Cinta Untuk Fella

Cinta Untuk Fella
Cibiran di Pagi Hari


__ADS_3

Semua mata kini terpukau melihat mahasiswa baru yang sedang melangkahkan kakinya untuk mengikuti kelas pagi ini. Ya siapa lagi kalau bukan Arska Aregan yang menjadi pusat perhatian dan incaran bagi para senior. "Baru beberapa minggu masuk kuliah, semua mata ngeliriknya ke elo semua ka," kata Aldy yang berjalan berdampingan dengan Arska.


"Terus apa hubungannya elo ngomong gitu sama gue?" muka Arska tetap saja datar.


"Gue heran... pelet apa yang elo pakai ka? dari dulu semua cewek-cewek bahkan ibu-ibu selalu fokusnya ke elo!"


Arska menghentikan langkahnya, sampai Brayu dan Dilan yang mengekor sejak tadi di belakangnya harus menubruk badan Arska cukup keras. "Kalau berhenti jangan dadakan ka.... kasih aba-aba kek," celoteh Brayu yang langsung memegangi hidungnya karena menabrak punggung Arska.


"Tau loh... pakai sen kek kalau mau berhenti, yang belakang ni jadi korban," sahut Dilan cukup sewot.


Arska tak menggubris celotehan dari kedua sahabatnya itu, ia meletakan kedua tangannya di saku celana, ia menatap Aldy dengan tatapan lekat. "Gue nggak pakai pelat apa-apa dy, salahin aja bokap sama nyokap gue yang pinter cetak anak seganteng gue!"


"Anjir... elo ngeledek gue apa gimana sih ka!" seru Aldy yang tak terima dengan ucapan Arska.


Dilan menepuk bokong Aldy cukup keras. "Berarti Emak sama Babe elo nggak pinter nyetak dy, masak cuma adik elo yang cakep, elo-nya kagak."


"Hahaha... bener dy, apa jangan-jangan dulu elo anak pungut yang di adopsi sama Emak dan Babe, jadinya muka elo sama saudara elo beda jauh," lanjut Brayu.


Tawa mereka semakin menjadi-jadi di kala Aldy menjadi bulan-bulanan bagi mereka bertiga. Mereka masih saja terlihat kompak sejak SMA, bahkan memilih Universitas pun juga kompak tapi yang membuat beda adalah jurusan yang mereka pilih, Arska dan Brayu memilih jurusan Akutansi sedang Aldy mengambil jurusan Otomotif karena hobinya yang demen sekali mengotak atik mesin dan juga karena Babe-nya memang memiliki bengkel, Dilan mengambil jurusan Teknisi karena ia ingin mengetahui perkembangan teknologi di zaman sekarang ini. Pagi itu mereka kebetulan mendapat kelas pagi jadi mereka memutuskan untuk berangkat bersama, kecuali Dilan yang memang lebih memilih berangkat bareng dengan kekasihnya.


"Hay ...."


Tawa mereka terhenti saat seorang senior berserta satu temannya datang menghampiri Arska dan ketiga sahabatnya.


"Arska Aregan..... mahasiswa baru yang lagi anget-angetnya jadi topik pembicaraan satu kampus."


Arska menaikan satu alisnya, ia tak begitu mengerti dengan ucapan gadis yang ada di hadapannya saat ini. "Maksud kak senior?"


Seulas senyuman muncul di sudut bibir gadis itu. "Gue minta nomor elo! karena siapa pun yang menjadi pusat perhatian di kampus ini wajib gue mintain nomornya!" ucapnya to the poin tak mau bisa-basi.


"Nomor sepatu apa nomor sendal elo sih ka yang di tanyain sama kak senior," timbrung Aldy.


"Anjir nyari gara-gara aja sih mulut cablaknya Aldy, baru juga beberapa minggu masuk kuliah udah main-main sama senior," ucap Dilan dengan suara pelan seraya menyikut lengan Brayu.


"Liat aja lan, nggak perlu keluar kuota buat ngelihat adegan gratis ini, yang penting live streaming," balas Brayu yang juga memelankan suaranya.


"Gue ngomong sama Arska bukan sama curut kaya elo," muka datarnya kini di tunjukan di hadapan Aldy.


"Nama gue bukan curut kak, nama gue Aldy. Kak senior namanya siapa?"


Gadis itu menghembuskan nafasnya secara kasar, ia berdecak kesal dengan pertanyaan Aldy yang malas sekali ia tanggapi sebenarnya. "Emang harus! gue ngasih tau nama gue ke elo!"

__ADS_1


"Ya harus lah kak, kak senior aja tau nama panjang Arska masak kita nggak boleh tau nama kak senior."


"Huft .... nama gue Cherry jurusan teknisi, gue cewek terpopuler di kampus ini !" ucapnya dengan bersedekap dada.


"Ow.. kak Cherry, tapi biasanya Cherry itu kalau di makan manis loh kak, awas banyak yang ngelirik nanti di makan kak," ucap Aldy yang kini tengah tertawa jahat.


"Haha.. anjir ni Aldy cari gara-gara muluk," umpat Brayu.


"Tapi mending di gituin sekalian bray, daripada di diemin entar makin ngelunjak," bisik Dilan.


Cherry nampak begitu kesal dengan ucapan Aldy."Gue bukan buah-buah bego! elo punya mata kan! gue ini manusia," ketus Cherry tak terima. "Dan satu hal lagi gue paling nggak suka sama cowok kaya elo!" tunjuk Cherry dengan dagunya.


"Idih... kak senior ini kepedean nya sungguh luar biasa. Siapa juga yang suka sama kak senior, imutan juga pacar gue. Lagian gue nggak suka sama daun tua kaya kak senior."


Brayu dan Dilan terbahak-babak mendengar ucapan Aldy yang sungguh menjengkelkan itu. Arska menutup mulutnya rasanya ingin sekali tertawa lepas seperti kedua sahabatnya, namun ia tidak mau menunjukan kharismanya kepada sembarang orang, Arska bersikap datar saja sudah banyak yang meliriknya apa lagi jika ia bersikap ramah dan humoris bisa habis dikerubungi satu kampus.


"Gue pengen ngomong sama Arska! kenapa dari tadi yang nyerocos nggak jelas itu elo!" Cherry mulai tak bisa mengontrol emosinya.


"Kak senior lebih ngenes lagi kalau Arska yang ngejawab. Soalnya Arska paling irit ngomongnya."


"Arska... gue udah pusing yang dengerin celotehan temen elo yang satu ini, jadi... gue pilih ngomong sama elo meskipun elo irit ngomong sekaligus!" jelas Cherry yang kini beralih menatap kearah Arska.


Arska masih tak bersuara, muka datarnya masih terlihat jelas disana.


"Aldy Susanto gue nggak mau ngomong sama elo!"


"Ralat kak, nama gue Aldy Aditya jangan asal ganti, nanti kak senior repot sendiri, di suruh Emak bikinin nasi kuning kalau asal ganti nama gue," bibir Aldy sengaja di buat-buat agar yang melihatnya semakin emosi dengan dirinya.


"Typo.... Aldy Susanto itu temen sekelas gue," sentak Cherry.


"Nggak nanya kak senior."


"Tau ah... elo diem dulu, gue lakban lama-lama mulut elo kalau nyerocos terus!" bentak Cherry seketika membuat Aldy merapatkan bibirnya.


"Arska, nomor ponsel elo?" ucap Cherry seraya menyodorkan ponselnya.


"Nggak ada," jawab Arska singkat.


"Masak nggak ada sih, elo bohong ya."


"Paling juga bohong itu cher," timpal teman Cherry yang sejak tadi berada di sampingnya.

__ADS_1


"Gue bilang nggak ada berarti ya nggak ada."


Drettt.... Drettt....Drett...


Arska segera mengambil ponselnya dari saku jaketnya, ia melihat ke layar ponsel sesaat, tak butuh waktu lama untuk Arska mengangkatnya. "Assalamualaikum sayang," wajahnya sumringah membuat dua cewek yang ada di depannya geleng-geleng kepala.


"Wa'alaikumsalam... jangan tebar pesona ya sayang awas aja kalau sampai aku tau!" ancam Fella di seberang telfon sana.


"Siapa yang tebar pesona sih sayang, mana berani aku," suara Arska terdengar lembut.


"Tenang aja fel, kita jagain suami elo biar nggak jelalatan," teriak Brayu dan Dilan hampir bersamaan.


"Suami," ulang Cherry dengan mulut yang kini terbuka.


"Iya... istrinya Arska yang telfon, makannya nggak usah minta nomor ponselnya, nanti di labrak sama bininya tau rasa," jelas Aldy dengan bibir nyinyir nya.


"Itu si Brayu sama Dilan kenapa sih yang? perasaan ribut banget," tanya Fella penasaran.


"Biasa ay kaya kamu nggak hafal aja. Ya udah.. aku masuk kelas dulu ya, bentar lagi dosennya dateng, nanti jangan pulang bareng Bella biar aku yang jemput." pamit Arska.


"Ow ya udah... dadah..semangat nyari ilmunya, Assalamualaikum sayang."


"Wa'alaikumsalam sayang." Arska segera mematikan ponselnya dan menaruhnya kembali di saku jaketnya. "Gue mau masuk kelas, elo pada masih entar apa bareng?" muka Arska kini kembali datar, ia mulai melangkahkan kakinya di sertai Brayu yang setia mengekor di belakangnya.


"T-tunggu Arska... yang tadi itu beneran istri elo?" tanya Cherry memastikan.


Langkah kakinya kembali terhenti, Arska menoleh sesaat. "Seperti yang kak senior dengar, yang tadi telfon itu emang istri gue!" Arska sengaja mengeraskan suaranya agar mahasiswi lain dapat mendengar ucapannya.


"Hahaha... malu-malu deh tuh.. kak senior yang sok cakep," bisik Brayu seraya menepuk pundak Arska dan kembali melangkahkan kakinya.


"Dadah.... buah Cherry, jangan gangguin suami orang lagi ya, jadi cewek baik ya biar cepat dapet jodohnya," celoteh Aldy dengan tawa kecilnya.


"Yang sabar ya kak senior....tadi kak senior juga bilang kan kalau primadona kampus pasti cepat kok dapet jodohnya," ledek Dilan yang kini ikut hengkang dari tempatnya saat ini.


"Ih...... gue kesel banget deh vi," ucap Cherry menghentak-hentakkan kakinya.


"Sabar cher, dari pada kesel mending elo pikirin gimana caranya kabur dari tatapan mahasiswi lain." ucap Via menyadarkan Cherry.


"Anjir.... kenapa jadi gini sih vi, pamor gue sebagai primadona kampus hancur vi," ucap Cherry seraya menutupi wajahnya.


"Mana gue tau cher, elo sih terlalu ke pedean jadi gini deh," celoteh Via yang kini menik paksa tangan Cherry.

__ADS_1


Cherry benar-benar di buat malu oleh Arska and the genk. Tidak tau apakah itu akan berimbas pada


__ADS_2