
Waktu yang di tunggu-tunggu Fella dan Arska akhirnya tiba, saat di mana sepasang kekasih itu bertukar cincin di bagian jari manis mereka, sungguh momen mendebarkan bagi keduanya.
"Ay, tau nggak sih? Kalau hari ini aku bahagia banget," tanya Arska dengan senyum yang terus mengembang di sudut bibirnya.
"Ya harus bahagia lah yang, karena aku pun juga bahagia banget hari ini," ucapnya lirih.
Sambil terus berpegangan tangan sepasang kekasih itu tak henti-hentinya mengembangkan senyum mereka.
Tepuk tangan yang diberikan oleh tamu undangan dan sorak sorai yang terdengar dari mulut sahabat-sahabatnya semakin menambah meriah acara pertunangan.
Acara pertunangan Fella dan Arska tampak elegan. Karena di hadiri banyak pejabat serta rekan bisnis Angga, sanak saudara jauh Fella dan teman-teman terdekatnya. Hingga salah seorang panitia memberikan kupon untuk Arska dan tamu laki-laki lainnya.
"Untuk apa kupon ini?" tanya Arska saat kupon sudah di tangannya.
"Itu kupon cuma buat seru-seruan aja sih yang sebenarnya, nanti di akhir acara bakalan ada surpraice bagi yang beruntung," jawab Fella mencoba menjelaskan.
"Tapi kenapa cuma tamu cowok yang dapet, yang cewek nggak dapet?" tanya Arska mengernyitkan keningnya.
"Hehehe.... sebenarnya itu kupon juga buat, teman dansa aku yang, nanti bakalan di undi siapa yang bakalan jadi teman dansa aku," ucap Fella dengan ragu sambil terus memaksakan tersenyum.
"Kupon macam apa ini ay, aku nggak terima, tetap aku yang bakalan jadi teman dansa kamu! Aku bakalan labrak panitianya."
"Lah.... sayang, kok main labrak-labrakan sih?" tanya Fella sambil memegangi lengan Arska, ia tau jika kekasihnya itu kesal dengan tindakan yang di ambil panitia.
"Pokoknya cuma aku yang boleh ada di dekat kamu!" seru Arska, sikap posesifnya mulai ia tunjukkan.
Fella mengangguk, merasa paham akan apa yang di rasakan oleh Arska saat ini. Meraih tangan cowok yang ada di sampingnya serasa enggan jauh darinya.
"Nemplok terus.... sampai lupa kalau sahabatnya pada ngumpul di sini," ucap Bella yang sekarang sudah berada di depan Arska dan Fella.
__ADS_1
"Iya... ni jadi gemes sendiri ngeliatin kalian yang makin lengket kaya lem ini," sahut Faya.
"Bukannya lengket kaya lem yang, tapi Arska baru ngeredam hatinya yang baru kepanasan gara-gara abis baca isi kupon ini," jelas Aldy yang kini sudah berada di dekat Faya dan Bella.
"Jangan pancing amarah orang kenapa sih dy, suka banget kayaknya. Ini acara spesial Fella sama Arska jangan bikin mood mereka down dong," Regina ikut berkomentar karena tak menyukai ucapan Aldy yang terlalu menyimpang itu.
"Hehehe... lucu aja gin, abis bahagia-bahagianya tiba-tiba muka Arska cemberut," canda Aldy semakin menggila.
Arska nampak tak suka mendengar celotehan Aldy yang justru membuatnya semakin kesal, ia segera menarik tangan Fella agar meninggalkan tempatnya, mencicipi kue dan minuman yang sudah di suguhkan di sana.
"Kenapa cemberut gitu?" tanya Fella saat melihat ekspresi wajah Arska yang masih terlihat kesal.
Arska menggeleng pelan, ia tak mau membuat kekasihnya itu ikut merasakan kekesalan yang tengah ia alami, meskipun berat tapi Arska kini menunjukkan senyumnya sambil mengusap lengan Fella pelan, gadis itu tak merasa canggung meskipun Arska memeluknya sekilas, menunjukkan rasa romantisnya di muka umum.
Tiba-tiba seorang host membuka acara. Ia memberikan beberapa sambutan yang menghebohkan para undangan. Tak terasa kini telah memasuki acara selanjutnya pengundian kupon yang membuat Arska semakin jengkel.
"Apa-apaan ini?" tanya Arska yang terkejut mendengar sahabatnya di sebut oleh host untuk mengiringi acara dansa. "Liat aja apa yang bakal gue lakuin ke lo, selepas acara ink selesai," ucap Arska masih menahan kesal.
"Sabar sayang, aku juga minta maaf kalau nggak ngasih tau kamu sebelumnya," Fella menggenggam erat tangan Arska.
Hembusan demi hembusan Arska keluarkan, mencoba menetralkan rasa kesalnya.
Host mulai memasukkan tangannya di sebuah kotak kaca yang berisi ratusan kupon. Ia mengambil satu kupon secara acak lalu membacanya.
"Dan.....yang beruntung mendapatkan kesempatan berdansa bersama Fella adalah....nomor kupon 23!" seru host sambil memperlihatkan kupon yang baru saja ia ambil.
Semua pria yang hadir nampak bergegas mencocokkan nomor itu dengan nomor yang mereka pegang. Ekspresi kecewa para tamu pria yang tak berkesempatan untuk berdansa dengan Fella, harus menerima dengan lapang dada seraya menelan saliva-nya.
"Sayang banget nomor gue meleset satu angka," gerutu tamu lain yang berdampingan dengan Arska dan Fella.
__ADS_1
Arska tak peduli dengan kuponnya, ia merasa tak rela jika melihat kekasihnya harus berdansa dengan laki-laki lain tatapannya pun masih lurus menatap ke arah Fella.
"Sayang...buka kupon kamu! Siapa tau nomor kamu yang cocok," bisik Fella.
"Aku nggak bersemangat, karena aku harus ngeliat kamu dansa sama pria lain," suara Arska terdengar lemas.
Fella mengambil kupon yang masih berada di tangan Arska, mata yang tadinya sipit pun berubah melebar dengan seiring ia membuka kupon tersebut.
"Kamu yakin nggak mau liat kuponnya yang?" tanya Fella dengan antusias.
"Hem..."
Fella segera memperlihatkan nomor kupon yang tertera di sana. Sesaat Arska mematung seakan tak percaya dengan keberuntungan yang ia dapatkan malam ini.
"Sayang kamu nggak seneng?" tanya Fella dengan menepuk tangan Arska berkali-kali.
"Bahagia banget.... aku yang, akhirnya cuma aku yang di izinin berada di dekat kamu, Tuhan memang selalu adil," ucapnya seraya memeluk Fella dengan kencangnya tak mempedulikan situasi dan kondisi saat ini.
"Halo... siapakah pemilik nomor 23? Ayo segera kesini!" host kembali memanggil saat pemilik kupon tak kunjung datang.
Tanpa menunggu lama Arska segera melangkahkan kakinya ke arah host sambil mengandeng tangan kekasihnya. Ia memperlihatkan kuponnya, agar tak di kira curang.
Host melihat nomor kupon yang di pegang oleh Arska. "Wow, benar, begitu beruntungnya sepasang kekasih ini sampai tak merelakan jika kekasihnya berdansa dengan pria lain!" seru host seraya mengangkat tangan Arska yang memegang kupon.
"Karena semua sudah siap dan pemilik kupon adalah kekasih Fella sendiri, acara berdansa sudah bisa di mulai!" ucap host sekali lagi. Brayu sudah bersiap di posisinya di depan piano.
Sebuah lagu mulai mengalun indah dari jemari-jemari Brayu. Arska dan Fella mulai berdansa. Tangan kanan Fella terasa hangat dalam genggaman Arska, sementara tangan kirinya ia letakkan di pundak Arska. Arska memeluk pinggang ramping milik Fella. Meskipun Fella menggunakan sepatu hak tinggi, ia masih perlu mendongak untuk menatap indan dan senyum menawan milik lelaki yang berada di hadapannya saat ini.
Dua pasang mata itu saling menatap dengan jarak yang sangat dekat. Saat kedua bola mata Fella bertemu dengan iris Arska, ada debaran rasa yang tak bisa Fella ungkapkan dengan kata-kata.
__ADS_1