]^^^


[Sistem tidak bisa melakukan tindak pemb*nuhan secara langsung.]


^^^[Terserah, pokoknya malam ini aku mau free dari pekerjaan itu.]^^^


[Berarti bersedia dana yang Anda miliki terpotong sebesar lima juta rupiah?]


^^^[Terserah]^^^


[Apa Anda marah?]


^^^[...]^^^


[Kenapa hanya titik-titik?]


^^^[Dah lah!]^^^


^^^[Jangan dibalas lagi!]^^^


Dasar Nona galak, batin Marcell.


Setelah itu Marcell mengontrol hacker-hacker yang lain. Yang mengalami masa seperti Aura dulu. Dia sengaja menyisipkan aplikasi sekali baca, secara random. Setiap satu juta pengguna jaringan internet, maka dia mampu menjerat satu orang yang memiliki intelektual yang luar biasa. Yang akan dipaksa menjadi bidaknya.


💖


Aksara terpaksa aktif dalam sosmed mesenjer dan pesbuknya. Karena hanya itu yang bisa membuatnya terhubung dengan sang kekasih. Pada beranda laman sosial medianya tersebut, muncul sebuah gambar f*lgar yang dilakoni oleh wajah milik Leka.


Ditilik sekejap, Aksa tahu itu adalah ulah orang tak bertanggung jawab. Namun, karena merasa kesal atas ulah gadis tersebut, Aksa memilih membiarkannya.


"Yang penting bukan aku yang kena," batinnya.


Aksa mengecek email yang masuk, dan sangat terkejut mendapat penawaran untuk bekerja sebagai sekretaris Presiden Direktur Harmony. Namun, dia terkendala dengan status sebagai mahasiswa salah satu kampus terbaik negeri ini. Saat ini dia terdaftar sebagai mahasiswa semester lima jurusan TIK. Dia membutuhkan waktu yang panjang untuk memikirkan semua ini. Tiba-tiba terlintas satu ide brilian, yang mungkin cukup sulit proses pengurusannya.


Jika demikian, aku akan semakin dekat dengan dia.


Dengan segera Aksa mengecek syarat yang harus dipenuhinya. Akan tetapi, masa perkuliahan semester ini akan segara berakhir. Oleh sebab itu, saat semester ini berakhir, dia bisa segera bergerak untuk mengurus ini semua. Aksa berencana akan memberikan kejutan pada Aura beberapa saat lagi, tentang keputusan yang akan diambilnya.


Keesokan harinya Aksa segera mencari Leka ke fakultas sebelah. Menanyakan keberadaan Leka kepada orang-orang yang kemungkinan mengenal gadis itu. Aksa mengikuti arah sesuai petunjuk yang diberikan.


Dari kejauhan tampak Leka tengah marah-marah pada sosok yang dikenalnya. Dia sedang marah-marah kepada Ujang yang juga berada di sana. Saat Ujang melihat sosok Aksa yang mulai mendekat, raut wajahnya seketika berubah.


"Nanti gue hubungi lagi, gue cabut dulu!" Ujang memberi kode agar Leka melihat ke belakang. Pria itu melangkah dengan tergesa meninggalkan tempat itu.


Leka menoleh ke belakang, merasa heran atas kelakuan temannya itu. Ternyata, matanya menangkap sosok laki-laki yang diidamkannya berjalan mendekat dengan raut yang tak bisa dibaca.


"Ada apa gerangan Kamu ke sini Sa?" Tanpa memberi jawaban, Aksa menengadahkan tangannya.

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang, Leka menaruh tangannya pada Aksa. "Ini kan?"


Aksa mendorong tangan gadis itu. Menajamkan mata menangkap netra milik Leka yang menatapnya dengan heran. "Ada apa ini?"


"Mana hape gue?"


Leka terperenjat, mundur beberapa langkah. Aksa kembali menengadahkan telapak tangannya. "Ayo serahkan saat ini juga!"


"Ma-masa hape Kamu ada padaku? U-ujang yang bilang? Dia itu berbohong!"


Aksa masih menatap dengan tajam. Kali ini matanya terfokus kepada tas yang diapit kedua tangan gadis itu dengan erat. Aksa semakin gencar menengadahkan tangannya.


"Ayo serahkan, selagi gue masih bisa berlaku baik terhadap lu!"


"Ta-tapi aku tak paham dengan apa yang Kamu maksud." Leka menjadi semakin gugup.


"Foto semalam keren juga? Lu mau main-main dengan gue ya?"


Leka menjadi semakin gugup mempertahankan tas yang tengah digenggam erat oleh kedua tangannya. Beberapa orang di fakultasnya menatap Leka dengan wajah jijik.


"Udah tau milik pribadi, masih saja berani uplod di laman sosmed," ucap mereka sepintas lalu beranjak.


"Bukan! Bukan gue! Akun gue diretas oleh Hacker.


"Hacker, Hacker, alasan lu aja tu," rutuk yang lain.


Aksa sudah mulai kehilangan kesabaran. Merebut benda yang tengah dipertahankan oleh Leka dengan sekuat tenaga. Terjadi aksi saling berebut benda bewarna pink tersebut. Tenaga cowok yang tentu melebihi tenaga Leka, membuat Aksa lah yang menjadi pemenang dalam aksi tarik-menarik ini.


Tanpa pikir panjang, Aksa segera membukanya. Melihat benda pipih yang sangat identik dengan benda miliknya yang hilang. Aksa menarik ponsel tersebut, dan langsung mengbalikan tas milik Leka.


"Jangan macam-macam lagi! Hargailah diri sendiri agar orang lain juga bisa menghargai diri lu!"


Setelah itu Aksa berbalik dan segera pergi meninggalkan tempat itu. Leka hanya bisa mengepalkan jemari dan menghentakan kedua kakinya karena merasa sangat kesal. Dengan wajah penuh kemenangan, Aksa menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.


💖


Melihat Stella yang kebetulan lewat, Aura segera menaiki mobil Stella. Sepanjang perjalanan menuju kampus, Stella selalu melirik Aura dan menyunggingkan senyum simpul. Hal itu telah beberapa kali ditangkap langsung oleh Aura.


"Ada apa sih?" tanya Aura bingung mengecek penampilannya.


"Enggak," ucap Stella tetapi bibirnya menyunggingkan senyuman yang maknanya berbeda.


"Apa penampilanku aneh?"


"Oke kok."


"Lalu kenapa Kamu melirik sambil senyum-senyum begitu?" Aura menyandarkan dirinya pada jok mobil Stella ini.


"Aku hanya merasa lucu ketika Appa memceritakan kelakuan Om Mesum beberapa waktu lalu. Terus Appa mengatakan sesuatu yang lebih lucu lagi."


"Emang Om Lee bilang apa? Apa ada hubungannya denganku?" Aura menyisir rambut dengan jemarinya karena insecure duluan.


"Nah, karena ada hubungan dengan Kamu itu lah yang membuatku merasa ini menjadi lucu."


"Emang apaan sih? Aku jadi kepo."


Stella melirik arah Aura, lalu terkekeh kembali. Stella berpikir sejenak, dia teringat bahwa Aura sedang bucin-bucinnya pada cinta Bang Aksa. Sehingga Aura tidak memedulikan ada yang lain tegah memperhatikannya.


"Ada deh, tapi nggak terlalu penting kok. Hanya saja itu cukup lucu bagiku."


Aura hanya memangku kedua tangannya di dada karena merasa tidak puas dengan jawaban Stella. Dia merasakan ponsel bergetar, dan di layar ponsel tertulis kode yang cukup panjang.


My Beloved Future in My Heart ❤❤❤

__ADS_1


Aura melonjak kegirangan melihat nama itu telah menghubunginya kembali. Dengan segera menjawab panggilan tersebut. "Hallo Bang, udah dapat lagi hapenya?"


"Udah nih, nanti kita bisa chat seperti biasa lagi. Kamu sudah berangkat ke kampus?"


"Ini hampir sampai. Aku bareng Stella nih berangkatnya. Abang sendiri gimana?"


"Aku juga sudah di kampus. Kalau begitu selamat kuliah Sayang."


"Selamat kuliah juga Bang." Wajah Aura berubah merona. Menurutnya semakin hari kelakuan cowok itu terasa semakin manis.


"Ciiieee ... ciiieee ... makhluk bucin ini lagi baper yaaa," goda Stella sudah memarkirkan kendaraannya.


"Ekheeemmm," Aura menepuk-nepuk pipinya, agar suasana hatinya berubah menjadi normal kembali.


Mereka berkuliah seperti biasanya. Saat perkuliahan usai, Stella mengajak Aura makan ke Kafe Harmony. Aura merasa berat untuk melangkahkan kakinya ke tempat itu. Namun dia mengerti tujuan Stella ke tempat tersebut adalah agar bisa melihat Jay lagi.


Saat asik memilih menu makanan, kebetulan sekali Jay pun lewat di hadapan mereka. Namun dia tidak sendirian. Dia berjalan dengan seorang wanita yang berpenampilan sangat elegan. Pria tampan berparas Arab itu tengah merangkul pinggang wanita di sampingnya dengan mesra.


Wajah Stella seketika berubah menjadi kecewa. Dia berdiri melempar brosur menu ke atas meja. Menarik kembali tangan Aura dengan diam seribu bahasa. Mengantarkan Aura ke depan gang masuk rumah indekosnya.


"Kita gak jadi makan?" tanya Aura.


"Tiba-tiba kehilangan selera makan," ucap Stella. Pandangannya lurus ke depan tanpa melirik ke arah Aura sedikit pun.


"Oh, ya udah. Kamu jangan sampai bundir gara-gara itu ya? Masih banyak cowok yang lain kok. Contohnya Om Mesum kan?" celetuk Aura.


Kepala Stella refleks melihat ke arah Aura. Sebuah senyum kecut menyungging di bibirnya. Tak lama dia kembali menatap lurus ke depan. Aura melambaikan tangannya pada Stella.


Semoga Stella segera menemukan jodohnya yang terbaik. Jika memang dia berjodoh dengan Om Mesum juga tak masalah, ternyata dia orang kaya kan?


Malam harinya, Sistem telah mengirimkan pesan kembali kepada Aura. Menyuruh untuk meretas kembali bisnis milik Harmony. Kali ini target mereka adalah jasa *H*ome Cleaning Service secara online.


^^^[Harus ya perusahaan itu? Kenapa tidak ditukar-tukar saja?]^^^


^^^[Kasihan jika target kita hanya fokus pada perusahaan yang sama.]^^^


[Sistem menargetkan perusahaan tersebut karena memiliki banyak alasan.]


[Salah satunya karena perusahaan tersebut memiliki pengelolaan besar dalam jasa di bidang online.]


[Anda jangan terlalu khawatir Nona. Kita hanya akan mencoba terlebih dahulu. Karena pertahanan milik mereka juga cukup kuat]


Setelah itu tanpa banyak bicara melakukan peretasan pada beberapa bidang yang dimiliki oleh Harmony Grup. Setiap hari Aura melakukan peretasan. Dua hari pertama untuk jasa Home Cleaning Service online dinyatakan sukses. Hari kedua, bidang pelayanan private online, juga dinyatakan sukses.


Namun saat melaksanakan peretasan hari ketiga, dalam bidang jasa kendaraan online yang sudah membooming, peretasan yang dilakukan Aura dinyatakan gagal. Dana yang ada di dalam tabungannya dipotong lima puluh persen. Hari keempat, mencoba meretas bidang yang sama, Aura kembali gagal.


Sepertinya Harmony Grup telah memperkuat pertahanan mereka. Sehingga tidak memberikan celah untuk untuk diretas kembali. Dana milik Aura kembali dipotong sebesar lima puluh persen.


Setelah mengalami pemotongan saldo, malam ini Aura diberi misi untuk kembali menyusup ke perusahaan tersebut. Jika berhasil mencuri data yang diinginkan Sistem, maka Sistem berjanji membulatkan kembali isi tabungan Aura ke angka seratus juta. Jika misi kali ini gagal, maka seluruh dana tabungannya akan kosong.


"Kali ini aku harus berhasil! Kembalikan dana milikku wahai Sistem Durjana!!!"


💖




Ningtiyas Paramitha adalah gadis 18 tahun baru lulus SMK jurusan tata busana. Dia harus menerima takdir dinikahkan siri dengan paksa oleh ayahnya dengan lelaki dewasa berumur 30 tahun dan telah memiliki istri bernama Alfarizi Zulkarnain. Kontrak nikah selama lima bulan tetapi Neng selalu mengalami kekerasan baik lahir maupun batin. perlakuan suami sirinya yang selalu melampiaskan kekesalannya akibat kesalahan istri sahnya. Setelah empat bulan berlalu Al meninggalkan Neng begitu saja, tanpa disadari Al meninggalakan benih janin di kandungan Neng. Akhirnya Neng meninggalkan desanya yang selama ini menjadi kebanggaannya. Pergi ke Jakarta untuk merubah nasib dan menyongsong masa depan yang lebih baik bersama janin yang dalam kandungan. Sayangnya takdir pertemukan mereka kembali setelah delapan tahun berlalu. Dengan situasi yang berbeda, apakah mereka akan bersatu kembali setelah Al mengetahui memiliki keturunan. Apakah Neng menerima cinta Al?


...*bersambung*...


...Jangan lupa menekan tanda Favorit, Like, Gift, Vote, dan Komentar ya!...

__ADS_1


...Terima kasih!...


__ADS_2